Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Khansa Fahrinka Ufaira; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Irma Setiawaty
Abstrak: Pekerja kasir berisiko untuk mengalami gangguan otot rangka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko dari gejala gangguan otot rangka pada kasir. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan QEC, kombinasi kuesioner psikososial, NMQ, meteran, dan lux meter. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi gejala gangguan otot rangka tertinggi pada bahu dan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan gejala pada bahu (OR: 3.575) dan pergelangan kaki (OR: 2.784), kepuasan kerja dengan gejala pada punggung bawah (OR: 3.059), tuntutan kerja dengan gejala pada punggung bawah (OR: 7.650). Salah satu saran berdasarkan penelitian ini adalah melakukan pengaturan kembali workstation kasir.
Kata kunci: ergonomi, gangguan otot rangka, kasir, postur janggal, gerakan repetitif, psikososial

Cashiers are at risk to develop musculoskeletal disorders. The purpose of this research is to identify risk factors of musculoskeletal symptoms. The design of this research is cross-sectional. Data was collected with QEC, combination of psychosocial questionnaire, NMQ, meter tools, and lux meter. Results showed that the highest musculoskeletal symptoms prevalence was found in shoulder and there are significant association between: gender and shoulder (OR: 3.575) & ankle (OR: 2.784) symptoms, job satisfaction and low back symptoms (OR: 3.059), effort and low back symptoms (OR: 7.650). Based on results, it is recommended to adjust workstation based on anthropometry data.
Keywords: ergonomic, musculoskeletal symptoms, cashier, awkward position, repetitive movement, psychosocial factor
Read More
S-9342
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Risfian Noor; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri, Helmi Najamuddin, Irma Setiawaty
Abstrak: Aktifitas pegawai PT PLN UIP X yang berada di kantor induk adalah melakukan kegiatanadministrasi proyek, dimana sebagian besar waktu kerja berada dalam ruangan denganbekerja menggunakan komputer. Jam kerja pegawai adalah selama 8 jam sehari (denganmasa istirahat selama 1 jam) dan 5 hari dalam seminggu.. Dengan pola kerja seperti itu,apabila cara kerja (postur dan durasi kerja), peralatan kerja yang digunakan (kursi, meja,penempatan peralatan komputer), tata letak dalam ruang kerja (gedung kantor, workstation),dan lingkungan kantor (suhu, kelembaban, pencahayaan, bakteri di ruangan) yang tidakmemenuhi syarat serta dipengaruhi oleh karakteristik individu pegawai (usia, jenis kelamin,masa kerja dan kebiasaan olahraga) maka berpotensi terkena dampak risiko ergonomi, yaitumusculoskeletal disorders (MSDs), stres kerja dan kelelahan. Penelitian dilakukan terhadap52 orang responden dimana keluhan dilihat dari masing-masing karakteristik individupegawai. Keluhan MSDs diukur menggunakan kuesioner Nordic Body Map, keluhan stresskerja diukur dengan kuesioner DASS 42 dan keluhan kelelahan diukur dengan kuesionerIFRC. Hasil penelitian menunjukan bahwa keluhan MSDs merupakan keluhan terbanyakpada pegawai dengan rata-rata keluhan 17,17%, dimana bagian tubuh yang paling banyakdikeluhkan adalah sakit leher atas 50%, sakit bahu kanan 42,31%, sakit pinggang 42,31%,sakit pungung 38,46%, sakit leher bagian bawah 34,62% dan sakit bahu kiri 30,77%. Dilihatdari karakteristik individu diperoleh data keluhan MSDs sebagai berikut: wanita lebih banyakmengeluh daripada laki-laki, pegawai berusia > 35 tahun lebih banyak mengeluh dari padapegawai berusia < 35 tahun, pegawai dengan masa kerja > 10 tahun lebih banyak mengeluhdari pada masa kerja < 10 tahun, dan pegawai yang tidak berolahraga lebih banyak mengeluhdari pada pegawai yang rutin berolahraga. Sedangkan keluhan kelelahan relative kecil rata-rata 6,86% dan stres hanya ada pada kategori stress ringan dengan rata-rata 11,54%.Kata kunci: Pegawai PLN UIP X, kantor, postur kerja, peralatan kerja, lingkungan kerja,karakteristik individu, musculoskeletal disorders.
Employees activities of PT PLN UIP X which are in the main office is conducting a projectadministration, where the majority of working time to be in the room to work using acomputer. Working hours by employees is 8 hours a day (with a period of rest for 1 hour) and5 days a week. With such a work pattern, if ways of working (postures and duration), workequipment used (chairs, tables, equipment placement computer), the layout of the workspace(office building, workstation), and the office environment (temperature, humidity, lighting,bacteria in the room) are not eligible and is influenced by the individual characteristics ofemployees (age, gender, working life and exercise habits ) then potentially affected byergonomic risk, i.e. musculoskeletal disorders (MSDs), job stress and fatigue. Researchconducted on 52 respondents where complaints seen from the individual characteristics ofeach employee. MSDs complaint was measured using a questionnaire Nordic Body Map,complaints of job stress was measured by a questionnaire DASS 42 and the fatigue wasmeasured by a questionnaire IFRC. The results showed that MSDs are the biggest complaintof employees with an average of 17.17%. The most complained of part of the body is theneck pain over with value of 50%, and then the right shoulder pain 42.31%, the lumbago42.31%, the back pain 38.46%, the neck pain lower 34.62% and the left shoulder pain30.77%. Judging from the individual characteristics obtained complaint data MSDs asfollows: women complain more than men, employees aged > 35 years more complaining thanemployees aged < 35 years, employees with working life > 10 years more complaining thanworking life <10 years, and employees who do not exercise more complaining thanemployees who regularly exercise. While fatigue is relatively small on average 6.86% whilethe stress only in the category of mild stress by an average of 11.54%.Key word: Employees of PLN UIP X, office, work posture, work equipment, officeenvironment, individual characteristic, musculoskeletas disorders.
Read More
T-4576
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggia Fatmawati; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Hanny Harjulianti, Irma Setiawaty
T-3420
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suriyati; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Syahrul Meizar Nasri, Hendra, Agung Sundaru, Irma Setiawaty
Abstrak: Abstrak

Perusahaan catering sebagai penyelenggara usaha jasaboga dalam pengolahan makanan perlu memperhatikan keamanan pangan dari bahaya cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Keamanan pangan di selenggarakan untuk menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu, bergizi dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat. Meskipun belum ada laporan tetntang kejadian luar biasa (out break) di CV. Citra Indo Rasa, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak yang berwenang, mengingat jumlah konsumen yang dilayani dalam jumlah yang besar. Untuk mengetahui risiko keamanan pangan di CV. Citra Indo Rasa dilakukan penelitian pada proses pengolahan makanan di perusaahan catering tersebut.

Penelitian ini merupakan jenis studi observasional menggunakan desain semikuantitatif, dengan menganalisa dan menilai risiko, dengan merangking sifat bahaya dan kategori risiko untuk produk pangan dan bahan baku sesuai dengan sifat bahaya menurut Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP), kemudian ditetapkan kategori risiko berdasarkan hasil rangking dengan karasteritik bahaya, setelah itu di evaluasi dengan membandingkan tingkat keparahan dan frekuensi bahaya.

Dari hasil penelitian diperoleh hasil agregasi penentuan bahaya potensial pada tahapan proses pengolahan makanan ( proses penerimaan bahan, proses pemisahan bahan, proses pemasakan, proses pembungkusan ) di perusahaan catering CV. Citra Indo Rasa didapatkan bahaya potensial dari bahaya fisik, bahaya kimia maupun bahaya mikrobiologis untuk semua proses tersebut.


The purpose of this research is to investigate catering company as the organizer commendable service in food. They have to give more attention in the security of food from the risk of biology, biochemist and other objects than can disturb, damage, and danger for public health. The security of food is needed to keep the quality of food, the hygienic, the quality, the nutrinous, and dont have resistance with religion, conviction, and the public culture. Although, there is no report of out break incident from CV Citra Indo Rasa, this condition must be given more attention from goverment as responsible side. Due to the biggest count. Of consumer here. To know the safety risk of food in CV Citra Indo Rasa must be done some reseaches in some processes in cooking of food in this carering company.

This reseach is observation study, applying semi-qualitatif, with analyst and count the risk by arrange the grades of risk and categorize the risk in food product and foodstuff with the risk character based on Hazard Analyst Critical Control Points (HACCP). Then, maintain the categorize the risk based on the grades of the danger. Afterward, we have the evaluation by compare the grade of seriousness of condition and the danger frequency.

From the research will be gotten the result aggression of potential danger on the level of cooking process (receiving foodstuff, seperation of foodstuff, cooking process, and wrapping process) in CV catering company. Citra Indo Rasa has been gotten potential danger from physical danger, biochemist danger and microbiology danger for all the processes.

Read More
T-3805
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andri Repelita; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ridwan Z. Sjaaf, Adenan, Irma Setiawaty
Abstrak:

Fumigasi adalah suatu kegiatan memasukkan/melepaskan pestisida (fumigan) kedalam ruangan tertutup/kedap udara selama waktu tertentu dengan tujuan untuk membasmi tikus dan serangga sebagai vektor penyebab penyakit menular. Pekerjaan fumigasi merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam program pemberantasan vektor dikapal dan pesawat dengan menggunakan fumigant methyl bromide. Dari revew 542 literatur (Budnik et al., Environmental Health 2012), termasuk in vitro dan studi epidemiologi pajanan untuk studi epidemiologi pestisida methyl hidrokarbon, terutama efek beracun (kronik) atau karsinogenik dari penggunaan methyl bromide antara tahun 1990-2011, ditemukan 91 kasus toksisitas methyl bromide dan 29 menggunakan istilah ?karsinogenik, neoplastik atau mutagenik".

Tiga studi epidemiologi dievaluasi, menilai suatu kemungkinan hubungan antara kanker dan methyl bromide. Methyl bromide dianggap sebagai bahan karsinogen potensial di dasarkan pada penelitian terhadap hewan yang telah menunjukkan potensi karsinogenik dari senyawa ini (J. Donald Millar, M.D., D.T.P.H., NIOSH, 2003). Penelitian Saragih (2009), aktivasi kolinesterase darah pada petugas fumigasi kapal pada 66 responden, sebanyak 25,8% yang mempunyai tingkat aktivasi kolinesterase darah yang termasuk dalam kategori keracunan dan 74,2% mempunyai tingkat aktivasi kolinesterse darah. Data Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Pinang, 2012, didapat dua orang kasus terpajan methyl bromide dengan kerusakan kulit berat.

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat resiko terpajan methyl bromide pada pekerja fumigasi kapal di wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam dan Tanjung Pinang, tahun 2013. Analisis resiko dilakukan secara semi-kuantitatif berdasarkan Australian Standar/New Zealand Standar 4360 Risk Management yang terdiri dari nilai kemungkinan (Likehood), nilai dampak (consequence) sehingga diperoleh tingkat resiko (Level Of Risk) dengan cara analisa matrik W.T Fine. Dari hasil analisa matrik terhadap dua metode fumigasi tersebut ditentukanlah suatu prosedur atau kontrol dalam mencegah atau menanggulangi resiko bahaya fumigasi kapal.


Fumigation is an activity insert/release pesticide (fumigant) into a closed room/airtight during a certain time in order to eradicate rodents and insects as vectors of disease-causing infectious. Fumigation on ships and aircrafts has been programmed by government to eradicate vectors such as rodents and insects used the fumigants i.e. methyl bromide. Based on 542 of review literatures (Budnik et al, Environmental Health, 2012), including in vitro and epidemiological studies of pesticide exposure for epidemiological studies methyl hydrocarbon, especially toxic effects (chronic) at or carcinogenic methyl bromide of use between the years 1990 - 2011, found 91 cases of toxicity methyl bromide and 29 used in term ?carcinogenic, neoplastic or mutagenic?.

Then, three epidemiological studies evaluated, assessing a possible link between cancer and methyl bromide. Methyl bromide considered as a potential carcinogen based on animal studies that have demonstrated the carcinogenic potential of this compound. (J. Donald Millar, MD, DTPH, NIOSH, 2003). Saragih (2009) studied activation of blood cholinesterase ship fumigation officer on 66 respondents, 25.8% have blood cholinesterase levels of activation were included in the category of poisoning and the remaining 74.2% have an activation of blood cholinesterase. According the data in Tanjung Pinang Port Health Office, 2012, acquired two cases of methyl bromide exposed to severe skin damage.

In this dissertation aims to analyze the level of risk in workers exposed to methyl bromide fumigation of ships in the Port Health Office of Batam and Tanjung Pinang, in 2013. Risk analysis performed semi-quantitatively based on Australian Standard/New Zealand Standard 4360 Risk Management consisting of the value of probability (likelihood), the value of impact (consequence) in order to obtain the level of risk analysis by matrix WT Fine. Based on the analysis of the matrix for two methods of fumigation were revealed a procedure or control in preventing or overcoming hazards ship fumigation.

Read More
T-3737
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nofridalyus; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Chandra Satrya, Adenan, Irma Setiawaty
Abstrak:

ABSTRAK Tesis ini adalah studi kasus kecelakaan kerja ringan pada proyek Geotechnical Improvement (Bored Pile) di stasiun pengukuran gas PT Z di pulau Pemping, Batam, yang terjadi pada tanggal 8 desember 2012, dimana seorang pekerja (helper) mengalami kejadian terpeleset dan kepalanya membentur tulangan besi cor, sehingga mengakibatkan luka. Penyebab langsung terjadinya kecelakaan ada dua yaitu tindakan tidak aman yang dilakukan pekerja dan kondisi tidak aman yang terdapat dilokasi kerja, sedangkan penyebab tidak langsung adalah lemahnya kontrol manajemen (lack of control). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan disain eksploratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa eksisnya tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman dilokasi proyek sebagai faktor penyebab terjadinya kecelakaan, penyebab dasarnya adalah tidak memadainya program K3, standar K3 dan kepatuhan terhadap penerapan standar K3 yang ada oleh manajemen proyek. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan serupa bahkan yang lebih parah disarankan kepada manajemen pelaksana proyek untuk menjalankan rekomendasi K3 dan membuat perencanaan kerja yang memadai, sedangkan konsultan pengawas diharapkan lebih tegas menjalankan wewenang yang diamanatkan oleh pemilik proyek, PT Z sebagai pemilik proyek disarankan lebih proaktif memantau implementasi K3 di proyek dan memberi sanksi kepada kontraktor pelaksana proyek apabila tidak melaksanakan rekomendasi K3 yang ada.


 

 ABSTRACT This thesis is a case study on a minor accident happened on 8th December 2012 at Geotechnical Improvement (bored pile) project at gas metering station of PT Z on Pemping Island off shore Batam, where a worker( helper) slipped and had his head injured on hitting a steel casting of pile. In this study, unsafe acts and unsafe conditions were the two immediate causes of the accident, while lack of control was the indirect cause. Results in this explorative-designed qualitative research showed that events of unsafe acts and unsafe conditions are factors giving rise to the accident; meanwhile inadequate OSH (Occupational Health and Safety) programs and standards, as well as poor OSH standards compliance at management of project level is the fundamental cause. In order to prevent similar accidents from recurring and worsening, it is recommended that project contractor to comply with OSH recommendations and to establish appropriate working plan-up; meanwhile consultant supervisors are expected to act firmly according to authority delegated by project owner. It is also recommended that project owner to monitoring more proactively upon OSH project implementation and impose sanction on project manager found noncompliant to existing OSH recommendations.

Read More
T-3813
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agnes Sintalia Saing; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Chandra Satrya, Adenan, Irma Setiawaty
Abstrak:

ABSTRAK Kecelakaan penggunaan alat transportasi laut yang bervariasi, serta penggunaan boat pancung sebagai satu-satunya alat transportasi Belakang Padang-Batam menjadi latar belakang penelitian ini, tujuannya ingin melihat bagaimana persepsi penumpang boat pancung terhadap penggunaan Life Jacket, meliputi persepsi penumpang terhadap kemungkinan mengalami tenggelam, dampak yang dapat ditimbulkan oleh tenggelam serta manfaat penggunaan life jacket. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada penumpang boat pancung yang terpilih menjadi sampel. Dari 67 responden sebanyak 53 responden (79,1%) memiliki persepsi negatif terhadap kemungkinan mengalami tenggelam, 52 responden (77,6%) memiliki persepsi negatif terhadap dampak fatal akibat tenggelam,sementara sebanyak 41 responden (61,2%) memiliki persepsi negatif terhadap manfaat life jacket, kesadaran responden terhadap pentingnya life jacket kurang. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan jarak tempuh yang dekat, responden memiliki kemampuan berenang, responden belum benar-benar merasakan manfaat life jacket, life jacket tidak tersedia, kalaupun ada tidak mencukupi jumlah semua penumpang, design life jacket yang berat dan membuat tidak nyaman saat mengenakannya, serta life jacket yang tidak terawat. Promosi, sosialisasi serta advokasi manfaat penggunaan life jacket dapat dilakukan oleh semua orang, contohnya pemegang program UKK (Unit Kesehatan Kerja) PUSKESMAS, PPMS, Organisasi Masyarakat, pihak Kecamatan dan Dinas Perhubungan.


 

ABSTRACT Accidents use varied marine transportation, and use of boat strike as the only means of transportation from Batam to Belakang Padang its background of the study, the objective would like to see how the passenger boat perception against the usage of the Life Jacket, including passenger perception of the possibility of having drowned, the impact caused by drowning and benefits of the use of life jackets. This research is a descriptive analytic, data collection is done by distributing questionnaires for passenger boat was elected to the sample. Of the 67 respondents, 53 respondents (79.1%) had a negative perception of the possibility of having drowned, 52 respondents (77.6%) had negative perceptions of the impact caused fatal sinking, while as many as 41 respondents (61.2%) had a negative perception the benefits of life jackets, less respondent awareness of the importance of life jackets. caused by the belief that short travel distance, the respondent has ability to swim, respondent not considering the benefits of life jackets, less availability of the life jackets for all passengers, the life jackets design are heavy and uncomfortable for the passengers , as well as life jackets are not fully maintained. Promotion, dissemination and advocacy of the benefits of the use of life jackets can be done by everyone, for example holder UKK program (Health Unit) Public Health, PPMS, Civil Society Organizations, the District and the Department of Transportation.

Read More
T-3851
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive