Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39444 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putu Bida; Pembimbing: Soeharnyoto Martomulyono
T-417
Depok : FKM UI, 1995
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elvira Eka Putri; Pembimbing: Anwar Hasan
S-1213
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fairuz Khansa Nabila; Pembimbing: Laksita Ri Hastiti; Penguji: Baiduri Widanarko, Ns. Diantika Prameswara
Abstrak: Tingkat stres kerja pada perawat di Indonesia mencapai 50,9% menurut survei PPNI, mencerminkan tingginya tekanan akibat beban kerja, jam kerja panjang, dan keterbatasan sumber daya, sehingga penting untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai tingkat stres kerja perawat dan faktor-faktor terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor pekerjaan dan faktor individu terhadap stres kerja pada perawat rumah sakit, menggunakan metode kuantitatif dengan dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 191 perawat yang tersebar di beberapa rumah sakit di Jabodetabek, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau menjadi responden melalui randomized sampling, dengan data dikumpulkan menggunakan Kuesioner Copenhagen Psychosocial Questionnaire-III (COPSOQ-III) dan dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif serta Chi-square. Hasil analisis inferensial menunjukkan adanya hubungan signifikan antara stres kerja dengan status pernikahan (P-value = 0,033; OR = 1,905) dan lama masa kerja (P-value = 0,02; OR = 1,033) sebagai faktor individu, serta dengan status pekerjaan (P-value = 0,004; OR = 0,413), work-life balance (P-value = 0,001; OR = 5), dan beban kerja (P-value = 0,001; OR = 7,684) sebagai faktor pekerjaan; sementara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, take home pay, dan peran dalam organisasi tidak memiliki hubungan signifikan. Disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor individu dan pekerjaan yang berhubungan secara signifikan dengan stres kerja pada perawat.
The level of work stress among nurses in Indonesia reached 50,9% according to a PPNI survey, reflecting the high pressure due to heavy workload, long working hours, and limited resources, making it crucial to obtain a current overview of nurses' work stress levels and related factors. This study aimed to determine the relationship between work factors and individual factors with work stress among hospital nurses, using a quantitative method with a cross-sectional approach. A total of 191 nurses spread across several hospitals in Jabodetabek, East Java, West Kalimantan, West Java, Central Java, and Riau Islands were recruited as respondents through randomized sampling. Data were collected using the Copenhagen Psychosocial Questionnaire-III (COPSOQ-III) and analyzed using descriptive statistics and Chi-square tests. Inferential analysis results showed a significant relationship between work stress and individual factors such as marital status (P-value = 0,033; OR = 1,905) and length of service (P-value = 0,02; OR = 1,033). Furthermore, work factors including employment status (P-value = 0.004; OR = 0,413), work-life balance (P-value = 0,001; OR = 5), and workload (P-value = 0,001; OR = 7,684) also had a significant relationship with work stress. Age, gender, education level, take-home pay, and role in the organization did not show a significant relationship. It is concluded that several individual and work factors are significantly associated with work stress in nurses.
Read More
S-11919
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vita Helia Desy; Pembimbing: Chandra Satrya
S-2619
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Ayuandira; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Iih Supasih
S-7107
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Merki Rundengan
MJKI No.5
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Merki Rundengan; Pembimbing: Tri Yunis Miko; Penguji: Renti Mahkota, Nasrin Kodim, Untung Suseno Sutarjo, Rustika
T-2450
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Krisanthi Yudewi Febriyanthi; Pembimbing: Hadi Pratomo
S-853
Depok : FKM UI, 1995
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nevita Siswanti; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono
S-3698
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aji Utomo Putro; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Fatma Lestari, Ajeng Pramayu, Hairuddin Bangun Prasetyo
Abstrak: Angka kematian akibat lift di dunia pada 1999-2009 sebesar 263 orang yang disebabkan 57% terjatuh, 18% terjepit, 17% tertimpa benda, dan 9% penyebab lainnya. Salah satu upaya pencegahan kecelakaan dengan menganalisis faktor psikososial yang mengakibatkan stres kerja dan perilaku berisiko yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor psikososial terhadap stres kerja dan perilaku berisiko karyawan di PT. X. Metode penelitian yaitu deskriptif kuantitatif, desain studi cross-sectional, dengan sampel 200 orang. Faktor psikososial yang berhubungan yaitu beban kerja dan kecepatan kerja, pengendalian, fungsi organisasi, hubungan interpersonal, peran organisasi, pengembangan karir, home-work interface, tuntutan psikologis, partisipasi atau pengawasan, perundungan dan kekerasan. Terdapat hubungan antara stres kerja dan perilaku berisiko. Perilaku yang sering muncul ketika karyawan mengalami stres kerja yaitu terburu-buru saat bekerja. Keluhan stres kerja paling tinggi terkait keluhan fisiologis yaitu konsumsi obat penghilang sakit kepala; keluhan perilaku yaitu menyela dan memotong kalimat orang lain; keluhan emosional yaitu enggan pergi kerja. PT X sebaiknya melakukan risk assesment lebih komprehensif, memperjelas pengembangan karir, dan perhitungan ulang terkait beban kerja, efektifitas dan efisiensi agar tidak berdampak buruk terhadap work-life balance karyawan
The death rate due to elevators in the world at 1999-2009 was 263 people, caused by 57% falling, 18% being pinched, 17% falling by objects, and 9% other causes. One of the efforts to prevent accidents was to analyze psychosocial factors that caused work stress and at-risk behavior that can lead to work accidents. The purpose of this study was to determine the relationship of psychosocial factors to work stress and at-risk behavior of employees at PT. X which is engaged in the elevator and escalator sector. This research method was descriptive quantitative, cross-sectional study, with a sample of 200 people. Psychosocial factors related to workload and work speed, job control, organizational function, interpersonal relationships, organizational roles, career development, home-work interface, psychological demands, participation or supervision, bullying and violence. There is a relationship between work stress and at-risk behavior. Behaviors that often arise when employees experience work stress are rushing at work decisions. The highest work stress complaints were related to physiological complaints, namely the consumption of headache relievers; behavioral complaints, namely interrupting and cutting other people's sentences; emotional complaints, namely refusal to go to work; Cognitive complaints are difficulty thinking clearly and concentrating. PT X should conduct a more comprehensive risk assessment, clarify career development, and recalculate the workload, effectiveness and efficiency to prevent negative impact on employees' work-life balance.
Read More
T-6200
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive