Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32519 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putri Kurniasari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Kamaluddin Latief
S-8100
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rumita Ena Sari; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Puput Oktamianti, Sandi Iljanto, Indah Rosana A. Djajadiredja
Abstrak:

ABSTRAK Tesis ini membahas tentang kelayakan rujukan oleh bidan Puskesmas Poned Kota di RSUD Pirngadi Medan Tahun 2012. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh kasus rujukan yang dirujuk ke RSUD Pirngadi berjumlah 136 kasus rujukan, dan dilengkapi dengan informasi dari 17 orang bidan di 6 Puskesmas Poned. Data primer diambil dengan wawancara menggunakan kuesioner, daftar ceklist dan data sekunder menggunakan data rekam medis RSUD Pirngadi Medan. Ada 75,7% kasus rujukan persalinan yang layak dirujuk dan 24,3% kasus rujukan persalinan yang tidak layak dirujuk. ABSTRACT This study analyzed the referral feasibility by Poned Health Centres midwives in Pirngadi Medan Hospital in 2012. This is a quantitative research using cross sectional design. Sample in this study are all referral cases referred to Pirngadi Hospital 136 cases and supplemented by information from 17 midwives in 6 Poned Health Centre. Data used a questionnaire, checklist, and medical record. There were 75,7% of the cases referred to decent referral and 24,3% of cases referral is not feasible referenced.

Read More
T-3694
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Prastyani; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: Mieke Savitri, Ede Surya Darmawan, Fusia Meidiawaty
T-3189
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Royasia Viki Ramadani; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Jety Sugasrini
Abstrak: Pelayanan antenatal yang berkualitas dapat menekan AKI. Puskesmas Bruno memiliki K1 dan K4 selama 3 tahun berturut-turut belum mencapai target SPM. Belum diketahuinya kepatuhan bidan di Puskesmas Bruno Kabupaten Purworejo dan belum dimilikinya baseline data menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan bidan di puskesmas Bruno, Kabupaten Purworejo tahun 2013. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dan metode kuantitatif Berdasarkan analisis bivariat diperoleh hubungan yang bermakna lama kerja dengan kepatuhan bidan, hubungan yang sangat kuat pada variabel sikap, hubungan yang kuat pada variabe supervisi dan sarana prasarana Hubungan yang sedang antara pelatihan dan pengetahuan.
 

A good quality ANC can reduce maternal mortality.The background of this research is the unknown midwives compliance in Bruno health centers and the unavailability of the baseline data. This study aims to determine the factors that affect midmives compliance in Bruno health centers, Purworejo in 2013. This study used a cross sectional design and quantitative methods.Based on bivariate analysis, there is a significant association between longer working with midwives compliance, very strong association in variable attitudes, strong association in variable facilities and supervision While variable knowledge and training was moderate associaton.
Read More
S-8151
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alhafiza Putra; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Sudarti Kresno, Ella Nurlela Hadi, Gayatri Suryaningsih, R. Dedi Kuswenda
Abstrak:

Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Ibu di Indonesia sudah menurun, tetapi kalau dibanding dengan Negara tetangga masih jauh lebih tinggi. Sepertiga kernatian bayi teljadi dalam bulan pertarna (neonatal), 80 persen kematian neonatal ini terjadi pada minggu pertarna. Berarti masih rendahnya status kesehatan ibu dan bayi baru lahir rendahnya akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak khususnya pada masa persalinan dan segera sesudahnya. Tahun 2006, kematian Neonatal di Kabupaten So1ok sebanyak 47 kematian dan 7 kematian ibu dari 8.250 kelahiran hidup. Pada periode yang sama teijadi 23 kematian neonatal dan 1 kematian ibu dari 1,091 kelahiran hidup yang terjadi di Kecamatan Lembah Gumanti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktek atau tindakan yang dilakukan o1eh bidan di wilayah keija Puskesmas Alahan Panjang terhadap pelayanan ibu bersalin dan bayi baru lahir 7 hari (minggu pertarna) pasca persalinan. Selain itu, juga dilakukan identifikasi terhadap hal yang diperkirakan menunjang pelaksanaannya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Inforrnan dalam penelitian adalah seluruh bidan yang bertugas di wilayah kerja Puskesmas Alahan Panjang, ibu bersalin yang persalinannya ditolong oleh inforrnan bidan tersebut, dan inforrnan kunci adalah pimpinan dan koordinator program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Alahan Panjang. Pengambilan data dilakukan dengan cara Diskusi Kelompok Terarah (DKT) kepada 18 bidan, kemudian dilanjutkan dengan Wawancara Mendalam (WM) kepada 4 (empat) orang bidan dari peserta DKT. Untuk konfurnasi, dilakukan WM pada 17 (tujuh) orang ibu bersalin yang dilayani bidan tersebut. Selain itu, juga dilakukan WM kepada Pimpinan dan Koordinator Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Alahan Panjang. Selanjutnya juga dilakukan satu kali pengamatan (rekaman video proses persalinan sarnpai 24 jam pasca persalinan) dan pengamatan praktek atau tidakan bidan sewaktu kunjungan neonatal serta melakukan telah dokumen. Analisa yang dilakukan dengan memasukan data kedalam matrik, kemudian dilakukan analisa isi (content analysis). Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Alahan Panjang pada buian Marer sampai awai lviei 2007. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan masih ada praktek atau tindakan bidan, terhadap pelayanan ibu bersalin dan bayi bam lahir 0 - 7 hari, yang tidak sesuai dengan Standar Pelayanan Kebidanan menurut Depkes, (2003). Terutama dalam melakukan penyuluhan kepada ibu bersalin. Selain itu, juga ditemui bahwa supervisi yang dilakukan Pimpinan dan Koordinator Program KIA Puskesmas Alahan Panjang masih kurang. Selanjutnya, masih sedildtnya bidan yang pernah mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan fungsi bidan dalam pelayananan KIA dan kurangnya sarana yang mendukung praktek atau tindakan bidan dalam pelayanan KIA. Berdasarkanj hasil penelitian, disarankan kepada pihak-pihak terkait seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Solok dan Puskesmas Alahan Panjang untuk peningkatan profesionalisme bidan dalam menjalankan tugas dan fungsinya, dengan peningkatan supervisi, pelatihan dan penyediaan sarana bidan. Untuk bidan, agar meningkatkan profesionalisme dlam bekerja. Selain itu, juga menyarankan peningkatan kuantitas dan kualitas penyuluhan KIA, serta mendorong jorong/desa untuk menjadi jorong/desa siaga.


In Indonesia both the Maternal and Infant Mortality Rate (MMR & IMR) has significantly reduced. However, these two figures were still higher than that of the ASEAN countries. About a third of the infant deaths took place in the neonatal period, while 80% of the neonatal deaths happened during the first week of life. This was partly caused by both low accessibility and quality of care during that period. During 2006, in District of Solok there were I 0I infant deaths (?) and 7 maternal deaths reported from the 8,250 live births. During the same pdod, at the sub-district of Lembah Gunanti, 47 infant deaths and I maternal death took place form the reported I ,091 live births. The objective of this study was to assess the midwives' practice during the provision of services in the post partum and early neonatal period. In addition, this study at Puskesrnas Aiahan Panjang was also aimed to identify supporting factors in delivering the above services. The design of this study was qualitative research design. The methods of data collection were focus group discussions (FGD), in-depth interview and observation. The number of informants of midwives who took part in both FGD and in-depth interview was 18 persons. In addition, 7 postpartum mothers who were attended by some of the midwives on their delivery were also interviewed. Observation using video camera was made at one of the deliveries (24 hour recording). Both midwife coordinator and chief of the Puskesmas Alohan Panjang were also interviewed. The cont nt analysis technique was used to analyze the qualitative data.Results of the study showed that there were many practices of the midwives during postpartum and early neonatal period which did not follow the standard midwifery care by the Ministry of Health (Depkes, 2003). Health education was not properly implemented and quite often it did not take place. Supervision from the Puskesmas chief or midwife responsible for Materoal and Child Health (MCH) services was insufficient There were very few of the midwives who ever joined training in improving their midwifery skills. From the esults of histuly, it is urgel that both District Health Office (Dinkes) of Solok and Puskesmas Alahan Panjang improve the competency of the midwives through appropriate training, supervision and provision of equipment and. facilities.In addition, strengthening of the midwives in conducting effective health education program is also strongly recommended. In line with this effort, socialization of recent MCH programs and support for the development of "jorong" (Desa Si11ga) is also of utmost importance.

Read More
T-2726
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asmah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianty Permanasari, Pri Helga Ismiati, Dewi Maria
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan pengendalian pneumonia balitadilihat dari komponen input, proses, dan output. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berlokasi di dinas kesehatan dan 2 puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan di dinas kesehatan sarana dan dana cukup. Untuk perencanaan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan belum maksimal dilaksanaka nkarena keterbatasan SDM dimana pemegang program ISPA merangkap program diare sehingga tidak fokus dan kesulitan untuk memantau 43 puskesmas. Data kelengkapan laporan sebesar 97,09% dan ketepatan laporan baru mencapai 6,01%.Hasil penelitian di puskesmas masih ada sarana yang belum lengkap dan petugas di BP anak puskesmas belum terampil dalam tata laksana kasus dan menggunakan alat sound timer. Perencanaan kegiatan pneumonia balita belum ada di POA (PlanOf Action) puskesmas. Diperlukan penambahan SDM kesehatan dan workshop MTBS serta bimbingan teknis untuk petugas puskesmas. Kata kunci : pneumonia balita, puskesmas, dinas kesehatan, sistem
This study aims at assessing the implementation of pneumonia control for under-five children. From input, process and output components. This study usesqualitative approach in district health office and two public health centers(puskesmas). The results show that there is enough equipment, materials andsufficient fund in district health office. But, planning, implementation, andmonitoring activities have not been implemented well since there is one staff onlyat district health office who is responsible for managing acute respiratoryprogram. She also needs to manage diarrhea program and monitor 43 puskesmas.The report completeness at district health office reaches 97.09%, but timelinessreaches 6.01% only. In contrary with the condition at district health office, atpuskesmas where the achievement is low, there is still lack of equipment andmaterials. The personnel also lacks of skill in managing the pneumonia case andusing sound timer. The plan of action of pneumonia control program for under-five children has also not been written in the puskesmas plan of action. Morehuman resources, capacity building on integrated management of childhoodillnesses, and technical assistance for puskesmas personnel are needed. Keywords: pneumonia, under-five children, puskesmas, district health office,IMCI, system
Read More
T-4164
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulan Sri Damayanti; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Prastuti Soewondo, Aswan Usman, Dharma Setiawan
Abstrak:
Pemerintah saat ini berfokus untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas bagi masyarakat baik di fasilitas pelayanan kesehatan primer maupun rujukan. Pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas membutuhkan jaminan alat kesehatan yang berkualitas dan laik pakai. Disisi lain alat kesehatan merupakan salah satu aset terbesar dalam pelayanan kesehatan. Saat ini alat kesehatan masih belum terkelola dengan baik sebagaimana data dari WHO bahwa 50% peralatan kesehatan tidak berfungsi dikarenakan tidak tepat dalam perencanaan, kurangnya Sumber Daya Manusia yang mampu mengoperasikan dan memelihara dengan baik. Berdasarkan data kementerian kesehatan bulan September tahun 2023 menunjukkan masih ada sebanyak alat kesehatan yang rusak/tidak berfungsi sebanyak 14,4% dan sebanyak 2,25% alat kesehatan kondisi baik tapi tidak dioperasionalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan manajemen pemeliharaan alat kesehatan puskesmas tahun 2023 di tiga kabupaten/kota rovinsi Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan proses yaitu input, proses dan output. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan desain studi kasus komparatif yang membandingkan penyelenggaraan manajemen pemeliharaan alat kesehatan Puskesmas di Wilayah Kabupaten Malang, Kota Blitar dan Kabupaten Bangkalan Provinsi Jawa Timur. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lingkungan dan data sekunder melalui telaah dokumen yang bersumber dari Aplikasi Sarana dan Prasarana Alat Kesehatan (ASPAK), data laporan dari kemenkes, dinas kesehatan dan puskesmas. Informan penelitian ini sejumlah 33 orang mulai dari tingkat Pusat dan daerah (Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Puskesmas). Hasil manajemen pemeliharaan alat kesehatan puskesmas di tiga kabupaten/kota provinsi Jawa Timur berdasarkan input yaitu SDM, anggaran, suku cadang, metode dan peralatan mayoritas masih kurang. Faktor proses mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi belum optimal dilaksanakan. Output dari pemeliharaan alat kesehatan di tiga kabupaten/kota sangat bervariasi ada cukup berhasil dan ada yang masih kurang. Diperlukan pengelolaan pemeliharaan alat kesehatan yang baik mulai dari sisi input sampai proses untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam penyelenggaraan pemeliharaan alat kesehatan puskesmas sehingga akan meningkatkan penyediaan alat kesehatan yang laik pakai.

The government is currently focusing on improving quality health services for the community in both primary and secondary health care facilities. Quality health services require a guarantee of quality and usable medical devices. On the other hand, medical devices are one of the biggest assets in health services. Currently, medical devices are still not well managed as data from WHO that 50% of medical equipment is not functioning due to improper planning, lack of human resources who are able to operate and maintain properly. Based on data from the Ministry of Health in September 2023, it shows that there are still as many damaged / non-functioning medical devices as 14.4% and as many as 2.25% of medical devices in good condition but not operationalised. This study aims to determine the implementation of health centre medical equipment maintenance management in 2023 in three districts / cities in East Java province. The research used a process approach, namely input, process and output. The research method is qualitative with a comparative case study design that compares the implementation of health centre medical equipment maintenance management in Malang Regency, Blitar City and Bangkalan Regency, East Java . Primary data was obtained through in-depth interviews, environmental observations and secondary data through document review sourced from the Application for Medical Equipment Facilities and Infrastructure (ASPAK), report data from the Ministry of Health, health offices and health centres. The informants of this study were 33 people from the central and regional levels (Provincial Health Office, District / City, and Puskesmas). The results of the maintenance management of health centres in three districts / cities of East Java province based on inputs, namely human resources, budgets, spare parts, methods and equipment, the majority are still lacking. Process factors ranging from planning, organising, implementing, and evaluating have not been optimally implemented. The output of medical device maintenance in three districts / cities varies greatly, some are quite successful and some are still lacking. Good management of medical device maintenance is needed from the input side to the process to get optimal results in the implementation of health centre medical device maintenance so that it will increase the provision of medical devices that are fit for use.
Read More
T-6996
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tasya Caesarena Pertiwi; Pembimbing: Masyitoh; Penguji; Mieke Savitri, Mutmainah Indriyati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rujukan rawat jalan kasus nonspesialistik di Puskesmas Beji dan Puskesmas Depok Jaya. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif, dengan menggunakan data primer berupa wawancara mendalam, dandata sekunder dengan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diPuskesmas Beji dan Puskesmas Depok Jaya memiliki rasio rujukan rawat jalan kasusnon spesialistik yang optimal yaitu sebesar 0%, hal ini disebabkan karena dokter dikedua puskesmas memiliki kesadaran tinggi untuk memberikan rujukan sesuai indikasi,dan terdapat feedback dari BPJS terkait dengan capaian rasio rujukan rawat jalan kasusnon spesialistik. Dokter di Puskesmas Beji dan Puskesmas Depok Jaya memilikiketerampilan dan pengetahuan yang baik serta memiliki lama kerja sebagai dokter yangcukup panjang. Jumlah dokter di Puskesmas Beji dan Puskesmas Depok Jaya masihbelum cukup sesuai dengan analisis beban kerja. Pelatihan dibutuhkan oleh dokter nonPNS. Peralatan di kedua puskesmas masih kurang lengkap. Obat di kedua puskesmassudah lengkap namun terkadang terjadi kekosongan obat.Kata Kunci : Dokter; Rasio rujukan rawat jalan kasus non spesialistik.
Read More
S-10255
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Erni Kurniati; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji : Dumilah Ayuningtyas, Hj. T Tejaningsih, H. Osep Hernandi
Abstrak: Abstrak

Tesis ini membahas analisis Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Pada Instalasi Rawat Inap Di RSUD Kabupaten Ciamis Sebelum Dan sesudah Menjadi Badan Layanan Umum Daerah di Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dari informan terpilih.

Hasil penelitian menunjukkan dari aspek SPO, SDM, sarana prasarana pada instalasi rawat inap sesudah menjadi BLUD lebih lengkap dari segi kuantitas maupun kualitas meskipun dari aspek SPO masih ada tindakan yang tidak sesuai dengan SPO, sedangkan dari aspek SDM masih kekurangan dokter spesialis, dan dari aspek sarana dan prasarana masih kurang dalam sistem pemeliharaannya. Kesimpulannya, pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal di instalasi rawat inap belum dilaksanakan secara maksimal, karena keadaan rumah sakit yang masih mempunyai kelemahan dan kekurangan.

Saran peneliti bagi RSUD Kabupaten Ciamis diharapkan dapat lebih bekerja sama dan melakukan koordinasi yang baik dengan pihak Pemerintah Daerah agar dapat dicarikan solusi yang terbaik, dan diperlukan evaluasi berkala SPM agar pelaksanaannya lebih baik.


This thesis studied an analysis of the implementation of Hospital Minimum Service Standards of Ciamis District General Hospital at Inpatient Care Unit which was held before and after becoming Local Public Service Institution in 2013. This research used a qualitative approach by conducting detailed interview to selected interviewees.

The result of the research showed that aspects of SPO, Human Resources, infrastructures at Inpatient Care Unit, viewed after the hospital's becoming Local Public Service Institution are more quantitatively and qualitatively complete although if viewed from SPO there are still acts which are not appropriate with SPO, meanwhile viewed from Human Resources, it is still lack of specialists, and from its infrastructures, it’s maintenance system is regarded still inadequate. The Minimum Service Standards implementation at Inpatient Care Unit has not been maximally implemented because of the hospital's weaknesses and lack.

The researcher suggestion for Ciamis District General Hospital is that hopefuly there will be more cooperative good coordination with the local government in order to find the best solution, and the Minimum Service Standards periodic evaluations is required so that the implementation will be better conducted.

Read More
T-3935
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Halimah Dwi Putriyanti; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Ascobat Gani, Kurnia Sari, Zakiah, Harimat Hendarwan
Abstrak:
Latar Belakang : Berdasarkan data statistic tahun 2020 kematian ibu di Indonesia sebesar 189 per 100.000 kelahiran hidup, masih belum mencapai angka yang di targetkan oleh SDG’s yaitu 70 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan kematian bayi di Indonesia mencapai 16,85 per 1.000 kelahiran hidup, dengan 17 bayi yang tidak mencapai usia 1 tahun. Indonesia merupkan negara yang menduduki peringkat ke 3 tertinggi AKI di ASEAN.  Metode: Penelitian ini menggunakan jenis data penelitian kuantitaif, desain penelitian non eksperimental metode pengambilan data cross sectional. Sampel berjumlah 111 ibu yang melahirkan dalam kurun waktu Bulan Januari 2024 sampai dengan Juni 2025, yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Kesimpulan: Faktor individu yaitu terdiri dari Penjaminan Asuransi kesehatan, Faktor Individual level/ Obstetric Characteristic yaitu terdiri dari paritas, dan factor Institutional Level terdiri dari Metode Persalinan, dan penolong persalinan adalah factor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan persalinan bagi ibu bersalin di Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) Pancoran Mas tahun 2025.

Background: According to 2020 statistical data, the number of maternal deaths in Indonesia is 189 per 100,000 live births, which is still far from the SDGs target of 70 per 100,000 live births. Meanwhile, infant mortality in Indonesia reached 16.85 per 1,000 live births, with 17 babies not reaching the age of 1 year. Indonesia is the country with the 3rd highest MMR in ASEAN. Method: This study used a non-experimental design with a cross-sectional method. The sample consisted of 111 mothers who gave birth between January 2024 and June 2025, taken using a purposive sampling technique. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed using the chi-square test to determine the relationship between variables. Conclusion: Individual factors consisting of health insurance coverage, individual-level/obstetric characteristic factors consisting of parity, and institutional-level factors consisting of delivery methods and delivery assistants are factors related to the utilization of delivery services for mothers giving birth at the Pancoran Mas Basic Emergency Obstetric Neonatal Services (PONED) Health Center in 2025.
Read More
T-7446
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive