Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Evida Veronika Manullang; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Besral, Vensya Sitohang, Soewarta Kosen
Abstrak: Abstrak

Tesis ini bertujuan untuk mengestimasi angka kematain bayi dan anak secara tidak langsung dan mengevaluasi keterbatasan-keterbatasan metodologi estimasi kematian bayi dan anak secara teoritik  dan empirik dan asumsi yang mendasari metode  perhitungan. Metode yang dipilih dalam penghitungan angka kematian bayi dan anak adalah metode Trussell. Angka kematian  bayi dan anak  secara tidak langsung adalah 43 per 1000 kelahiran hidup dan 14 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2003-2007. Keterbatasan metodologi secara teoritik bahwa responden adalah wanita usia subur yang masih hidup, sehingga mengecualikan mereka yang sudah meninggal pada saat survei tidak signifikan mempengaruhi angka kematian bayi dan anak . Keterbatasan metodologi secara empirik bahwa jumlah anak yang pernah dilahirkan  dan anak yang meninggal sangat tergantung pada daya ingat dari si ibu yang dapat dilihat dari rasio paritas antar kelompok tidak mengidentifikasi adanya  bayi yang pernah dilahirkan  tidak terlaporkan. Asumsi tingkat kematian dan fertilitas konstan selama beberapa tahun sebelum survei terpenuhi. Kata kunci : kematian bayi secara tidak langsung, estimasi.

The objectivity of this thesis is to estimate the infant and child mortality indirectly and to evaluate the methodology limitations of infant and child mortality estimation, theoretically and empirically, and also the assumptions underlying the calculations as well. The chosen method in calculating infant and child mortality was the Trussell method. Infant and child mortality indirectly rates were 43 per 1000 live births and 14 per 1000 live births in 2003-2007. Theoretically, methodological limitations was that the respondents were childbearing age women who were survive, therefore excluded those who had died during the survey did not significantly affect the infant and child mortality. The empirical methodology limitation was that the number of children ever born and children who had died was very dependent on the mother's memory which could be seen from the ratio of parity between the groups were not identifying  any unreported ever born baby. The assumption of constant mortality and fertility for several years before the survey was fulfilled. Key words: infant mortality indirectly, estimates

Read More
T-3523
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Citra Adiwidya; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Popy Yuniar, R. Vensya Sitohang
Abstrak:
Pandemi COVID-19 menyebabkan peningkatan perilaku bermain game sebesar 50,8%. Perilaku bermain game berisiko atas terjadinya Internet Gaming Disorder (IGD) yang berpotensi menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan dan psikososial, khususnya pada kelompok remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan telaah literatur secara sistematis mengenai faktor determinan kejadian Internet Gaming Disorder pada remaja selama pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah telaah literatur sistematis. Penelitian ini mencari literatur berbahasa Inggris atau Indonesia yang terbit dalam kurun waktu 11 Maret 2020 hingga 31 Oktober 2022 dengan memanfaatkan 4 online database yaitu PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan ProQuest. Berdasarkan penelusuran terdapat 15 literatur yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan gambaran prevalensi IGD pada remaja yang beragam mulai dari 3,2% di China hingga 22% di Italia. Sebagian besar literatur juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara stres dengan IGD, kecemasan dengan IGD, dan berbagai macam faktor keluarga dengan IGD, namun tidak ditemukan adanya hubungan antara faktor teman dengan IGD pada remaja. Hal tersebut dikarenakan tidak ditemukannya literatur yang sesuai kriteria inklusi terkait hubungan antara faktor teman dengan IGD pada remaja. Untuk itu, dapat dilakukan penelusuran atau penelitian lebih lanjut mengenai hubungan faktor teman dengan IGD pada remaja.

COVID-19 pandemic led to a 50.8% increase in gaming behavior. Gaming behavior is at risk to the occurrence of Internet Gaming Disorder (IGD) which has the potential to cause various kinds of health and psychosocial problems, especially in adolescents. This study aims to systematically review the literature on the determinants of Internet Gaming Disorder in adolescents during the COVID-19 pandemic. The method used in this study is a systematic literature review. This research looks for literature written in English or Indonesian that was published between March 11th 2020 to October 31st 2022 by utilizing 4 online databases, that include PubMed, ScienceDirect, Scopus, and ProQuest. Based on the search, there were 15 literatures that met the inclusion criteria. The results of this study show that the profile of IGD prevalence in adolescents varies from 3.2% in China up to 22% in Italy. Most of the literature shows that there are relationship between stress with IGD, anxiety with IGD, and various family factors with IGD, but no relationship was found between friend factors with IGD in adolescents. This is due to no literature met the inclusion criteria relating to relationship between friend factors with IGD in adolescents. Therefore, further research can be carried out to find out more about the relationship between friend factors with IGD in adolescents.
Read More
S-11271
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ketut Ngurah; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Ratna Djuwita, Korib Mondastri Sudaryo, Hari Santoso, Vensya
Abstrak:

Berdasarkan hasil analisis situasi masalah kesehatan, jumlah kasus diare di Kabupaten Kebumen dalam lima tahun terakhir menunjukan tren yang meningkat, dan dilihat dari angka kasus dan CFR diare masih sangat tinggi. Kemudian dari hasil evaluasi sistem surveilans diare diperoleh bahwa pelaksanaan sistem surveilans diare di Kabupaten Kebumen belum berjalan optimal, ini terlihat dari hasil persentase ketepatan waktu laporan mingguan diare tahun 2009 baru mencapai 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor motivasi petugas terhadap timeliness laporan mingguan diare. Penelitian ini menggunakan  desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden (total populasi). Faktor motivasi yang diteliti adalah motivasi intrinsik (pengetahuan, pendidikan, lama bertugas), dan motivasi ekstrinsik (insentif, fasilitas, tugas rangkap, sistem pelaporan, kumpulan bidan desa, SK Tim KLB, dan pelatihan). Hasil penelitian pada 35 responden diperoleh sebanyak 21 (60%) responden yang pengiriman laporan mingguan diare dari bulan Januari s/d Juni 2010 tidak tepat waktu (terlambat). Faktor-faktor motivasi yang berpengaruh terhadap timeliness laporan mingguan diare adalah beban tugas rangkap (OR=19,06; p=0,015; CI=1,771-205,139), tingkat pengetahuan (OR=15,92; p=0,02; CI=1,485170,750), dan sistem pelaporan (OR=5,72; p=0,064; CI=0,902-36,238). Kata Kunci : Timeliness, Motivasi, Intrinsik, Ekstrinsik, Diare.


Based on the results of situational analysis of health problems at Kebumen Distric, the number of cases of diarrhea shows increased at Kebumen in the last five years. Recently its the morbidity and mortality rate were still high. Mean while results of diarrhea surveillance system evaluation shows that performance of diarrhea surveillance system at Kebumen not optimal. Such as timely weekly reports of diarrhea in 2009 reached 20% (target ≥ 80%). This study aims to determine the relationship between motivation of surveilance officers and timeliness in diarrhea surveillance. This study uses cross sectional study design with a total sample of 35 respondents (total population). Motivation factors study were group in to intrinsic motivation (knowledge, education, length of duty), and extrinsic motivation (incentives, facilities, work loads, the reporting system, midwives meeting, decree of outbreaks team, and training). The results shows 21 (60%) respondents are sending weekly reports of diarrhea from January to June 2010 does not on time . Motivation factors which assosiated with timeliness diarrhea weekly reports are work loads (OR = 19.06; p=0,015; CI=1,771-205,139), knowledge (OR = 15.92; p=0,022; CI=1,485-170,750), and electronic reporting systems (OR=5.72; p=0,064; CI=0,902-36,238). Keywords : Timeliness, Motivation, Intrinsic, Exstrinsic, Diarrhea.

Read More
T-3283
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Satriani Sakti; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Dien Anshari, Sabarinah, Vensya Sitohang, Dwi Sulistyorini
Abstrak:
Pelajar merupakan kelompok berisiko tinggi untuk menyalahgunakan narkoba. Pemakaian narkoba sejak dini akan meningkatkan risiko terjadinya ketergantungan pada usia dewasa. Penyalahgunaan narkoba pada pelajar dipengaruhi oleh berbagai sistem yang melingkupi dirinya baik sistem keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan keluarga dan sosial terhadap penyalahgunaan narkoba pada pelajar. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional. Data bersumber dari Survei Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba pada Kelompok Pelajar dan Mahasiswa tahun 2016 dengan jumlah sampel 30.004 responden. Prevalensi penyalahgunaan narkoba tertinggi adalah pada pelajar SMA (2,4%) dan pelajar laki-laki (3,5%). Berdasarkan faktor perilaku, variabel yang berhubungan signifikan adalah merokok, konsumsi alkohol, dan seks pranikah. Berdasarkan faktor lingkungan sosial, variabel yang berhubungan signifikan adalah status pernikahan orangtua, kekerasan keluarga, dan kondisi lingkungan sosial. Berdasarkan faktor lingkungan yang dirasakan, variabel yang berhubungan signifikan adalah perilaku berisiko keluarga dan kehangatan keluarga. Berdasarkan karakteristik individu, variabel yang berhubungan signifikan adalah jenis kelamin, umur, dan tingkat pendidikan. Determinan yang paling dominan adalah perilaku konsumsi alkohol dengan AOR 7,5 (95% CI: 6,0 – 9,4) setelah dikontrol dengan variabel lainnya. Bagi pemerintah, diharapkan hasil penelitian ini dapat mendorong untuk mengoptimalkan program P4GN di Indonesia dan melakukan intervensi perilaku merokok, konsumsi alkohol, dan seks pranikah di lingkungan pendidikan. Bagi sekolah diharapkan dapat berinovasi dalam mengedukasi dan mensosialisasikan materi kesehatan reproduksi dan perilaku berisiko kesehatan. Bagi orangtua diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih baik dengan anak dan menciptakan keluarga yang harmonis dan kondusif dari perilaku berisiko.

Students are a high-risk group for drug abuse. Early drug use will increase the risk of dependence in adulthood. Drug abuse in students is influenced by various systems that surround them such as family system, peers, and social environment. The purpose of this study was to determine family and social determinants of drug abuse in students. Research using cross sectional study design. The data source was 2016 Survey on Drug Abuse and Trafficking in Student and Student Groups with a total sample of 30,004 respondents. The highest prevalence of drug abuse is among high school students (2.4%) and male students (3.5%). Based on behavioral factors, the variables that are significantly related are smoking, alcohol consumption, and premarital sex. Based on social environmental factors, variables that are significantly related are parents' marital status, family violence, and social environmental conditions. Based on perceived environmental factors, variables that are significantly related are family risky behavior and family warmth. Based on individual characteristics, variables that are significantly related are gender, age, and level of education. The most dominant determinant is alcohol consumption behavior with an AOR of 7.5 (95% CI: 6.0 – 9.4) after controlled by other variables. For the government, it is hoped that the results of this research can encourage optimizing the P4GN program in Indonesia and conducting interventions on smoking behavior, alcohol consumption, and premarital sex. Schools are expected to be able to innovate in educating and socializing reproductive health and health risk behavior. Parents are expected to be able to build better communication with their children and create a harmonious and conducive family from risky behavior.
Read More
T-6652
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwiena Tahar Sejati; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Prastuti Soewondo, Puput Oktamianti, Sri Andayani, Vensya R Sitohang
Abstrak:

Abstrak "Leave no one behind" adalah prinsip inti dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencapai kesehatan yang merata dan menyeluruh. Upaya ini ditujukan untuk mengatasi kesenjangan kesehatan dan menyediakan layanan berkualitas dan terjangkau bagi semua orang, terutama mereka yang paling rentan dan terpinggirkan, termasuk dalam layanan kesehatan gigi untuk orang dengan gangguan jiwa. Komunikasi adalah kunci keberhasilan perawatan. Diagnosa dan rencana perawatan yang sesuai membutuhkan komunikasi yang baik. Orang dengan gangguan jiwa seperti depresi berat dan skizofrenia menghadapi kendala komunikasi: depresi menyebabkan respons tertunda dan penyempitan pikiran, sementara skizofrenia menyebabkan disorganisasi pikiran dan bicara. Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia, merawat banyak pasien dengan gangguan jiwa, termasuk depresi berat dan skizofrenia. Diperlukan keterampilan komunikasi khusus selama perawatan untuk mencapai hasil yang sukses. Penelitian ini bertujuan menemukan pendekatan terbaik dalam berkomunikasi dengan pasien depresi berat dan skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri dari dokter gigi, pasien dengan gangguan jiwa, dan keluarga pasien. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif adalah dengan melibatkan kesabaran, empati, dan keterampilan mendengarkan aktif, sangat penting dalam keberhasilan perawatan gigi pada pasien dengan gangguan jiwa. Pengetahuan tentang kondisi psikologis pasien dan pelatihan komunikasi interpersonal bagi tenaga kesehatan juga penting untuk meningkatkan kualitas perawatan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi bagi tenaga kesehatan di rumah sakit jiwa guna meningkatkan efektivitas komunikasi dan hasil perawatan gigi pada pasien dengan gangguan jiwa. Kata Kunci: komunikasi, perawatan gigi dan mulut, gangguan jiwa, depresi berat, skizofrenia, fenomenologi.


Abstract "Leave no one behind" is a core principle of the World Health Organization (WHO) aimed at achieving comprehensive and equitable health. This effort seeks to address health disparities and provide quality and affordable services for everyone, particularly the most vulnerable and marginalized, including dental care services for individuals with mental disorders. Communication is key to successful treatment. Proper diagnosis and treatment planning require effective communication. Individuals with mental disorders such as severe depression and schizophrenia face communication challenges: depression leads to delayed responses and narrowed thinking, while schizophrenia causes disorganized thoughts and speech. Dr. H. Marzoeki Mahdi Mental Hospital in Bogor, the largest referral hospital in Indonesia, treats many patients with mental disorders, including severe depression and schizophrenia. Special communication skills are required during treatment to achieve successful outcomes. This study aims to identify the best approach to communicating with patients with severe depression and schizophrenia at Dr. H. Marzoeki Mahdi Mental Hospital in Bogor. The research employs a qualitative method with a phenomenological approach. Informants include dentists, patients with mental disorders, and their families. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results show that effective communication, involving patience, empathy, and active listening skills, is crucial in the success of dental care for patients with mental disorders. Knowledge of the patients' psychological conditions and interpersonal communication training for healthcare providers are also important in improving the quality of care. This study recommends the development of policies and training to enhance communication skills for healthcare providers in mental hospitals to improve communication effectiveness and dental care outcomes for patients with mental disorders. Keywords: Communication, Dental Care, Mental Disorders, Severe Depression, Schizophrenia, Phenomenology.

Read More
T-7123
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive