Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nurul Mufti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, M. Hafizurrachman, Rahmi Rahim
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan menyusun rencana strategis Rumah Sakit Budhi Graha (RSBG) Jambi tahun 2006-2010 dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard (BSC). Lingkup penelitian meliputi formulasi strategi dan penyusunan action plan dengan BSC. Metode penelitian ini adalah action research. Pengambilan keputusan melibatkan staf RSBG yang dikumpulkan dalam Consensus Decision Making Group (CDMG). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam serta kuesioner terhadap staf RSBG. Data sekunder diperoleh dari data internal RSBG, Dinkes/Depkes, BPS serta literatur. Data primer dan sekunder yang didapat dipaparkan kepada anggota CDMG. Selanjutnya dilakukan analisis lingkungan eksternal dengan EFE dan lingkungan internal dengan IFE. Tujuan jangka panjang ditentukan secara konsensus, dilanjutkan dengan menentukan strategi alternatif dengan matriks TOWS dan matriks IE. Strategi terpilih ditentukan secara konsensus. Dengan kuesioner dan teknik delphi ditentukan tema-tema strategis yang penting untuk keberhasilan RSBG. Berdasarkan tema-tema strategis ditentukan tujuan, ukuran, target dan inisiatif dari keempat perspektif BSC yaitu perspektif keuangan, konsumen, proses bisnis internal dan pertumbuhan dan perkembangan. Selanjutnya ditentukan peta strategi berdasarkan BSC. Skor EFE = 1,66 menunjukkan respons RSBG terhadap peluang dan ancaman di bawah rata-rata atau cenderung tidak berespons. Skor IFE = 2,30 menunjukkan posisi RSBG secara internal lemah. Penentuan strategi alternatif dengan matriks TOWS dan IE menghasilkan satu strategi yaitu restrukturisasi. Strategi terpilih yang ditetapkan secara konsensus adalah restrukturisasi. Kemudian disusun berbagai tujuan, ukuran, target dan inisiatif sesuai BSC. RSBG disarankan untuk mengimplementasikan sistem manajemen strategis BSC secara menyeluruh dan lebih memperhatikan inisiatif-inisiatif perspektif pertumbuhan dan pembelajaran untuk mencapai keuntungan dalam jangka panjang. Kata kunci : rencana strategis, balanced scorecard, action research, consensus decision making group, restrukturisasi, peta strategi
This research was purposed to arrange a strategic plan for Budhi Graha Hospital (BGH) Jambi using balanced scorecard (BSC) approach. The scope was strategy formulation and action plan arrangement. This was an action research. Decision taking was done by BGH staffs whom jointed to Consensus Decision Making Group (CDMG). Primary data was collected by deep interview and questioner. Secondary data was collected from internal data of BGH, Local Health Agency, Department of Health, Central for Statistical Bureau, and literatures. It was analyzed the environment using EFE and IFE. Alternative strategies generated using TOWS and IE matrix. Decision strategy was decided by consensus. It was collected the strategic themes which were important to BGH as critical success factors. Based on the strategic them, it was developed objectives, measures, targets and inisiatives of the four BSC?s perspectives, namely financial, costumer, internal bussiness process, growth and learning perspective. Then the strategy map drawed based on BSC. The EFE score = 1,66 meaned the respond to opportunities and threats was below average or went to no respond tendency. IFE score = 2,30 showed the position internally was weak. The generation of alternative strategies resulted to one strategy namely restructurization and was taken by consensus as the decision strategy. Then it was arranged objectives, measures, targets and inisiatives according to BSC. BGH was suggested to implement BSC as strategic management system comprehensively to all unit, and more concern to inisiatives in growth and learning perspective in order to get advantage in long-term. Keywords : strategic plan, balanced scorecard, action research, consensus decision making group, restructurization, strategy map
Read More
This research was purposed to arrange a strategic plan for Budhi Graha Hospital (BGH) Jambi using balanced scorecard (BSC) approach. The scope was strategy formulation and action plan arrangement. This was an action research. Decision taking was done by BGH staffs whom jointed to Consensus Decision Making Group (CDMG). Primary data was collected by deep interview and questioner. Secondary data was collected from internal data of BGH, Local Health Agency, Department of Health, Central for Statistical Bureau, and literatures. It was analyzed the environment using EFE and IFE. Alternative strategies generated using TOWS and IE matrix. Decision strategy was decided by consensus. It was collected the strategic themes which were important to BGH as critical success factors. Based on the strategic them, it was developed objectives, measures, targets and inisiatives of the four BSC?s perspectives, namely financial, costumer, internal bussiness process, growth and learning perspective. Then the strategy map drawed based on BSC. The EFE score = 1,66 meaned the respond to opportunities and threats was below average or went to no respond tendency. IFE score = 2,30 showed the position internally was weak. The generation of alternative strategies resulted to one strategy namely restructurization and was taken by consensus as the decision strategy. Then it was arranged objectives, measures, targets and inisiatives according to BSC. BGH was suggested to implement BSC as strategic management system comprehensively to all unit, and more concern to inisiatives in growth and learning perspective in order to get advantage in long-term. Keywords : strategic plan, balanced scorecard, action research, consensus decision making group, restructurization, strategy map
B-898
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wisnu Kresno Birowo; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Peter Pattinama, Hafizurrachman, Rahmi Rahim
Abstrak:
Dalam pembangunan nasional secara menyeluruh, kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.Kesehatan memainkan peranan penting dalam meningkatkan kualitas hidup, Kecerdasan dan produktifitas sumber daya manusia. Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, pada era globalisasi, RS pemerintah sedang bergerak dari lembaga birokrasi ke lembaga usaha. Logistik farmasi merupakan salah satu komponen utama dalam menilai mutu pelayanan Rumah Sakit dan ABC indeks kritis merupakan salah satu cara untuk melakukan pengendalian dan pengontrolan pada manajemen farmasi, yang merupakan salah satu dari pendapatan rumah sakit yang terbesar.Sampai saat ini, pengadaan dn pengendalian persediaan farmasi di RS Duren Sawit, menggunakan metoda dengan menggunakan sistem target pasien yang ditentukan oleh dokter dan sering terjadi kekurangan dan kelebihan stok farmasi. Untuk mengatasi hal ini, dan banyaknya jenis persediaan, di sarankan menggunakan analisis ABC indeks kritis untuk pengelompokannya. Pada analisis ABC Indeks Kritis, persediaan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok A dengan investasi dan pemakaian tinggi, kelompok B dengan investasi dan pemakaian sedang dan kelompok C dengan investasi dan pemakaian rendah. Selain nilai investasi dan pemakaian, pada persediaan farmasi rumah sakit, penentuan indeks kritis sangat lah diperlukan, karena tidak semua persediaan yang memiliki nilai investasi dan pemakaian yang tinggi, mempunyai nilai kritis yang tinggi pula. Nilai kritis ini ditentukan oleh pemakai/ dokter. Dengan teknologi komputer saat ini, pengelompokan setiap jenis sediaan farmasi dapat dilakukan dengan cepat dan akurat, akan tetapi memerlukan pencatatan dan sistem pelaporan pemakaian yang baik, serta informasi biaya investasi yang baik. Dengan sistem informasi yang baik, analisis indeks kritis ABC dalam pengendalian persediaan farmasi pada rumah sakit dapat dilakukan dengan cepat, tepat, sehingga manajemen dapat mengambil keputusan pada perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan operasionalnya. Dengan data sekunder pengeluaran persedian RS. Duren Sawit periode januari 2004 sampai Maret 2005, perhitungan analisa ABC menghasilkan 35 jenis persediaan pada kelompok A dengan nilai sebesar Rp179.689.310,29 kelompok B 206 jenis persediaan dengan nilai sebesar Rp. 475.863.923,99 dan kelompok C 728 jenis dengan nilai sebesar Rp.122.840.524,75. Selain itu, Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa, ada 225 jenis persediaan yang diasumsikan merupakan investasi tidak bergerak dengan perkiraan nilai lebih dari Rp.1.133.136.736,29, hal ini dapat saja terjadi disebabkan oleh pencatatan yang tidak akurat, ataupun pengadaan persediaan yang tidak tepat. Hal ini dapat menyebabkan persediaan yang tidak efesien serta merugikan sumber daya keuangan secara tidak langsung, baik dari segi pengadaan maupun biaya penyimpanan maupun resiko kerusakan dan kehilangan. Dengan mengetahui pengelompokan persediaan ini, diharapkan peningkatan efesiensi biaya operasional dan dapat mencegah terjadinya kekosongan persediaan farmasi dengan pengendalian dan pengawasan terhadap persediaan farmasi serta peningkatan pelayanan terhadap pasien dengan tetap tersedianya bahan bahan farmasi dan menjaga harga yang baik, karena resiko kehilangan dan kerusakan persediaan dapat diantisipasi sebelumnya. Kepustakaan : 31 (1985 – 2005 )
Read More
B-884
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
