Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Fitri Mar`atus Sholilah; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Helda, Anindita Dyah Sekarputri
S-8502
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maylan Tiolina Misrain Sianipar; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Anindita Dyah Sekarputri
Abstrak:
Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tergolong tinggi. Laporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukkan bahwa semakin rendah kuintil kekayaan (semakin miskin), maka AKB akan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan kematian bayi pada keluarga miskin di Indonesia dalam rangka upaya mencegah kematian bayi pada keluarga miskin dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perekonomian rendah. Penelitian ini menggunakan desain studi crossectional dengan populasi penelitian meliputi wanita usia subur 15 - 49 tahun yang berada pada kuintil 1 (poorest) dan kuintil 2 (poorer). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa determinan kematian bayi pada keluarga miskin di Indonesia adalah berat bayi lahir, jenis kelamin bayi, dan penolong persalinan, sedangkan umur ibu, paritas, jarak kelahiran, jumlah kunjungan pemeriksaan antenatal, ukuran bayi saat lahir, dan tempat persalinan merupakan variabel konfounding. Pemerintah perlu menyediakan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh keluarga miskin ataupun mendatangi keluarga miskin untuk melakukan pemeriksaan antenatal. Pengelola program kesehatan perlu mengupayakan program yang membantu ibu miskin memenuhi kecukupan gizi selama mengandung untuk mencegah bayi lahir dengan BBLR; mengintervensi ibu terkait pengaruh jenis kelamin bayi terhadap kematian bayi sehingga dapat dilakukan pencegahan sejak dini; dan menggalakkan program kesehatan yang mengupayakan agar ibu dapat bersalin di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh petugas kesehatan.
fant Mortality Rate (IMR) in Indonesia is still relatively high. Reports Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) 2012 show that the lower quintiles of wealth (the poor), the IMR will be higher. This study aims to find out the determinants of infant mortality in poor families in Indonesia in an effort to prevent infant mortality in poor family and improve the health of low economic communities. This study used a cross-sectional study design with the study population includes women of childbearing age 15-49 years who are in quintile 1 (poorest) and quintile 2 (poorer). Multivariate analysis show that the determinants of infant mortality in poor families in Indonesia were birth weight, infant gender, and assistance of delivery, while maternal age, parity, birth spacing, number of antenatal visits, size of the infant at birth, and place of delivery is the variable konfounding. The government should provide health care that is easily accessible by poor families or poor families came to do the antenatal care. Health program managers need to pursue programs that help meet the nutritional adequacy poor mothers during pregnancy to prevent infant delivery with low birth weight; mother intervenes related to the influence of the sex of the infant so that the infant mortality can do early prevention; and promote health programs support mothers to delivery at health facility and adelivery by health workers.
Read More
fant Mortality Rate (IMR) in Indonesia is still relatively high. Reports Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) 2012 show that the lower quintiles of wealth (the poor), the IMR will be higher. This study aims to find out the determinants of infant mortality in poor families in Indonesia in an effort to prevent infant mortality in poor family and improve the health of low economic communities.
S-8528
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Novitasia Elsera Gultom; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: R. Sutiawan, Anindita Dyah Sekarputri
Abstrak:
Pernikahan di usia dini atau yang disebut dengan early marriage merupakan suatu bentuk pelanggaranhak-hak anak dan hak-hak manusia. Indonesia merupakan negara yang memiliki angka pernikahandini cukup tinggi, dimana menempati posisi ke-37 dunia dan ke-2 ASEAN setelah Negara Kamboja.Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana tren dan dampak yang ditimbulkan dari pernikahan usia dini di Indonesia dengan analisis data SDKI 2012. Pada penelitian ini menggunakan menggunakan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 yang meliputi analisis,univariat dan bivariat dengan desain potong lintang. Penelitian ini memakai sampel Wanita UsiaSubur (WUS) 35-49 tahun yang pernah kawin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tren daripernikahan usia dini menurun menjadi 30,5% pada tahun 2012, yang sebelumnya 48,1% pada tahun2007. Dampak yang berhubungan dengan pernikahan usia dini adalah fertilitas dan status kawin. Dampak yang paling berhubungan adalah fertilitas. Kata kunci: fertilitas; Indonesia; pernikahan usia dini
Marriage at an early age, or the so-called early marriage is a form of violation of children's rights andhuman rights. Indonesia is a country that has a fairly high rate of early marriage, which occupies the37th position of the world and the 2nd ASEAN after the State of Cambodia. The aim of the study is todescribe how about the trends and the impact of early marriage in Indonesia with secondary dataanalysis of IDHS 2012. In this study using the data of the Indonesia Demographic Health Survey(IDHS) which includes univariate and bivariate analysis were used the design of cross-sectional study.The sample of this study using Eligible Women 35-49 years who ever married. The result showedthat the trend of early marriage decreased to 30,5% in 2012, which previously 48,1% in 2007. Earlymarriage associated with fertility and marital staus. The most associated impact with early marriage isfertility.Key words: early marriage; ertility; Indonesia
Read More
Marriage at an early age, or the so-called early marriage is a form of violation of children's rights andhuman rights. Indonesia is a country that has a fairly high rate of early marriage, which occupies the37th position of the world and the 2nd ASEAN after the State of Cambodia. The aim of the study is todescribe how about the trends and the impact of early marriage in Indonesia with secondary dataanalysis of IDHS 2012. In this study using the data of the Indonesia Demographic Health Survey(IDHS) which includes univariate and bivariate analysis were used the design of cross-sectional study.The sample of this study using Eligible Women 35-49 years who ever married. The result showedthat the trend of early marriage decreased to 30,5% in 2012, which previously 48,1% in 2007. Earlymarriage associated with fertility and marital staus. The most associated impact with early marriage isfertility.Key words: early marriage; ertility; Indonesia
S-8494
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ikhlas Tunggal Mulyandari; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Besral, Anindita Dyah Sekarputri
Abstrak:
Permasalahan perilaku pada remaja semakin marak terjadi sehingga menjadi fokusisu kesehatan masyarakat di Indonesia. Berbagai risiko pada masa perkembangan menimbulkan kekhawatiran terjadinya perilaku berisiko kesehatan. Perilaku berisiko yang dibahas diantaranya merokok, minum alkohol, dan hubungan seksual sebelum menikah. Penelitian cross-sectional dilakukan pada remaja priadan wanita belum kawin usia 15-24 tahun di Indonesia tahun 2012. Penelitian menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012Komponen Kesehatan Reproduksi Remaja. Hasil analisis menunjukkan bahwa remaja yang merokok dan minum alkohol akan meningkatkan kejadian untuk melakukan hubungan seksual. Lebih lanjut lagi, semakin banyak batang rokokyang dihisap dan semakin sering frekuensi minum alkohol juga meningkatkankejadian untuk melakukan hubungan seksual. Selain itu, remaja yang memiliki teman pernah berhubungan seksual lebih tinggi diantara remaja yang aktif seksual dibandingkan remaja yang belum pernah berhubungan seksual. Intervensiterintegrasi perlu dirancang sebagai bentuk pengendalian dan pencegahan perilaku berisiko remaja. Kata kunci : merokok, minum alkohol, hubungan seksual, remaja
Behaviors problem in adolescent often happen and become the focus on publichealth issues in Indonesia. The kind of risks at developmental period take theworries about health risk behaviors. The risk behaviors explored for smoking,alcohol drinking, and premarital sex. A cross sectional study was conductedamong never married men and women 15-24 years olds in Indonesia in 2012. Thestudy used data from Adolescent Reproductive Health Component of the 2012Indonesia Demographic and Health Survey. The results showed that smoking anddrinking adolescent are significantly associated with a higher likelihood ofengaging in premarital sex. Further, more number of cigarettes smoked andfrequent of drinking alcohol are also significantly associated with premaritalsexual activity. Moreover, the adolescent with ever having sex friends were higheramong sexually active youth than those who were sexually abstinent. Integratedinterventions need to be designed as control and prevention of adolescent riskbehaviors.Keywords : smoking, alcohol drinking, premarital sex, adolescent
Read More
Behaviors problem in adolescent often happen and become the focus on publichealth issues in Indonesia. The kind of risks at developmental period take theworries about health risk behaviors. The risk behaviors explored for smoking,alcohol drinking, and premarital sex. A cross sectional study was conductedamong never married men and women 15-24 years olds in Indonesia in 2012. Thestudy used data from Adolescent Reproductive Health Component of the 2012Indonesia Demographic and Health Survey. The results showed that smoking anddrinking adolescent are significantly associated with a higher likelihood ofengaging in premarital sex. Further, more number of cigarettes smoked andfrequent of drinking alcohol are also significantly associated with premaritalsexual activity. Moreover, the adolescent with ever having sex friends were higheramong sexually active youth than those who were sexually abstinent. Integratedinterventions need to be designed as control and prevention of adolescent riskbehaviors.Keywords : smoking, alcohol drinking, premarital sex, adolescent
S-8213
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yuridista Putri Pratiwi; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Anindita dyah Sekarputri
Abstrak:
Tingkat fertilitas merupakan salah satu indikator yang menjadi prioritas utama pencapaian MDGs Indonesia. Tingkat fertilitas di Jawa Barat merupakan yang tertinggi di Indonesia. Tingkat fertilitas di dalam data survei dapat diukur dengan menggunakan jumlah anak lahir hidup (ALH). Umur kawin pertama merupakan salah satu faktor terpenting yang dapat mempengaruhi tingkat fertilitas.Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh umur kawin pertama terhadap tingkat fertilitas wanita usia subur di Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2012. Penelitian menggunakan kriteriainklusi wanita usia subur usia 15-49 tahun yang pernah menikah di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan pada wanita yang pernah penikah di Provinsi Jawa Barat, mereka yang menikah di usia ≤ 18 tahun memiliki risiko 2,5 kali lebih tinggi untuk memiliki tingkat fertilitas tinggi dibandingkan yang menikah di usia > 18 tahun setelah variabel lain dikendalikan. Variabellain yang turut berperan dalam tingkat fertilitas wanita usia subur yaitu umur, tempat tinggal,tingkat pendidikan istri, status pekerjaan istri, norma tentang besarnya keluarga, dan penggunaan alat kontrasepsi saat ini. Oleh karena itu, kegiatan KIE terkait program KB dan pendewasaan usia perkawinan, pemberdayaan wanita, serta pembukaan lapangan pekerjaan untuk meningkatkan status ekonomi diperlukan sebagai upaya mencegah dan mengatasi permasalahan terkait fertilitas di kalangan wanita usia subur di Provinsi Jawa Barat. Kata Kunci : Fertilitas, anak lahir hidup, wanita usia subur, Jawa Barat, pengaruh, umur kawin pertama.
Read More
S-8267
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amelia Yuri Karlinda; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: R. Sutiawan; Anindita Dyah Sekarputri
Abstrak:
Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) berguna dan direkomendasikan untuk pasangan yang telah mencapai jumlah anak yang diinginkan atau metode yang lebih efektif untuk mencegah kehamilan karena tingkat kegagalannya rendah. Akan tetapi, pasangan yang menggunakan MKJPmasih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pemilihanMKJP pada akseptor KB yang tidak menginginkan anak lagi di Indonesia Tahun2012. Metode penelitian ini adalah potong lintang dan data yang dianalisis adalah data sekunder dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012. Responden penelitian ini adalah wanita umur 15-49 tahun yang tidak menginginkan anak lagi, berstatus kawin, dan menggunakan kontrasepsi. Data diolah secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemilihan MKJP adalah umur, pendidikan, sosial ekonomi, status pekerjaan,pengetahuan, keterpajanan informasi dari media, tempat pelayanan, biaya pelayanan, dan keterpajanan informasi dari petugas, dimana tempat pelayanan adalah faktor yang paling dominan berperan dalam pemilihan MKJP dengan nilai OR sebesar 4,5. Kata Kunci : keluarga berencana, kontrasepsi, metode kontrasepsi jangka panjang.
Read More
S-8484
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hana Martha; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Indang Trihandini, Anindita Dyah Sekarputri
Abstrak:
Skripsi ini membahas mengenai gangguan pertumbuhan yakni pendek (stunting),kurus (wasting), dan berat badan kurang (underweight) pada anak umur 0-59bulan di Indonesia.Gizi mempunyai peranan penting dalam periode pertumbuhan dan perkembangan anak yang bersifat irreversible. Penilaian gizi dilakukan dengan pengukuran antropometri menggunakan, indeks tinggi badan terhadap umur(stunting), serta indeks tinggi badan terhadap berat badan (wasting), indeks berat badan terhadap umur (underweight). Tujuan penelitian ini mengetahui keterkaitan faktor sosial ekonomi dan beberapa faktor lain seperti kecukupan energi danprotein, infeksi malaria dan pelayanan kesehatan sanitasi dasar serta status BBLR pada gangguan pertumbuhan anak 0-59 bulan. Penelitian bersifat kuantitatif,dengan desain studi cross-sectional dengan menggunakan data sekunderRiskesdas Tahun 2010. Sampel penelitian ini adalah semua anak umur 0-59 bulanyang menjadi responden dalam Riskesdas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status ekonomi, pendidikan ibu dan ayah mempunyai pengaruh terhadap gangguan pertumbuhan.Semakin rendah status ekonomi keluarga semakin tinggi juga risiko balita dalam keluarga tersebut untuk mengalami kejadian pendek,kurus dan berat badan kurang. Balita dari keluarga status ekonomi terbawah mempunyai risiko 1,8 kali lebih besar untuk mengalami kejadian pendek (stunting) 1,4 kali lebih besar mengalami kekurusan (wasting), dan 1,7 kali lebihbesar untuk mengalami berat badan kurang (underweight) dibandingkan dengan balita dari keluarga status ekonomi tertinggi. Balita yang mempunyai ayah dan ibudengan tingkat pendidikan rendah mempunyai risiko lebih besar dalam mengalami gangguan pertumbuhan. Sosial ekonomi keluarga merupakan faktor yang mendasari gangguan pertumbuhan balita, sosial ekonomi keluarga baik akan berdampak baik juga dalam kesediaan asupan, lingkungan yang sehat, danperilaku sehat.Kata kunci: stunting, wasting, underweight, irreversible, antropometri, indeks,sosial,ekonomi
This thesis mainly discusses about the growth disorders, stunting, wasting andunderweight in children aged 0-59 months in Indonesia. Nutrition be an importantrole during the growth and development period of the children, which isirreversible. Nutritional assessment by anthropometric measurements performedusing height of age index (stunting), height of weight index, weight of age index.The purpose of this study is to determine the relationship of socio-economicfactors and other factors, such as the adequacy of energy and protein, malariainfection, basic sanitation, and health care of LBW status in children 0-59 monthsof growth disorders. This research is quantitative, with a cross-sectional studydesign usingData Analysis of Primary Health Research 2010. Samples of thisstudy are all children aged 0-59 months who were respondents in Data Analysis ofPrimary Health Research 2010.Result of this study indicates that economic statusand level of intelligence of the parents have influence on children's growthdisorders. The lower the economic status of the family the riskier a toddler in thefamily would experience growth disorder.Toddlers from the family with lowesteconomic status have 1.8 times greater risk for experiencing stunting, 1.4 timesgreater risk for experiencing wasting, and 1.7 times greater risk for experiencingunderweight compared with toddlers from family with highest economic status.Toddlers with less educated parents also have greater risk for experiencing growthdisorder. Socio-economic factors in family underly the growth disorder of thetoddlers and would also affect the fulfillment of the nutritional intake, healthservices, and healthy behaviors in toddlers.Key words:stunting, wasting, underweight, irreversible, anthropometry, indexes,social, economic
Read More
This thesis mainly discusses about the growth disorders, stunting, wasting andunderweight in children aged 0-59 months in Indonesia. Nutrition be an importantrole during the growth and development period of the children, which isirreversible. Nutritional assessment by anthropometric measurements performedusing height of age index (stunting), height of weight index, weight of age index.The purpose of this study is to determine the relationship of socio-economicfactors and other factors, such as the adequacy of energy and protein, malariainfection, basic sanitation, and health care of LBW status in children 0-59 monthsof growth disorders. This research is quantitative, with a cross-sectional studydesign usingData Analysis of Primary Health Research 2010. Samples of thisstudy are all children aged 0-59 months who were respondents in Data Analysis ofPrimary Health Research 2010.Result of this study indicates that economic statusand level of intelligence of the parents have influence on children's growthdisorders. The lower the economic status of the family the riskier a toddler in thefamily would experience growth disorder.Toddlers from the family with lowesteconomic status have 1.8 times greater risk for experiencing stunting, 1.4 timesgreater risk for experiencing wasting, and 1.7 times greater risk for experiencingunderweight compared with toddlers from family with highest economic status.Toddlers with less educated parents also have greater risk for experiencing growthdisorder. Socio-economic factors in family underly the growth disorder of thetoddlers and would also affect the fulfillment of the nutritional intake, healthservices, and healthy behaviors in toddlers.Key words:stunting, wasting, underweight, irreversible, anthropometry, indexes,social, economic
S-8244
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ni Made Hermiyanti; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Renti Mahkota, Anindita Dyah Sekarputri
S-8348
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurlaely Presty Diasanti; Pembimbing: Sutiawan; Penguji: Milla Herdayanti, Anindita Dyah Sekarputri
Abstrak:
Kehamilan tidak diinginkan menjadi penyebab utama aborsi tidak aman danberdampak buruk pada wanita yang mengalaminya serta janin yang dikandungnya. Risiko kehamilan tidak diinginkan semakin meningkat padawanita usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun. Penelitian ini menggunakan disain studi cross-sectional dengan menganalisis lanjut data SDKI tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan 18% wanita hamil pada usia berisiko yang memiliki kehamilan tidak diinginkan. Wanita yang mengalami kegagalan kontrasepsi berkecenderungan 8,5 kali untuk memiliki kehamilan tidak diinginkan setelah dikontrol oleh variabel umur, jumlah anak, status ekonomi, pengetahuan KB, danakses ke pelayanan kesehatan.Kata Kunci : Kehamilan tidak diinginkan, kegagalan kontrasepsi.
Unwanted pregnancy is a major cause of unsafe abortion and adverse impacton women who experience it as well as the fetus. The risk of unwanted pregnancyincreased in women aged less than 20 years and more than 35 years old. Thisstudy used a cross-sectional study design to analyze further the IDHS 2012 data.Results showed 18% of pregnant women at risk of age had unwanted pregnancies,and women who experience contraceptive failure 8.5 times tended to have anunwanted pregnancies after controlled by age, number of children, economicstatus, knowledge of family planning, and access to health care variables.Keywords : unwanted pregnancy, contraceptive failure
Read More
Unwanted pregnancy is a major cause of unsafe abortion and adverse impacton women who experience it as well as the fetus. The risk of unwanted pregnancyincreased in women aged less than 20 years and more than 35 years old. Thisstudy used a cross-sectional study design to analyze further the IDHS 2012 data.Results showed 18% of pregnant women at risk of age had unwanted pregnancies,and women who experience contraceptive failure 8.5 times tended to have anunwanted pregnancies after controlled by age, number of children, economicstatus, knowledge of family planning, and access to health care variables.Keywords : unwanted pregnancy, contraceptive failure
S-8382
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
