Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dyah Utari; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra; Chandra Satrya, Bayu Rahadian
Abstrak:

ABSTRAK

Dalam beberapa dekade terakhir, perhatian pemberi layanan kesehatan mulai berfokus kepada keselamatan pasien. Rumah sakit serta berbagai instansi layanan kesehatan yang lain semakin sadar akan pentingnya patient safety. Patient safety akan mudah diwujudkan apabila instansi tersebut mempunyai patient safety climate positif. Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu rumah sakit tipe B milik pemerintah yang berencana membuat program patient safety sehingga membutuhkan pengukuran patient safety climate sebagai langkah awal dalam pembuatan program. Penelitian melihat hubungan faktor manajemen, lingkungan kerja dan individu terhadap patient safety climate serta faktor apa yang paling mempengaruhinya. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa faktor lingkungan kerja dan individu mempunyai hubungan dengan patient safety climate, sedangkan faktor individu mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap patient safety climate.


ABSTRACT

In the last decade, there is increasing interest in healthcare provider about issues relevant to patient safety. Hospital and another healthcare organization are become aware of the important to improve patient safety. It would be more easy for that organization to increase patient safety if they have a positive patient safety climate. This research was held in one of the government hospital, as first step to make patient safety programme. In this research analyzed relationship between management, work environment and individual factor to patient safety climate. Significant relationship was found between patient safety climate to work environment and also individual factor. The finding conclude that individual factor has the greatest influence to patient safety climate

Read More
T-3834
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Famelasari Fitria Ramdani; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Sandra Fikawati, Dessy Rosmelita, Bayu Rahadian
Abstrak:
Penyakit karies gigi pada remaja berefek negatif pada aktivitas yang sedang dilaksanakan yaitu dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dan produktivitas kerja tidak optimal, misalnya seorang atlet. Faktor resiko utama masalah kesehatan gigi pada atlet adalah kebiasaan konsumsi makanan atau minuman kariogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko perilaku pencegahan karies terkait kejadian karies pada atlet remaja nasional di Sekolah Khusus Olahraga Kemenpora (SKO) Tahun 2023. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode nonprobability sampling yaitu total sampling sebanyak 50 orang atlet remaja nasional di SKO Kemenpora Tahun 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan karies dan wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan 64% atlet remaja mengalami karies gigi. Faktor resiko perilaku pencegahan karies yang berhubungan dengan kejadian karies pada atlet remaja nasional adalah sikap terhadap kesehatan gigi (p-value 0,011) dan frekuensi makanan kariogenik (p-value 0,005). Faktor resiko tertinggi terkait keajdian karies pada atlet remaja di SKO Kemenpora adalah makanan kariogenik dengan nilai PR 19,432 (95% CI 2,473-152,687), jadi atlet remaja yang mempunyai perilaku frekuensi konsumsi makanan kariogenik tinggi 19,432 kali lebih beresiko mengalami karies gigi dibanding atlet remaja yang mempunyai perilaku frekuensi konsumsi makanan kariogenik rendah. Perlu adanya edukasi pencegahan karies dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman kariogenik.

Dental caries in adolescents and adults can have a negative effect on the activities being carried out, which can result in uncomfortable conditions and work productivity is not optimal, for example an athlete. The main risk factor for dental and oral health problems in athletes is the habitual consumption of carioogenic foods and cariogenic beverages. This study aims to determine the risk factors for caries prevention behavior related to the incidence of caries in national adolescent athletes at the Kemenpora Sports Special School (SKO) in 2023. The research method uses a quantitative approach with a cross sectional design. Sampling using the nonprobability sampling method is a total sampling of 50 national youth athletes at the SKO Kemenpora in 2023. Data collection was conducted by interviews using questionnaires, then analyzed univariately, bivariately (chi square) and multivariate (multiple logistic regression). The results showed 64% of adolescent athletes experienced dental caries. Risk factors for caries prevention behavior associated with caries incidence in national adolescent athletes are attitudes towards dental health (p-value 0.011) and frequency of cariogenic foods (p-value 0.005). The highest risk factor related to caries in adolescent athletes at SKO Kemenpora is carioogenic food with a PR value of 19,432 (95% CI 2,473-152,687), so adolescent athletes who have high frequency of consumption of cariogenic foods are 19,432 times more likely to experience dental caries than adolescent athletes who have low frequency behavior of consuming cariogenic foods. There is a need for prevention programs by providing education on the prevention of caries by limiting the consumption of cariogenic foods and drinks.
Read More
T-6668
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive