Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rahmah Hida Nurrizka; Pembimbing : Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji : Renti Mahkota, Yudianto, Martya Rahmaniarti
Abstrak: Kesehatan Ibu merupakan hal yang perlu diperhatikan karena Ibu merupakan sumber kualitas geneerasi di masa mendatang. Angka Kematian Ibu di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan tahun 2012 (BKKBN, 2013; Kemkes RI, 2013). Kondisi ini sangat ironis disaat capaian angka kematian maternal secara global mengalami penurunan dari tahun 1990 sampai 2013 (WHO, 2014). Faktor Intermediet berperan secara tidak langsung pada kematian maternal, diantaranya yaitu faktor Pelayanan kesehatan, faktor status reproduksi, faktor ekonomi dan faktor demografi. Penelitian bertujuan untuk memetakan dan mengetahui hubungan antara faktor intermediet dengan kematian maternal di Indonesia tahun 2013. Penelitian ini mengunakan desain studi ekologi (studi Agrerat) dan menggunakan analisis regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kematian maternal tinggi, faktor pelayanan kesehatan rendah, faktor status reproduksi tidak baik, faktor ekonomi rendah dan faktor demografi yang tidak baik serta pendidikan rendah sebagian besar terdapat di wilayah Indonesia bagian Timur. Variabel yang paling berhubungan dengan kematian maternal yaitu Kepadatan penduduk dengan OR: 0,283 (95% CI: 0,185-0,430) dan persalinan oleh tenaga kesehatan (PN) dengan OR: 1,745 (95% CI: 1,081-2,815). Diharapkan kepada pemerintah untuk melakukan pembangunan yang merata dalam bidang kesehatan, ekonomi dan pendidikan di seluruh kabupaten/Kota di Indonesia. Kata Kunci: Kematian Maternal, Faktor Intermediet, Kabupaten/Kota di Indonesia.
Read More
T-4534
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haeria; Pembimbing: Luknis Sabri, Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmaniarti Makful, Budiarti Setyaningsih, Eko Priyono
Abstrak: Latar Belakang: Kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae dan merupakan penyakit menular yang menimbulkan masalah sangat kompleks. Di Kabupaten Cirebon selama tiga tahun terakhir jumlah penderita mencapai 1.207 (Prevalence Rate 1,69/10.000 penduduk) dengan demikian belum mencapai eliminasi kusta, sehingga transmisi penyakit terus berlangsung. Penanggulangan Kusta menggunakan sistem sentinel surveilans kusta, operasional sistem ini belum berjalan optimum dan output yang dihasilkan sebatas laporan reguler Tujuan: Tersusunnya program aplikasi sistem informasi kusta berbasis sistem informasi geografis sebagai solusi dalam sistem informasi penanggulangan kusta untuk percepatan eliminasi kusta di Kabupaten Cirebon . Metode: Pengembangan sistem menggunakan metode System Development Life Cycle, yaitu planning analysis system, desig, implementation, maintenance dan evaluation system dengan memadukan konsep Data Base Management System dan data spasial. Hasil analisis sistem dapat mengidentifikasi permasalahan manajemen sistem informasi penanggulangan kusta serta alternatif solusi pada level input, proses dan output. Pengumpulan data dan informasi melalui wawancara, dan telaah dokumen. Hasil: SIGEK didesain untuk kemudahan input data dan otomasi proses pengolahannya menjadi informasi. Output berupa laporan reguler, tabulasi, grafik indikator program dan informasi pemetaan endemisitas dengan unit pengamatan terkecil desa. Interpretasi epidemiologis kusta pada visual peta ini dapat mengetahui model difusi transmisi kasus dan jangkauan pelayanan kesehatan (Puskesmas) dalam penanggulangan kusta. Kesimpulan: Aplikasi SIGEK menjadi alat manajemen program penanggulangan kusta, menguatkan kemampuan kegiatan monitoring dan surveilans. Output yang dihasilkan dapat dijadikan informasi untuk masukan pada pengambil keputusan dalam program percepatan eliminasi penyakit kusta. SIGEK ini diharapkan dapat dijadikan alat bagi pengelola program dan dimungkinkan dapat dikembangkan di Kabupaten lain. Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis, Eliminasi, Kusta
Background: Leprosy is chronic disease cause by Mycobacterium Leprae infection and it is a contagious disease that generates very complex problems. At Cirebon district over last three years, until 2003, patient number reach 1.207 (Prevalence Rate 1,69/10.000 population), have not reach leprosy elimination, therefore disease contamination keep going. Leprosy elimination in Cirebon district to acquire and process of data using leprosy surveillances sentinel system, this system operational not yet maximum and yielded output only limited to regular report. Objective: The purpose of this system development is to develop an application of Leprosy System Information Program Based on Geography Information System for leprosy elimination acceleration program in Cirebon District Year 2005 Methods: System development done based on System Development Life Cycle method, by combining Data Base Management System concept and spatial data. Data and information needed were collecting by interview and document observation. Results: SIGEK designed for facilitating data input and automatic of its process mechanism into information. Yielded output is in form of regular report, tabulation, graphic, and area endemic mapping information with urban smallest observation unit. Epidemiologic interpretation leprosy case from this visual map can be identified case transmission diffusion model and health service range (Puskesmas) in leprosy elimination. Conclusion: This SIGEK application can be management application on leprosy elimination program, empowered ability on monitoring activity and surveillance. Yielded output could be made as information for decision making input on leprosy elimination acceleration program. SIGEK was hoped to be a device for program management and possible can be developed on other district. Keywords: Geography Information System, Elimination, Leprosy
Read More
T-2161
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive