Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 136 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Afina Khoirunnisa Hidayat; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Rahmawati; Triyanti
Abstrak: Pandemi Covid-19 juga memberikan banyak pengaruh terhadap adopsi perilaku comfort eating pada remaja yang melibatkan konsumsi makanan tinggi gula, garam dan lemak (GGL) meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan frekuensi tinggi GGL sebelum dan saat pandemi Covid-19 pada siswa SMA. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Variabel dependen meliputi frekuensi konsumsi tinggi gula (cake/roti/donat/kue basah, minuman kopi, soft drink dan minuman kemasan), frekuensi konsumsi tinggi garam (chiki/snack, mie instan, makanan kalengan dan frozen food) dan frekuensi konsumsi tinggi lemak (French fries, fried chicken, burger/kebab/hotdog, pasta, makanan bersantan, makanan berlemak, tahu goreng, tempe goreng, ubi/sukun/pisang/cempedak/singkong goreng, perkedel/bakwan, risoles/panada/pastel, roti goreng dan kerupuk/keripik) serta variabel pendukung yaitu karakteristik individu dan karakteristik keluarga. Hasil analisis univariat menujukkan rata-rata terjadi penurunan frekuensi konsumsi pada siswa SMAN 1 Liwa dan SMAN 2 Liwa, hanya dua vaiabel yang mengalami kenaikan konsumsi yaitu minuman bersoda dan makanan kaleng. Perbedaan frekuensi konsumsi tinggi gula, garam dan lemak sebelum dan saat pandemi Covid-19 yang signifikan ditemukan pada frekuensi cake/roti/donat/kue basah (p-value=0.001) konsumsi minuman kopi (p-value=0.045), minuman kemasan (p-value=0.000), minuman bersoda (p-value=0.000), Snack/chiki (p-value=0.000), makanan kaleng (p-value=0.000), kentang goreng (p-value=0.000), fried chicken (p-value=0.004), burger/kebab/hotdog/pizza (p-value=0.000), pasta (p-value=0.000), makanan bersantan (p-value=0.005), rendang/jeroan (p-value=0.006), tahu goreng (p-value=0.000), tempe goreng (p-value=0.000), risoles/panada/pastel (p-value=0.001) dan kerupuk (p-value=0.012).
The Covid-19 pandemic has also had a lot of influence on the adoption of comfort eating behavior in adolescents which involves increasing consumption of foods high in sugar, salt and fat (GGL). This study aims to see the difference in the high frequency of GGL before and during the Covid-19 pandemic in high school students. The research design used in this study was cross sectional. The dependent variables include the frequency of high consumption of sugar (cake/roti/donat/kue basah, minuman kopi, soft drink dan minuman kemasan), the frequency of high consumption of salt (chiki/snacks, mie instan, makanan kaleng and frozen food) and the frequency of high-fat consumption (French fries, fried chicken, burger/kebab/hotdog, pasta, makanan bersantan, makanan berlemak, tahu goreng, tempe goreng, ubi/sukun/pisang/cempedak/singkong goreng, perkedel/bakwan, risoles/panada/pastel, roti goreng dan kerupuk/keripik) as well as supporting variables, namely individual characteristics and family characteristics. The results of the univariate analysis showed that on average there was a decrease in the frequency of consumption in SMAN 1 Liwa and SMAN 2 Liwa students, only two variables experienced an increase in consumption, namely soft drinks and canned food. Significant differences in the frequency of high sugar, salt and fat consumption before and during the Covid-19 pandemic were found in the frequency of cake/roti/donat/kue basah (p-value=0.001) konsumsi minuman kopi (p-value=0.045), minuman kemasan (p-value=0.000), minuman bersoda (p-value=0.000), Snack/chiki (p-value=0.000), makanan kaleng (p-value=0.000), kentang goreng (p-value=0.000), fried chicken (p-value=0.004), burger/kebab/hotdog/pizza (p-value=0.000), pasta (p-value=0.000), makanan bersantan (p-value=0.005), rendang/jeroan (p-value=0.006), tahu goreng (p-value=0.000), tempe goreng (p-value=0.000), risoles/panada/pastel (p-value=0.001) dan kerupuk (p-value=0.012).
Read More
S-11110
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahayuarti Fieraningtyas; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Triyanti, Rahmawati
S-5901
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuryanti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Fatmah, Rahmawati
S-6020
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristanti Dwi Rahmawati; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Triyanti, Rahmawati
S-6843
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novi Anggraeni; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Triyanti, Rahmawati
Abstrak: Pendek adalah salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengangangguan pertumbuhan linear berada di bawah standar yang ditetapkan WorldHealth Organization (WHO). TB/U atau PB/U yang kurang dari -2 SD memilikiberbagai dampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita sertakondisi kesehatan jangka panjang. Tujuan umum penelitian ini adalahdiketahuinya faktor dominan yang berhubungan dengan TB/U atau PB/U padabalita (6-59 bulan) di Wilayah kerja Puskesmas Mekarwangi Kabupaten Garuttahun 2013. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlahsampel sebanyak 152 balita (6-59 bulan). Adapun pengambilan data dilakukanpada bulan Maret hingga April 2013. Variabel yang diteliti yaitu TB/U atau PB/U,umur, berat lahir, panjang lahir, penyakit infeksi, asupan energi, asupan protein,perbandingan persentase asupan protein hewani dan nabati, asupan zat gizi mikro(zat besi, vitamin A, vitamin D, vitamin C, kalsium, dan zink), pengeluarankeluarga, ASI eksklusif, dan pendidikan ibu. Analisis yang digunakan adalah ujikorelasi dan uji t independen (analisi bivariat), serta regresi logistik berganda(analisis multivariat). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yangbermakna antara TB/U atau PB/U dengan berat lahir, penyakit infeksi, dan asupanenergi. Sementara itu dari hasil analisis multivariat didapatkan bahwa penyakitinfeksi merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan TB/U atau PB/Upada balita (6-59 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Mekarwangi Kabupaten Garut.
Kata kunci : TB/U atau PB/U, balita (6-59 bulan), penyakit infeksi
Read More
S-8532
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maya Ligina Amalia; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Triyanti, Rahmawati
Abstrak: Wasting sebagai bentuk dari malnutrisi akut dapat meningkatkan risiko penyakit dan kematian pada anak. Tujuan umum penelitian ini adalah diketahuinya suplementasi vitamin A sebagai faktor dominan kejadian wasting pada anak usia 6-23 bulan di Jakarta Barat tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan metode multistage random sampling, sehingga diperoleh sampel berjumlah 207 anak usia 6-23 bulan pada posyandu terpilih di Jakarta Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran antropometri, yaitu berat badan dan panjang badan, serta wawancara kuesioner dengan responden (ibu/pengasuh dari sampel penelitian). Hasil penelitian menunjukkan sebesar 7.2% anak mengalami wasting. Analisis bivariat dengan CI 90% menunjukkan suplementasi vitamin A memiliki hubungan bermakna secara statistik dengan kejadian wasting. Analisis multivariat menunjukkan suplementasi vitamin A sebagai faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian wasting pada anak usia 6-23 bulan di Jakarta Barat tahun 2017 dengan nilai OR (CI 90%) 8.526. Peneliti menyarankan pemerintah, puskesmas, dan posyandu untuk menyediakan alat pengukuran antropometri secara lengkap di posyandu, dan mengadakan pelatihan pengukuran antropometri secara rutin, mengadakan penyuluhan mengenai praktik pemberian makan pada anak, praktik pemberian ASI pada usia 0-6 bulan, suplementasi vitamin A, dan imunisasi guna meningkatkan status gizi anak. Kata Kunci : Wasting, suplementasi vitamin A, praktik pemberian MP-ASI, anak usia 6-23 bulan Wasting or acute malnutrition increase risk of infection and death in children. The first objective of this study was to determine vitamin A supplementation as a dominant factor of wasting among children aged 6-23 months in West Jakarta in 2017. This study was a cross sectional study. Multistage random sampling was used as sampling method. There were 207 samples of children aged 6-23 months from posyandu (the integrated service posts) in 6 chosen villages in West Jakarta. Data were collected by anthropometric measurement (weight and length measurement) and questionnaire. This study found 7.2% of those children are wasting. Analysis with CI 90% in this study showed a significant association between vitamin A supplementation with wasting and vitamin A supplementation as a dominant factor associated with wasting among children aged 6-23 months (OR= 8.526). Researcher suggest government, puskesmas (public health center), and posyandu to provide a proper and complete equipment of anthropometric measurement in posyandu, periodically conduct anthropometric measurement training, and educate parents of children aged below 5 years old about complementary feeding practices, breastmilk feeding practices of children aged 0-6 months, vitamin A supplementation, and immunization to improve nutritional status of children. Keywords : Wasting, vitamin A supplementation, complementary feeding practices, children aged 6-23 months
Read More
S-9347
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryam Azizah; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Beti Rahmawati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mepengaruhi perilaku kepatuhan peserta mandiri dalam melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan di Kantor Layanan Operasional Kabupaten Bogor Tahun 2016 berdasarkan faktor peredisposi, faktor pendukung, faktor pendorong. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa umur responden terbanyak baik yang tidak patuh bayar iuran maupun patuh iuran adalah 25-35 juta, dengan mayoritas perempuan, berpendidikan SMA, kelas perawatan yang dipilih kelas 1, lama menjadi peserta BPJS Kesehatan > 6 bulan, dan mempunyai penghasilan keluarga kurang dari 3 juta. Dari hasil analisis fasilitas pembayaran mayoritas melakukan pembayaran melalui ATM dengan waktu tempuh dari rumah ke tempat pembayaran kurang dari 15 menit. Mereka mayoritas mengetahui informasi cara pembayaran melalui saudara/kerabat dekat yang menurut mereka kejelasan informasi yang diberikan cukup jelas. Diharapkan BPJS Kesehatan Kantor Layanan Operasional Kabupaten Bogor meningkatkan monitoring dan evaluasi penatalaksanaan dan pengendalian mutu layanan ke peserta.
Read More
S-9177
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liza Aprilia; Pembimbing: Khusharisupeni Djokosujono; Penguji: Triyanti, Rahmawati
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi, persen lemak tubuh, asupan gizi (energi, karbohidrat, lemak, dan protein), usia menarche ibu, dan sosial ekonomi keluarga (pekerjaan dan pendidikan orang tua) dengan status menarche pada siswi SD Negeri Depok Jaya 1 Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain cross - sectional dengan jumlah sampel sebanyak 115 siswi kelas 4,5, dan 6 SDN Depok Jaya 1 Kota Depok. Tehnik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dan data dianalisis menggunakan uji chisquare.
 
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 30,4% responden sudah menarche dengan rata - rata usia menarche 10,37 ± 0,37 tahun, dengan usia termuda yang mengalami menarche adalah usia 9 tahun dan usia tertua yang mengalami menarche adalah usia 11 tahun. Variabel - variabel yang memiliki hubungan dengan status menarche adalah status gizi (IMT/U) (p value = 0,023), persen lemak tubuh (p value = 0,000), dan asupan lemak (p value = 0,000). Untuk itu, disarankan adanya edukasi tentang kesehatan reproduksi mengingat usia menarche yang semakin cepat.
 

 
The purpose of this study was to determine the associated between nutritional status, body fat percentage, nutrient intake (energy, carbohydrates, fats, and proteins), mother's menarche age, and family socio-economical status (parents' occupation and education) with female students' menarche status. This study used cross-sectional design with a total sample of 115 female students grades 4, 5, and 6 elementary school of SDN Depok Jaya 1. This research used total sampling method and the data were analyzed by chi-square test.
 
The result of this research showed that 30.4% of respondents had menarche at average age of 10.37 ± 0.37 years old, with the youngest age of menarche was 9 years old and the oldest one was 11 years old. Variables which have relation to menarche status are nutritional status (IMT/U) (p value = 0.023), body fat percentage (p value = 0.000), and fat intake (p value = 0.000), Thereof, a reproductive health education was suggested in elementary school as menarche age was sooner.
Read More
S-8503
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Setya Ardiningsih; Pembimbing: Ratu Atyu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni, Rahmawati
S-7832
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Muharani; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Fatmah, Rahmawati
S-6127
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive