Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dwi Novita Sari; Pembimbing: Syafri Guricci; Penguji: Asih Setiarini, Ramchan Rauf
S-4267
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wijayanti; Pembimbing: Syafri Guricci; Penguji: Asih Setiarini, Rauf, Ramchan
S-4179
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amiyella Endista; Pembimbing: Trini Sudiarti, Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Kusharisupeni, Ramchan Rauf, Iip Syaiful
T-2201
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Ngurah Telabah Partha Serathi; Pembimbing: Priyo Sutanto Hatono, Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Sudijanto Kamso, Ramchan Rauf, Hery Hermawanto
T-2086
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Afriana; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Asih Setiarini, Agustin Kusumayati, Meida Octarina, Ramchan Rauf
Abstrak:
Prevalensi pemberian ASI eksklusif di Indonesia cenderung menurun dari tahun ke tahun. Data SDKI tahun 1986 terdapat 86%, tahun 1991 menjadi 53,8% tahun 1997 tinggal 52% dan tahun 2002 hanya 39,5%. Keadaan ini sangat memprihatinkan dan semakin kompleks karena angkatan kerja wanita yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Keadaan ini tidak dapat dihindari karena kesempatan dibidang pendidikan yang diperoleh kaum wanita semakin terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola menyusui di kalangan ibu-ibu yang bekerja di Instansi Pemerintah di DKI Jakarta tahun 2004 yang mempunyai anak umur 4 bulan s/d 2 tahun dan faktor-faktor apa yang berhubungan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan dari data primer di 7 departemen terpilih melalui random sampling. Yaitu Departemen Agama, Departemen Luar Negeri, Departemen Perhubungan, Departemen Kehakiman dan HAM, Departemen Pertanian, Departemen Sosial dan Departemen Kehutanan. Dengan jumlah sampel 218 responden, dilaksanakan pada bulan Juni 2004. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur meliputi variabel umur, pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan atasan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, sarana di tempat kerja, keterpaparan informasi, keterpaparan terhadap susu formula dan peraturan di tempat kerja. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat menggunakan Chi Square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian ini menyimpulkan proporsi ibu yang memberikan ASI eksklusif pada ibu bekerja hanya 28 %. Presentase ini sangat jauh dari angka target nasional yaitu 80%. Hasil uji bivariat menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan secara bermakna dengan pola menyusui pada ibu bekerja adalah pendidikan, pengetahuan, sikap. dukungan keluarga, dan keterpaparan terhadap informasi tentang ASI. Dari hasil uji analisis multivariat terdapat tiga variabel yang berhubungan bermakna dengan pola menyusui pada ibu bekerja yaitu pengetahuan (OR = 2,478), keterpaparan terhadap informasi tentang ASI (OR = 3,737) dan dukungan keluarga (OR= 2,986). Dari ketiga variabel tersebut dapat disimpulkan variabel yang paling dominan yang berhubungan dengan pola menyusui pada ibu bekerja adalah faktor keterpaparan terhadap informasi mengenai ASI. Mengingat sangat rendahnya proporsi menyusui eksklusif di kalangan ibu bekerja disarankan agar perlu adanya dukungan dari tempat kerja agar pemberian ASI eksklusif dapat terlaksana di kalangan ibu bekerja misalnya peraturan TPA harus dirubah, yang tadinya hanya menerima bayi usia 8 bulan ke atas sekarang dipertimbangkan untuk dapat menerima bayi usia 3 bulan ke atas. Selain hal tersebut perlu dikaji ulang sistem cuti yang berlaku saat ini, peran petugas kesehatan dalam memberikan informasi mengenai ASI eksklusif agar ditingkatkan, perlu dukungan dan tindakan yang nyata dari pemerintah khusus Departemen Kesehatan mengenai kebijakan tentang promosi susu formula dan susu lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Read More
T-1980
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meilinasari; Pembimbing: Ratna Djuwita Hatma; Penguji: Lukman Hakim Tarigan, Endang Laksminingsih Achadi, Penina Regina B. Ramchan Rauf
Abstrak:

Pola makan dapat mempengaruhi status gizi termasuk status gizi anak. Status gizi lebih dapat terjadi karena asupan energi yang berlebihan, penggunaan energi yang rendah atau kombinasi keduanya. Keadaan gizi lebih pada anak sekolah dipekotaan diduga terjadi akibat asupan energi yang berlebih dan aktifitas fisik yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang kekuatan hubungan gizi lebih dengan asupan energi pada anak sekolah dasar di Al-Azhar 6 Jaka permai Bekasi.Desain yang digunakan kasus kontrol. Kelompok kasus adalah anak kelas IV,V dan VI yang memiliki gizi lebih dengan indeks BBIU (Z-skor > 2,0 SD). Sedangkan kelompok kontrol adalah anak dengan status gizi baik (-2,0 SD s/d +2,0 SD). Besar sampel 146 anak, terdiri dari 73 kasus dan 73 kontrol.Variabel dependen adalah gizi lebih sedangkan variabel independen adalah asupan energi, sedangkan yang menjadi variabel covariat adalah kebiasaan makan (makan pagi, jajan, membawa bekal, makan fast food), aktifitas fisik (tidur Siang, tidur malam, bermain, nonton TV, olah raga), karakteristik anak (umur, jenis kelamin), karakteristik orang tua (pendidikan ibu, pekerjaaan ibu, status gizi ibu, status gizi ayah). Analisis yang digunakan adalah bivariat dengan analisis Odds Ratio dan multivariat dengan analisis regresi logistik ganda.Hasil penelitian menunjukan, sebagian anak asupan energinya lebih dari AKG. Dari hasil analisis diketahui bahwa ada hubungan antara asupan energi lebih dari AKG dengan gizi lebih. Diketahui pula ibu berpendidikan tinggi dan ayah yang mengalami gizi lebih ternyata berperan sebagai confounder atau mempunyai pengaruh terhadap hubungan gizi lebih anak dengan asupan energi. Peran guru dan orang tua didalam menyampaikan informasi tentang gizi dan kesehatan kepada murid sangat penting, terlebih-lebih orang tua yang mengalami gizi lebih. Informasi tentang gizi dan kesehatan teraebut dapat disampaikan kepada guru dan orang tua melalui agenda rutin seksi pendidikan pengurus Jamiyah dengan kegiatan seperti, ceramah, lomba masak makanan sehat dan jalan sehat keluarga. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah melakukan penelitian dengan variabel penelitian yang lebih lengkap agar dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya.


 

The Relationship of Over Weight to Energy Intake of Primary School Students of Al-Azhar 6 Jaka Permai BekasiThe eating habits can influence one's nutritional status including the nutritional status of children. Over weight usually occurs because of excess energy intake, low energy usage or a combination of both. It is assumed that the over weight of school children in urban society is caused by excess energy intake and little physical activity. The objective of this research is to obtain information about the strong relation of energy intake and over weight of primary school students of Al-Azhar 6 Jaka Permai Bekasi.The method of research used is case control design. The case group are children from the 4 th, the 5 th and the 6 th grade who have over weight with weight for age index (Z-Score > 2,0 SD) and the control group are children with normal nutritional status (-2,0 SD to +2 SD). The sizes of samples are 146 children, which consist of 73 cases and 73 controls.The dependent variable is over weight, the independent variable is energy intake and the covariant variable are eating habits which include breakfast, eating outside, a school lunch box and fast food consumption; physical activity which includes naptime, bed time, playing, watching TV and sports; children$ characteristics which include age and sex; parents characteristics which include the mothers education, the mothers occupation, the mothers nutrition status and the fathers nutritional status. The analysis used is bivariant with Odds Ratio analysis and multi variant with multiple logistic regression analysis.The result of research shows, part of children have energy intake more than RDA Base on analysis research result found that energy intake more than RDA significant with over weight. It is also known that the mothers education high level and the fathers with over weight role as a confounder or has an implication to the relationship of energy intake to the nutritional status of children. The role of teachers and parents in giving information about normal nutrition and health to the children are very important, especially the parents with over weight problem. The information can be given through routine agenda of Jamiyah board of education section such as speech/lecture, healthy food cooking contest, and family sport activity. It is suggested that the next researcher should conduct research with more complete variables to describe the actual situation.

Read More
T-1306
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive