Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38429 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Eka Safrita Octaviana; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra
S-8006
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmalinda Zahara; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Ida Ruslita
S-6591
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hannah Silvia; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, ingrid S. Surono
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungandengan konsumsi pangan probiotik pada mahasiswi Program Studi Gizi FakultasKesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2011. Penelitian ini adalahpenelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional danpengambilan sampel dilakukan dengan cara sampel jenuh pada mahasiswiProgram Studi Gizi seluruh angkatan. Hasil penelitian menunjukkan konsumsiterakhir pangan probiotik pada > 4 minggu lalu sebesar 37,4%, disusul olehresponden yang mengonsumsi pangan probiotik pada < 2 minggu lalu yakni34,6%, konsumsi 2-4 minggu lalu sebesar 27,9%. Pihak yang menganjurkankonsumsi adalah inisiatif sendiri yakni 86,3%, sebagian besar mengakumerasakan manfaat dari konsumsi probiotik yakni 56,9%, tidak melihatsaran/petunjuk pemakaian produk yakni sebesar 72,1%, dan respondenmengkonsumsi dua merek produk pangan probiotik sebesar 50,3%. Rata-rata skorpengetahuan responden mengenai probiotik adalah 38,84 poin dari skor maksimal80 poin. Sebanyak 44,7% memiliki uang saku Rp.0-Rp 500.000, memiliki skoraktivitas fisik 0,7184, tidak memiliki riwayat konstipasi dalam satu bulan terakhirsebesar 83,1%, dan memiliki rata-rata frekuensi keterpaparan media promosimengenai probiotik sebanyak 29,15 kali dalam satu bulan.Hubungan yang bermakna hanya ditemui pada variabel aktivitas fisik(p=0,016), sedangkan variabel lainnya tidak memiliki hubungan yang signifikanyakni hubungan konsumsi pangan probiotik sebagai variabel dependent denganpengetahuan (p=0,173), besar uang saku (p=0,695), riwayat konstipasi dalam satubulan terakhir (p=0,915), dan media promosi probiotik (p=0,833) sebagai variabelindependen. Dibutuhkan penelitian lanjutan pada kelompok usia yang berbedadengan penambahan variabel penelitian seperti kebiasaan makan.Kata kunci: pangan probiotik
This study aims to determine the factors associated with the consumptionof probiotic foods in female students of Nutrition Program of Public HealthFaculty at the University of Indonesia in 2011. This study is a quantitative studyusing cross-sectional study design and sampling is done by saturated sampling ofstudents at Nutrition Program Study throughout the year. The result showed finalconsumption of probiotic foods in > 4 weeks ago are 37,4%, followed byrespondents who consumed probiotic foods at < 2 weeks ago are 34,6%,consumption of 2-4 weeks ago are 27,9%. Students that promote the consumptiontheir own initiative are 86,3%, most claim to feel the benefits of probiotic foodsconsumption are 56,9%, did not see a suggestion/user of products are 72,1%, andthe respondents consume two brands of probiotic food products are 50,3%. Anaverage score of knowledge about probiotics is 38,84 points from 80 maximumpoints. A total of 44,7% had an allowance (per month) of Rp.0-Rp.500.000, anaverage score of physical activity are is 0,7184, no history of constipation in thepast month are 83,1%, and has an average 29,15 time in a month of exposure tomedia promotion of probiotics.A significant association was only found on the variable of physicalactivity (p=0,016), whereas other variables had no significant relationship whichis the relationship of food consumption of probiotic foods as a dependent variablewith knowledge, (p=0,173), large pocket money (p=0,695), history of constipationin the past month (p=0,915), and media promotion (p=0,833) as independentvariables. Further research is needed in different age groups with the addition ofthe study variables such as eating habit.Key words: probiotic foods
Read More
S-7664
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusi Syamisa Cassandra; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Engkus Kusdianr Achamd, Rita Ramayulis
S-6633
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfi Puspa Nabilah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Tria Astika Endah Permatasari
Abstrak:
Konstipasi fungsional merupakan salah satu masalah gastrointestinal yang paling umum terjadi. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa konstipasi fungsional juga banyak dialami oleh kelompok mahasiswa. Dampak konstipasi fungsional pada mahasiswa tidak dapat diabaikan, seperti menimbulkan perasaan tidak nyaman secara fisik dan psikososial yang berakibat pada menurunnya produktivitas dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui proporsi kejadian konstipasi fungsional dan hubungan antara beberapa faktor risiko dengan kejadian konstipasi fungsional pada mahasiswa S1 Reguler FKM UI tahun 2023. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kejadian konstipasi fungsional. Variabel independen dalam penelitian ini antara lain asupan serat pangan, asupan cairan, aktivitas fisik, jenis kelamin, stres, dan kualitas tidur. Penelitian ini dilakukan mulai Juli-Desember 2023 dengan metode penelitian kuantitatif dan desain studi cross-sectional. Responden penelitian ini merupakan mahasiswa aktif S1 Reguler FKM UI angkatan 2020-2022 sejumlah 122 orang yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner secara daring melalui Google Form. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher-Exact. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan proporsi konstipasi fungsional sebesar 18,9%. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara asupan serat pangan, asupan cairan, aktivitas fisik, jenis kelamin, stres, dan kualitas tidur dengan kejadian konstipasi fungsional pda mahasiswa S1 Reguler FKM UI 2023. Meskipun begitu, terdapat kecenderungan bahwa kejadian konstipasi fungsional lebih banyak dialami oleh mahasiswa yang memiliki asupan serat pangan kurang dan asupan cairan kurang. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan meningkatkan konsumsi serat pangan dan cairan serta menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.

Functional constipation is one of the most common gastrointestinal disorders. Recent research shows that funstional constipation also occurs in student groups. The impact of functional constipation on students cannot be ignored, as it causes feelings of physical and psychosocial discomfort, resulting in decreased productivity and quality of life. This study aims to determine the proportion of functional constipation and the relationship between several risk factors with functional constipation among undergraduate students of the Faculty of Public Health, University of Indonesia, in 2023. The dependent variable of this study is functional constipation. The independent variables in this study include dietary fiber intake, fluid intake, sex, physical activity, stress level, and sleep quality. This research was conducted from July to December 2023 using quantitative methods and a cross-sectional study design. Respondents for this study were 122 active regular undergraduate students of FKM UI form the class of 2020-2022, selected through a simple random sampling technique. Data were obtained by filling out online questionnaires via Google Forms. Data were analyzed through univariate and bivariate analyses using the Chi-Square test and Fisher-Exact test. Based on the results, it was found that the proportion of functional constipation was 18,3%. The results of bivariate analysis showed that there was no significant relationship between dietary fiber intake, fluid intake, sex, physical activity, stress level, and sleep quality with functional constipation in regular undergraduate students at FKM UI in 2023. However, this research suggests that there is a tendency for functional constipation to be more frequent in students with lower dietary fiber intake and less fluid intake. Therefore, students are encouraged to increase their consumption of dietary fiber and fluids and adopt a healthier lifestyle
Read More
S-11523
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Patricia Satryo; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Tria Astika
Abstrak:
Kekuatan genggam tangan adalah kemampuan maksimal otot fleksor dan lengan bawah dalam menghasilkan gaya isometrik. Pengukuran kekuatan genggam tangan menggunakan electronic hand dynamometer merek Camry. Berdasarkan penelitian sebelumnya, prevalensi kekuatan genggam kategori buruk pada mahasiswi Gizi FKM UI Angkatan 2022 sebesar 77,7%. Kekuatan genggam yang buruk berdampak pada kesehatan dan menjadi penanda rendahnya tingkat kebugaran seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi, karbohidrat, protein, lemak, kalsium, magnesium, vitamin D, zat besi, massa otot, persentase massa lemak, olahraga angkat beban, kualitas tidur, dan tingkat stres dengan kekuatan genggam tangan pada 99 mahasiswi Gizi FKM UI tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kekuatan genggam rendah sebesar 32,3%. Terdapat hubungan signifikan antara massa otot, persentase massa lemak, dan olahraga angkat beban dengan kekuatan genggam tangan (p-value < 0,05). Namun, variabel asupan zat gizi, kualitas tidur, dan tingkat stres tidak menunjukkan hubungan signifikan. Oleh karena itu, mahasiswi diharapkan lebih memperhatikan komposisi tubuh dan melakukan olahraga angkat beban. FKM UI diharapkan mengintegrasikan edukasi terkait pentingnya kekuatan genggam, komposisi tubuh, dan kebiasaan olahraga angkat beban. Selain itu, FKM UI diharapkan melakukan pemeriksaan rutin terkait kekuatan genggam tangan dan komposisi tubuh serta menyediakan fasilitas olahraga angkat beban seperti fitness center. Penelitian selanjutnya disarankan mempertimbangkan jumlah sampel yang lebih besar dan cakupan penelitian yang lebih luas serta mempertimbangkan penggunaan indikator kekuatan genggam yang telah disesuaikan dengan Indeks Massa Tubuh dan indicator massa otot yang telah disesuaikan dengan tinggi badan.

Handgrip strength is the maximum ability of the forearm flexor muscles to generate isometric force. Handgrip strength was measured using a Camry electronic hand dynamometer. Based on a previous study, the prevalence of poor handgrip strength among Nutrition Students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, Class of 2022 was 77.7%. Low handgrip strength has adverse health implications and may indicate a low level of physical fitness. This study aimed to examine the associations of energy, carbohydrate, protein, fat, calcium, magnesium, vitamin D, and iron intake, muscle mass, body fat percentage, weightlifting exercise, sleep quality, and stress level with handgrip strength among 99 female Nutrition students of the Faculty of Public Health Universitas Indonesia, in 2026. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The results showed that the prevalence of low handgrip strength was 32.3%. Significant associations were found between muscle mass, body fat percentage, and weightlifting exercise with handgrip strength (p-value < 0.05). However, dietary intake variables, sleep quality, and stress levels were not significantly associated with handgrip strength. Therefore, female students are encouraged to pay greater attention to their body composition and engage in resistance training. The Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, is expected to integrate education regarding the importance of handgrip strength and body composition and to provide weightlifting facilities. Future studies are recommended to include larger sample sizes and broader study populations, as well as to use handgrip strength indicators adjusted for Body Mass Index and muscle mass indicators adjusted for height.
Read More
S-12368
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ismiyati Nur Fadhilah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Triyanti, Fajrinayanti
Abstrak:
Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan perilaku yang terjadi secara berulang selama fase luteal siklus menstruasi, atau sekitar 7-14 hari sebelum menstruasi, dan umumnya mereda saat dimulainya menstruasi. Sebuah studi meta-analisis yang dilakukan di Asia melaporkan prevalensi premenstrual syndrome pada kelompok mahasiswi mencapai 50,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian premenstrual syndrome pada mahasisiwi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Data dikumpulkan dalam dua tahap, yaitu secara daring (tahap 1) dan luring (tahap 2) yang diikuti 130 responden. Sebanyak 54,6% responden mengalami gejala berat premenstrual syndrome, sedangkan 45,4% mengalami gejala ringan. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga, tingkat stres, dan usia menarche dengan kejadian premenstrual syndrome. Sementara itu, diketahui bahwa obesitas sentral serta frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis, asin, berlemak, dan berkafein tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian premenstrual syndrome. Untuk meminimalisasi kejadian premenstrual syndrome, dibutuhkan intervensi edukatif mengenai pentingnya manajemen stres dan perbaikan gaya hidup.

Premenstrual Syndrome (PMS) is a cluster of physical, psychological, and behavioral symptoms that recur during the luteal phase of the menstrual cycle, or approximately 7–14 days before menstruation, and generally subside at the onset of menstruation. A meta-analysis conducted in Asia reported a prevalence of premenstrual syndrome among female college students reaching 50.3%. This study aims to identify factors associated with the occurrence of premenstrual syndrome among female students at the Faculty of Public Health, University of Indonesia in 2026. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional study design. Data were collected in two phases, online (Phase 1) and in-person (Phase 2), involving 130 respondents. A total of 54.6% of respondents experienced severe premenstrual syndrome symptoms, while 45.4% experienced mild symptoms. Bivariate analysis showed a significant association between family history, stress levels, and age at menarche with the occurrence of premenstrual syndrome. Meanwhile, it was found that central obesity and the frequency of consumption of sweet, salty, fatty, and caffeinated foods and beverages were not significantly associated with the occurrence of premenstrual syndrome. To minimize the occurrence of premenstrual syndrome, educational interventions regarding the importance of stress management and lifestyle improvements are needed.
Read More
S-12409
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puri Delanauva; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Triyanti, Trini Sudiarti
Abstrak:
Konstipasi fungsional merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya gangguan pada sistem pencernaan, di mana tekstur feses menjadi keras dan frekuensi buang air besar menjadi jarang. Faktor yang berhubungan dengan kejadian konstipasi fungsional banyak ditemukan pada pekerja kantoran, termasuk tenaga kependidikan, seperti gaya hidup tidak sehat, antara lain rendahnya asupan serat dan cairan, tingginya asupan natrium, aktivitas fisik yang rendah, durasi duduk yang tinggi, serta durasi tidur yang kurang. Selain itu, faktor demografis seperti usia yang lebih tua, jenis kelamin perempuan, dan status gizi lebih juga dapat menjadi faktor risiko konstipasi fungsional. Faktor psikologis seperti stres juga berperan dalam kejadian konstipasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian konstipasi fungsional pada tenaga kependidikan Universitas Indonesia yang berlokasi di Depok, Jawa Barat pada bulan April hingga Mei 2026. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan data primer yang melibatkan 115 responden berusia 18–59 tahun. Sampel diperoleh menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 11,3% mengalami konstipasi fungsional. Terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan konstipasi fungsional (p = 0,03) dan OR 8,066. Selain itu, proporsi konstipasi fungsional lebih tinggi pada responden dengan asupan serat rendah dan berjenis kelamin perempuan. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara asupan serat, asupan cairan, asupan natrium, aktivitas fisik, durasi duduk, durasi tidur, jenis kelamin, usia, dan status gizi dengan konstipasi fungsional.

Functional constipation is a condition characterized by disturbances in the gastrointestinal system, in which stool consistency becomes hard and the frequency of bowel movements decreases. Factors associated with functional constipation are commonly found among office workers, including university administrative staff, such as unhealthy lifestyle behaviours, including low fiber and fluid intake, high sodium intake, low physical activity, prolonged sitting duration, and insufficient sleep duration. In addition, demographic factors such as older age, female sex, and overweight or obesity status may also serve as risk factors for functional constipation. Psychological factors, such as stress, also play a role in the occurrence of constipation. The purpose of this study was to determine the factors associated with functional constipation among university administrative staff at Universitas Indonesia, located in Depok, West Java, from April to May 2026. This study used a cross-sectional design using primary data collected from 115 respondents aged 18–59 years. The sample was selected using a non-probability sampling technique with a convenience sampling method. Data were collected through questionnaires and interviews. The results showed that 11.3% of the respondents had functional constipation.There was a significant association between stress and functional constipation (p = 0.03) with an odds ratio (OR) of 8.066. In addition, the proportion of functional constipation was higher among respondents with low fiber intake and among female respondents. However, no significant associations were found between fiber intake, fluid intake, sodium intake, physical activity, sitting duration, sleep duration, sex, age, and nutritional status and functional constipation.
Read More
S-12344
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadia Ramadhanti Taufani; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Evi Fatimah
Abstrak: Energi yang berasal dari zat gizi makro dibutuhkan untuk melakukan metabolisme tubuh, kegiatan fisik, dan pertumbuhan. Kebiasaan konsumsi energi dan zat gizi yang tidak seimbang dengan pola makan yang tidak tepat akan menyebabkan masalah gizi. Sebaliknya, asupan energi dan zat gizi seimbang serta berkualitas dapat mempertahankan kesehatan fisik dan stabilitas mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan energi serta apakah terdapat hubungan dengan mindful eating dan faktor lainnya pada mahasiswa S1 Reguler Gizi FKM UI tahun 2022. Variabel independen pada penelitian ini adalah mindful eating, pengetahuan gizi, uang jajan untuk membeli makanan dan minuman, stress, konsumsi makanan selingan, konsumsi minuman manis, dan durasi tidur. Variabel dependen penelitian ini adalah asupan energi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret-Juni 2022 kepada 136 mahasiswi tahun angkatan 2019-2021. Data yang digunakan didapatkan dari pengisian kuesioner serta food record weekday dan weekend yang diisi mandiri oleh responden. Sebesar 8.1% mahasiswi S1 Reguler Gizi FKM UI memiliki asupan energi tinggi yaitu > 80% AKG. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara stres, konsumsi makanan selingan, dan konsumsi minuman manis dengan asupan energi. Peneliti menyarankan kepada pihak universitas untuk dapat memberikan edukasi terkait pedoman gizi seimbang.
Energy derived from macronutrients is needed to carry out body metabolism, physical activity, and growth. Nutritional problems brought on by inappropriate eating patterns or unbalanced energy and nutrient consumption habits. On the other hand, a balanced and quality intake of energy and nutrients can maintain a person's physical health and mental stability. The aim of this study was to analyze the relationship between mindful eating and other factors with energy intake in Students of Nutritional Programs at FKM UI. The dependent variable of this study was energy intake, while the independent variables were mindful eating, nutritional knowledge, allowance, stress level, snack consumption and Sugar-sweetened beverages (SSBs) and sleep duration. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. Data were collected from March to June 2022 for 136 nutrition students of class 2019 to 2021. Data was obtained from food record 2x24 hours and online questionnaire. The result show that as many as 8.1% of student consumed high energy intake (fulfilled > 80% of Recommended Dietary Allowances). The result also showed that stress level, snack consumption and SSBs were related to students? energy intake. Researcher suggest to university to provide education related to balanced nutrition guidelines.
Read More
S-11007
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Kharisma Putri; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Ayu Dewi Sartika, Tiara Lutfie
S-8375
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive