Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
ABSTRAK Latar belakang. Menurut SDKI 2007 Angka Kematian Ibu 228/100.000 KH dan Angka Kematian Bayi 34/1000 KH, sementara target MDG?s adalah 102/100.000 KH dan 23/1.000 KH. Untuk mempercepat target MDG?s maka diluncurkanlah program Jampersal untuk mengatasi keterbatasan akses dan ketidaktersediaan biaya sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Menteri Kesehatan Nomor TU/Menkes/E/391/11/2011 tentang Jaminan Persalinan tanggal 22 Februari 2011. Tujuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana implementasi kebijakan jampersal di 3 puskesmas DKI Jakarta tahun 2012 berdasarkan variabel komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Metode. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan dilaksanakan pada bulan Juni - Juli 2013 di 3 Puskesmas DKI Jakarta dengan jumlah informan sebanyak 11 orang. Hasil. Hasil analisa yang didapat menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum berjalan semaksimal mungkin. Angka kematian ibu yang masih tinggi dan alokasi dana yang tidak terserap kemungkinan disebabkan oleh keempat variabel tersebut, sehingga masih perlu adanya tindak lanjut baik dari pemerintah, pemda, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota serta puskesmas.
ABSTRACT Background. According to the IDHS 2007 Maternal Mortality 228/100.000 lb and Infant Mortality 34/100.000 lb, whilw the MDG?s is 102/100.000 lb and 23/100.000 lb. To accelerate the MDG?s target Jampersal program was launched to address the limitations of access and unavaiability costs in accordance with their circulair issued by the Minister of Health No. TU/Menkes/E/291/11/2011 on Delivery Guarantee dated February 22, 2011. Puspose. The purpose of this study to determine the extend of policy implemtation Jampersal in 3 health center DKI Jakarta in 2012 based on the communication, resources, disposition and bureaucratic structures variables. Method. This research is qualitative and held in June-July 2013 in the 3 health centers DKI Jakarta by the number of informants as many as 11 peoples. Results. Analysis results obtained show that the implementation of the policy has not been running as much as possible. Maternal mortality rates are still high and the allocation of funds that is not absorbed is probably caused by the four variables, so it is still the need for better follow-up of the goverment, local goberment, Province health offices and district health offices and community health center.
Angka kejadian preeklampsia dan eklampsia di RSUP Fatmawati mengalami kenaikan setiap tahunnya, yaitu 3,25%, 4,49% dan 7,39% untuk kasus preeklamsia berat pada tahun berturut-turut 2008, 2009 dan 2010. Dan untuk kasus eklamsia sebesar 1,82%, 1,73% dan 2,11% pada tahun 2008, 2009, dan 2010. Pre eklampsia yang tidak ditangani secara tepat dan adekuat dapat berlangsung menjadi eklampsia dan dapat berakhir menjadi kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian MgSO4 pada pasien preeklamsia berat di tempat pra rujukkan RSUP Fatmawati terhadap kejadian eklamsia. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kohort retrospektif dengan menggunakan data rekam medik penderita preeklamsia berat tahun 2009 – 2010. Sampel pada penelitian ini adalah 18 penderita preeklamsia berat yang diberikan MgSO4 dan 90 penderita preeklamsia berat yang tidak diberikan MgSO4. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini diperoleh 11.1% ibu yang diberikan MgSO4 mengalami eklamsia dan 15,6% ibu yang tidak diberikan MgSO4 juga mengalami eklamsia. Hasil analisis lebih lanjut diperoleh bahwa tidak ada pengaruh pemberian MgSO4 pada pasien preeklamsia berat di tempat pra rujukkan RSUP Fatmawati terhadap kejadian eklamsia. Pemberian MgSO4 pada pasien preeklamsia berat di tempat pra rujukkan wilayah kerja RSUP Fatmawati masih cukup rendah yaitu hanya 15,1%. Tidak adanya pengaruh pemberian MgSO4 pada pasien preeklamsia berat di tempat pra rujukkan RSUP Fatmawati terhadap kejadian eklamsia ini disebabkan kondisi pasien yang memburuk dan dosis pemberian MgSO4 tidak sesuai standar, sehingga tidak memberikan efek pencegahan terhadap kejadian eklamsia. Adanya hasil penelitian ini daiharapkan dapat dijadikan masukkan baik bagi RSUP Fatmawati maupun fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan RS lainnya dalam hal penanganan preeklamsia dan eklamsi yang tepat khususnya pemberian MgSO4, dan semoga dapat menggelitik peneliti lainnya untuk mengkaji lebih dalam tentang tingkat kepatuhan petugas dalam penanganan preeklamsia dan eklamsia khususnya pemberian MgSO4 sebelum dirujuk. Kata kunci : Pemberian MgSO4, tempat pra rujukkan
The incidence of preeclampsia and eclampsia in Fatmawati Hospital has increased each year, namely 3.25%, 4.49% and 7.39% for cases of severe preeclampsia in consecutive years 2008, 2009 and 2010. And for cases of eclampsia at 1.82%, 1.73% and 2.11% in 2008, 2009, and 2010. Pre-eclampsia is not treated appropriately and adequately consequentive to eclampsia and may end up being the death. The purpose of this study was to determine the effect of MgSO4 in patients with severe preeclampsia in the pre-referral Fatmawati Hospital on the incidence of eclampsia. The design of this study using a retrospective cohort approach using medical record data in patients with severe preeclampsia from 2009 to 2010. The sample in this study were 18 patients with severe preeclampsia given MgSO4 and 90 patients with severe preeclampsia who are not given MgSO4. Analysis of the data used is logistic regression analysis. The results of this study was obtained 11.1% mothers administered MgSO4 eclampsia and 15.6% had mothers who had not given MgSO4 also had eclampsia. Further analysis of the results obtained that there was no effect of MgSO4 in patients with severe preeclampsia in the pre-referral Fatmawati Hospital on the incidence of eclampsia. Provision of MgSO4 in patients with severe preeclampsia in the pre-referral work areas Fatmawati Hospital is still quite low at only 15.1%. And the lack of effect of MgSO4 in patients with severe preeclampsia in the pre-referral Fatmawati Hospital on the incidence of eclampsia is due to the deteriorating condition of the patient and the administered dose of MgSO4 is not standardized, so that no preventive effect on the incidence of eclampsia. The existence of these research results are expected to be entered for both the Fatmawati Hospital and primary health care facilities and other hospitals in the handling of pre-eclampsia and eclampsia are appropriate in particular the provision MgSO4, and hopefully be able to tickle other researchers to examine more deeply about the level of compliance officers in the handling of preeclampsia and eclampsia, particularly the provision of MgSO4 before referenced. Key words: Giving MgSO4, where pre-referral
