Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Roji Suherman; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Tri Krianto, Ahmad Syafiq, Dewi Syarifah, Dadang Wihana
T-2758
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rona Monika Sihaloho; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dian Ayubi, Tri Krianto, Heni Rudiyanti, Wiwi Hartuti
Abstrak:
Read More
Program Badan POM Goes to Community merupakan program inovasi untuk mengkampanyekan/mempromosikan Cek KLIK kepada masyarakat, agar selalu menerapkan Cek KLIK saat membeli/memilih, mengonsumsi/menggunakan produk obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik yang aman, bermanfaat dan bermutu sehingga terhindar dari produk yang mengandung BKO/bahan berbahaya dan TIE yang merugikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kader pada kegiatan KIE beserta determinannya, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional pada 90 kader program Badan POM Goes to Community yang dipilih dengan cara simple random sampling. Data variabel dependen dikumpulkan dengan metode wawancara, sedangkan data variabel independen dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara mandiri melalui link google form. Seluruh data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil analisis menunjukkan jumlah kader yang berperan aktif lebih banyak daripada kader yang berperan kurang aktif. Motivasi sebagai faktor yang berhubungan dengan peran kader (p-value = 0,037; OR = 2,762) dimana kader yang memiliki motivasi tinggi berpeluang 2,8 kali untuk berperan aktif pada kegiatan KIE dibandingkan kader yang memiliki motivasi rendah setelah dikontrol oleh pelatihan dan insentif yang merupakan confounding pada hubungan tersebut. Motivasi kader dapat ditingkatkan melalui perlombaan kreativitas dalam rangka mempromosikan Cek KLIK dan pendampingan berkesinambungan dari mentor Badan POM kepada kader
The NA-DFC Goes to Community program is an innovative program to campaign/promote Check KLIK to the public, so that they always apply Check KLIK when buying/choosing, consuming/using traditional medicine products, health supplements and cosmetics that are safe, useful and of high quality so as to avoid products containing BKO/hazardous ingredients and TIE that are harmful to health. This study aims to analyze the role of cadres in IEC activities and its determinants, using a quantitative approach with a cross-sectional design on 90 cadres of the NA-DFC Goes to Community program selected by simple random sampling. Data on the dependent variable were collected by interview method, while data on the independent variable were collected by filling out the questionnaire independently through the google form link. All data were analyzed univariately, bivariately and multivariately. The results of analysis showed that the number of cadres who played an active role was more than cadres who played a less active role. Motivation as a factor associated with the role of cadres (p-value = 0,037; OR = 2,762), where cadres who have high motivation are 2,8 times more likely to play an active role in IEC activities than cadres who have low motivation after controlling for training and incentivies, which are confounding the relationship. The motivation of cadres can be increased by holding creativity contests to promote Check KLIK and by providing mentoring from NA-DFC mentors of cadres.
T-6984
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sang Gede Purnama; Promotor: Dewi Susanna; Kopromotor: Umar Fahmi Achadi, Tris Eryando; Penguji: Besral, Tri Krianto, Rita Kusriastuti, Suwito, Made Sudarmaja,
Abstrak:
Read More
Latar belakang. Infeksi dengue terus meningkat setiap tahunnya di Indonesia. Bali adalah salah satu daerah endemis Dengue. Surveilan dengue masih menggunakan sistem manual dan belum terintegrasi. Oleh sebab itu, diperlukan model sistem informasi lingkungan terintegrasi untuk pengendalian dengue. Model sistem surveilan dan edukasi berbasis web dan mobile untuk meningkatkan peranan masyarakat dalam pengendalian dengue. Tujuan. Mengembangkan, mengujicobakan dan mengimplementasikan model sistem informasi lingkungan terintegrasi (SILIRA) untuk pengendalian dengue. Metode. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan empat tahap penelitian serta melakukan intervensi model SILIRA pada dua kelompok yakni kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Tahap Pertama, studi kualitatif dengan 15 wawancara mendalam dan 3 FGD dan studi kuantitatif pembuatan model struktural dengan 515 responden. Tahap kedua, analisa sistem informasi dengan System Depelovment Life Cycle (SDLC) dengan mengembangkan sistem digital dalam pengendalian dengue. Tahap ketiga, uji coba protitipe serta evaluasi sistem. Tahap Keempat, yakni implementasi model SILIRA dengan metode kuasi eksperimental pada 100 responden kelompok intervensi dan 100 responden kelompok kontrol. Analisis data dengan PLS-SEM, analisis beda rerata dan pemetaan. Hasil: Sistem surveilan digital melaporkan dengan cepat dan terintegrasi. Aplikasi SILIRA dapat digunakan untuk surveilan kasus dengue, pendataan kepadatan jentik, jumantik mandiri, serta edukasi digital. Melalui intervensi aplikasi SILIRA ada perbedaan rerata skor antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan nilai N-Gain Score diketahui bahwa intervensi SILIRA efektif untuk meningkatkan variabel pengetahuan, persepsi terhadap terancam dengue, persepsi terhadap manfaat program, persepsi terhadap sistem informasi digital, sikap dalam pengendalian dengue dan angka bebas jentik. Kesimpulan: Model SILIRA efektif memperkuat sistem surveilan penyakit dengue sehingga mampu meningkatkan variabel pengetahuan, persepsi terhadap terancam dengue, persepsi terhadap manfaat program, persepsi terhadap sistem informasi digital, sikap dalam pengendalian dengue serta meningkatkan angka bebas jentik.
D-506
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
