Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Elis Anita Sari; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Emma Hermawanti, Ary Susanti
Abstrak: Adanya perbedaan sudut pandang hasil penelitian ini kemungkinan dikarenakan perbedaan variasi data yang dipakai saat analisa, namun demikian data iklim dan data kejadian DBD yang dipakai untuk analisa disetiap tahunnya telah terdistribusi normal, artinya hasil penelitian disetiap tahun lebih mewakili daripada dikeseluruhan musim. Suhu udara yang tinggi saat musim kemarau, akan berpengaruh terhadap naiknya kejadian DBD disetiap tahunnya. Begitu juga dengan curah hujan yang tinggi saat musim hujan, akan berpengaruh terhadap naiknya kejadian DBD disetiap tahunnya. Hubungan ini kemungkinan terjadi karena suhu yang panas saat musim kemarau akan mempercepat inkubasi nyamuk, sedangkan tingginya curah hujan saat musim hujan akan menambah peluang perindukan nyamuk karena air yang tergenang.
Read More
S-10115
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Mustaghfiri Asror; Pembimbing: R. Budi Haryanto; Penguji: Zakianis, Ary Susanti
Abstrak: Pada tahun 2017 Kota depok memiliki tingkat hipertensi primer mencapai angka 27,08% pada tahun 2017. Berdasarkan Riskesdas 2018 hasil tersebut mendekati prevalensi hipertensi Nasional yaitu sebesar (31,6%). Faktor risiko hipertensi yang diduga kuat oleh peneliti yaitu perilaku merokok di kalangan sopir hal tersebut mengacu pemeriksaan mengenai tingkat hipertensi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan tahun 2013 terhadap supir bus, sebanyak 234 dari 314 responden yang diperiksa menderita hipertensi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran mengenai adanya hubungan antara kadar kotinin urin yang disebabkan oleh perilaku merokok sopir angkot terhadap gejala hipertensi serta variabel lain seperti riwayat hipertensi keluarga, aktivitas fisik, Indeks Masa Tubuh dan konsumsi alkohol menggunakan desain studi crossectional. Sebanyak 84,4% responden memiliki kadar kotinin ≥200 ng/mL, 13 responden (28,9%) mengalami gejala tekanan darah hipertensi. Dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan antara kadar kotinin dengan hipertensi (p value = 0,093). Namun terdapat hubungan antara riwayat hipertensi keluarga (p value = 0,004). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden memiliki kadar kotinin yang tinggi akibat dari aktivitas merokok yang tinggi dan penemuan hipertensi juga tinggi
Kata Kunci: Hipertensi, kotinin, rokok, sopir, transportasi, urin

In 2017 Depok had a primary hypertension rate reaching 27.08% in 2017. Based on the Indonesia Basic Health Research 2018 the precentages approached the National Hypertension prevalence that is equal to (31.6%). The risk factor for hypertension that is strongly suspected by researchers is smoking behavior among drivers. It refers to an examination of the level of hypertension conducted by the Ministry of Health in 2013 on bus drivers, 234 of 314 respondents who were examined were suffering from hypertension. This study aims to provide an overview of the relationship between urinary cotinine levels caused by the smoking behavior of public transportation drivers on the symptoms of hypertension and other variables such as family history of hypertension, physical activity, Body Mass Index and alcohol consumption using a cross-sectional study design. As many as 84.4% of respondents had cotinin levels ≥200 ng / mL, 13 respondents (28.9%) experienced symptoms of hypertension. In this study no relationship was found between cotinin levels and hypertension (p value = 0.093). But there is a relationship between family history of hypertension (p value = 0.004). From this study it can be concluded that the majority of respondents have high levels of cotinin as a result of high smoking activity and the discovery of hypertension is also high.
Keywords: Hypertension, cotinine, cigarrette, driver, transportation, uri
Read More
S-10490
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edy Martono; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Budi Hartono, Ary Susanti
Abstrak: Penyakit diare masih menjadi penyakit endemis di Indonesia dan berpotensi menjadi KLB yang sering terjadi kematian (Kemenkes, 2016). Kasus diare di Kabupaten Kebumen dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Prevalensi diare balita di Kecamatan Kebumen sebesar 111,1 per 1.000. Balita sebagai populasi yang rentan beresiko terkena diare bila mengkonsumsi air minum isi ulang yang terkontaminasi coliform. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontaminasi coliform pada depot air minum isi ulang dengan diare balita konsumennya di wilayah Kecamatan Kebumen tahun 2017. Desain penelitian ini menggunakan studi cross sectional yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi, dan pemeriksaan sampel air minum isi ulang di laboratorium. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan kontaminasi coliform pada depot air minum isi ulang dengan diare balita penggunanya. Variabel yang berhubungan dengan diae balita adalah perilaku cuci tangan (p=0,05 OR=2,6), hygiene sanitasi makanan/minuman ibu atau pengasuh balita (p=0,02 OR=3,3), sarana air bersih (p=0,004 OR=2,7), dan penanganan sampah (p=0,03 OR=2,8). Kontaminasi coliform berisiko sebesar 7,8 kali lebih tinggi menyebabkan kejadian diare setelah dikontrol variabel umur ibu atau pengasuh balita, perilaku cuci tangan, hygiene sanitasi makanan/minuman, tingkat pengetahuan, sarana air bersih, sarana jamban, dan penanganan sampah
Kata kunci: balita, coliform, diare, depot air minum isi ulang

Diarrhea is still an endemic disease in Indonesia and has the potential to become a frequent outbreak of death (Kemenkes, 2016). Cases of diarrhea in Kebumen District from year to year tend to increase. The prevalence of toddlers diarrhea in Kecamatan Kebumen is 111.1 per 1,000. Toddlers as a vulnerable population at risk of diarrhea when consuming contaminated refilled drinking water of coliform. This study aims to determine the relationship between coliform contamination at refill drinking water depot with toddlers consumer diarrhea in Kebumen sub district in 2017. The design of this study used a descriptive cross sectional study. Data collection by conducting interviews, observation, and examination of refill drinking water samples in the laboratory. The conclusion of this research is that there is no relation of coliform contamination to refill drinking water depot with diarrhea of toddlers. The variables associated with toddlers are hand washing behavior (0,05 OR=2,6), hygiene and food/drink sanitation of mother or toddler caregiver (p=0,02 OR=3,3), clean water facilities (p=0,004 OR=2,7), and waste management (p=0,03 OR=2,8). Coliform contamination at risk 7.8 times higher causes diarrhea occurrence after controlled age variable of mother or toddler caregiver, handwashing behavior, hygiene and food /drink sanitation, knowledge level, clean water facility, latrine facility, and garbage handling.
Key words: coliform, diarrhea, refill drinking water depot, toddler.
Read More
S-9381
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive