Ditemukan 38548 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Each year the transmission of disease through fecal-oral route, includingdiarrhea has caused many deaths, especially among children in the world.Examination of the microbial quality of water is not sufficient to accuratelydescribe the level of risk of diarrhea . This is because the factors of sanitationand hygiene behavior also play an important role in the transmission ofdiarrheal diseases. Therefore it is necessary to do research on a picture orportrait of availability of sanitation facilities and hygienic behavior ofhealthy in society and its relationship with the incidence of diarrhea. Weused cross-sectional study design. We conducted an assessment of thecondition of sanitation facilities and people's behavior by usingEnvironmental Health Risk Assessment (EHRA) data in 9 villages in Depok. In each village 60 households taken as a sample so that the number ofrespondents used was 540 households. Questionnaires and observation sheetsare used to determine the condition of sanitation facilities and people'sbehavior and the incidence of diarrhea. We found a significant relationshipbetween household sewage treatment [ OR = 0.42 (95 % confidence interval( CI ) , 0.23-0.76) ] , the behavior of handwashing with soap [ OR = 4.93(3.11 -7.82) ] , and defecation behavior [ OR = 6.61 (2.03 to 21.58) ] with theincidence of diarrhea. From the result we can conclude that the condition ofsanitation facilities ( household waste ) and hygiene habits (washing handswith soap and defecation ) people have a relationship with the incidence ofdiarrhea in the community .Key words : ciliwung, diarrhea, hygiene, risk assessment, sanitation
Anak anak manusia yang berkualitas. Anak anak infeksi, salah satunya ialah penyakit cacingan. Penyakir cacingan erat kaitannya dengan sanitasi lingkungan dan higiene perorangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran infeksl kecacingan dan hubungannya dengan higiene perorangan dan sanitasi tingkungan pada murid SD Negeri di Kecarnatan Sawangan Kota Depok. Higiene perorangan :anak terdiri dari kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, setelah BAB, kebiasaan memakai alas kaki, kebiasaan menggunting kuku, kebiasaan bermain. kehiasaan menghisap jari serta kondisi sanitasi lingkungan yang terdiri dari jenis lantai rumah. kepemilikan sarana air bersih (SAB) dan kepemiHkan jamban keluarga saniter (JAGA). selain itu juga diteliti karakteristik ibu wawancara dan pemeriksaan sampel tinja. Uji hipotesis dengan menggunkana uji chisquare. Penelitian ini menunjukkan proporsi kecacingan sebesar 16.2%. Murid kelas 3 yang paling banyak menderita cadngan yaitu sebanyak 8 orang (44.4°/o) dan yang paling sedikit ialah murid kelas satu sebanyak 3 orang (!3.7%). Adanya program pemberian obat cacing berkala (tiap 6 bulan) kepada seluruh murid sekolah dasar kelas satu yang dilaksanakan oleh instansi kesehatan. Lima dari enam variabel pada higiene perorangan sudah cukup baik, kecuali kehiasaan bermain yang kontak tanah (73.9%). Untuk kondisi sanitasi lingkungan, hanya kepemilikan SAB bukan ledeng/PAM yang masih buruk (92.8%) sedangkan untuk karakteristik ibu, variabel pendidikan (62.2%) dan higiene perorangan (54.1%) memiliki proporsi lebih besar pada kategori buruk. Tidak diperolehnya hubungan yang bermakna antara variabel independen dan dependen namun pmposi cacingan lebih tinggi pada kategori kebiasaan bennain kontak langsung dengan tanah, kepemilikan SAB bukan ledeng/PAM, tingkat pendidikan ibu rendah dan kondisi ekonomi keluarga yang rendah. Penulis menyarankan untuk tetap mempertahankan kondisi sanitasi Hngkungan dan periiaku hidup bersih dan sehat yang telah ada di masyarakat sehingga mereka tidak tergantung pada program pengobatan masal (blanket mass treatment). Upaya promosi dan pendidikan kesehatan yang berbasis masyarakat dan melibatkan kelompok masyarakat dan organisasi sekolah {UKS) serta pentingnya kerjasama.
