Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
ABSTRAK Dokumen asuhan keperawatan sangat diperlukan untuk kepentingan pasien maupun perawat, akan tetapi pada kenyataannya kelengkapan dokumen masih banyak ditemukan yang isinya belum lengkap. Alasan dilakukan penelitian ini karena perawat memiliki persepsi yang berbeda – beda terhadap pelaksanaan dan penyebab ketidaklengkapan dokumen asuhan keperawatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan dokumen asuhan keperawatan, mendeskripsikan kaitan antara pengetahuan perawat, motivasi perawat dan supervisi atasan dengan kelengkapan dokumen asuhan keperawatan. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian dokumen asuhan keperawatan didapatkan masih banyak yang kosong dan tidak lengkap. Aspek yang dinilai adalah pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan, rencana keperawatan, implementasi keperawatan, otentifikasi, resume keperawatan dan evaluasi keperawatan. Kesadaran perawat untuk melengkapi setiap bagian dokumen asuhan keperawatan masih kurang. Walaupun perawat sudah mempunyai pengetahuan mengenai dokumen asuhan keperawatan, namun ternyata belum ada motivasi karena kurangnya pengakuan, tanggung jawab dan pengembangan potensi individual. Selain itu, tidak ada supervisi dari atasan berupa pengarahan, bimbingan, observasi, dan evaluasi kepada perawat. Saran dari penelitian ini adalah bahwa kelengkapan dokumen di departemen rawat inap MRCCC Siloam Hospitals Semanggi harus menjadi perhatian pihak manajemen, selain itu disadari membutuhkan pelatihan teknis pengisian dokumen asuhan keperawatan serta memberikan reward dan punishment kepada perawat serta supervisi oleh kepala ruangan. Kata Kunci : kelengkapan dokumen, asuhan keperawatan, rumah sakit.
ABSTRACT Nursing care document is required for the benefit of patients and nurses. The fact, however, shows that there are a lot of incomplete nursing care documents. The research is carried out due to different perception as to the compliance and the causes of this incompleteness. The objective of this research is to analyze nursing care document completion. Spesific objectives are to describe the relationship between the nurses’s knowledge, motivation and supervision and nursing care document completion. This is a case-study in MRCCC Siloam Hospitals Semanggi using qualitative approach. Data collection techniques are observation and in-depth interview. The result showed that most of nursing care document were incomplete and empty. This component were nursing assessment, nursing diagnoses, nursing plan, nursing implementation, authentication, and evaluation of nursing resume. The nurses had low awareness on completing each of the document completion. Although the nurses understand nursing care document, they did not obtain sufficient motivation such as recognition, responsibility and personal potential development. In addition, there were lack of supervision, direction, guidance, observation and evaluation. It is suggested that MRCCC Siloam Hospitals Semanggi pay more attention on the document completion at the inpatient department. It is also suggested to organize trainings on how to fill out nursing care documents as well as improve motivation through reward and punishment schemes and supervision by the head nurse. Keywords: document completion, nursing care, hospital
Keberhasilan penyelenggaraan Diklat berbasis kompetensi ditunjukkan dengan adanya keselarasan tujuan program dengan kebutuhan dan strategi organisasi, dukungan manajemen dan teknis pelaksanaan program. RSIA Hermina Bekasi termasuk salah satu rumah sakit yang memiliki keseriusan dalam penyelenggaraan program Diklat Keperawatan berbasis kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyelenggaraan serta rencana pengembangan program Diklat Keperawatan berbasis kompetensi di RSIA Hermina Bekasi dengan mengacu pada Teori Dubois (1996) tentang Model Sistem Strategik Diklat Berbasis Kompetensi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam semi terstruktur serta telaah data sekunder. Dari hasil penelitian diketahui bahwa penyelenggaraan Diklat Keperawatan berbasis kompetensi di RSIA Hermina Bekasi sudah cukup baik dilaksanakan dari segi teknisnya. Perlu adanya perbaikan terutama pada tahap analisa kebutuhan pelatihan, tahap pengembangan model kompetensi dan pada tahap pengembangan intervensi pembelajaran. Rencana pengembangan program Diklat Keperawatan berbasis kompetensi di RSIA Hermina Bekasi meliputi perlunya dilakukan pengkajian kembali budaya organisasi, meningkatkan profesionalisme SDM pengelola Diklat, mengadakan penelusuran potensi dan kompetensi guna pembuatan matriks kompetensi, penilaian kompetensi metode 360º, membuat model kompetensi kelompok unit kerja, standarisasi penilaian kompetensi dasar, mengembangkan metode pembelajaran mandiri dan diskusi kelompok, membudayakan pembelajaran masal sistem on-line, dan membuat penilaian kompetensi instruktur.Diharapkan saran pada penelitian ini dapat menjadi masukan dan perbaikan bagi pelaksanaan Diklat Keperawatan berbasis kompetensi di RSIA Hermina Bekasi pada masa mendatang.
The success of the organizing a competency-based training was demonstrated by the synchronized program goals with the needs and organization strategy, management support and the organizing program techniques. RSIA Hermina Bekasi is an exemplary hospital that showed seriousness in implementation of nursing competence-based training. This research aims to find out the organizing as well as competency-based Nursing development training program in the RSIA Hermina Bekasi. The method referenced to the theory of Dubois (1996) on the Strategic System Competency-based Training Model. Research methods using qualitative methods with semi structured in depth interviews and deep examination of secondary data. The results of the study noted that organizing of the Nursing competence-based training program in the RSIA Hermina Bekasi already fairly well implemented in terms of technical assistance. Improvements are necessary especially on training needs analysis phase, the development model of competence and on the stage of development of the learning intervention. Nursing development plan-based competency training program in the RSIA Hermina Bekasi needs to be evaluated. Particularly the study of organization culture to enrich the values, increase the professionalism of HRD, conducting soft competency assessment in order to assemble competency matrix, assessment by the method of 360º, models for competency based work team development, standardization of basic competencies assessment, develop self study method and forum group discussion, cultivate learning mass on-line system and create assessment of the competence of trainers. The recommendation on the study is expected can be used as inputs to improve the implementation of the nursing competence-based training in the RSIA Hermina Bekasi in the future.
