Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34454 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yunita Diana Sari; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Ratna Djuwita, Julianty Pradono, Sri Prihartini
Abstrak:

ABSTRAK

Penyakit jantung koroner merupakan pembubuh utama di negara maju maupunnegara berkembang. Salah satu faktor risiko utama penyebab arterosclerosis adalahhiperkolesterolemia yang ditunjukkan dengan peningkatan kadar kolesterol LDL.Perubahan pola hidup yang ditandai dengan kurangnya mengkonsumsi buah dansayuran serta banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak, merupakan salahsatu risiko terjadinya peningkatan kadar kolesterol LDL. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan asupan serat dengan kadar kolesterol LDL pendudukusia 25-65 tahun di Kelurahan Kebon Kalapa Bogor tahun 2013. Penelitian dilakukandengan desain cross sectional menggunakan data baseline Studi Kohor Faktor RisikoPenyakit Tidak Menular Badan Litbangkes tahun 2011. Analisis multivariatemenggunakan regresi logistik. Hasil analisis data diperoleh proporsi kolesterol LDLtinggi sebesar 78.3% dengan rata-rata kadar kolesterol 120 mg/dl. Rata-rata asupanserat sebesar 7 gram/hari dengan proporsi asupan serat <6.6 gram/hari sebesar 50.5%.Hasil multivariate menunjukkan asupan serat rendah merupakan faktor protektif (OR= 0.182) terhadap kadar kolesterol LDL tinggi setelah dikontrol oleh variabel umur,asupan lemak dan asupan protein nabati. Faktor determinan dalam model ini terhadapkadar kolesterol LDL adalah asupan protein nabati (OR = 13.356). Model ini mampumemprediksi kejadian kadar kolesterol LDL sebesar 79.4% dan sisanya dipengaruhioleh variabel lain yang tidak tercantun didalam model. Dengan melakukanpenyuluhan akan pentingnya mengkonsumsi makanan yang banyak mengandungserat merupakan salah satu upaya pencegahan terjadinya penyakit yang berhubungandengan arterocslerosis. Merubah pola makan dengan memperbanyak konsumsi buahakan mengurangi kadar kolesterol LDL dalam darah.

ABSTRACT

Coronary heart disease considers as one of the major killers both in developedand developing countries. One of the main risk factors that caused artherosclerosis ishypercholesterolemia which indicates by elevated LDL cholesterol level. Life stylechanging by lack of consuming fruits and vegetables while excess in consuming foodhigh in fat content considered one of risk to have elevated cholesterol level. The aimof this research is to identify the relationship between fiber consumption and thecontent of LDL cholesterol for the people of 25-65 years of age at Kebon KelapaVillage in Bogor on the Year of 2013. The research is conducted by Cross Sectional.The analytic design utilizes the baseline data from Cohort Study of ContagiousDisease Risk Factors of the Research and Development of Health Agency of theRepublic of Indonesia in the year of 2011. Stratification is used in analyzing data andcog regression is utilized in multivariate analysis. The analysis of the result obtainedthat the prevalence of LDL cholesterol is 78.3% with the average of cholesterolcontent 120 mg/dl. The average of daily fiber consumption is 7 gram/day with theproportion of fiber consumption <6.6 gram/day is 50.5%. The result of multivariateanalysis indicates that low fiber consumption considers as a protective factor(OR=0.182) toward high level of LDL cholesterol level after having controlled bysuch variables as age, consumptions of fat and vegetable protein. Determinant factorin this model toward LDL cholesterol content is the consumption of vegetable protein(OR=13.356). This model has the ability to predict in experiencing LDL cholesterollevel 79.4% and the remaining would be influenced by other factors that have notwritten down in the model. By educating the community about the important ofconsuming high fiber foods consider as one of the effort to prevent the occurrence ofdiseases relate with artherosclerosis. Changing the eating pattern by consuming morefiber will decrease the content of cholesterol level in the blood

Read More
T-4007
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isnaeni; Pembimbing: Helda; Penguji: Renti Mahkota, Felly Philips Sinewe
T-4076
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titi Indriyati; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Asri C. Adisasmita, Rustika, Edi Darma
T-4070
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Made Dewi Susilawati; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Ratna Djuwita, Dwi Gayatri, Dyah Santi Puspitasari, Lelly Andayasari
Abstrak:

Kriteria utama obesitas menurut WHO adalah IMT namun obesitas sentral lebih berhubungan dengan risiko kesehatan dibanding obesitas umum Tujuan penelitian untuk mendapatkan cut off point dari ketiga indikator dalam mendeteksi terjadinya DMT2. Juga untuk mengetahui hubungan obesitas dengan indikator IMT, LP dan rasio LP-TB dengan terjadinya DMT2 dan menentukan indikator mana yang lebih baik dari ketiganya. Desain Cross Sectional. menggunakan data sekunder. Analisis menggunakan regresi logistic dan metode ROC.

Hasil : prevalensi DMT2 9,1% dan prevalensi obesitas berkisar 38,37 % - 41,98 % Nilai cut off obesitas umum IMT ≥ 25,72 kg/m2, LP laki-laki ≥ 80,65 cm perempuan ≥ 80,85 cm dan LP-TB laki-laki ≥ 0,51 perempuan ≥ 0,55.

Kesimpulan : orang dengan obesitas meningkatkan risiko terjadinya DMT2 setelah dikontrol faktor umur. Karena hasil ketiga indikator tidak jauh berbeda, maka penggunaanya tergantung keputusan praktisi kesehatan itu sendiri.


The WHO's major obesity criteria is BMI but central obesity is more associated to health risks than general obesity. The objective of the research is to define the cut off points of the three measurements in detecting the occurrence of T2DM. It is also aimed to examine the relationship of obesity indicators (BMI, WC, and WHtR) with T2DM and determine the best indicator of them. Design of Cross Sectional employs secondary data. Analysis apply logistic model and ROC method.

The result: prevalence of type 2 DM is about 9.1%, and obesity prevalence is about 38.37 % to 41.98 %. The cut off values of BMI general obesity, male WC, female WC, male WHtR, and female WHtR are ≥ 25.72 kg/m2, ≥ 80.65 cm, ≥ 80.85 cm, ≥ 0.5, and ≥ 0,55 respectively.

Conclusion: adjusted by age, obesity increases the risk of type 2 DM occurrence. Since there is no significantly different result, the use of obesity indicators depends on the health practitioner decisions.

Read More
T-3747
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fara Irdini Azkia; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Nurhayati Adnan, Punto Dewo
Abstrak: Perubahan pola makan diketahui merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan obesitas dan penyakit kronis lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola konsumsi sayur, buah, dan makanan berisiko dengan obesitas sentral pada wanita usia 25-65 tahun. Penelitian ini menggunakan data baseline Studi Kohort PTM tahun 2011-2012 di Bogor, dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 2531 orang. Hasil penelitian menunjukkan 54% responden mengalami obesitas sentral dengan rata-rata lingkar perut sebesar 80,9 + 11,6 cm. Responden yang jarang mengonsumsi sayur dan buah lebih tidak berisiko untuk menjadi obesitas sentral dibandingkan dengan responden yang sering mengonsumsi sayur dan buah setelah dikontrol variabel usia dan status pernikahan (PR 0,907 : 95% CI 0,813 - 1,012 : p=0,081). Tidak terdapat perbedaan risiko antara responden yang sering dan jarang mengonsumsi makanan berisiko untuk menjadi obesitas sentral setelah dikontrol variabel usia dan status pernikahan (PR 1,038 : 95% CI 0,933 - 1,154 : p=0,498). Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pola konsumsi sayur, buah, dan makanan berisiko dengan obesitas sentral pada wanita usia 25-65 tahun. Upaya pencegahan obesitas sentral pada wanita dapat dilakukan dengan rutin mengontrol berat badan ideal sebelum usia 40 tahun dan mulai memperbaiki pola makan terutama bagi wanita yang sudah menikah. Kata Kunci: Obesitas Sentral, Pola Konsumsi, Wanita Change in dietary pattern is known to be one effort to control obesity and other chronic dise ases. The purpose of this study was to determine the relationship of consumption patterns of vegetables, fruits, and risk food with central obesity in women aged 25-65 years. This study used baseline data study of non-communicable diseases cases 2011-2012 in Bogor, with cross sectional study design. The sample size was 2531 people. The results showed 54% of respondents had central obesity with an average abdominal circumference of 80,9 + 11,6 cm. There was no statistically significant relationship between consumption patterns of vegetables, fruits, and risk foods with central obesity in women aged 25-65 years. Women who rarely consume vegetables and fruits are more at risk of becoming central obese than those who frequently consume vegetables and fruits after controlling for age and marital status variables (PR 0.907: 95% CI 0.813 - 1.012: p = 0.081). There was no difference risk of central obesity between women who rarely and frequently eat risky food after controlling for age and marital status variables (PR 1.038: 95% CI 0.933 - 1.154: p = 0.498). Prevention of central obesity in women can be done by routinely controlling the ideal body weight before 40 years old and begin to improve the diet quality, especially for married women. Key words: Central obesity, dietary pattern, women
Read More
T-5077
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Lestari; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Nasrin Kodim, Rustika, Djarot Harsono
T-4161
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jamaludin; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Yovsyah, Rustika, M. Sugeng Hidayat
Abstrak: Kardiomegali (pembesaran jantung) bukan suatu penyakit melainkan tanda dangejala dari kondisi medis lainnya. Kardiomegali bisa berupa dilatasi, hipertrofiatau dilatasi ventrikel. Kardiomegali lebih sering bersifat patologis. Sering kali tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal, keluhan akan dirasakan bila telahmemasuki tahap lanjut dan berakhir pada gagal jantung. Kardiomegali ditegakkan berdasarkan pemeriksaan foto sinar-x dada, yang dinyatakan dengan CTR ≥50%.Tujuan penelitian mengetahui hubungan obesitas terhadap kejadian kardiomegali.Menggunakan data sekunder dan disain cross sectional, hasilnya diperoleh hubungan obesitas terhadap kejadian kardiomegali, pada analisis multivariat dengan regresi Cox menunjukkan PR 3,5 (95% CI: 1,46-8,37) setelah dikontrol dengan umur, gender, riwayat hipertensi dan riwayat PJK. Terdapat interaksi obesitas dengan umur pada penelitian ini diuraikan dalam pembahasannya. Kesimpulan meskipun obesitas bukan sebagai penyebab tunggal dalam penelitianini, namun adanya kardiomegali dapat memperberat risiko gagal jantung danrisiko kematian yang perlu diwaspadai. Kata Kunci : kardiomegali, pembesaran jantung, obesitas
Cardiomegaly (enlarged heart/cardiac enlargement) is not a disease but a sign andsymptom of other medical conditions. It can be dilatation, hypertrophy, orventricular dilatation. It is more often pathological. It does not give rise tocomplaints, in early stage. The complaints will be felt when it has entered theadvance stage and ended in heart failure. Cardiomegaly established byexamination of chest x-rays, which is expressed by CTR ≥ 50%. The purpose ofthe study determine the relationship of obesity on the incidence of cardiomegaly.Using secondary data and cross-sectional design.The results is presence of therelationship of obesity on the incidence of cardiomegaly. Multivariate Coxregression analysis showed PR 3.5 (95% CI: 1.46 to 8.37) after adjusted for age,gender, history of hypertension and history of CHD. There is interaction ofobesity with age in this study are outlined in the discussion. Conclusions obesityis not sole cause in this study, but the presence of cardiomegaly may aggravate therisk of heart failure and alert to risk of mortality.Keywords : cardiomegaly, cardiac enlargement/enlarged heart, obesity
Read More
T-4156
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wagiran; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Ratna Djuwita, M. Sugeng Hidayat, Punto Dewo
T-4855
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purwo Setiyo Nugroho; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Putri Bungsu, Julianty Pradono, Punto Dewo
Abstrak:

ABSTRAK Nama :  Purwo Setiyo Nugroho Program Studi :  Magister Epidemiologi Judul :  Hubungan Diabetes Melitus Dengan Penyakit Jantung Koroner (Analisis Data Baseline Kohor PTM Tahun 2011). Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi yang berakibat munculnya penyakit lainnya. Penyakit kardiovaskuler merupakan penyakit terbesar pada penderita diabetes mellitus. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit kardiovaskuler terbanyak dibandingkan penyakit kardiovaskuler lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diabetes mellitus dengan penyakit jantung koroner pada studi data Baseline Kohor PTM Kementrian Kesehatan. Analisis yang digunakan adalah Cox Regression yang mengestimasi nilai Prevalens Ratio. Hasil analisis multivariat dengan menggunakan analisis cox regression mengungkapkan bahwa orang yang menderita diabetes melitus memiliki prevalens rasio sebesar 1,094 kali (p value 0,929 CI 95 % 0,149 – 8,026) dibanding responden yang tidak menderita diabetes melitus. Namun, hasil analisis ini menunjukkan bahwa hubungan diabetes melitus terhadap penyakit jantung koroner tidak signifikan dengan mempertimbangkan nilai p value > 0,05 dan 95 % Confidence Interval yang rentangnya melewati angka 1. Dalam peneltian ini minim terjadinya bias seleksi karena tidak missing data pada sampel eligible sebanyak 1937 responden. Begitu pula minim terjadinya bias informasi karena pengukuran variabel penelitian menggunakan alat ukur yang baku. Namun penelitian ini memiliki kelemahan dalam temporality sehingga hasil penelitian tidak dapat di justifikasi bahwa diabetes mellitus merupakan penyebab penyakit jantung koroner. Serta nilai asosiasi prevalence ratio bukan merupakan nilai risiko yang sebenarnya. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Penyakit Jantung Koroner, Baseline Kohor, Penyakit Tidak Menular


ABSTRACT Name :  Purwo Setiyo Nugroho Program :  Master of Epidemiology Title :  Association of Diabetes Mellitus With Coronary Heart Disease (Baseline Data Analysis of Non-Communicable Disease, 2011). Diabetes mellitus is a disease that can cause complications that lead to the emergence of other diseases. Cardiovascular disease is the biggest disease in patients with diabetes mellitus.  This study aims to determine the relationship of diabetes mellitus and coronary heart disease in the Baseline Data Non-Communicable Disease Cohort Study. The analysis is the Cox Regression estimate the Prevalence Ratio. Multivariate analysis using Cox regression analysis revealed that people suffering from diabetes mellitus have a prevalence ratio of 1.094 times (p value = 0.929 95% CI 0.149 to 8.026) than respondents who do not have diabetes mellitus. However, the results of this analysis showed that the association of diabetes mellitus against coronary heart disease is not significant considering p value <0.05 and 95% Confidence Intervals range is exceeded 1. This study the minimal selection bias because there is missing data on a sample of eligible total 1937 respondents. Similarly, the minimal bias variable measurement information for research using standard measurement tools. However, this study has weaknesses in temporality so that research results can not be justified that diabetes mellitus is a cause of coronary heart disease. Tthe value of association prevalence ratio is not the value of the actual risk. Keywords: Diabetes Mellitus, Coronary Heart Disease, Baseline Cohort, Non Communicable Disease

Read More
T-4835
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mukarramah; Pembimbing: Nasrin Kodim, Ratna Djuwita; Penguji: Edi Supriyatna, Puntodewo
Abstrak: Latar Belakang: Petani adalah kegiatan utama di daerah pedesaan. Hipertensi adalahgangguan kardiovaskular yang paling umum dan tantangan kesehatan masyarakat yangdiakibatkan dari transisi sosioekonomi, demografi, dan epidemiologis. Tujuan dari studi iniuntuk mengetahui hubungan dan kontribusi kolesterol LDL terhadap kejadian hipertensi.Metode: Desain dalam penelitian ini adalah studi cross sectional. Penelitian ini menggunakandata sekunder dari Siskohatkes (sistem komputerisasi haji terpadu kesehatan). Populasi sumberadalah seluruh jemaah haji yang bekerja sebagai petani di daerah pedesaan Provinsi SumateraSelatan. Sampel berjumlah 411 orang petani usia produktif (15-64 tahun). Variabel independenutama adalah kolesterol LDL dan dependen utama adalah hipertensi. Data dianalisismenggunakan univariat, bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda.Perhitungan dampak potensial menggunakan artibutable risk (AR%) sedangkan ukuran asosiasimenggunakan Odds ratio (OR)Hasil: Analisis multivariat model akhir dengan regresi logistik ganda, ada hubungan antarakolesterol LDL dengan hipertensi, P = .001, OR 2,284 dengan 95% CI (1,474-3,540) setelahdikontrol oleh usia dan IMT. Berdasarkan perhitungan dampak pottential menggunakan AR%didapatkan nilai sebesar 4,0 atau 40%. Artinya bahwa jika kadar kolesterol <160 mg / dl dapatmencegah hipertensi hingga 40% pada populasi.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kolesterol LDL dan hipertensi setelahdikontrol oleh umur dan IMT.Kata Kunci : Kolesterol LDL, Hipertensi, Petani, Rural.
Background: Farmers are the main activities in rural areas. Hypertension is the most commonand acquired cardiovascular disorder that can be acquired from socioeconomic, demographic,and epidemiological transitions. The purpose of this study was to determine asosiation andcontribution LDL cholesterol to hypertension.Method: The design in this study was a cross sectional study. This study used secondary datafrom Siskohatkes (computerized integrated haj computerized system). The population is allpilgrims who work as farmers in the rural areas of South Sumatra Province. Secret sample 411productive ages (15-64 years). The main independent variable is LDL and the major dependentis hypertension. Data were analyzed using univariate, bivariate and multivariate using multiplelogistic regression. Potential compensation uses a meaningless risk (AR%) while the measureuses the Odds ratio (OR)Result: Multivariate analysis of the final model with multiple regression, there was arelationship between LDL cholesterol with hypertension, P = 0.001, OR 2.284 with 95% CI(1,474-3,540) after intervention by time and BMI. Based on the trigger using AR%, get a valueof 4.0 or 40%. This means if the cholesterol level <160 mg / dl can prevent hypertension by40% in the population.Conclusion: There is a significant relationship between LDL cholesterol and hypertension afteradjusted age and BMI.Keywords: LDL cholesterol, Hypertension, Farmer, Rural.
Read More
T-5156
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive