Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30170 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.39, No.9, Sept. 2012: hal. 679. ( ket. ada di bendel 2011-2012)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Bowo Pramono
CDK 195, Vol.39, No.7
Jakarta : Kalbe Farma, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisa Felina; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Helda; Liza Puspadewi; Edi Supriyatna
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Lisa Felina Program Studi : Epidemiologi Judul : Hubungan obesitas sentral dengan gangguan fungsi ginjal pada jemaah Haji penderita diabetes melitus tipe 2 (Analisis data sekunder Siskohatkes Shar’i tahun 1438 H / 2017 M) Latar belakang: Gangguan fungsi ginjal pada tahap awal sangat jarang diketahui karena belum memunculkan tanda dan gejala. Saat gangguan fungsi ginjal berkembang progresif dan muncul penyakit ginjal terminal hingga hemodialisis akan menyebabkan status kesehatan jemaah haji menjadi risiko tinggi dan dapat menjadi tidak memenuhi syarat istithaah. Perlu dilakukan evaluasi lebih awal dengan mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan fungsi ginjal seperti obesitas sentral untuk mendapatkan upaya pencegahan dan intervensi yang lebih menguntungkan. Tujuan: Mengetahui prevalensi gangguan fungsi ginjal dan hubungan obesitas sentral dengan gangguan gangguan fungsi ginjal pada jemaah haji penderita DM tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional terhadap 2.106 jemaah haji yang menderita DM tipe 2. Subyek diperoleh dari data sekunder Siskohatkes Shar’i Puskeshaji Kemenkes RI tahun 1438 H / 2017 M. Semua subyek dilakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit rujukan. Estimasi nilai LFG menggunakan persamaan CKD EPI untuk menentukan fungsi ginjal. Obesitas sentral ditentukan menggunakan indeks lemak visceral. Analisis menggunakan regresi logistik multivariat. Hasil: Nilai rata-rata estimasi LFG 78,63 ml/menit/1,72 m 2 . Prevalensi gangguan fungsi ginjal pada jemaah haji yang menderita DM tipe 2 sebesar 39,55%. Prevalensi gangguan fungsi ginjal pada Jemaah haji penderita DM tipe 2 dengan obesitas sentral adalah 29,17%. Obesitas sentral berhubungan signifikan secara statistik dengan gangguan fungsi ginjal pada jemaah haji penderita DM tipe 2. Nilai adjusted OR sebesar 1,45 (95% CI 1,19 – 1,77). Kesimpulan: Prevalensi gangguan fungsi ginjal pada jemaah haji yang menderita DM tipe 2 sebesar 39,55%. Obesitas sentral berhubungan secara signifikan dengan gangguan fungsi ginjal pada jemaah haji yang menderita DM tipe 2. Kata kunci: gangguan fungsi ginjal, obesitas sentral, indeks lemak visceral, jemaah haji


ABSTRACT Nama : Lisa Felina Program Studi : Epidemiologi Judul : Association of central obesity with renal function impairment among Indonesian pilgrim with type 2 diabetes mellitus (Siskohatkes Shar’i secondary data analysis year 1438 H / 2017 M) Background: Impaired renal function in the early stages often not raised signs and symptoms. End-stage renal disease with hemodialysis will cause Indonesian pilgrims in high risk health status and does not meet istithaah requirements. Early detection of risk factors such as central obesity might be directed to benefit prevention dan intervention. Objective: to estimate the prevalence of renal function impairment in type 2 DM and the association of central obesity with renal function impairment among Indonesian pilgrim with type 2 DM based on Siskohatkes shar’i 1438 H / 2017 M. Methods: This cross sectional studi consisted of 2.106 Indonesian pilgrims with type 2 DM. The data was obtained from Siskohatkes 2017 of Pilgrimage Health Center, Ministry of Health. The variable data analyzed were creatinin serum, anthropometric, age, gender, smoking, family history of end-stage renal disease, blood pressure, HDL, LDL, trigliserida and uric acid. Renal function impairment was defined according to Chronic Kidney Disease Epidemiology Collaboration (CKD-EPI) equation to estimate Glomerulus Filtration Rate (eGFR). Central obesity was determined using visceral adiposity index (VAI). Multivariable logistic regression was used to analyze the association of central obesity and renal function impairment. Result: The prevalence of renal function impairment in Indonesia pilgrim with type 2 DM was 39,55%. The mean of eGFR was 78,63 ml/min/1,72 m 2 . Central obesity was associated with renal function impairment (adjusted OR = 1,45; 95% CI 1,19–1,77). Conclusion: The prevalence of renal function impairment in Indonesia pilgrim with type 2 DM was 39,55%. Central obesity was associated with renal function impairment. Kata kunci: renal function impairment, central obesity, visceral adiposity index, pilgrim

Read More
T-5138
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
MJKI Th.XXXVI, No.5
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Santi Purna Sari; Promotor: Budi Hidayat; Kopromotor: Mardiati Nadjib, Pradana Soewondo; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sarika, Hasbullah Thabrany, Retnosari Andrajati
Abstrak:
Diabetes melitus sebagai penyakit kronis dengan prevalensi tinggi, memerlukan biaya besar sehingga menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia. Terapi kombinasi metformin dengan obat lini kedua semakin meningkat saat ini terutama dengan golongan obat baru seperti penghambat dipeptidil peptidase-4 (DPP-4i). Peningkatan penggunaan obat baru yang lebih mahal seiring dengan peningkatan insiden diabetes melitus tipe 2, secara signifikan berdampak terhadap belanja kesehatan suatu negara, termasuk Indonesia. Penelitian terkait efektivitas biaya terapi kombinasi metformin-DPP4i dan metformin+sulfonilurea selayaknya tersedia di Indonesia, mengingat data biaya dan efektivitas sangat ideal jika menggunakan data primer dari negara sendiri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas biaya terapi kombinasi metformin-DPP4i dan metformin+sulfonilurea pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan data dari rekam medis dan sistem informasi rumah sakit. Sampel penelitian terdiri dari 60 pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan yang mendapatkan terapi kombinasi metformin+DPP4i dan 30 pasien metformin+sulfonilurea periode Januari 2018-Juni 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan efektivitas terapi kombinasi dalam pencapaian HbA1c<7% tanpa hipoglikemia sebesar 36,6% dengan perbedaan total biaya terapi Rp.2.340.768, sehingga diperoleh Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) sebesar Rp.63.955/1% efektivitas. Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap efektivitas tersebut adalah durasi dan komplikasi setelah dikontrol oleh variabel pekerjaan, pola konsumsi dan indeks masa tubuh, dan penggunaan antidiabetik oral lainnya. Model Markov dibangun berdasarkan progresivitas penyakit diabetes melitus dengan time horizon 25 tahun, sehingga diperoleh hasil bahwa penggunaan terapi metformin+DPP-4i memberikan tambahan tahun hidup berkualitas yang disesuaikan (QALY) selama 2,29 tahun. Terapi kombinasi metformin+DPP4i cost effective untuk pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai ICER Rp.24.948.213/QALY dibawah threshold Rp.172.282.122. Perlunya kebijakan di tingkat Kementerian dan Lembaga untuk mendukung pelaksanaan studi evaluasi ekonomi menggunakan real world data sehingga menjamin akses data yang berkualitas

Diabetes melllitus is one of the most prevalent and costly chronic diseases globally, thereby being a major public health problem worldwide. The combination of metformin with a second-line treatment regimen is increasing, in particular with newer drug - Dipeptidyl peptidase-4 inhibitors (DPP-4i). The choice of high cost treatment regimen and the incidence of type-2 diabetes mellitus (T2DM) impose an economic burden on national health expenditure worldwide, including Indonesia. Thus, a cost-effectiveness evidence for the use of Metformin+DPP-4i should be conducted in Indonesia, considering data collection from our own country and in comparison with the combination use of Metformin + Sulfonylurea. This study assessed the cost-effectiveness of dipeptidyl peptidase-4 inhibitors compared to sulfonylureas in combination with metformin in patients with T2DM. This retrospective cohort study utilized data from medical records and hospital information system. Statistical analysis comparing those treatments was then performed utilising multivariate regression and Markov models. 60 outpatients with T2DM and a filled prescription for a combination treatment of either a DPP-4 inhibitor or 30 a sulfonylurea together with metformin during the time period January 2018 to end of June 2019 were identified. Of the 90 patients, 36,6% achieved endpoint of an HbA1c <7% without hypoglycemia, calculating incremental cost of Rp.2,340,768. Thus, the incremental cost-effectiveness ratio (ICER) was Rp.63,955/1% effectiveness. When applying logictic regression analysis, the study revealed that variables associated with the effectiveness included duration of diabetes and diabetes-related complications correlating with other factors such as occupation, dietary patterns, body mass index and others oral antidiabetic. A Markov model was constructed with a 25-year time horizon observing disease progress status. Therefore, metformin+DPP-4i therapy would provide an additional 2.29 years of quality adjusted life years (QALY). Metformin + DPP4i combination therapy is cost effective for type 2 diabetes mellitus patients with an ICER of Rp.24,948,213/QALY below the threshold of Rp.172,282,122. Requirement of policy at Ministry or Institution level to ensure proper quality data access will help carry out economic evaluation research using real world data.
Read More
D-466
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imam Rasjidi; Promotor: Bambang Sutrisna; Ko-promotor: M. Farid Aziz, Akmal Taher; Penguji: Syahrizal Syarif, Soewarta Kosen, Laila Nuranna, Chaidir A Mocthar, Ratna Djuwita, Mondastri Korib Sudaryo, Bambang Sutrisna, Farid Aziz, Akmal Taher
D-223
Depok : FKM-UI, 2008
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dany Hilmanto ... [et al]
MKI Vol.56, No.4
Jakarta : IDI, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Yusuf Nasution
CDK No.132, 2001
Jakarta : Kalbe Farma, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Fitriana Haque; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Trini Sudiarti, Ruri Harini
Abstrak: Skripsi ini membahas hubungan antara faktor pelayanan kesehatan dan faktorlainnya dengan kepatuhan diet DM pada anggota Persadia penyandang DiabetesMelitus (DM) tipe 2 di wilayah Depok Tahun 2013. Penelitian ini dilakukanberdasarkan kenyataan tingkat pengontrolan penyandang DM di daerah Depokyang masih tergolong buruk sehingga kepatuhan menjalankan diet sebagai salahsatu cara penanganan diabetes perlu diteliti. Penelitian ini menggunakan disaincross sectional dengan melibatkan 90 anggota Persadia penyandang DM tipe 2 diwilayah depok yang didapat dengan purposive sampling. Pengumpulan datadilakukan melalui wawancara dengan kuesioner, form food recall 24 jam dankuesioner daftar makananan yang tidak dianjurkan serta pengukuranantropometri. Kunjungan konsultasi gizi merupakan satu-satunya variabel yangmemiliki hubungan dengan kepatuhan menjalankan diet DM. Responden yangmemilliki kunjungan konsultasi gizi teratur memiliki peluang 4,534 kali lebihpatuh mengikuti rekomendasi diet dibandingkan responden dengan kunjungankonsultasi gizi tidak teratur. Disarankan adanya peran aktif penyandang DM tipe2, keluarga, Persadia Cabang Depok, Puskesmas maupun Rumah Sakit untukmembantu meningkatkan jumlah kunjungan gizi yang dilakukan oleh penyandangDM, baik itu dengan memberikan dukungan maupun menyelenggarakan kegiatanbersifat edukatif dan aplikatif untuk meningkatkan motivasi dan efikasi diripenyandang DM untuk menjalankan anjuran diet.
Kata Kunci: diabetes melitus, karakteristik individu, kepatuhan diet, pelayanankesehatan, psikososial
The study discussed about association health services factor and other factorswith dietary adherence in the Type 2 Diabetes Member of Persadia Depok in2013. This study was conducted based on the fact that the level of glycemiccontrol at diabetitian in Depok is still quite poor so that dietary adherence as away of managing diabetes need to be investigated. This study was using a crosssectional design that involving 90 respondents which is obtained by purposivesampling. Data were collected through interview referring questionnaire, a foodrecall 24 hours, list of non-recommended food questionnaire, and antropometricmeasurements. Nutritional counseling was the only one variabel that related todietary adherence. Respondents who has a regular nutritional counseling are 4,534times more likely to follow diet reccomendations than respondents with irregularindividual nutrition counseling. Therefore, it suggested the Type 2 DiabetesMember of Persadia Depok, Family, Persadia Organization, Public Health Centerand Hospital contribute to help increasing the number of times patient receiveddiabetes nutrition counseling, either to provide support or hold educational andapplicable activities to improve personal motivation and self efficacy in Type 2Diabetes Member of Persadia Depok to follow dietary reccomendations.
Keywords: diabetes mellitus, individual characteristics, dietary adherence, healthservices, psychosocia
Read More
S-7766
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arsiwenni Saraswati Adji
MJKI No.2
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive