Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 65 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Khusnia Januartini; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Pujiyanto, Trihono
S-4564
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evri Rizqi Monarshi; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Indang Trihandini, Trihono
S-4382
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Teti Tejayanti; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Trihono, Putisari
Abstrak:

IPM merupakan indikator keberhasilan negara (pendidikan, kesehatan dan ekonomi). Kesehatan diukur dengan angka harapan hidup (AHH) yang perhitungannnya erat dengan angka kematian ibu dan anak. Metode : Analisa regresi logistic data sekunder : Riskesdas 2007 dan Susenas 2007 dan AHH BPS tahun 2007. Hasilnya indikator p value <0,05: persalinan oleh nakes (OR=6,590), imunisasi BCG (OR=2,686), prevalensi gizi kurang (OR=2,457) dan prevalensi diare (OR=1,893). Kesimpulan kabupaten/ kota dengan cakupan kurang baik mempunyai AHH ≤68,7 tahun lebih banyak. Kab/kota dengan prevalensi gizi kurang dan diare tinggi mempunyai AHH ≤68,7 tahun lebih banyak. Alokasi pembiayaan prioritas pada 52 kabupaten. Kata kunci : Angka harapan hidup, indikator anak, indikator ibu.


HDI (Human Development Index). HDI is measured by education, health and economic. From the health view point the measurement life expectancy (LE) at birth is heavily connected with child and maternal mortality. Methode with logistic regression analyzing data utilizing from Riskesdas 2007 and Susenas 2007 with LE from BPS 2007.Result: Indicators (p value < 0,05) are delivery helped by health providers (OR= 6.592), BCG immunization coverage (OR=2.686), prevalence of malnutrition (OR=2.457), prevalence of diarrhea ( OR=1.893). Conclusion: Districts/municipalities which have unsatisfactory category will have more LE ≤68,7 years. Districts/municipalities which have prevalence of malnutrition and diarrhea are high category will have more LE ≤68,7 years. Alocation budget must interes iteracy key words:Life expectancy, child health indicators, mother health indicators.

Read More
T-3309
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anni Bersari Kristina Harahap; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas, Adang Bachtiar; Penguji: Anwar Hasan, Triwandha Alan, Trihono
T-2183
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Chandrarini; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Mieke Savitri, Trihono
B-1239
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haris Zuhry; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Adang Bachtiar, Kusharisupeni, Trihono, Ahmad Husni
Abstrak:
Era globalisasi yang menuntut persaingan tinggi disertai program otonomi daerah menuntut kesiapan rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur kualitas layanan dikaitkan dengan peluang pasar pengembangan industri perumah sakitan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat kepuasan pasien, melihat hubungan antara karakteristik pasien dengan.kepuasan pasien terhadap layanan keperawatan, menganalisa penyebab ketidak puasan serta melihat gambaran kualitas layanan keperawatan, Penelitian ini dilaksanakan di bagian instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Solok. Data primer diperoleh melalui pengisian kuesioner kepuasan pasien yang didukung dengan observasi, wawancara maupun diskusi kelompok terarah terhadap perawat di bagian rawat inap maupun dokternya. Dengan demikian kualitas layanan keperawatan yang diamati dapat menjelaskan penyebab ketidak puasan pasien yang harus diantisipasi demi perbaikan pelayanan kesehatan di RSUD Solok. Analisis statistik yang dipergunakan adalah analisis univariat untuk melihat gambaran deskriptif, dilanjutkan dengan analisis bivariat dan multivariat untuk melihat hubungan karakteristik umum pasien dengan kepuasan pasien. Data penelitian kualitatif diolah dengan menggunakan matriks analisis. Dari analisis bivariat dan multivariat nampak bahwa pekerjaan merupakan variabel yang paling eksist menunjukkan hubungannya dengan gambaran kepuasan pasien. Kelompok tani merupakan kelompok paling puas dibandingkan jenis pekerjaan lain, sebaliknya wiraswasta dan pegawai negeri lebih cenderung tidak puas. Variabel lain yang cenderung memiliki hubungan dengan kepuasan pasien adalah jenis kelamin dan pendidikan. Dari sejumlah keluhan yang terekam bisa menjadi bukti hasil penelitian kuantitatif sebelumnya. Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa masih kurang baiknya kualitas iayanan keperawatan yang memunculkan berbagai bentuk keluhan atau ketidak puasan pasien, sehingga perlu dikoreksi dengan langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan kualitas layanan secara umum di RSUD Solok.

The globalization era make a high competition and desentralisation era make every hospital must be improved quality of health services. Patient satisfactions are each significantly indicator to measure quality of health services integrated with market opportunity for develop hospital industrial. The goal of the research is to describe the degree of patient satisfaction and provide information on the correlation between patient characteristics with patient satisfaction. And to analyze how patient dissatisfaction correlation with quality of the nurse care. The location of this research is in Solok Municipality General Hospital. The data was collected through self assased questionaire by patient assesment and was followed by observation, interview and focus group discussion for The nurses and the doctors in patient room care. In this cases a quality of a nurse care that observed can make a clear information how the patient dissatisfaction to be anticipated with a quality of care improvement. Statistical analysis are used univariate analysis to show descriptive data, followed by bivariate and multivariate analysis for show correlation between patient characteristics with patient satisfaction. The quality data was processed by matrix (content analysis). For the bivariate and multivariate analysis shown that occupation still excisting variables who had a correlation with customer satisfactions. A Farmer group is the mostly satisfied comparable with others occupational, and the other hand a private employee and civil gouvernment have dissatisfied trend reactions. The other variables that have a trend for correlation with customer satisfactions are sex and educational status. For many patient complain that was recorded give an obtaine or information for quantitative study before that moment has occured. The other results of this research shows in general a poor quality of a nurse care can make some patient complain or dissatisfaction, there are must be corrected by improvement for quality of health services in Solok Municipality General Hospital.
Read More
T-879
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eny Setyowati; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Indang Trihandini, Mardiati Nadjib, Sunarno RW, Trihono
Abstrak:
Puskesmas dalam pembangunan kesehatan khususnya pada upaya kesehatan adalah sebagai pelaksana pelayanan kesehatan dasar. Dalam rangka untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal maka Puskesmas harus dapat memantapkan mempertahankan jangkauan dan pemerataan serta meningkatkan mutu pelayanan. Puskesmas Pal V merupakan salah satu Puskesmas di Kota Pontianak yang mempunyai jumlah kunjungan yang cenderung mengalami penurunan pada tiga tahun terakhir. Wilayah kerja Puskesmas Pal V terletak dipinggiran Kota Pontianak dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Pontianak, merupakan daerah perkebunan dan pertanian, sebagian besar penduduknya berpendidikan SD. Wilayah kerja Puskesmas ini belum terjangkau sumber air bersih PDAM, sehingga memanfaatkan air hujan, air pant, sumur (kolam). Pola penyakit berpotensi wabah seperti diare dan demam berdarah sering ditemui, begitu juga dengan malaria dan TBC. Hasil pemantauan status gizi tahun 1999 menunjukkan bahwa KEP total adalah 32,6 %. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pemanfaatan pelayanan pengobatan Puskesmas dan faktor faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan pengobatan serta mendapatkan gambaran kepuasan pasien pelayanar pengobatan Puskesmas Pal V. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan jeni; penelitiannya adalah potong lintang (crosectional ). Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan pelayanan pengobatan Puskesmas Pal V Kota Pontianak tahun 2000 adalah 54 %. Proporsi kepuasan terendah terletak pada kebersihan wc/toilet, waktu pelayanan sesuai jadwal dan waktu tunggu yang terlalu lama. Proporsi terbanyak alasan tidak memanfaatkan pelayanan pengobatan Puskesmas Pal V adalah jaraknya yang jauh. Hasil uji statistik Chi Square menunjukkan bahwa variabel jarak, tarif dan kebutuhan berhubungan bermakna dengan pemanfaatan pelayanan pengobatan. Pada Analisa Multivariat menunjukkan bahwa variabel jarak, tarsi, pendidikan dan kebutuhan berperanan dalam pemanfaatan pelayanan pengobatan. Di samping itu variabel independent yang dominan berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan pengobatan adalah variabel kebutuhan. Saran sehubungan hasii penelitian ini, bahwa Pemda pada masa yang akan datang dalam rangka reformasi Puskesmas maka evaluasi terhadap pelayanan Puskesmas agar dilakukan dengan Community Based dan bukan Facility Based. Di samping itu Puskesmas perlu melakukan pengukuran kepuasan pasien secara berkala dan terus menerus sebagai sarana evaluasi terhadap pelayanan yang telah diberikan.

Factors that Correlate with the Utilization of Puskesmas Medical Treatment and Description of Patients Perceptions of Satisfaction at Puskesmas Pal V Pontianak City Year 2000In health development and health promotion in particular, Puskesmas plays an important role as a basic health service provider. To improve the people health maximally, Puskesmas needs to maintain and extend its service coverage as well as to improve its service quality. Puskesmas Pal V is one of Puskemas in Pontianak City whose level of patient visits tends to decline in the last three years. The service area of Puskesmas Pal V extends within the outskirts of the cit and next to Pontianak district. The area consists of plantations and farms. Its people are mostly primary school graduates. The area has not been accessed by clean water supply of the local government water company so that it relies on rains, rivers and wells. Epidemic diseases like diarrhea and dengue fever as well as malaria and TBC are commonly found in this area. Result from the 1999 nutrition status survey shows that total KEP is 32.6%. This study was aimed at examining the utilization of medical treatment at Puskesmas and factors that correlate with the utilization as well as obtaining description of patients of satisfaction toward the medical treatment provided by Puskesmas Pal V. This study was quantitative and employed cross sectional type of study. Result from univariate analysis shows that level of utilization of medical treatment at Puskesmas Pal V in Pontianak City year 2000 is 54%. The lowest proportion of satisfaction includes toilet/water closet sanitation, on-schedule treatment time and extended waiting time. The largest proportion of reasons not to take medical treatment at the Puskesmas is related to Puskesmas long distance. Result from Chi Square statistical test shows that certain variables consisting of distance, fee and needs are significantly correlated with the utilization of medical treatment. The multivariate analysis indicates that variables including distance, fee, education and needs play important roles in the utilization of medical treatment. In addition, independent variable that dominantly correlates with the utilization of medical treatment is needs. The recommendations offered are as follows: in the future, the local government, to reform the Puskesmas, should consider the evaluation of the Puskemas service by employing Community Based approach rather than Facility Based approach. In addition, Puskemas needs to conduct regular and continuous assessment of patients' satisfaction as an evaluation on the service provided.
Read More
T-923
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Laila Wahyuni; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Agustin Kusumayati, Wahyu Septiono, Teti Tejayanti, Trihono
Abstrak:
Berat badan lahir rendah (BBLR) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena berhubungan dengan peningkatan risiko kematian neonatal dan gangguan pertumbuhan anak. Kejadian BBLR juga menunjukkan variasi antarprovinsi yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor individu dan konteks wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor individu dan faktor tingkat provinsi dengan kejadian BBLR serta menilai variasi kejadian BBLR antarprovinsi di Indonesia tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024 yang digabungkan dengan data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2024 dan publikasi Badan Pusat Statistik tahun 2025. Sampel penelitian terdiri atas 26.483 kelahiran hidup dalam satu tahun terakhir dari 32 provinsi di Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan regresi logistik multilevel dengan individu sebagai level pertama dan provinsi sebagai level kedua. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi BBLR sebesar 6,38%. Pada tingkat individu, usia ibu, paritas, jarak kehamilan kurang dari dua tahun, ANC yang tidak sesuai rekomendasi, risiko kekurangan energi kronis, pre-eklampsia, status ekonomi kuintil terbawah, dan konsumsi MMS berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR. Pre-eklampsia merupakan faktor yang paling kuat berhubungan dengan kejadian BBLR. Pada tingkat provinsi, kepadatan penduduk, cakupan ANC K6, cakupan TTD, rasio bidan, radius puskesmas, dan wilayah tempat tinggal tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian BBLR. Nilai ICC menurun dari 2,37% pada model awal menjadi 1,92% pada model akhir, yang menunjukkan adanya variasi kejadian BBLR antarprovinsi, meskipun sebagian besar variasi berada pada tingkat individu. Pencegahan BBLR perlu memprioritaskan deteksi dini dan pemantauan ibu hamil berisiko, terutama ibu dengan KEK, pre-eklampsia, jarak kehamilan pendek, usia berisiko, dan kondisi ekonomi rendah, disertai penguatan mutu pelayanan ANC dan intervensi gizi ibu hamil.

Low birth weight (LBW) remains a public health concern in Indonesia because it is associated with an increased risk of neonatal mortality and impaired child growth. The occurrence of LBW also varies across provinces, which may be influenced by individual and contextual factors. This study aimed to analyze the association of individual- and province-level factors with LBW and to assess the variation in LBW occurrence across provinces in Indonesia in 2024. This study used a cross-sectional design with secondary data from the 2024 Indonesian Nutritional Status Survey, linked with the 2024 Indonesia Health Profile and the 2025 publications of Statistics Indonesia. The study sample consisted of 26,483 live births during the preceding year from 32 provinces in Indonesia. Multilevel logistic regression analysis was conducted, with individuals as the first level and provinces as the second level. The prevalence of LBW was 6.38%. At the individual level, maternal age, parity, interpregnancy interval of less than two years, antenatal care (ANC) not meeting recommendations, risk of chronic energy deficiency, preeclampsia, lowest wealth quintile, and multiple micronutrient supplementation (MMS) were significantly associated with LBW. Preeclampsia was the factor most strongly associated with LBW. At the province level, population density, ANC K6 coverage, iron supplementation coverage, midwife ratio, primary health center radius, and area of residence were not significantly associated with LBW. The intraclass correlation coefficient decreased from 2.37% in the initial model to 1.92% in the final model, indicating variation in LBW occurrence across provinces, although most variation was observed at the individual level. LBW prevention should prioritize early detection and monitoring of high-risk pregnant women, particularly those with chronic energy deficiency, preeclampsia, short interpregnancy intervals, high-risk maternal age, and low economic status, accompanied by strengthened ANC quality and maternal nutrition interventions.
Read More
T-7567
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Juliana Omposunggu; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Yovsyah, Trihono, Toni Wandra
T-3254
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asep Rustandi Gojali; Anhari Achadi; Penguji: Purnawan Junadi, Trihono, Ganda Raja Partogi Sinaga, Astuti Yuni Nursasi
Abstrak: Tesis ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Indonesia Sehat denganpendekatan keluarga (PIS-PK) di Kabupaten Bandung tahun 2017. Proses implementasikebijakan dilihat dari unsur proses kebijakan, komunikasi, ketersediaan sumberdayatenaga, biaya, fasilitas yang dibutuhkan, proses disposisi, dan struktur birokrasi ditingkat dinas kesehatan dan di puskesmas. Selain itu peneliti juga menganalisa faktorkondisi sosial, ekonomi dan politik terkait peran dan dukunganstakeholder terhadapimplementasi program keluarga sehat ini. Desain penelitian ini adalah penelitiankualitatif dengan metode deskriptif eksploratif. Penelitian ini dilaksanakan di dinaskesehatan dan 12 puskesmas percontohan di wilayah Kabupaten Bandung. Metodepengambilan data menggunakan metode wawancara mendalam dan focus groupdiscussion(FGD) kepada beberapa informan yang dipilih (purposif sampling), informandari dinas kesehatan dan puskesmas serta melakukan trianggulasi data dengan telaahdokumen.Hasil penelitian didapatkan bahwa disposisi dan persepsi yang kurang dari pengambilkeputusan (key decision maker) di dinas kesehatan mengakibatkan kurangnya dukungandan komitmen sehingga memberikan dampak kurangnya komunikasi, tidakberjalannyakoordinasi, dan tidak jelasnya struktur birokrasi. Kurangnya komunikasi didinas kesehatan mempengaruhi proses perencanaan, pembiayaan, pelaksanaan sampaimonitoring evaluasi. Komunikasi yang kurang efektif mempegaruhi keterlibatan lintassektoral di tingkat Kabupaten Bandung.Implementasi program keluarga sehat di puskesmas tidak berjalan optimal. Hambatanutama implementasi di puskesmas karena keterbatasan tenaga dan anggaran. Meskipunsebagian besar puskesmas percontohan sudah melaksanakan beberapa tahapanpelaksanaan program, dari target pendataan keluarga yang ditetapkan sebesar 30 % ditahun 2017, hasil cakupan sementara hanya mampu mencapai kurang dari 5%.Disposisi dan komunikasi menjadi faktor yang sangat mempengaruhi implementasiprogram ditingkat dinas kesehatan. Sedangkan faktor ketenagaan dan pembiayaanmerupakan faktor penghambat utama implementasi program ditingkat puskesmas.Persepsi dan sikap dari organisasi profesi (PPNI dan IBI) dan institusi pendidikanterkait program ini cukup baik dan mendukung.Studi ini diharapkan mampu menjadi bahan masukan kepada dinas kesehatan untukmeningkatkan manajemen program terutama dalam proses komunikasi, koordinasi,perencanaan dan pembiayaan dan distribusi tenaga kesehatan dalam implementasiprogram.Kata kunci:Keluarga Sehat, Pendekatan Keluarga, Kebijakan Publik, Puskesmas.
Read More
T-5109
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive