Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Devani Ersa; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Candra Satrya, Yuni Kusminanti
S-6775
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gumelar Indra Wibawa; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Candra Satrya, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: RS X dalam aktivitas kerjanya memiliki bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi, bahaya lingkungan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Pekerja kesehatan berisiko terpapar darah dan cairan tubuh yang terinfeksi,tertusuk jarum suntik, dan risiko yang berhubungan dengan listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan melakukan penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja incinerator, instalasi sterilisasi sentral, unit laundry, dan ruang hemodialisa di Rumah Sakit X tahun 2013. Analisis penelitian ini bersifat semi-kuantitatif berdasarkan pendekatan manajemen risiko AS/NZS 4360:2004. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko adalah Job Hazard Analysis (JHA) dan untuk penentuan tingkat risiko dengan menggunakan Skoring Fine (1971).
 
Berdasarkan hasil penelitian, tingkat risiko yang didapat pada pekerja di unit Incinerator Prioritas 1 sebanyak 8 risiko, dan substansial sebanyak 11 risiko. Instalasi Sterilisasi Sentral tingkat risiko prioritas 1 sebanyak 2, dan substansial sebanyak 4 risiko. Pekerja di Instalasi Laundry didapat prioritas 1 sebanyak 12, dan subtansial sebanyak 4 risiko. Ruang Hemodialisa tingkat risiko yang didapat substansial sebanyak 2 risiko. Pengendalian risiko yang telah dilakukan oleh pihak rumah sakit yakni penyediaan alat-alat pelindung diri untuk bekerja, standar operasional prosedur, dan engineering control.
 

Activities in the hospitals could poses a physical, chemical, biological,ergonomic, and also environmental hazard to workers. Amongst the risk to workers include infectious blood and bloody fluids, needle stick injuries and electric shock related. The purpose of this study was to identify and conducting risk assessment at incinerator, CSSD, laundry and hemodialysis unit at X Hospital in 2013.This study was semi-quantitative study which was conducted based on AS/NZS 4360:2004 Standard. Risk identification methods used was Job Hazard Analysis (JHA) and Risk level was determined based on Skoring Fine (1971).
 
The result of this study shows that the level of risk was obtained by worker at incinerator Unit who had risk level priority 1 was 8 and risk level substantial was 11. The level of risk was obtained by worker at CSSD unit who had risk level priority 1 was 2 and Substantial Risk level was 4. At laundry unit, workers obtained risk level priority 1 was 12 and substantial risk level was 4. Level of risk contained in the hemodialysis unit is as much as 2 substantial risk. Risk controls that have been implemented by the hospital is to provide personal protective equipment for work, standard operating procedures, and engineering control.
Read More
S-7978
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Soeyoed Harianto; Pembimbing: Syaaf, Ridwan Z.; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Candra Satrya, Louise Fernandus, Mayarni
Abstrak:
Penelitian ini berangkat dari tingginya angka keluhan nyeri punggung bawah (low back pain/ LBP) para tenaga perawat di 4 bagian: ICU, IGD, Kamar Operasi dan Anesthesi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, serta dukungan data penelitian tentang LBP dari luar negeri. Disinyalir sebagai penyebab adalah pola kerja keperawatan, beberapa pertimbangan selanjutnya penelitian diarahkan pada bagian ICU-A dengan alasan mendasar pada bagian ini terdapat kasus LBP yang signifkan. LBP disebabkan adanya kerusakan organ tubuh, telah terjadi kecelakaan samar atau cedera traumatik yang berulang dan akumulatif. Keluhan LBP sangat bersifat universal dan subyektif, nilai subyektifitas dapat ditingkatkan menjadi nilai obyektif. Agar keluhan tersebut dapat menjadi nilai obyektif maka perlu bukti pengukuran. Jastifikasi pengukuran didasari pada prinsip ergonomi dengan metode pendekatan psikofisik RPE (Rating of Perceived Exertion) akan menghasilkan persepsi beban kerja, dilengkapi pengukuran sampling pekerjaan yang akan menghasilkan performen kerja. Hasil ukur keduanya akan dibandingkan untuk meyakinkan kebenaran hasil ukurnya. Performen kerja menjadikan dasar ukur tingkat risiko LBP dengan metode perhitungan risiko kualitatif FLAME Model dan rekomendasi angkat NIOSH. Acuan dasar penelitian ini adalah tugas tenaga perawat pada bagian ICU-A yang terbagi elemen kerja sebagai input dalam kerangka pikir penelitian. Hasil pengukuran performen kerja perawat pada bagian ICU-A menunjukkan tingkat kerja produktif cukup tinggi (87,9%), persepsi beban kerja memperlihatkan tingkat sangat tinggi dengan konsekuensi tingkat risiko LBP yang tinggi, terutama elemen kerja mengangkat cara manual dengan beban diatas 15 Kg. Situasi pola kerja demikian sangatlah bertentangan dengan prinsip ergonomi "Fitting the task for the human", selain pertimbangan yang lebih mendasar bahwa perawat adalah aset perusahan yang perlu perlindungan terhadap segala risiko akibat kerja. Elemen kerja postur janggal dengan tangan diatas lutut dan mendorong atau menarik obyek perlu mendapat perhatian khusus karena kemungkinan besar mengandung risiko LBP. Solusi jawaban masalah ini terdapat pada teori siklus perbaikan kerja ergonomi, pelaksanaannya perlu inovasi perbaikan terhadap sistem kerja dengan pola pelaksanaan yang tidak boleh berhenti perlu kontinyunitas, sampai ditemukan pola kerja yang aman terhadap LBP. Muatan manajemen risiko menjadi prioritas dalam perlindungan tenaga perawat terhadap LBP.

This research is inspired by high symptom of low back pain (LBP) suffered by nurses at four departments: ICU, IGD, Surgery Rooms and Anesthesia at Pertamina Central Hospital Jakarta and supported by observation data on LBP from abroad. It is hypothesized that the reason of the pain is the working pattern of nurses. Further consideration on this research is focused on the ICU-A Department with the reason that it is found significant LBP cases at this department. Body's organ disorder and obscure accident or continuous and cumulative traumatic injury causes LBP. Complaint on the LBP is universal and subjective in nature; its subjectivity value can be increased to objectivity value. It is required a measurement to make the complaint objective. Measurement justification based on the ergonomic principle under Rating of Perceived Exertion (RPE) the psychophysical approach will result in working burden perception and measurement of job sampling produces working performance. Result of both measurements will be compared one another to assure of its accuracy. Working performance becomes the measurement basis of the LBP risk rate under FLAME Model qualitative risk calculation method and NIOSH recommendation. The basic reference of this research is the duties of nurses at ICU-A Department consisting of input working element in the research framework. The result of the working performance of nurses at ICU-A Department reveals that a sufficiently high productivity (87.9%), high working load perception resulting in high risk of LBP, particularly working element of manual lifting work of 15 kg load. The working situation is greatly in the contrary to the ergonomic principle "Fitting the task for the human", in addition to a more basic consideration that nurses is the company's asset which needs to be protected against all risks of work. Working element of improper body position with arm put on the knees and pushing or pulling object requires further special attentions because they attribute to the risk of LBP. The solution to this problem is contained in the theory on the improvement of the working ergonomics, the implementation of which requires innovative improvement of the working system on a continuous basis until the formulation of a safe working pattern toward LBP. Risk management shall become a high priority in the protection of nurses against LBP.
Read More
T-1174
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Iryanto; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi; Candra Satrya, Soehatman Ramli, Wawan Irawan
Abstrak:

ABSTRAK Di dalam negeri, dengan adanya kebijakan pemerintah tentang perubahan Pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta dengan sistem pelabuhan kontainerisasi menyebabkan potensi meningkatnya pertumbuhan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) yang menyebabkan makin tingginya persaingan di usaha ini. Dengan tingginya kebutuhan pasar dan persaingan, tidak menutup kemungkinan potensi kecelakaan kerja pada kegiatan perusahaan juga makin besar. Data kecelakaan kerja yang terjadi di PT X, dari Januari 2007 hingga bulan Agustus 2008 menunjukkan dari total kecelakaan kerja yang terjadi pada waktu tersebut, 23% ada hubungannya pada bagian operasi forklift. Apakah hal tersebut dikarenakan oleh buruknya iklim keselamatan (safexy climare) yang ada pada PT X, khususnya pada bagian operasi peralatan forklih. Untuk itulah penelitian ini diambil pada perusahaan bongkar muat, bagian operasi peralatan forklih PT X, dengan pertanyaan penelitian yaitu; "bagaimanakah dimensi safety climate yang ada pada Bagian operasi Peralaran Forklift PTX. ? Menurut teori safety climate dibangun oleh tiga faktor, diantaranya (1) faktor pekerja, (2) faktor perkerjaan yang ditunjukkan Iewat perikaku, dan (3) faktor organisasi atau manajemen perusahaan. Ketiga faktor tersebut saling berhubungan, yang artinya perlakuan pada salah satu faktor dapat mernberi hubungan dengan faktor yang lainnya. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dimensi safety climate, meliputi (a) Faktor individu, (b) Faktor perilaku, (c) Faktor organisasi Manajemen membuat kebijakan, peraturan, prosedur, menyediakan APD, program-prorgam K3 seperti pelatihan, safety talk, inspeksi, dan media papan safety untuk meningkatakan kepedulian dan pemahaman pekerja terkait K3. Manajemen menerapkan OHSAS sebagai salah satu alat untuk menciptakan sistem manajemen K3 yang dianggap bisa mewujudkan sasaan-sasaran K3 yang diharapkan oleh manajemen. Hasil wawancara menunjukkan pekerja telah memahami bahaya dan resiko yang ada di tempat kerja mereka. Pengetahuan Iainnya mengenai pengendalian resiko seperti dengan menggunakan APD sudah dipahami oleh pekerja, mengikuti prosedur dan instruksi kerja, namun masih dijumpai pelanggaran terhadap peraturan yang ada. Dari hasil penelitian pada bagian peralatan forklift PT X, peneliti bisa mengambil suatu kesimpulan bahwa safey climale pada PT X, khususnya pada bagian operasi forklift masih kurang baik, sehingga perlu ditingkatkan kembali. Walaupun tingkat kecelakaan menurun hingga bulan september 2008, namun jumlah kecelakaan pada bagian operasi forklift masih cukup mendominasi (23%) dari total kecelakaan yang ada, serta hasil wawancara dan observasi yang menunjukkan masih terjadinya pelanggaran yang ada terkait K3, dapat dijadikan indikator masih lemahnya safely climate yang ada.

Read More
T-3031
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Setiawaty Wulandari; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; penguji: Candra Satrya, Ridwan Z. Sjaaf, Tata Soemitra, Muhammad Mushanif Mukti
Abstrak:

Meningkatnya daya beli masyarakat dan penerapan Undang-undang Otonomi Daerah telah mcndorong pertumbuhan bisnis ritel diatns 20% sejak tahun 2000. Tingginya aktivitas bisnls ini salah satunya dapat dilihat di area kasir supemarket dan area gudang. Namun perkembangan ini tidak sejalan dengan kegiatan di area gudang yang masih didominasi oleh kegiatan manual (Manual Handling). Dampak terjadinya manual handling adalah risiko terjadonya gangguan otot rangka (musculoscelatal disorder) termasuk salah satunya Low Back Pain (LBP). Penelitian ini merupakan studi observasional, evaluasi yang bertujuan mendapatkan gambaran risiko Manual Handling di area gudang PT X.


Increase of people's purchasing power and implementation of Regional Autonomy Act have stimulated growth of retail business over 20% since 2000. High rate of the business activities can be observed in cashier and warehouse premises t)r supermarket. However this condition is not accommodated by the warehouse·s activities which are still dominated by manual handling ones. Impact of the manual handling activities is risk of musculoskeletal disorders, among others, Low Back Pain (LBP). This research is observational and evaluative study intended Manual Handling risk in warehouse premises of PT.X.

Read More
T-3045
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive