Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37123 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sulistyoning Rahayu; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahyani Budi Utami, Suwito
S-7994
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Heru Susanto; Pembimbing: Wiku Bawono Adisasmita; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Prayudhy Yushananta, Bermansyah
T-2612
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathonah; Pembimbing: Surya Ede Darmawan; Penguji: Sandi Iljanto, Dumilah Ayuningtyas, Isnin, Marlina Widyadewi
T-3107
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dermala Sari; Pembimbing: Sri Tjahyani Budi Utami; Penguji: I Made Djaja, Rina F. Bahar
S-7481
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Paripurna Harimuda Sediyono; Pembimbing: Sandi Iljanto
T-861
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisa Kamila; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Kurnia Sari, Wahyu Sulistiadi, Tati Suryati, Herlinawati
T-4604
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abd. Rachman Rosidi; Pembimbing: Wiku B. Adisasmito; Penguji: Sandi Iljanto, Pujiyanto, Nanang Wardhana, Iid Rochendy
T-2356
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elrista Layamidesi; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Pujiyanto, Anhari Achadi, Novianto Gozali, Endang Burni Prasetyowati
Abstrak: Kebijakan pengendalian demam berdarah dengue (DBD) yang telah berjalan sejak tahun 1992 tidak membuat Indonesia bebas DBD bahkan wilayah endemis DBD semakin meluas. Hingga tahun 2012 Kota Bengkulu merupakan penyumbang DBD yang besar di Provinsi Bengkulu. Dalam pelaksanaan kegiatan pengendalian DBD, Kota Bengkulu berpedoman langsung pada kebijakan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Dalam pelaksanaannya, beberapa kegiatan tidak dilakukan oleh Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan pengendalian DBD mulai tingkat pusat hingga Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan arah evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan pengendalian DBD di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu dan Kementerian Kesehatan. Metode analisa yang digunakan adalah content analysis dengan melakukan proses triangulasi. Hasil analisa yang didapat menunjukkan bahwa Kementerian Kesehatan sudah melakukan pengendalian DBD sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan. Provinsi Bengkulu juga sudah melaksanakan hanya saja tidak ada peran pemerintah provinsi melalui APBD terutama tahun 2013 dan 2014. Pelaksanaan kebijakan pengendalian DBD di Kota Bengkulu tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan disebabkan penyampaian informasi mengenai kebijakan yang kurang baik, kurangnya dukungan sumber daya manusia dan anggaran serta sarana dan prasarana. Kata Kunci : Demam berdarah dengue, pelaksanaan kebijakan, Kota Bengkulu
Read More
T-4302
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Syawallita Koestika; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Kurnia Sari, Ajeng Tias Endrati
Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu ancaman kesehatan global dengan angka insiden yang terus meningkat, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Upaya konvensional seperti fogging dan larvasida sering kali kurang efektif dan berdampak negatif pada lingkungan. Salah satu solusi inovatif yang diusulkan adalah teknologi Wolbachia, yang bekerja dengan menginfeksi nyamuk Aedes aegypti untuk menghambat replikasi virus dengue. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknologi Wolbachia dalam mengurangi angka kejadian DBD di berbagai negara melalui metode literature review. Data dikumpulkan dari 21 artikel yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2019-2024, dengan menggunakan strategi pencarian terstruktur pada basis data seperti Scopus, PubMed, dan Springer Link. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Wolbachia di negara-negara seperti Indonesia, Singapura, Brazil, dan Australia berhasil menurunkan insiden DBD secara signifikan, dengan penurunan hingga 77% di wilayah intervensi. Namun, terdapat tantangan seperti distribusi tidak merata, adanya stigma Masyarakat yang kurang baik terkait program, serta kebutuhan sumber daya yang besar untuk produksi dan pelepasan nyamuk secara massal. Kesimpulannya teknologi Wolbachia merupakan metode pengendalian vector yang efektif dalam menurunkan angka kejadian demam berdarah dengue namun keberhasilanya membutuhkan dukungan kebijakan yang kuat, edukasi masyarakat, serta pemantauan jangka panjang untuk memastikan dampaknya yang optimal. Penelitian ini merekomendasikan adopsi kebijakan nasional untuk memperluas implementasi teknologi Wolbachia di Indonesia sebagai bagian dari strategi pengendalian DBD
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the global health threats with an increasing incidence rate, particularly in tropical regions such as Indonesia. Conventional efforts such as fogging and larvicides are often less effective and have negative environmental impacts. One proposed innovative solution is Wolbachia technology, which works by infecting Aedes aegypti mosquitoes to inhibit the replication of the dengue virus. This study aims to analyze the implementation of Wolbachia technology in reducing DHF incidence in various countries through a literature review method. Data were collected from 21 articles published between 2019-2024 using a structured search strategy on databases such as Scopus, PubMed, and Springer Link. The study results show that the application of Wolbachia in countries such as Indonesia, Singapore, Brazil, and Australia has significantly reduced DHF incidence, with up to a 77% reduction in intervention areas. However, challenges remain, such as uneven distribution, social stigma associated with the program, and the substantial resources required for mass production and release of mosquitoes. In conclusion, Wolbachia technology is an effective vector control method for reducing dengue fever incidence; however, its success requires strong policy support, community education, and long-term monitoring to ensure optimal impact. This study recommends the adoption of national policies to expand the implementation of Wolbachia technology in Indonesia as part of the dengue control strategy.
Read More
S-11826
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive