Ditemukan 37157 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Friska Arthalina Permata Tambunan; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Fatmah, Sri Muljati
S-7971
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nara Citarani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni Djokosudjono, Widjaja Lukito
Abstrak:
Rasio lingkar pinggang panggul (RLPP) adalah salah satu metode untuk mendeteksi obesitas sentral. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu, asupan makan, gaya hidup, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan obesitas sentral berdasarkan RLPP pada kelompok usia dewasa di wilayah urban dan rural terpilih. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, dengan jumlah 195 sampel. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi kuantitatif observasional cross-sectional. Prevalensi obesitas sentral berdasarkan RLPP pada penelitian ini adalah 57,9%. Variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan obesitas sentral berdasarkan RLPP adalah jenis kelamin dan IMT. Kata kunci: kelompok usia dewasa, obesitas sentral, rasio lingkar pinggang panggul, rural, urban Waist-hip ratio (WHR) is a method to measure the risk of central obesity. This study is focus on finding the association between individual characteristics, dietary intake, lifestyle, and body mass index (BMI) with central obesity based on WHR among adults in selected urban and rural area. Secondary data was used in this study, with total 195 samples. The design of this study is quantitative observational cross-sectional. The prevalence of central obesity based on WHR in this study is 57,9%. Variables which are significantly related to central obesity are sex and BMI. Keywords: adults, central obesity, rural, urban, waist-hip ratio
Read More
S-9164
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tika Rostika; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra
Abstrak:
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai VO2max,aktivitas fisik, status gizi (IMT) dan asupan gizi (energi, karbohidrat, protein danlemak) antara kelompok pesepeda dan bukan pesepeda. Penelitian ini menggunakan desain ecological study. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret-Mei 2013 pada komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia dan mahasiswa FKM UI angkatan 2009 dan 2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan proporsi nilai VO2 max pada secara signifikan antara kelompok pesepeda dan bukan pesepeda (p= 0,028). Rata-rata skor aktivitas fisik lebih tinggi secara bermakna pada kelompok pesepeda (p= 0,001). Kedua kelompok disarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik agar dapat memelihara daya tahan kardiorespiratori.
Kata Kunci:VO2max, aktivitas fisik, IMT, asupan gizi, kelompok pesepeda, rockport walkingtest.
The purpose of this study is to compare VO2max, physical activity,nutritional status (BMI), and nutritional intake (energy, carbohydrate, protein, andfat) between cycling group and non-cycling group. This research is an ecologicalstudy. Data were collected from March-May 2013 in Bike to Work IndonesiaCommunity and colleges at FKM UI. The study showed that there weresignificant differences in VO2max between cycling group and non-cycling group(p= 0,028). The average of physical activity score is significantly higher (p=0,001) in cycling group. Both of group are suggested to increase their physicalactivity to maintenance cardiorespiratory fitness.
Kata Kunci:VO2max, physical activity , BMI , nutritional intake, cycling, rockport walkingtest.
Read More
Kata Kunci:VO2max, aktivitas fisik, IMT, asupan gizi, kelompok pesepeda, rockport walkingtest.
The purpose of this study is to compare VO2max, physical activity,nutritional status (BMI), and nutritional intake (energy, carbohydrate, protein, andfat) between cycling group and non-cycling group. This research is an ecologicalstudy. Data were collected from March-May 2013 in Bike to Work IndonesiaCommunity and colleges at FKM UI. The study showed that there weresignificant differences in VO2max between cycling group and non-cycling group(p= 0,028). The average of physical activity score is significantly higher (p=0,001) in cycling group. Both of group are suggested to increase their physicalactivity to maintenance cardiorespiratory fitness.
Kata Kunci:VO2max, physical activity , BMI , nutritional intake, cycling, rockport walkingtest.
S-7751
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arafah; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Fatmah, Ratu Ayu Dewi Sartika, Kresnawan, Fajrinayanti
Abstrak:
Obesitas pada anak sekolah merupakan penyakit yang sudah menjadimasalah kesehatan kesehatan masyarakat. Prevalensi obesitas anak di indonesiamengalami peningkatan pada tahun 2007 sebsar 9,5% pada laki-laki dan 6,4%pada perempuan menjadi sebesar 10% pada anak laki-laki dan 7,7% pada anakperempuan pada tahun 2010 dan menjadi 8,8% padan tahun 2013. Penelitian inimembahas mengenai kejadian obesitas pada anak di dua sekolah dasar. Tujuanpenelitian ini untuk membandingkan kejadian obesitas anak serta faktor-faktoryang mempengaruhinya di dua sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan pada bulanMei sampai dengan Juni 2014 di SDN Anyelir1 dengan status ekonomi menengahke atas dan SDN Depok Jaya 7 dengan subjek penelitiannya adalah anak sekolahdasar kelas 4 dan 5. Variabel penelitian ini pola makan, kebiasaan makan,karakteristik anak, karakteristik orangtua, aktivitas fisik anak dan keterpaparanmedia. Penelitian ini merupakan penelitian crossectional dengan analisis perbandingan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompokmengenai lama waktu menonton TV dan bermain games, karakteristik orangtua,keterpaparan media, asupan energi total, asupan karbohidrat dan asupan lemak.Perbedaan status sosial ekonomi akan terjadi perbedaan pada lama menonton TVdan bermain games, asupan zat gizi energi total, karbohidrat dan lemak. Peneliti menyarankan untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan diataskelas 1, membudayakan kembali senam disekolah untuk memberikan waktu lebih banyak berolahraga, pembinaan kantin sekolah untuk membantu orangtua mengontrol asupan zat gizi anak.
Kata kunci: Obesitas anak, asupan zat gizi, analisis perbandingan
Obesity in school children is a disease that has become a health problem of publichealth. The prevalence of child obesity in Indonesia in 2007 increased by 9.5% inmen and 6.4% in women increased in 2010 to 10% in boys and 7.7% in 2013 to8,8%. This study discusses the incidence of obesity in children at two elementaryschools. The purpose of this study was to compare the incidence of childhoodobesity and the factors that influence it in two elementary schools. This study wasconducted in the SDN Anyelir 1 with middle high socioeconomic status andDepok Jaya SDN 7 with middle low socioeconomic status. The research subjectare children of primary school grade 4 and 5 with the variables of this study diet,eating habits, child characteristics, parent characteristics , child physical activityand media exposure. This design study is a cross sectional with comparisonanalysis. There are significant differences between the two groups regarding thelength of time watching TV and playing games, parental characteristics, mediaexposure, total energy intake, carbohydrate intake and fat intake. Differences insocioeconomic status will be a difference in the long watching TV and playinggames, the total energy intake of nutrients, carbohydrates and fats. Researcherhave suggested annually conduct anthropometric survey in school, once a weekschool aerobic exercising, and parents involve in school cafeteria to control thenutrient intake of children.
Keywords:Child obesity, nutrient intake, comparative analysis
Read More
Kata kunci: Obesitas anak, asupan zat gizi, analisis perbandingan
Obesity in school children is a disease that has become a health problem of publichealth. The prevalence of child obesity in Indonesia in 2007 increased by 9.5% inmen and 6.4% in women increased in 2010 to 10% in boys and 7.7% in 2013 to8,8%. This study discusses the incidence of obesity in children at two elementaryschools. The purpose of this study was to compare the incidence of childhoodobesity and the factors that influence it in two elementary schools. This study wasconducted in the SDN Anyelir 1 with middle high socioeconomic status andDepok Jaya SDN 7 with middle low socioeconomic status. The research subjectare children of primary school grade 4 and 5 with the variables of this study diet,eating habits, child characteristics, parent characteristics , child physical activityand media exposure. This design study is a cross sectional with comparisonanalysis. There are significant differences between the two groups regarding thelength of time watching TV and playing games, parental characteristics, mediaexposure, total energy intake, carbohydrate intake and fat intake. Differences insocioeconomic status will be a difference in the long watching TV and playinggames, the total energy intake of nutrients, carbohydrates and fats. Researcherhave suggested annually conduct anthropometric survey in school, once a weekschool aerobic exercising, and parents involve in school cafeteria to control thenutrient intake of children.
Keywords:Child obesity, nutrient intake, comparative analysis
T-4175
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vanny Aprilianny; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni Djokosudjono, Widjaja Lukito
Abstrak:
Hipertensi merupakan penyebab tingginya prevalensi penyakit kardiovaskuer dandiperkirakan menjadi penyebab kematian didunia sebesar 9,4 juta atau 95%.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengankejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa di wilayah urban dan ruralterpilih. Kedua daerah tersebut memiliki prevalensi hipertensi cukup tinggi yaitusebesar 34,9% di wilayah urban dan 43,1% di wilayah rural. Desain penelitian iniadalah kuantitatif observasional cross-sectional menggunakan data penelitianStrategi Nasional pada tahun 2011 dengan jumlah sampel 361 orang. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa 39,3% responden hipertensi dan 60,7% respondentidak hipertensi. Terdapat hubungan signifikan antara umur, jenis kelamin, tingkatpendidikan, hiperglikemia, konsumsi fast food, dan konsumsi kopi. Instansi yangterkait diharapkan mampu memotivasi penderita hipertensi untuk melakukanpengecekan gula darah, serta memberikan edukasi gizi dan kesehatan yang efektifdan efisien.Kata Kunci: hipertensi, urban, rural, dan dewasa.
Hypertension is a causes the high prevalence of cardiovascular disease andestimated 9.4 million or 95% to become the world's leading cause of deaths. Thisstudy was to identify factors associated with hypertension in adults age groups inselected urban and rural areas. Both of these areas have a high prevalence ofhypertension, which amounted to 34,9% in urban areas and 43,1% in rural areas.Study design was an observational cross-sectional quantitative used the NationalStrategy in 2011 with 361 samples of person. The results showed that 39,9%respondents with hypertensive and 60.7% of respondents are not hypertensive.There were significant association beetwen age, sex, education level,hyperglycemia, fast food consumption and coffee. Institutions are hoped tomotivate hypertension patient to check blood sugar, and provide nutritioneducation and health which are effective and efficient.Keywords: hypertension, urban, rural, and adults
Read More
Hypertension is a causes the high prevalence of cardiovascular disease andestimated 9.4 million or 95% to become the world's leading cause of deaths. Thisstudy was to identify factors associated with hypertension in adults age groups inselected urban and rural areas. Both of these areas have a high prevalence ofhypertension, which amounted to 34,9% in urban areas and 43,1% in rural areas.Study design was an observational cross-sectional quantitative used the NationalStrategy in 2011 with 361 samples of person. The results showed that 39,9%respondents with hypertensive and 60.7% of respondents are not hypertensive.There were significant association beetwen age, sex, education level,hyperglycemia, fast food consumption and coffee. Institutions are hoped tomotivate hypertension patient to check blood sugar, and provide nutritioneducation and health which are effective and efficient.Keywords: hypertension, urban, rural, and adults
S-9095
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sarah Mardiyah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Fatmah, Kusharisupeni, Rina Agustina, Nina Kemala Sari
Abstrak:
Abstrak
Gangguan kepadatan tulang (osteoporosis dan osteopenia) merupakan masalah kesehatan masyarakat utama yang disebabkan oleh banyak faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan kepadatan tulang pada kelompok usia dewasa (30-55 tahun) di daerah urban dan rural terpilih Provinsi Jawa Barat tahun 2012. Disain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampel sebanyak 142 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2012 di Pesona Khayangan, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok sebagai daerah urban dan Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor sebagai daerah rural Provinsi Jawa Barat. Prevalensi gangguan kepadatan tulang dalam penelitian ini sebesar 31,7% (4,2% osteoporosis dan 27,5% osteopenia).
Hasil analisis bivariat menunjukkan proporsi gangguan kepadatan tulang lebih banyak pada responden yang berusia ≥50 tahun (p-value=0,047) dan yang memiliki IMT <23,49 kg/m2 (p-value=0,003). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa responden yang memiliki IMT <23,49 kg/m2 akan mengalami gangguan kepadatan tulang sebesar 5,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang memiliki IMT >27,36 kg/m2 dan responden yang memiliki IMT 23,49-27,36 kg/m2 akan mengalami gangguan kepadatan tulang sebesar 2,2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang memiliki IMT >27,36 kg/m2 setelah dikontrol variabel usia, asupan vitamin D dan asupan protein.
Pada penelitian ini, IMT merupakan faktor yang paling berhubungan dengan gangguan kepadatan tulang setelah dikontrol variabel usia, asupan vitamin D dan asupan protein. Semakin rendah IMT, semakin tinggi risiko gangguan kepadatan tulang.
Bone density disorder (osteoporosis and osteopenia) is a major public health problem caused by multifactor. The purpose of this study was to find out factors related to adult bone density disorder (30-55 years of age) in the selected urban and rural area, West Java Province, 2012. It used cross-sectional method and the sample was 142 respondents. The data was taken on May-June 2012 in Pesona Khayangan, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok as the urban area and Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor as the rural area. Prevalence of bone density disorder in this study was 31,7% (4,2% osteoporosis and 27,5% osteopenia).
Bivariate analysis showed higher proportion of bone density disorder in respondent aged ≥50 years (p-value=0,047) and BMI <23,49 kg/m2 (p-value=0,003). Multivariate analysis verified that respondent with BMI <23,49 kg/m2 will 5,5 times higher to have bone density disorder than respondent with BMI >27,36 kg/m2 and respondent with BMI 23,49-27,36 kg/m2 will 2,2 times higher to have bone density disorder than respondent with BMI >27,36 kg/m2 after controlled by age, vitamin D and protein intake variable.
In this study, BMI is the most related factor of bone density disorder after controlled by age, vitamin D and protein intake variable. The lower BMI, the higher risk of bone density disorder.
Read More
Gangguan kepadatan tulang (osteoporosis dan osteopenia) merupakan masalah kesehatan masyarakat utama yang disebabkan oleh banyak faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan kepadatan tulang pada kelompok usia dewasa (30-55 tahun) di daerah urban dan rural terpilih Provinsi Jawa Barat tahun 2012. Disain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampel sebanyak 142 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2012 di Pesona Khayangan, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok sebagai daerah urban dan Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor sebagai daerah rural Provinsi Jawa Barat. Prevalensi gangguan kepadatan tulang dalam penelitian ini sebesar 31,7% (4,2% osteoporosis dan 27,5% osteopenia).
Hasil analisis bivariat menunjukkan proporsi gangguan kepadatan tulang lebih banyak pada responden yang berusia ≥50 tahun (p-value=0,047) dan yang memiliki IMT <23,49 kg/m2 (p-value=0,003). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa responden yang memiliki IMT <23,49 kg/m2 akan mengalami gangguan kepadatan tulang sebesar 5,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang memiliki IMT >27,36 kg/m2 dan responden yang memiliki IMT 23,49-27,36 kg/m2 akan mengalami gangguan kepadatan tulang sebesar 2,2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang memiliki IMT >27,36 kg/m2 setelah dikontrol variabel usia, asupan vitamin D dan asupan protein.
Pada penelitian ini, IMT merupakan faktor yang paling berhubungan dengan gangguan kepadatan tulang setelah dikontrol variabel usia, asupan vitamin D dan asupan protein. Semakin rendah IMT, semakin tinggi risiko gangguan kepadatan tulang.
Bone density disorder (osteoporosis and osteopenia) is a major public health problem caused by multifactor. The purpose of this study was to find out factors related to adult bone density disorder (30-55 years of age) in the selected urban and rural area, West Java Province, 2012. It used cross-sectional method and the sample was 142 respondents. The data was taken on May-June 2012 in Pesona Khayangan, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok as the urban area and Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor as the rural area. Prevalence of bone density disorder in this study was 31,7% (4,2% osteoporosis and 27,5% osteopenia).
Bivariate analysis showed higher proportion of bone density disorder in respondent aged ≥50 years (p-value=0,047) and BMI <23,49 kg/m2 (p-value=0,003). Multivariate analysis verified that respondent with BMI <23,49 kg/m2 will 5,5 times higher to have bone density disorder than respondent with BMI >27,36 kg/m2 and respondent with BMI 23,49-27,36 kg/m2 will 2,2 times higher to have bone density disorder than respondent with BMI >27,36 kg/m2 after controlled by age, vitamin D and protein intake variable.
In this study, BMI is the most related factor of bone density disorder after controlled by age, vitamin D and protein intake variable. The lower BMI, the higher risk of bone density disorder.
T-3709
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadira Yuthie Salwa; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ahmad Syafiq, Sintha F. Simanungkalit
Abstrak:
Read More
Latar Belakang&Tujuan: Obesitas merupakan penumpukan lemak berlebihan karena keseimbangan energi positif dalam waktu lama yang menyebabkan masalah kesehatan. Obesitas meningkat dari tahun ke tahun, terutama pada kelompok usia produktif. DKI Jakarta merupakan provinsi dengan prevalensi obesitas kedua tertinggi (29,8%). Prevalensi obesitas lebih tinggi pada generasi Y daripada generasi Z. Obesitas dipengaruhi oleh perilaku konsumsi makanan berisiko (makanan dan minuman manis, makanan berlemak/berkolesterol/gorengan, makanan olahan dengan pengawet, dan makanan instan) serta perilaku hidup sehat (konsumsi sayur dan buah serta aktivitas fisik). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor dominan kejadian obesitas pada penduduk usia produktif dari generasi Y dan Z di Provinsi DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sampel berjumlah 2.255 orang menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder Riskesdas 2018. Teknik analisis data menggunakan uji chi square dan double logistic regression. Hasil&Kesimpulan: Variabel independen yang berhubungan signifikan dengan obesitas pada generasi Y dan Z adalah konsumsi minuman manis, makanan berlemak/berkolesterol/gorengan, makanan instan, daging/ayam/ikan olahan dengan pengawet, serta sayur dan buah (p-value<0,05). Konsumsi makanan manis juga berhubungan signifikan dengan obesitas pada generasi Z (p-value<0,05). Faktor dominan obesitas pada generasi Y adalah konsumsi daging/ayam/ikan olahan dengan pengawet (OR=3,570), sedangkan pada generasi Z adalah konsumsi makanan berlemak/berkolesterol/gorengan (OR=5,328).
Background&Objectives: Obesity is the accumulation of excessive fat due to positive energy balance over a long time which causes health problems. Obesity increases from year to year, especially in productive age group. DKI Jakarta has the second highest prevalence of obesity (29.8%). The prevalence of obesity is higher in generation Y than Z. Obesity is influenced by risky food consumption behavior and healthy living behaviour. This study aims to find the dominant factors of obesity in the productive age population from generations Y and Z in DKI Jakarta. Method: This study uses a cross-sectional research design. The sample consisted of 2,255 people using purposive sampling technique. The data used is secondary data from Riskesdas 2018. Chi-square test and double logistic regression are being used for data analysis. Results&Conclusions: Independent variables that are significantly related to obesity in generations Y and Z are consumption of sweet drinks, fatty/cholesterol/fried foods, instant foods, processed meat/chicken/fish with preservatives, vegetables and fruits (p-value<0.05). Sweet foods consumption is also significantly related to obesity in generation Z (p-value<0.05). The dominant factor for obesity in generation Y is the consumption of processed meat/chicken/fish with preservatives (OR=3.570), while in generation Z it is the consumption of fatty/cholesterol/fried foods (OR=5.328).
S-11742
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Al Ilham Ksatria Gagah Perkasa; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Sandra Fikawati, Dieta Nurrika
Abstrak:
Read More
Depresi merupakan gangguan suasana hati yang apabila tidak dicegah atau ditangani dapat berpengaruh terhadap produktivitas, serta kesehatan individu secara keseluruhan, bahkan menjadi penyebab kematian lewat bunuh diri. Lewat gizi, ditemukan beberapa zat gizi serta faktor-faktor lain yang diduga berhubungan dengan pencegahan depresi. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan sebagai siswa dari sekolah unggulan lebih berisiko mengalami depresi dibandingkan sekolah lainnya. Dari situ dilakukan penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara kecukupan asupan omega-3, folat, vitamin D, vitamin C, dan zinc beserta faktor-faktor lainnya terhadap depresi pada siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan. Terdapat 144 responden dari siswa kelas 10 dan 11 SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data penelitian diambil menggunakan Patient Health Questionnaire-8 for adolescents (PHQ-A), Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ), Depression Literacy Questionnaire (D-Lit), dan kuesioner sosioekonomi rancangan peneliti. Dari hasil univariat, ditemukan proporsi depresi pada responden sebesar 51,4%. Berdasarkan uji bivariat menggunakan chi-square, tidak ditemukan hubungan signifikan pada 7 variabel independent (p >0,05) kecuali pada variabel jenis kelamin (p = 0,048).
Depression is a mood disorder that if not prevented or treated can affect productivity, as well as the overall health of an individual, and even cause death through suicide. Through nutrition, several nutrients and other factors have been found that are suspected of being related to preventing depression. Students of SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan as students from excellent schools are at higher risk of experiencing depression than other schools. From there, a study was conducted that aimed to see the relationship between adequate intake of omega-3, folate, vitamin D, vitamin C, and zinc along with other factors to depression in students of SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan. There were 144 respondents from grade 10 and 11 students of SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan. This study used a cross-sectional design. The research data were taken using the Patient Health Questionnaire-8 for adolescents (PHQ-A), Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ), Depression Literacy Questionnaire (D-Lit), and a socioeconomic questionnaire designed by the researcher. From the univariate results, the proportion of depression in respondents was 51.4%. Based on the bivariate test, no significant relationship was found in the 7 independent variables (p > 0.05) except for the gender variable (p = 0.048).
S-11925
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Intan Dewiyanti; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Widjaja Lukito
Abstrak:
Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang menjadi salahsatu faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan dislipidemia padakelompok usia dewasa di wilayah Kota Depok (urban) dan Kabupaten LampungTengah (rural). Prevalensi dislipidemia yang ditemukan cukup tinggi, yaitusebesar 48,2% di Kota Depok dan 51,8% di Kabupaten Lampung Tengah. Desainpenelitian adalah cross sectional, menggunakan data penelitian Strategi Nasionaltahun 2011 dengan 372 sampel.Indeks Massa Tubuh (p = 0,014) , obesitas sentral pada laki-laki (p =0,008), dan obesitas sentral pada perempuan (p = 0,002) memiliki hubungansignifikan dengan dislipidemia.Kata kunci: dislipidemia, indeks massa tubuh, obesitas sentral, rural, urban
Dyslipidemia is a disorder of lipid metabolism which became one of themajor risk factors for cardiovascular disease. This study aims to identify factorsassociated with dyslipidemia at adult age groups in the city of Depok and CentralLampung regency. The prevalence of dyslipidemia were found to be quite high at48.2% in Depok and 51.8% in Central Lampung regency. The study design wascross-sectional, using research data of the National Strategy in 2011 with 372samples.Body mass index (p = 0,014), central obesity in men (p = 0,008), andcentral obesity in women (p = 0,002) had a significant association withdyslipidemia.Keywords: dyslipidemia, body mass index, central obesity, urban, rural.
Read More
Dyslipidemia is a disorder of lipid metabolism which became one of themajor risk factors for cardiovascular disease. This study aims to identify factorsassociated with dyslipidemia at adult age groups in the city of Depok and CentralLampung regency. The prevalence of dyslipidemia were found to be quite high at48.2% in Depok and 51.8% in Central Lampung regency. The study design wascross-sectional, using research data of the National Strategy in 2011 with 372samples.Body mass index (p = 0,014), central obesity in men (p = 0,008), andcentral obesity in women (p = 0,002) had a significant association withdyslipidemia.Keywords: dyslipidemia, body mass index, central obesity, urban, rural.
S-9227
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ike Pramitha Mahatmi; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Fatmah, Iskandar
S-7835
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
