Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ayu Sekarwati; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Ede Surya Darmawan, Nugroho Soeharno
Abstrak:
Puskesmas merupakan akses pertama masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dimana pasien bisa datang dalam kondisi sakit atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Hal ini membuat masyarakat lebih rentan terhadap penularan penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs) yang dapat terjadi jika ada kurangnya isolasi yang memadai atau kepatuhan terhadap praktek kebersihan yang baik. Penelitian ini membahas mengenai kepatuhan staf puskesmas terhadap prosedur sterilisasi alat medis yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Puskesmas Jatimulya tahun 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil gambaran kepatuhan staf puskesmas berdasarkan studi kasus di Puskesmas Jatimulya Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan pengisian checklist pertanyaan penelitian yang disesuaikan berdasarkan ketentuan Pedoman Teknis PPI Kementerian Kesehatan RI Tahun 2020. Hasil perhitungan skor checklist seluruh tahapan menunjukkan skor ≥85% yang berarti staf puskesmas telah memahami prosedur sterilisasi alat medis  dengan baik, namun terdapat beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki, seperti wadah alat bekas pakai yang harus tertutup, penulisan tanggal sterilisasi dan tanggal kedaluwarsa pada alat medis yang di sterilisasi dan pemberian indikator kimia di dalam kemasan alat medis yang berfungsi untuk verifikasi keberhasilan proses sterilisasi. 

Community Health Center serve as the first point of access for communities to obtain healthcare services, where patients may present in a state of illness or with weakened immune systems. This condition increases the vulnerability of communities to Healthcare-Associated Infections (HAIs), which may occur due to inadequate isolation practices or poor compliance with proper hygiene standards. This study examines the compliance of primary health care staff with medical equipment sterilization procedures at the First-Level Healthcare Facility (FKTP) of Puskesmas Jatimulya in 2025. The objective of this study was to describe staff compliance with medical equipment sterilization procedures based on a case study conducted at Puskesmas Jatimulya Kabupaten Bekasi. This study employed a descriptive qualitative design with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and the completion of compliance checklist questionnaires developed in accordance with the 2020 Technical Guidelines for Infection Prevention and Control issued by the Indonesian Ministry of Health. The results of the checklist scoring across all stages of the sterilization process indicated a score of ≥85%, suggesting that primary health care staff demonstrated good understanding of medical equipment sterilization procedures. However, several aspects still require improvement, including the use of closed containers for used medical instruments, proper labeling of sterilization dates and expiration dates on sterilized medical equipment, and the placement of chemical indicators inside instrument packaging to verify the effectiveness of the sterilization process.
Read More
S-12193
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hermadi; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Prastuti Soewondo, Adang Mulyana, Nugroho Soeharno
Abstrak:

Abstrak

Imunisasi dasar lengkap (IDL) merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular, khususnya pada bayi dan balita. Cakupan IDL yang tinggi menunjukkan kinerja pelayanan kesehatan yang baik, sementara ketimpangan cakupan mencerminkan adanya tantangan dalam sistem pelayanan. Di Kabupaten Bogor tahun 2022, tercatat perbedaan mencolok antara Puskesmas Bojong Nangka dengan cakupan IDL sebesar 187,5% dan Puskesmas Ciapus yang hanya mencapai 15,35%. Perbedaan ini mengindikasikan adanya faktor-faktor penting yang memengaruhi keberhasilan maupun kegagalan cakupan imunisasi.
Tujuan: Mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap di dua Puskesmas dengan cakupan kontras.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive dan terdiri dari tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan orang tua anak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Data dianalisis menggunakan pendekatan Kualitatif.
Hasil: Faktor Supply meliputi jumlah dan kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan sarana prasarana, serta dukungan dana. Faktor Demand mencakup pengetahuan dan kesadaran masyarakat, sosiodemografi, serta kepercayaan terhadap vaksin. Di Ciapus, ditemukan keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap imunisasi. Sebaliknya, Bojong Nangka menunjukkan kolaborasi aktif antara petugas dan masyarakat.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya ketimpangan signifikan dalam cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) antara Puskesmas Bojong Nangka dan Ciapus di Kabupaten Bogor tahun 2022. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kesalahan pencatatan data, faktor sosiodemografi, keterbatasan tenaga kesehatan, sarana prasarana, pendanaan, serta tingkat pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi. Kolaborasi aktif antar petugas dan masyarakat serta dukungan lintas sektor terbukti efektif meningkatkan cakupan IDL. Strategi peningkatan cakupan perlu disesuaikan dengan karakteristik lokal guna mengatasi disparitas dan mencapai target kesehatan anak secara merata

Kata kunci: Imunisasi Dasar Lengkap, Cakupan Imunisasi, Ketimpangan Layanan, Tenaga Kesehatan, Sosiodemografi, Kepercayaan terhadap Vaksin


 

 Abstrak  Imunisasi dasar lengkap (IDL) merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular, khususnya pada bayi dan balita. Cakupan IDL yang tinggi menunjukkan kinerja pelayanan kesehatan yang baik, sementara ketimpangan cakupan mencerminkan adanya tantangan dalam sistem pelayanan. Di Kabupaten Bogor tahun 2022, tercatat perbedaan mencolok antara Puskesmas Bojong Nangka dengan cakupan IDL sebesar 187,5% dan Puskesmas Ciapus yang hanya mencapai 15,35%. Perbedaan ini mengindikasikan adanya faktor-faktor penting yang memengaruhi keberhasilan maupun kegagalan cakupan imunisasi. Tujuan: Mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap di dua Puskesmas dengan cakupan kontras. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive dan terdiri dari tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan orang tua anak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Data dianalisis menggunakan pendekatan Kualitatif. Hasil: Faktor Supply meliputi jumlah dan kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan sarana prasarana, serta dukungan dana. Faktor Demand mencakup pengetahuan dan kesadaran masyarakat, sosiodemografi, serta kepercayaan terhadap vaksin. Di Ciapus, ditemukan keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap imunisasi. Sebaliknya, Bojong Nangka menunjukkan kolaborasi aktif antara petugas dan masyarakat. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya ketimpangan signifikan dalam cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) antara Puskesmas Bojong Nangka dan Ciapus di Kabupaten Bogor tahun 2022. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kesalahan pencatatan data, faktor sosiodemografi, keterbatasan tenaga kesehatan, sarana prasarana, pendanaan, serta tingkat pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi. Kolaborasi aktif antar petugas dan masyarakat serta dukungan lintas sektor terbukti efektif meningkatkan cakupan IDL. Strategi peningkatan cakupan perlu disesuaikan dengan karakteristik lokal guna mengatasi disparitas dan mencapai target kesehatan anak secara merata  Kata kunci: Imunisasi Dasar Lengkap, Cakupan Imunisasi, Ketimpangan Layanan, Tenaga Kesehatan, Sosiodemografi, Kepercayaan terhadap Vaksin

Read More
T-7382
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jamilah Nasution; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Lukman Hakim Tarigan, Hadi Pratomo, Nugroho Soeharno, Mursalim
T-3258
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive