Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34472 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yenny Sulistyawati; Pembimbing: Besral; Penguji: Popy Yuniar, R. Sutiawan, Purwani Eko Prihatin, Bulan Rachmadi
T-4028
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aris Priya Handoko; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Bersal, Siti Yasmina Zubaedah, Rudy Kurniawan
Abstrak:

ABSTRAK Undang – Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang – Undang nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika telah mewajibkan setiap sarana kesehatan untuk membuat, menyampaikan, dan menyimpan laporan berkala mengenai pemasukan dan pengeluaran narkotika psikotropika yang berada dalam penguasaannya. Kementerian Kesehatan RI telah membuat sebuah sistem pelaporan yang bertujuan untuk menyediakan informasi mengenai pengelolaan narkotika dan psikotropika secara nasional di bawah koordinasi Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Namun dalam kenyataannya, informasi yang disediakan oleh Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika yang ada saat ini belum mampu dijadikan data dasar dalam pelaporan tahunan ke International Narcotic Control Board (INCB) dan belum mampu menghasilkan informasi mengenai estimasi kebutuhan narkotika dan psikotropika secara Nasional pada tahun berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperbaiki sistem pelaporan yang ada sehingga mampu menghasilkan informasi mengenai kebutuhan narkotika dan psikotropika tahunan, penggunaan per-daerah dan pernasional. Pengembangan sistem dalam penelitian ini menggunakan pendekatan terstruktur mengikuti tahapan siklus hidup pengembangan sistem. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi sistem di Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Sistem yang dikembangkan berbentuk sebuah prototype yang menggunakan arsitektur three-tiered Client-Server serta usulan terkait kebijakan, prosedur dan sumber daya manusia.


 ABSTRACT Regulations no 35/2009 on Narcotics and no 5/1997 on Psychotropics have required health facilities to arrange, deliver and document periodic reports on the flow of narcotics and psychotropics. Ministry of Health of Republic of Indonesia has developed a reporting system to provide information on national narcotics and psychotropics management under Directorate of Pharmaceutical Production and Distribution. Today, information by recent Narcotics and Psychotropics reporting system has not been a basic data for yearly report to International Narcotic Control Board (INCB) and providing national estimation of narcotics and psychotropics needs for the next year. This study aims to develop and upgrade recent reporting system to provide information of yearly needs and local usage. System development uses structured approach according to phases of system development life cycle. Data collection is implemented through interview and system observation in Directorate of Pharmaceutical Production and Distribution. This developed system is a prototype using three-tiered Client-Server architecture and proposal related to policy, procedure and human resources.

 

Read More
T-3671
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amir Alkhoiri; Pembimbing: Martya Rahmaniati; Penguji: Artha Prabawa, Soegiharto Soebijanto, Omo Abdul Madjid
Abstrak:

Pembinaan dan pemantauan terhadap mutu pendidikan Spesialis Obgin menjadi sebagai salah satu usaha memberikan jaminan mutu pendidikan sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat. Dengan sangat bervariasinya penyelenggaraan pendidikan Obstetri dan Ginekologi menunjukkan betapa pentingnya manajemen pembinaan dan pemantauan Pusat Pendidikan Obstetri dan Ginekologi di dalam melaksanakan standar pendidikan yang ditetapkan Kolegium Obgin. Untuk itu diperlukan suatu sistem informasi manajemen pembinaan dan pemantauan di Kolegium Obstetri dan Ginekologi supaya kualitas pendidikan Obgin dapat terjaga dengan baik. Dari hasil penelitian didapatkan permasalahan-permasalahan di dalam sistem informasi lama. Adanya peluang untuk dikembangkau bahwa Sistem Inforrnasi Manajemen Pembinaan dan Pemantauan Kolegium Obstetri dan Ginekologi didasarkan pada pertimbangan kelayakan teknis, ekonomi, dan organisasi. Sistem Informasi Manajemen Pembinaan dan Pcmantauan Kolegium Obstetri dan Ginekologi menggunakan Aplikasi Website dapat menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk pemantauan, evaluasi dan perencanaan Pendidikan Obstetri dan Ginekologi secara cepat dan akurat.


Directing and monitoring toward Obstetrics and Gynecology Specialist Education quality as one of strategy to protect the people, to guide the doctors, and to empower professionalism/institutions. In Indonesia, the holding of Obstetrics and Gynecology Specialist Education is still variously. These is shown that Management Infomation System of Directing and Monitoring for Education Center of Obstetrics dan Gynecology Specialist is very urgent. In order to protect and improve the quality of specialist medical education of Obstetrics and Gynecology, Indonesian College of Obstetrics and Gynecology should be to develop management infomation system of Directing and Monitoring. Based-on research result, researcher find the problems in the old information system From the feasibility study of technics, economics and organization, there are the opportunity to develop Management information System of Directing and Monitoring in the Indonesian College of Obstetrics and Gynecology. The Management Information System of Directing and Monitoring in the Indonesian College of Obstetrics and Gynecology using Website Application can produce information that useful for, monitoring, evaluating and planning of Obstetrics and Gynecology Specialist Education quickly and acuracy.

Read More
T-2634
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutaryanto; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono, Artha Prabawa; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Dedi Kuswenda
Abstrak:

Praktekk dokter swasta merupakan saiah satu upaya pelayanan kesehalan pada masyarakal yang belperan dalam menekan angka morbiditas dan mortalitas di Indonesia Institusi ini menjadi Salah sam bagian panting dalarn sistem kesehatan nasional dan regional. Sistem informasi kesehatan praktik dokter swasta di Kabupatcn Cianjur belum berjalan. Olch karcna itu dipcrlukan pengembangarmya. Penelitian ini bertujuan mengidentitikasi masalah, menemukan variabei, menentukan indikator, dan menyusun prototipe sistem informasi keschatan praktik dokter swasta Metodologi pengembangan sistem yang digunakan adalah berdasarkan siklus hidup pcngembangan sistem yang lerdiri dari tahap perencanaan, analisis, perancangan, dan pelaksanaan sistem. Pengumpulan data melalui penyebaran angket, observasi dan wawancara mendalam. Objek pcnclitian meliputi dokter praktik swasla., puskesmas, dan Dinas Kcschatan Kabupaten Cianjur. Ruang lingkup penelitian adaiah doktcr umum, doktcr gigi dan dokter spesialis yang praktik di klinik, balai pengobatan, da.n praktik sendiri. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi permasalahan sistem yang ada saat ini, menemukan variabel yaitu identitas pasien, riwayat alergi, anamnese, hasil pemcriksaan, diagnosis, dan pengobatan. Indikator yang dihasilkan adalah jumlah kunjungan pasien, proporsi pcnyakit berdasarkan jenis kclamin, proporsi penyakit berdasarkan kelompok umur, dan 10 besar penyakit terbanyak. Pengujian sistem dilakukan di laboratorium komputcr FKM UI. Sistem infommasi ini dapat menggambarkan alur sistcm yang jelas, pcngolahan dan pcnyajian data secara otomatis, serla penyimpanan data dalam bentuk basis data. Kondisi yang dibutuhkan dalam implementasi sistcm di lapangan adalah perlu komitmen dari Pimpinan Dinas Kesehatan dan para pmktisi dokter praktik Swasla.


Practice doctor private sector represent one ofthe health service effort at society which play a part in to depress morbidity ntunber and mortality in indonesia. This institution become one part of the important in system health of regional and national. information system Health of private sector doctor practice in Cianjur Regency not yet walked. Is therefore needed by its development. This research aim to identify problem, finding variable, determining indicator, and compile information system prototype health of private sector doctor practice. Used methodologies system development is pursuant to cycle live system development which consist of planning phase, analyses, scheme, and system execution. Data collecting through spreading of enquette, circumstantial interview and observation Research object cover private sector practice doctor, puskesmas, and Cianjur District Health Office. Scope research is medical doctor, specialist doctor and dentist which practice in clinic, clinical centre, and practice alone. This research succeed to identify problems of existing system in this time, finding variable that is patient identity, allergic history, anamnese, result of inspection, diagnosed, and medication. yielded by indicator is the amount of patient visit, disease proportion pursuant to gender, disease proportion pursuant to age group, and 10 is big of disease many. examination of System conducted in FKM UI computer laboratory. This infomation system can depict clear system path, and processing presentation of data automatically, depository and also data in the form of data bases. Condition of which is required in system implementation in field is needing commitment from Head District Health Oilice and all private sector practice doctor practitioner.

Read More
T-2556
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deviana; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Indang Trihandini, Tris Eryando, Sulistiono, Neni Nuraeni
Abstrak:

Mutu layanan yang berkualitas hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang profesional. Diktat merupakan salah satu alternatif pendekatan untuk membantu meningkatkan mutu tenaga kesehatan. Pemerintah selalu memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai termasuk pegawai Departemen Kesehatan untuk meningkatkan mutu tenaga kesehatan yang bersangkutan.Salah satu pendekatan yang telah dikembangkan untuk peningkatan profesionalisme adalah melalui Diktat Jarak Jauh (DJJ). Melalui DJJ tenaga kesehatan tidak perlu meninggalkan tempat tugasnya dan dapat mencapai sasaran tenaga kesehatan yang berada di berbagai unit pelayanan kesehatan. Kemajuan teknologi informasi khususnya teknologi komunikasi berbasis komputer sangat pesat. Kemajuan teknologi tersebut menawarkan cara altematif untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh.Untuk terlaksananya DJJ berbasis elektronik yang bermutu diperlukan infrastruktur sistem yang baik seperti adanya pemahaman yang baik dari para manusia yang terlibat dalam kegiatan ini baik sebagai peserta belajar maupun sebagai penyelenggara (brainware), kesiapan perangkat keras (hardware) yang mendukung terlaksananya komunikasi, kesiapan perangkat lunak (software). Selain itu persiapan yang matang sebelum mengimplementasikan sebuah pembelajaran jarak jauh memegang peran penting demi kelancaran proses pembelajaran, seperti penentuan mekanisme teknis komunikasi selama proses pembelajaran yang didukung dengan suatu kewenangan dalam berbagi peran, menentukan model instruksional yang menentukan keefektifan proses belajar untuk interaktivitas antara pembelajar, tutor/ narasumber, dan pihak pendukung/ penyelenggara dan materi pembelajaran harus dirancang.Tujuan penelitian ini adalah merancang basis data untuk sistem informasi penyelenggaraan kegiatan Diktat Jarak Jauh Kesehatan Berbasis Elektronik yang dapat menunjang dalam efektifitas kegiatan melalui penyediaan informasi yang diperlukan untuk pengendalian dan perbaikan hasil kegiatan. Untuk menetapkan variabel yang akan dijadikan dasar dalam basis data pada sistem informasi yang akan dirancang, dilakukan kajian pra analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif di Kota Probolinggo, Jawa Timur.Dari hasil kajian pra analisis diperoleh hasil bahwa infrastruktur sebagaimana yang telah disebutkan di atas sangat menentukan keberhasilan kegiatan DJJ berbasis elektronik. Hal lainnya yaitu adanya suatu mekanisme yang dipersiapkan secara matang mulai dari persiapan sampai dengan penilaian serta tersedianya data yang terintegrasi dan dapat dengan mudah diakses oleh pihak yang terlibat dalarn kegiatan ini dapat memberikan informasi dalam melaksanakan kegiatan sehingga dapat menunjang untuk terwujudnya koordinasi yang baik.Berdasarkan hasil kajian pra analisis di atas, selanjutnya disusun rancangan basis data untuk sistem informasi penyelenggaraan yang dapat menyajikan informasi mengenai efektifitas komunikasi antar pelaku dalam sistem, hasil pencapaian kegiatan pembelajaran, penyebaran pembelajar tiap unit kerja berdasarkan jenis diktat yang diikuti. Rancangan sistem yang disusun dibatasi pada mekanisme kegiatan meliputi pengumpulan dan pengolahan data, rancangan basis data, rancangan input, rancangan output, sistem menu serta kebutuhan hardware, software, dan brainware.Selanjutnya saran untuk penyelenggaran kegiatan DJJ Kesehatan berbasis Elektronik, perlu persiapan infrastruktur yang balk guna tercapainya komunikasi yang untuk mendukung koordinasi yang baik. Infrastruktur tersebut meliputi manusianya (brainware), perangkal kerns (hardware), perangkat lunak (software) serta aturan yang mengatur peran para pelaku dalam sistem. Selain itu persiapan lainnya yang jugs merupakan hal panting untuls keberhasilan kegiatan ini seperti mekanisme kegiatan, rancangan instruksional pembelajaran, ketersediaan data yang terintegrasi dan dapat diakses oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.Pengelolaan sistem penyelenggaraan kegiatan ini sebaiknya dipegang oleh daerah dengan bantuan teknis dari Bapelkes dan Pusdiklat untuk rancangan-rancangan jenis diktat yang akan ditawarkan, model pembelajaran, modul dan bahan penyerta yang diperlukan serta untuk menjaga mutu diktat melalui akreditasi dan sertifikasi diktat dan institusi diktat.


 

Database Design for Implementing Information System for Long Distance Health Training and Education of Electronic Base in Probolinggo, East JavaThe qualified service quality can be only performed by. Health officer heaving knowledge, skill and professional attitude. Training and education is one of alternative approach to promote health officer quality. Government always gives all of employers included health department employers the opportunity to promote the quality health officer.One of approach which is developed to increase the professionalism is long distance training and education (LDTE). By implementing LDTE, health officer do not need to quit their own work and are able to reach the objective of health officers who is in several unit of health service. The progress of information technology, especially communication technology is based on computer. It officer the alternative way to carry out the activity of long distance learning.To perform LDTE based on sophisticated electronic, it is needed well infra-structure system such as the existence of understanding of involved people in this activity as participants of learning (learners) or as conductors (brainware), readiness of' hardware supporting communication performance and readiness of software. Besides that, there should be the well preparation before implementation of long distance learning will have the significant role in smoothness of learning process such as mechanism determination of technical communication during learning process which is supported with authorization in sharing the role, determination of instructional model which determines the effectiveness among learners, tutor supporting parties for conductor and the learning material that should be designed.The objective of this research is to design the conduction of database design for information system for health training and education activity in long distance which is based on electronic to support effectiveness of activity through information needed to control and improve the activity result. To determine the variable which will be the basic in database of design information system, there should be pre analysis study by using qualitative approach in Probolinggo, East Java.From pre analysis study, it is found out infrastructure as mentioned absolutely determines the success of LDTE activity based on electronic_ The other case is that there must be existence of well prepared mechanism from preparation until evaluation of integrated data. So that it can be easily accessed by the involved parties in this activity in giving the information of activity to create well coordination.Based on result of above pre analyses study, next , it is arranged the conduction information system design which provides the information of communication effectiveness inter actors in a system, result of reaching learning activity spreading the learners in each unit based on training and education followed. Design of system which is arranged is limited with activity mechanism including collecting and studying data, designing database, input design, output design, menu system and hardware, software, and brainware needs.Then, recommendation to conduct the activity of Health LDTE which has the electronic base should prepare the well infrastructure in order to reach communication in supporting the good coordination. The infrastructure consists of human (brainware), hard ware, software and rules regulation role of actors in that system. Beside that, the other significant preparation to support the success of this activity is like an activity mechanism, the existence of integrated data which can be accessed by involved parties in this activity.In management of this activity conduction, it will be better, if it is managed by regional authority by empowering the technical aid from Bapelkes (Broard of Health Implementation) and Pusdiklat for the sort of design of Diktat which will be given, Model of learning, Module and Completion materials needed to keep the quality of Diklat through promoting that there will be accreditation and job training of Diklat institution.

Read More
T-1460
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Merry Ivana Saragih; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo, Besral, Syafrial, Tulus Riyanto
Abstrak:

Imunisasi merupakan upaya pelayanan kesehatan dasar untuk mencegah penyakit secara perorangan dan kelompok yang pada akhirnya dapat mengeradikasi atau mengeliminasi PD3I. Universal Child Immunization (UCI Desa) adalah indikator kinerja program imunisasi di Indonesia, yang ditargetkan harus mencapai 100% pada tahun 2014 sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menegah Nasional RI tahun 2010-2014. Permasalahannya adalah apakah sistem informasi yang ada saat ini mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk memantau pencapaian UCI Desa di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menilai keberadaan dan fungsi sistem informasi imunisasi, yaitu Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) imunisasi bayi di tingkat Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten/kota dan Provinsi di Indonesia sebagai dasar pengembangan sistem informasi untuk merevitalisasi PWS. Desain penelitian adalah kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan review dokumen yang dilakukan terhadap 4 Puskesmas di 4 Kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah yang dipilih secara purposive. Peneliti menyimpulkan bahwa PWS program imunisasi di Indonesia memiliki kekuatan infrastruktur komponen Sistem Informasi Kesehatan. Akan tetapi, revitalisasi PWS perlu dilakukan, yaitu dengan menyediakan suatu tool sistem pemantauan yang berfungsi sebagai Decision Support System dan Early Warning System dalam program imunisasi untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan imunisasi bayi dalam rangka menyukseskan Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional UCI di Indonesia. Daftar Bacaan : 48 (1990-2010) Kata Kunci :  Sistem Informasi Imunisasi, Pematauan Wilayah Setempat, UCI Desa, Imunisasi.


 Immunization is a basic health services to prevent diseases both for individual as well as group with long term objective is to eliminate and eradicate some particular diseases. Universal Child Immunization Village is a key performance indicator of Immunization Program in Indonesia which in 2014 has to be achieved by 100% throughout the country. The problem is whether the existing health information system could monitor the achievement of UCI Village in Indonesia. Therefore, this research is aimed to assess the function of the existing Local Area Monitoring (LAM) of immunization especially for baby in the Public Health Centre, District and Province Health Offices in Indonesia. Thus the result of this assessment can be used as evidence based to develop an information system in order to revitalize LAM. The research was using qualitative design with various methods such as interview, observation, and document review that was undertaken in 4 non randomly (purposive) selected Public Health Centre, 4 District Health Offices in DKI Jakarta and Central Java Province. This research concluded that LAM has infrastructure strength of Health Information System components. However, there is a need to revitalize LAM by developing and providing a monitoring tool as a Decision Support and Early Warning System to produce required information to increase both quantity and quality of immunization to enhance national immunization acceleration in Indonesia. References: 50 (1990-2010) Key Words:  Immunization Information System, Local Area Monitoring, UCI Village, Immunization.

Read More
T-3323
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haeria; Pembimbing: Luknis Sabri, Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmaniarti Makful, Budiarti Setyaningsih, Eko Priyono
Abstrak: Latar Belakang: Kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae dan merupakan penyakit menular yang menimbulkan masalah sangat kompleks. Di Kabupaten Cirebon selama tiga tahun terakhir jumlah penderita mencapai 1.207 (Prevalence Rate 1,69/10.000 penduduk) dengan demikian belum mencapai eliminasi kusta, sehingga transmisi penyakit terus berlangsung. Penanggulangan Kusta menggunakan sistem sentinel surveilans kusta, operasional sistem ini belum berjalan optimum dan output yang dihasilkan sebatas laporan reguler Tujuan: Tersusunnya program aplikasi sistem informasi kusta berbasis sistem informasi geografis sebagai solusi dalam sistem informasi penanggulangan kusta untuk percepatan eliminasi kusta di Kabupaten Cirebon . Metode: Pengembangan sistem menggunakan metode System Development Life Cycle, yaitu planning analysis system, desig, implementation, maintenance dan evaluation system dengan memadukan konsep Data Base Management System dan data spasial. Hasil analisis sistem dapat mengidentifikasi permasalahan manajemen sistem informasi penanggulangan kusta serta alternatif solusi pada level input, proses dan output. Pengumpulan data dan informasi melalui wawancara, dan telaah dokumen. Hasil: SIGEK didesain untuk kemudahan input data dan otomasi proses pengolahannya menjadi informasi. Output berupa laporan reguler, tabulasi, grafik indikator program dan informasi pemetaan endemisitas dengan unit pengamatan terkecil desa. Interpretasi epidemiologis kusta pada visual peta ini dapat mengetahui model difusi transmisi kasus dan jangkauan pelayanan kesehatan (Puskesmas) dalam penanggulangan kusta. Kesimpulan: Aplikasi SIGEK menjadi alat manajemen program penanggulangan kusta, menguatkan kemampuan kegiatan monitoring dan surveilans. Output yang dihasilkan dapat dijadikan informasi untuk masukan pada pengambil keputusan dalam program percepatan eliminasi penyakit kusta. SIGEK ini diharapkan dapat dijadikan alat bagi pengelola program dan dimungkinkan dapat dikembangkan di Kabupaten lain. Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis, Eliminasi, Kusta
Background: Leprosy is chronic disease cause by Mycobacterium Leprae infection and it is a contagious disease that generates very complex problems. At Cirebon district over last three years, until 2003, patient number reach 1.207 (Prevalence Rate 1,69/10.000 population), have not reach leprosy elimination, therefore disease contamination keep going. Leprosy elimination in Cirebon district to acquire and process of data using leprosy surveillances sentinel system, this system operational not yet maximum and yielded output only limited to regular report. Objective: The purpose of this system development is to develop an application of Leprosy System Information Program Based on Geography Information System for leprosy elimination acceleration program in Cirebon District Year 2005 Methods: System development done based on System Development Life Cycle method, by combining Data Base Management System concept and spatial data. Data and information needed were collecting by interview and document observation. Results: SIGEK designed for facilitating data input and automatic of its process mechanism into information. Yielded output is in form of regular report, tabulation, graphic, and area endemic mapping information with urban smallest observation unit. Epidemiologic interpretation leprosy case from this visual map can be identified case transmission diffusion model and health service range (Puskesmas) in leprosy elimination. Conclusion: This SIGEK application can be management application on leprosy elimination program, empowered ability on monitoring activity and surveillance. Yielded output could be made as information for decision making input on leprosy elimination acceleration program. SIGEK was hoped to be a device for program management and possible can be developed on other district. Keywords: Geography Information System, Elimination, Leprosy
Read More
T-2161
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Ayu Agung Mardiani Putri; Pembimbing: Sudijanto Kamsa, Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Sudung Nainggola, Roostiawaty
T-2329
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martin Setiawan; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Artha Prabawa, Besral, Sri Agustina
Abstrak:

Pendahuluan : April 2005 terjadi KLB polio di Kabupaten Lebak yang berlokasi di 13 kecamatan dengan total 131 kasus Bahia AFP ( Acute Placid Paralise ),103 Balita diantaranya positif virus Polio Liar, 95% balita AFP belum diimunisasi Sebulan sebelumnya Isnaret 2005 telah terjadi KLB Polio pertama di Indonesia di kabupaten Sukabumi yang lokasi KLB bersebelahan dengan bakasi pertama terjadi ledakan KLB Polio di kabiebak dengan tejadinya penularan virus Polio ke balita yang belum terirnunisasi vaksin Polio melalui mobilitas transportasi dan aliran sunpi Luasnya wilayah kerja dan masth banyaknya daerah yang sulit dijangkau ditambah lagi dengan kurangnya Informi' kesehatan Aktual serta belum tersedianya Sisiem Informaiika Kesehatan yang baik di jajaran kesehatan dan masyarakat kabupeen Lebak dapat memperlemah Sistem Kevvaspadaan Dini, Pencegahan dan Penanggulangan KLB sehingga dapat menimbulkan KLB Polio di i(kabupaten Lebak. Untuk mengatasi pennasalahan tersebut maka sangat diharapkan adanya satu sistem Jaringan Komputer Web DataBase Tepat Guna Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah membangun dan mengembangkan sistem Informatika untuk memperkuat Sistem Kewaspadaan Dini, Pencegahan dan Penanggulangan KLB Polio di kabupaten Lebak. Metode: Pendekatan yang digunakan dalam pengembangan sistern ini adalah pendekatan siklus hidup pengembangan sistem SDLC (ten Devolopment Life Cycle) yang terdiri preanalisis, analisis, perancangan sistem, ujicoba. Hasil: Setelah raelalui proses penelitian dengtut pendekatan SOLC diperoleh hasil dua prototype yaitu pembangun.an Local Area Network ( LAN) dan Aplikasi Web DataBase Situs Lebak Sehat ( SILEHAT )_ Kesimpuian: Dengan adanya pembangtman dan pettgembangart sistem informatika LAN dan SILEHAT tepat guna ini maim semua permasalahan yang menyebabkan terjadinya KLB Polio di kabupaten. Lebak diharapkan dapat diketahui.

Read More
T-2868
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Wijaya; Pembimbing: Tris Eryando, Popy Yuniar; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Sensusiati, Nurjamil
Abstrak: Abstrak

Latar Belakang : Tesis ini membahas tentang Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Obat Untuk Mendukung Pelayanan Kefarmasian (Studi Kasus Di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi). Sistem Informasi ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan administrasi mulai dari pencatatan, pelaporan, pengarsipan yang baik, bertujuan agar lebih mudah dimonitor dan dievaluasi. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model sistem informasi manajemen obat untuk mendukung pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi.

Metode : Pendekatan yang dipergunakan dalam pengembangan Sistem Informasi Manajemen Obat di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi ini adalah Pendekatan Rapid Application Development (RAD), Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pedoman observasi dan Pedoman Wawancara.

Hasil : Pencatatan pengelolaan obat yang tertib dan lengkap belum dilaksanakan, sehingga sulit untuk monitoring dan evaluasi. Maka perancangan Sistem Informasi Manajemen Obat yang terintegrasi menggunakan basis data yang dapat memudahkan dalam pengorganisasian data untuk menghasilkan informasi sehingga perencanaan pengelolaan obat, monitoring dan evaluasi menjadi lebih mudah. Keluaran sistem informasi ini berupa laporan pemakaian dan lembar permintaan (LPLPO) dan indikator monitoring dan evaluasi yang ditampilkan dengan grafik.

Kesimpulan : Terbangunnya model sistem informasi manajemen obat yang terintegrasi menggunakan basis data sehingga memudahkan dalam pencatatan, pelaporan dan monitoring serta evaluasi.


Background : This thesis discusses the development of Drug Management Information System to Support Pharmaceutical Services (Case Study In Health Center pejuang Bekasi). This information system is expected to support the administration ranging from record keeping, reporting, good filing, aims to be more easily monitored and evaluated. The purpose of this study to develop a model of Drug Management Information System to support pharmaceutical services at PHC Pejuang Bekasi.

Methods : The approach taken in the development of Drug Management Information System at the Health Center pejuang Bekasi is a Rapid Application Development (RAD), instrument used in this study is the observation and Interview Guide.

Results : Recording of medication management and complete order has not been implemented, making it difficult for monitoring and evaluation.Then the Drug Management Information System design using an integrated database that can facilitate in organizing the data to produce information that medication management planning, monitoring and evaluation easier. Output is in the form of laporan pemakaian dan lembar permintaan (LPLPO) and monitoring and evaluation indicators are displayed with graphs.

Conclusion : Development of a model of management information systems using integrated drug database to facilitate the recording, reporting and monitoring and evaluation.

Read More
T-3853
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive