Ditemukan 36087 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Sintha Anggoro Putri; Pembimbing: Kusdinar Achmad; Penguji: Trini Sudiarti, Pritasari
S-7960
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Reratri Andadari; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Ahmad Syafiq, Anies Irawati
S-9806
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mega Wulandari; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Pujonarti, Siti Afifah ; Marcella, Sylvina
Abstrak:
Perilaku pencegahan obesitas yang kurang dapat meningkatkan risiko obesitas. Perilaku pencegahan obesitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah meliputi aktivitas fisik dan asupan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan proporsi perilaku pencegahan obesitas berdasarkan persepsi citra tubuh, pengetahun dan sikap terkait gizi dan obesitas, pengaruh teman sebaya, dan pengaruh media pada siswa SMP Negeri 98 Jakarta. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional yang melibatkan 196 sampel. Pengukuran asupan energi menggunakan metode food recall 2x24 jam, aktivitas fisik menggunakan PAQ-for Older Children, persepsi citra tubuh menggunakan IMT/U dan kuesioner, pengetahuan dan sikap terkait gizi dan obesitas, pengaruh teman sebaya dan media menggunakan kuesioner. Terdapat 15.8% melakukan perilaku pencegahan obesitas yang kurang, 52.6% yang cukup, serta 31.6% yang baik. Penelitian ini belum dapat menemukan perbedaan proporsi yang bermakna antara faktor risiko yang diteliti dengan perilaku pencegahan obesitas, namun ditemukan kecenderungan bahwa perilaku pencegahan obesitas yang kurang terjadi pada siswa yang mengalami distorsi citra tubuh, memiliki sikap yang negatif terkait gizi dan obesitas, serta yang mendapatkan pengaruh yang kuat dari teman dan media. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi sekolah untuk memantau status gizi siswa dan edukasi terkait gizi dan obesitas. Kata Kunci: Perilaku pencegahan obesitas, obesitas, persepsi citra tubuh, remaja Poor obesity prevention behaviors can increase the risk of obesity. In this study obesity prevention behaviors referred to physical activity and energy intake. This study aims to determine the differences in the proportion of obesity prevention behavior based on perception of body image , knowledge and attitudes of nutrition and obesity, efect of peer group, and media influence on students of SMP Negeri 98 Jakarta. The study used cross sectional design with 196 total samples. Energy intake measured using 2x24 hour food recall, physical activity using PAQ-for Older Children, body image perception using IMT / U and questionnaire, knowledge and attitudes of nutrition and obesity, efect of peer group and media using questionnaire. The results showed 15.8% had less obesity prevention behaviors, 52.6% enough, and 31.6% good. This study has not been able to find a significant difference of proportion between risk factors with obesity prevention behavior in junior high school students, but found a tendency that less obesity prevention behavior occur in students who has distortion of body image, has a negative attitude of nutrition and obesity, and has strong influence from friends and the media. Based on the results of the study, it is recommended for schools to monitor the nutritional status of students and education related to nutrition and obesity. Keywords: Prevention behaviors of obesity, obesity, perception of body image, adolescent
Read More
S-9409
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sofia Agustina; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Asih Setiarini, Salimar
S-8839
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nursetya Afini; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Triyanti, Yudaningsih
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari status gizi dan faktor-faktor yangberhubungan dengan status gizi tersebut pada siswi di SMPN 200 Jakarta. Penelitian inimenggunakan metode cross-sectional dan pengambilan sampel secara random berkelompok(cluster sampling). Pengambilan data penelitian dilakukan pada April 2013 dan menggunakaninstrumen penelitian berupa timbangan, microtoise, dan kuesioner. Sampel penelitian initerdiri dari 160 siswi kelas 7 dan 8 dan dianalasis dengan menggunakan uji chi-square. HasilPenelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 15,6% responden memiliki status gizi kurus.Penelitian ini juga menemukan bahwa status gizi berhubungan secara signifikan dengan citratubuh (p-value 0.000), frekuensi makan utama (p-value 0.007), dan konsumsi makan pagi (p-value 0.001). Disarankan adanya program edukasi gizi seperti pelatihan penilaian status gizidan penyuluhan tentang status gizi agar remaja putri dapat menilai status gizinya secara akuratdan tidak salah dalam mempersepsikan citra tubuhnya.
Kata Kunci: Status gizi, citra tubuh, pola konsumsi, aktivitas fisik, remaja.
The aim of this study was to determine the percentage of nutritional status and its correlatesamong students (adolescent girls) at SMPN 200 Jakarta. This study used cross-sectional design and cluster sampling method. This study was conducted on April 2013 used scale,microtoise and questionnaire. The study sample consisted of 160 students of class 7 and 8 andanalyzed using the chi-square test. The result of this study shows that 15,6% of respondentsclassiffied as thinness. This study also found that nutritional status has been associated withbody image (p-value 0.000), eating frequancy (p-value 0.007), and breakfast behaviour (p-value 0.001). The researcher suggests the existence of nutrition education programs such astraining about nutritional status assessment and counseling about nutritional status so thatadolescent girls can assess the nutritional status accurately and not mistaken in perceivingtheir body image.
Keywords: Nutritional status, body image, eating pattern, physical activity, adolescent.
Read More
Kata Kunci: Status gizi, citra tubuh, pola konsumsi, aktivitas fisik, remaja.
The aim of this study was to determine the percentage of nutritional status and its correlatesamong students (adolescent girls) at SMPN 200 Jakarta. This study used cross-sectional design and cluster sampling method. This study was conducted on April 2013 used scale,microtoise and questionnaire. The study sample consisted of 160 students of class 7 and 8 andanalyzed using the chi-square test. The result of this study shows that 15,6% of respondentsclassiffied as thinness. This study also found that nutritional status has been associated withbody image (p-value 0.000), eating frequancy (p-value 0.007), and breakfast behaviour (p-value 0.001). The researcher suggests the existence of nutrition education programs such astraining about nutritional status assessment and counseling about nutritional status so thatadolescent girls can assess the nutritional status accurately and not mistaken in perceivingtheir body image.
Keywords: Nutritional status, body image, eating pattern, physical activity, adolescent.
S-7768
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jeremiah Purwoto; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Sandra Fikawati, Hera Ganefi
Abstrak:
Ketidakpuasan bentuk tubuh merupakan evaluasi negatif yang dilakukan pada satu atau beberapa bagian tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor individu dan faktor lingkungan dengan ketidakpuasan bentuk tubuh yang dilakukan dengan studi cross-sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar 48,3% siswi mengalami ketidakpuasan bentuk tubuh. Beberapa variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan ketidakpuasan bentuk tubuh adalah status gizi, diet penurunan berat badan, rasa percaya diri, pengaruh kritik orang tua, dan pengaruh teman sebaya. Penulis menyarankan agar orang tua dan sekolah dapat sama-sama mendidik siswi melalui penyuluhan dan promosi gizi agar siswi mengetahui bentuk tubuh ideal, menerapkan gaya hidup sehat, dan memiliki rasa percaya diri.
Body dissatisfaction is a negative evaluation towards one or several body parts. This study aims to determine the relationship of both individual factors and environmental factors with body dissatisfaction of female high school students. The result of this study shows that 48,3% of female students are dissatisfied with their body. Variables which are related to body dissatisfaction are nutritional status, weight-loss diet, self-esteem, critics from parents, and critics from peer group. The researcher suggests for both parents and school to educate female student through counseling and nutritional promotion, thus female student would acknowledge the ideal body shape, to live a healthy lifestyle, and have a good self-esteem.
Read More
S-8296
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Imam Aulia; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Fatmah, Mohamad Nasir
S-7116
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amanda Devianti Sari; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Triyanti, Yudaningsih
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, pola makan, dan stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 68 Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan sampel menggunakan metode random klaster. Sampel yang diteliti adalah kelas X dan XI dengan total sampel berjumlah 104 siswa. Data yang dikumpulkan berupa lama siklus menstruasi, IMT/U, persen lemak tubuh, frekuensi makan utama dalam sehari, asupan energi dan makronutrien, dan tingkat stres. Data ini dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner mandiri, wawancara recall 3x24 jam, pengukuran antropometri untuk berat dan tinggi badan dan pengukuran persen lemak tubuh menggunakan BIA. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 43 responden (41,3%) mengalami siklus menstruasi tidak teratur dan terdapat hubungan yang signifikan antara persen lemak tubuh dan stres dengan siklus menstruasi (nilai p<0,05).
This study aimed to identify the association between nutritional status,food pattern, and stress with menstrual cycle on female student of SMA Negeri 68 Jakarta. This study used the cross sectional design by using cluster random sampling method. The observed sample in this study was the 10th and 11th grader consisting 104 students. The collected data were menstrual cycle length, BAZ, percent of body fat mass, frequency of main eating per day, energy and macronutrient intake, and stress level. These data were collected by using self administered questionnaire, 3x24 hours recall interview, antropometric measurement for weight and height, and body fat measurement using BIA. This study used chi-square test analysis. The result of this study showed that there are 43 respondents (41,3%) had irregular menstrual cycle and there is significant correlation between percent of body fat mass and stress with menstrual cycle. (p value < 0,05).
Read More
This study aimed to identify the association between nutritional status,food pattern, and stress with menstrual cycle on female student of SMA Negeri 68 Jakarta. This study used the cross sectional design by using cluster random sampling method. The observed sample in this study was the 10th and 11th grader consisting 104 students. The collected data were menstrual cycle length, BAZ, percent of body fat mass, frequency of main eating per day, energy and macronutrient intake, and stress level. These data were collected by using self administered questionnaire, 3x24 hours recall interview, antropometric measurement for weight and height, and body fat measurement using BIA. This study used chi-square test analysis. The result of this study showed that there are 43 respondents (41,3%) had irregular menstrual cycle and there is significant correlation between percent of body fat mass and stress with menstrual cycle. (p value < 0,05).
S-8032
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aziza Noor Budiarti; Pembimbing : Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Triyanti, Rahmah Astuti
Abstrak:
Masalah kesehatan mental yaitu stres merupakan masalah yang sering terjadi pada remaja dan perlu mendapat penanganan yang cukup serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi mikro dan faktor lainnya dengan nilai stres pada remaja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan pengambilan sampel dilakukan secara system random sampling Penelitian ini berlangsung pada bulan April hingga Mei 2013 di SMA Negeri 68 Jakarta Pusat dengan total sampel sejumlah 135 responden. Data yang dikumpulkan berupa jenis kelamin, asupan energi, asupan lemak, asupan magnesium, asupan Tiamin (B1), asupan Piridoksin (B6), konsumsi kafein dan makanan-minuman tinggi gula yang dilakukan dengan cara pengisian kuesioner mandiri (perceived stress scale), wawancara recall 3x24 jam dan FFQ. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, asupan energi, asupan lemak, asupan magnesium, asupan vitamin B1, konsumsi kafein dengan nilai stres (p<0.05). Disarankan agar remaja dapat mengontrol stres mereka melalui asupan zat gizi yang baik dan seimbang.
Mental Health Problem by Stress is a problem that The purpose of this study was to understand the association between micronutrient intakes and other factors to stress score in adolescent.This study used cross sectional design by system random sampling. The study was conducted from April to May 2013 and data were collected from 135 students at 68 Senior High School. Data were collected including gender, stress score (perceived stress scale), energy intake, fat intake, magnesium intake, natrium intake, thiamine intake, piridoxine intake, caffeine and food or drink with high sugar consumption by recall 3x24 hours, self administered questionaire (perceived stress scale) and FFQ. The results of this study showed a significant relationship between gender, energy intake, fat intake, magnesium intake, thiamine intake, and caffeine consumption with stress score (pvalue <0.05). The author suggests that adolescent should control stress with good and balanced food intake.
Read More
Mental Health Problem by Stress is a problem that The purpose of this study was to understand the association between micronutrient intakes and other factors to stress score in adolescent.This study used cross sectional design by system random sampling. The study was conducted from April to May 2013 and data were collected from 135 students at 68 Senior High School. Data were collected including gender, stress score (perceived stress scale), energy intake, fat intake, magnesium intake, natrium intake, thiamine intake, piridoxine intake, caffeine and food or drink with high sugar consumption by recall 3x24 hours, self administered questionaire (perceived stress scale) and FFQ.
S-7913
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aziza Noor Budiarti; Pembimbing : Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Triyanti, Rahmah Astuti
Abstrak:
Masalah kesehatan mental yaitu stres merupakan masalah yang sering terjadi pada remaja dan perlu mendapat penanganan yang cukup serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi mikro dan faktor lainnya dengan nilai stres pada remaja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan pengambilan sampel dilakukan secara system random sampling Penelitian ini berlangsung pada bulan April hingga Mei 2013 di SMA Negeri 68 Jakarta Pusat dengan total sampel sejumlah 135 responden. Data yang dikumpulkan berupa jenis kelamin, asupan energi, asupan lemak, asupan magnesium, asupan Tiamin (B1), asupan Piridoksin (B6), konsumsi kafein dan makanan-minuman tinggi gula yang dilakukan dengan cara pengisian kuesioner mandiri (perceived stress scale), wawancara recall 3x24 jam dan FFQ. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, asupan energi, asupan lemak, asupan magnesium, asupan vitamin B1, konsumsi kafein dengan nilai stres (p<0.05). Disarankan agar remaja dapat mengontrol stres mereka melalui asupan zat gizi yang baik dan seimbang.
Mental Health Problem by Stress is a problem that The purpose of this study was to understand the association between micronutrient intakes and other factors to stress score in adolescent.This study used cross sectional design by system random sampling. The study was conducted from April to May 2013 and data were collected from 135 students at 68 Senior High School. Data were collected including gender, stress score (perceived stress scale), energy intake, fat intake, magnesium intake, natrium intake, thiamine intake, piridoxine intake, caffeine and food or drink with high sugar consumption by recall 3x24 hours, self administered questionaire (perceived stress scale) and FFQ. The results of this study showed a significant relationship between gender, energy intake, fat intake, magnesium intake, thiamine intake, and caffeine consumption with stress score (pvalue <0.05). The author suggests that adolescent should control stress with good and balanced food intake.
Read More
Mental Health Problem by Stress is a problem that The purpose of this study was to understand the association between micronutrient intakes and other factors to stress score in adolescent.This study used cross sectional design by system random sampling. The study was conducted from April to May 2013 and data were collected from 135 students at 68 Senior High School. Data were collected including gender, stress score (perceived stress scale), energy intake, fat intake, magnesium intake, natrium intake, thiamine intake, piridoxine intake, caffeine and food or drink with high sugar consumption by recall 3x24 hours, self administered questionaire (perceived stress scale) and FFQ.
S-7913
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
