Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34932 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
N. Shelly Cahyadi; Pembimbing: Buchari Lapau
T-531
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Wahyu Ihsan; Pembimbing: Mardiati Nadjib
T-762
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samiyah Nida Al Kautsar; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Sahruna
Abstrak:
Malnutrisi pada anak sering disebabkan kurangnya variasi makanan yang dikonsumsi, sehingga asupan zat gizi tidak adekuat (UNICEF, 2020). Tingginya keragaman konsumsi pangan berhubungan dengan rendahnya kejadian stunting dan underweight pada balita (Modjadji et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keragaman konsumsi pangan dan faktor dominan terhadap keragaman konsumsi pangan pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara tahun 2023. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 188 anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok selama bulan Juni 2023 menggunakan teknik simple random sampling di tiga kelurahan, yaitu Kebon Bawang, Sunter Jaya, dan Warakas. Skor keragaman konsumsi pangan diambil menggunakan food recall 1x24 jam berdasarkan 9 kelompok pangan dan dikategorikan menjadi tidak beragam (< 5 kelompok pangan) dan (≥ 5 kelompok pangan). Analisis penelitian ini menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara status pekerjaan ayah, pengetahuan gizi ibu/pengasuh, dan ketahanan pangan dengan keragaman konsumsi pangan anak. Analisis multivariat menunjukkan bahwa status pekerjaan ayah memiliki nilai OR tertinggi, yaitu 2,9. Status pekerjaan ayah menjadi faktor dominan keragaman konsumsi pangan anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara tahun 2023.

Malnutrition in children is often caused by a lack of variety of foods consumed, resulting in inadequate intake of nutrients (UNICEF, 2020). The high diversity of food consumption is related to the low incidence of stunting and underweight in toddlers (Modjadji et al., 2020). This study aims to determine the factors associated with the diversity of food consumption and the dominant factors for the diversity of food consumption in children aged 24-59 months in Tanjung Priok District, North Jakarta in 2023. The study used a cross-sectional design with a sample size of 188 children aged 24 -59 months in Tanjung Priok District during June 2023 using a simple random sampling. Food consumption diversity scores were taken using a 1x24 hour food recall based on 9 food groups and categorized into non-diverse (< 5 food groups) and (≥ 5 food groups). The result showed a significant relationship between father's employment status, mother/caregiver's nutritional knowledge, and food security with children's food consumption. Multivariate analysis showed that the father's employment status had the highest OR value. Father's employment status is the dominant factor in the diversity of food consumption for children aged 24-59 months in Tanjung Priok District, North Jakarta in 2023.
Read More
S-11430
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruth Alpita Silva; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Trini Sudiarti, Sahruna
Abstrak:
Prevalensi wasting di DKI Jakarta mencapai 8% pada tahun 2022. Menurut data SSGI tahun 2022, Jakarta Utara memiliki prevalensi wasting tertinggi sebesar 9,4% (mendekati batas angka 10% masalah gizi kesehatan masyarakat berat) dibandingkan wilayah lain di DKI Jakarta. Usia 24-59 bulan merupakan usia rentan mengalami kejadian wasting karena kebutuhan gizi anak yang tinggi untuk mendukung pertumbuhan cepat sehingga dibutuhkan asupan gizi yang adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang berhubungan (asupan gizi, penyakit infeksi, karakteristik keluarga, dan karakteristik anak) dan faktor dominan kejadian wasting pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara 2023. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik simple random sampling. Subjek penelitian balita usia 24-59 bulan di wilayah Kecamatan Tanjung Priok berjumlah 188 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan chi-square dilanjutkan dengan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian wasting adalah asupan energi (p-value= 0,023), dan asupan lemak (p-value=0,05), sedangkan yang paling dominan adalah asupan energi OR = 4,026 (95%, CI: 1,211-13,385). Perlu adanya deteksi dini dan pencegahan wasting pada anak harus ditingkatkan melalui program pemantauan tumbuh kembang anak pada saat kegiatan penimbangan setiap bulan oleh posyandu dengan dukungan pihak puskesmas.

The prevalence of wasting in DKI Jakarta reached 8% in 2022. According to SSGI data in 2022, North Jakarta has the highest prevalence of wasting at 9.4% (close to the 10% limit for severe public health nutrition problems) compared to other regions in DKI Jakarta. Age 24-59 months is a vulnerable age to experience the incidence of wasting due to the high nutritional needs of children to support rapid growth so that adequate nutritional intake is needed. This study aims to determine and analyze related factors (nutritional intake, infectious diseases, family characteristics, and child characteristics) and dominant factors of wasting incidence in children aged 24-59 months in Tanjung Priok District, North Jakarta 2023. The study used a cross-sectional design with simple random sampling technique. Subjects of research toddlers aged 24-59 months in the District of Tanjung Priok amounted to 188 people. Data was collected through interviews and anthropometric measurements. Data analysis using chi-square followed by logistic regression. The results showed that the factors significantly associated with the incidence of wasting are energy intake (p-value= 0.023), and fat intake (p-value=0.05), while the most dominant is energy intake OR = 4.026 (95%, CI: 1.211-13.385). The need for early detection and Prevention of wasting in children must be improved through a child growth and Development Monitoring program during monthly weighing activities by posyandu with the support of the public health center.
Read More
S-11302
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Artha Prabawa; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Poppy Yuniar, Hendry Boy
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengankaries gigi pada murid SD di Kota Jambi Tahun 2014. Penelitian menggunakandesain cross sectional. Hasil penelitian diperoleh 59,3% responden karies gigi.Susunan gigi dan derajat keasaman saliva merupakan faktor yang berhubungandengan karies gigi, dimana responden dengan derajat keasaman saliva yang tidaknormal berisiko terjadi karies gigi 2,6 kali dibanding yang normal setelahdikontrol oleh susunan gigi dan kebersihan gigi dan mulut. Susunan gigi tidakteratur berisiko terjadi karies gigi 2,6 kali dibanding yang teratur, setelah dikontrololeh derajat keasaman saliva dan kebersihan gigi dan mulut. Disarankan untukmeningkatkan upaya promotif dan preventif pada murid SD di Kota Jambi.Kata kunci : karies gigi, faktor-faktor yang berhubungan dengan karies gigi
The purpose of this study to determine the factors associated with dental cariesin primary school students in the city of Jambi 2014. The study used across-sectional design. The results were obtained 59.3 % of respondents dentalcaries. Arrangement of the teeth and saliva acidity is a factor associated withdental caries, where respondents with the degree of acidity abnormal salivarycaries risk occurs 2.6 times compared to normal after controlled by thearrangement of teeth and oral hygiene. The composition of irregular teeth cariesrisk occurs 2.6 times compared to regular, once controlled by the acidity of salivaand oral hygiene. It is recommended to increase the promotive and preventiveprimary school students in the city of Jambi.Keywords : dental caries , related factors to dental caries
Read More
T-4268
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vera Sitompul; Pembimbing: Agustin Kusumayati
T-628
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Made Rasmini; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi
T-609
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sugiyati; Pembimbing: Iwan Ariawan
S-3003
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahdania Ayuni; Pembimbing: Besral; Penguji: Popy Yuniar, Julie Rostina
Abstrak:
Masa remaja putri pada anak sekolah telah dikenal sebagai masa khusus dalam kehidupannya yang memerlukan perhatian, terutama pada saat menstruasi. Kurangnya pengetahuan, akses terbatas pada fasilitas sanitasi yang layak, stigma seputar menstruasi, dan kondisi sanitasi yang buruk secara umum dapat menghambat manajemen kebersihan menstruasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi praktik manajemen kebersihan menstruasi pada siswi SMP dan MTS di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 205 siswi kelas 7 dan 8, yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswi memiliki praktik manajemen kebersihan menstruasi yang kurang baik. Analisis bivariat mengungkapkan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan praktik kebersihan menstruasi (p=0,047; OR=2,512). Namun, faktor lain seperti sikap, kepercayaan, ketersediaan pembalut, dan dukungan guru tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menyoroti pentingnya peningkatan edukasi kesehatan reproduksi dan penyediaan fasilitas kebersihan yang memadai di sekolah untuk mendukung praktik kebersihan menstruasi yang lebih baik.

The adolescent phase for school-aged girls is recognized as a critical period in their lives that requires special attention, particularly during menstruation. A lack of knowledge, limited access to proper sanitation facilities, stigma surrounding menstruation, and generally poor sanitation conditions can hinder effective menstrual hygiene management.This study aims to analyze the factors influencing menstrual hygiene management practices among junior high school and Islamic school (MTS) students in Tanjung Priok District, North Jakarta. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 205 female students from grades 7 and 8, randomly selected from several schools in the area. Data were collected using a structured questionnaire covering predisposing factors (knowledge, attitudes, and beliefs), enabling factors (availability of sanitary pads, school sanitation facilities, and information exposure), and reinforcing factors (peer and teacher support). The findings revealed that the majority of students had poor menstrual hygiene management practices. Bivariate analysis showed a significant relationship between knowledge levels and menstrual hygiene practices (p=0.047; OR=2.512). However, other factors such as attitudes, beliefs, availability of sanitary pads, and teacher support did not show significant associations. These findings underscore the importance of enhancing reproductive health education and providing adequate sanitation facilities in schools to promote better menstrual hygiene management practices.
Read More
S-11869
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ani Suryani; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Milla Herdayanti, Dina Rosdiana
S-4972
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive