Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hazura Rindu Tuffahatti; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri Widanarko, Meilisa Rahmadani
Abstrak:

Kelelahan kerja adalah kondisi yang ditandai dengan perasaan yang menurun dalam kecepatan bekerja, gangguan sistemik saraf pusat akibat aktivitas yang panjang. Kelelahan kerja jika dialami secara terus menerus, maka akan menurunkan kinerja maupun produktivitas kerja. Banyak faktor yang dapat mengakibatkan kelelahan, maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor risiko kelelahan (faktor risiko individu dan faktor pekerjaan) pada Perawat di Rumah Sakit X tahun 2023. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain tudi cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan data sekunder yang ada di Rumah Sakit X. Sampel dalam penelitian ini dibutuhkan sekitar 60 responden Perawat yang terbagi dalam beberapa unit di Rumah Sakit X. Hasil analisis menunjukkan sebanyak 4 responden (6,7%) mengalami kelelahan ringan, 48 responden (80,0%) mengalami kelelahan sedang, dan 8 responden mengalami kelelahan tinggi (13,3%). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelelahan kerja di Rumah Sakit X adalah Beban Kerja dengan p-value = 0,018 dan Jabatan Perawat dengan p-value = 0,040.

Kata kunci: Faktor Risiko, Perawat, Kelelahan


Work fatigue is a condition characterized by feelings of decreased work speed, central nervous system disorders due to long periods of activity. If work fatigue is experienced continuouslym it woll reduce work performance and productivity. Many factors can cause fatigue, therefore this study was conducted to analyze the risk factors for fatigue individual risk factors and work, in Nurses at the Hospital X  in 2023. Research was conducted using a quantitative approach with a cross-sectional study design. Data was collected using secondary data at the Hospital X. This research collected 60 respondents divided into several units at Hospital X. The results of the analysis showed that 4 respondents (6.7%) experienced mild fatigue, 48 respondents (80.0%) experienced moderate fatigue, and 8 respondents experienced high fatigue (13.3%). The risk factor that is closely related to the occurrence of work fatigue at the Hospital X is Workload with p-value = 0.018 and Nursing Position with p-value = 0.040.  

Keywords: Risk Factor, Nurse, Fatigue

Read More
S-11803
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeni Rahmawati; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Meilisa Rahmadani
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi gejala kecemasan dan depresi pada tenaga kesehatan laboratorium terpadu di Rumah Sakit Universitas Indonesia selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Rumah Sakit Universitas Indonesia pada bulan Juli 2021. Analisis yang digunakan yaitu, univariat, bivariat dan multivariabel dengan derajat kepercayaan 95%. Dari 42 tenaga kesehatan laboratorium terpadu RS UI didapatkan prevalensi gejala kecemasan sebesar 11,9% dan prevalensi gejala depresi sebesar 14,3%. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menyatakan tidak ada hubungan yang signifikan antara gejala kecemasan ataupun depresi dengan variabel independen penelitian.
Read More
S-10777
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Istya Magfirah; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Mufti Wirawan, Meilisa Rahmadani, Ida Ayu Indira Dwika Lestari
Abstrak:
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berperan penting dalam mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, termasuk kelelahan kerja yang dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kesalahan kerja. Industri pariwisata di Bali, khususnya pada layanan premium hotel/villa/resort, menuntut pekerja butler bekerja cepat, multitugas (front office, housekeeping, dan food & beverage), serta dalam sistem layanan yang dapat berlangsung 24 jam, sehingga berpotensi memicu kelelahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis prevalensi dan faktor risiko kelelahan kerja pada pekerja butler industri pariwisata di Provinsi Bali tahun 2024. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional melalui survei tanpa intervensi pada Maret–Juni 2024. Kelelahan kerja diukur menggunakan kuesioner (IFRC), sedangkan faktor risiko meliputi karakteristik individu (usia, jenis kelamin, riwayat penyakit, gangguan tidur, gaya hidup), karakteristik pekerjaan (jam kerja, roster kerja, beban kerja, masa kerja, postur kerja, shift kerja), dan persepsi lingkungan (suhu nyaman). Analisis data dilakukan secara deskriptif, bivariat dengan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil menunjukkan mayoritas responden mengalami kelelahan kategori rendah (75,9%), diikuti sedang (22,3%) dan tinggi (1,8%). Uji bivariat menemukan faktor yang berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja adalah usia (p=0,037), postur kerja (p<0,001), dan suhu lingkungan/suhu nyaman (p=0,042), sementara variabel lain tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kesimpulannya, kelelahan kerja pada pekerja butler tetap terjadi dan dipengaruhi terutama oleh faktor ergonomi (kelelahan muskuloskeletal) serta kondisi lingkungan kerja (suhu), sehingga intervensi perbaikan ergonomi dan pengendalian suhu/kenyamanan lingkungan kerja menjadi prioritas dalam upaya pencegahan kelelahan di industri pariwisata Bali.

Work fatigue is a significant occupational health concern in the tourism industry, particularly affecting butler workers in luxury hotels, villas, and resorts. This study examined the risk factors associated with work fatigue among butler workers in Bali Province's tourism industry in 2024. The research aimed to identify and analyze various factors contributing to work fatigue, including workload demands, working hours, physical work environment conditions, and individual worker characteristics. Butler workers face unique occupational challenges due to high service standards, extended working hours, and the pressure to maintain guest satisfaction in luxury hospitality settings. The study employed a cross-sectional design to assess the relationship between various risk factors and the level of work fatigue experienced by butler workers. Findings revealed that work fatigue among butler workers was significantly influenced by multiple factors including excessive workload, prolonged working hours, physical work environment conditions, and inadequate rest periods. The high prevalence of work fatigue among these workers poses serious implications for both worker safety and service quality. This research contributes to the understanding of occupational health issues in Bali's tourism sector and emphasizes the need for improved occupational safety and health (K3) management systems in hospitality establishments. The findings underscore the importance of implementing fatigue management strategies and regulatory compliance to protect worker well-being while maintaining the quality standards expected in the luxury tourism industry.
Read More
T-7486
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive