Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38274 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Linda Megawati Habeahan; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dadan Erwandi, Supardi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi yang mendalam tentang pengetahuan, persepsi dan sikap guru tentang perilaku seksual remaja tunagrahita di SLB C Asih Budi II Jakarta Timur Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Rapid Assessement Procedures. Total informan adalah 9 orang dengan informan kunci 3 orang.Pada penelitian ini diperoleh bahwa rendahnya pengetahuan guru disebabkan oleh minimnya sumber informasi yang diperoleh. Persepsi guru kurang baik karena rendahnya pengetahuan tentang persoalan- persoalan perilaku seksual pada remaja tunagrahita. Sikap guru adalah ketidak setujuan remaja tunagrahita mengekspresikan hasrat seksualnya dalam bentuk perilaku seksual, hal ini disebabkan guru - guru tidak menyadari akan keterbatasan pengetahuan. Kata Kunci: Pengetahuan, persepsi dan sikap guru, perilaku seksual remaja tunagrahita. SLB C Asih Budi II, 2013.
Read More
S-8120
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hestilia Nurul Ma`rifah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dadan Erwandi, Tita Srihayati
Abstrak: ABSTRAK Remaja tunagrahita berhak mendapatkan informasi kesehatan termasuk pendidikan seksualitas. Sebagai orang yang dipercaya menyampaikan informasi, guru dapat dijadikan promotor pendidikan seksualitas bagi remaja tunagrahita. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang mendalam tentang gambaran praktik pendidikan seksualitas yang telah dilakukan guru di SLB-C Dharma Asih Depok Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure (RAP). Informan penelitian terdiri dari 8 guru SLB-C Dharma Asih. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Pengolahan data dilakukan dengan menyusun transkrip, membuat matriks, mengidentifikasi hubungan antar variabel dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pendidikan seksualitas di SLB-C Dharma Asih dilakukan secara klasikal dan insidental. Guru memiliki pengetahuan yang memadai tentang pendidikan seksualitas dan menganggap pendidikan seksualitas perlu diberikan kepada remaja tunagrahita sedini mungkin. Kendala yang dihadapi, guru belum memiliki modul terkait pendidikan seksualitas dan belum ada sarana edukasi yang menunjang pendidikan seksualitas di sekolah. Sekolah belum memiliki kebijakan khusus terkait pendidikan seksualitas bagi remaja tunagrahita. Kerjasama antara guru, orang tua, puskesmas, dan dinas pendidikan belum optimal untuk mendorong pendidikan seksualitas. Disarankan hendaknya ada program atau kebijakan khusus terkait pendidikan seksualitas bagi remaja tunagrahita dengan mendorong keterlibatan seluruh stakeholder.

Adolescents with intellectual disabilities have the right to receive health information including sexuality education. As a person who is trusted to convey information, teachers can be promoters of sexuality education for mental retarded adolescents. This study aims to obtain information about the description of sexuality education practices that had been done by teachers in SLB-C Dharma Asih Depok 2018. The study used a qualitative approach with Rapid Assessment Procedure (RAP) design. The research informant consisted of 8 teachers of SLB-C Dharma Asih. Data collection was done by in-depth interview and observation. Data processing is done by arranging transcripts, creating matrices, identifying relationships between variables and drawing conclusions. The results showed that the practice of sexuality education in SLB-C Dharma Asih done in a classical and incidental. Teachers have adequate knowledge of sexuality education and consider sexuality education to be given to adolescent tunagrahita as early as possible. Constraints faced, the teacher does not have a module related to sexuality education and there is no educational tools that support sexuality education in schools. Schools do not have specific policies related to sexuality education for adolescents tunagrahita. Cooperation between teachers, parents, primary health care, and education offices has not been optimal to encourage sexuality education. It is suggested that there should be special program or policy related to sexuality education for adolescents tunagrahita by encouraging the involvement of all stakeholders 
Read More
S-9753
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Merry Maeta Sari; Pembimbing: Besral; Penguji: Evi Martha, Rita Damayanti, Yanti Damayanti, Linda Siti Rohaeti
Abstrak: Pendahuluan : Beberapa data statistik menunjukkan bahwa 80% wanita dan 50% pria tunagrahita mengalami pelecehan seksual sebelum usia 18 tahun. Orang tua yang merupakan pendidik seks utama, seringkali takut berbicara tentang kesehatan reproduksi karena kurang pengetahuan.

Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas intervensi psikoedukasi kesehatan reproduksi remaja tunagrahita terhadap pengetahuan dan praktik orangtua siswa tunagrahita di SLB C Tri Asih Jakarta.

Metode : Kuasi eksperimen dengan pre-post test without control yang ditujukan kepada 36 orangtua siswa tunagrahita di SLB C Tri Asih Jakarta. Hasil : Rata-rata pengetahuan orangtua siswa tunagrahita sebelum diberikan intervensi adalah 10,28, setelah diberikan intervensi, pada post test 1 menjadi 11,61 dan pada post test 2 menjadi 11,94. Rata-rata praktik orangtua siswa tunagrahita sebelum intervensi adalah 1,08 dan setelah intervensi menjadi 1,11.

Kesimpulan : Terjadi peningkatan pengetahuan dan praktik orangtua siswa tunagrahita di SLB Tri Asih Jakarta setelah diberikan intervensi psikoedukasi kesehatan reproduksi remaja tunagrahita, namun, peningkatan ini belum bisa dikatakan efektif.

Kata kunci : psikoedukasi, kesehatan reproduksi, remaja tunagrahita
Read More
T-4823
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Jusmitasari; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Yovsyah, Supardi
Abstrak: Remaja mengalami berbagai perubahan dan perkembangan demikian juga remaja tunagrahita. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran perilaku seksualremaja tunagrahita di SMPLB dan SMALB Jakarta Timur tahun 2013. Penelitianini dilakukan dengan metode cross-sectional dengan sampel sebanyak 105 remajatunagrahita di SMPLB dan SMALB Jakarta Timur. Pengumpulan data dilakukanmelalui wawancara dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian inimendapatkan 69,5% remaja tunagrahita berperilaku seksual berisiko. Repondenremaja tunagrahita yang memiliki perilaku seksual berisiko lebih besar pada :remaja perempuan (91,7%), remaja dengan tingkat pengetahuan tinggi (74,5%),remaja bersikap tidak permisif (77,6%), remaja yang tidak terpapar mediapornografi (85,7%), remaja yang terpapar materi pornografi melalui mediaelektronik (48%), remaja yang terpapar materi pornografi dengan frekuensi jarang(56,3%), remaja tidak berpengaruh teman sebaya (78,4%), remaja dengan perilakuseksual berisiko tidak pernah diberikan informasi topik kesehatan reproduksi olehorangtua (72%). Perlunya penanganan yang intensif dari seluruh pihak baik orangtua, dinas pendidikan dasar, sekolah, dinas kesehatan dalam pelayanan kesehatan remaja tunagrahita agar remaja dapat bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksinya.Kata kunci : remaja tunagrahita dan perilaku seksual.
Adolescent experiencing many changes and developments as well as adolescentmental retardation. This study aims to know the description adolescent sexualbehavior SMALB and SMPLB mental retardation in East Jakarta in 2013. Thisstudy was conducted using a cross-sectional study, sample of 105 adolescentswith mental retardation in SMPLB and SMALB East Jakarta. Collecting datadirectly from respondents interviewed using a questioner. Results of this study69.5% of adolescent mental retardation get risky sexual behavior. Mentalretardation adolescent respondents who have a greater sexual risk behavior on:adolescent girls (91.7%), adolescents with a high level of knowledge (74.5%),adolescents being so permissive (77.6%), adolescents are not exposed topornographic media (85.7%), adolescents are exposed to pornographic materialthrough electronic media (48%), adolescents are exposed to pornographic materialwith uncommon frequency (56.3%), had no effect teen peers (78.4%), adolescentswith behavioral never risky sexual reproductive health topic information given byparents (72%). The need for intensive treatment of all parties, both parents, basiceducation department, schools, health services in the health services for teens teenmental retardation may be responsible for reproductive health.
Read More
S-7744
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sela Fasya; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Hadi Pratomo, Frieda M. Mangunsong, Esti Widiastuti, Tita Srihayati
T-5407
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Theresia Yanuaria Rainy Tukan; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: R. Sutiawan, Eduardus Hena
S-8011
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yati Rochdiyawati Hadiyat; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar, Kusumayati, Agustin; Penguji: Ahmad Syafiq, Ade Saprudin, Kenalin Intan Antika
Abstrak: Abstrak

Meningkatnya temuan kasus HIV-AIDS di Kabupaten Kuningan dari tahun ke tahun, menunjukkan bahwa perilaku seksual berisiko di Kabupaten Kuningan mengalami peningkatan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa belum dilakukannya upaya pencegahan penularan HIV-AIDS. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui besarnya bentuk hubungan antara pengetahuan komprehensif HIV-AIDS terhadap perilaku seksual berisiko ditinjau dari aspek penularan dan pencegahan HIV-AIDS dan sikap terhadap perilaku seksual pranikah berisiko pada remaja di SMA Negeri I Garawangi Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif melalui pendekatan yang bersifat cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Mei 2013 di SMA Negeri I Garawangi Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Besar sampel yang diambil sebanyak 200 orang, pengumpulan data dilakukan sekaligus pada satu waktu secara bersamaan (point time approach) dengan menggunakan kuesioner, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Jenis uji statistik yang digunakan yaitu pengujian statistic chi square dengan batas kepercayaan (α=0,05); dengan estimasi confidential interval/tingkat kepercayaan (CI) 95%. Hasil uji statistik hubungan antara pengetahuan komprehensif HIV-AIDS dengan perilaku seksual pranikah remaja, diperoleh nilai p = 0,755 maka dapat disimpulkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan komprehensif HIV-AIDS dengan perilaku seksual remaja. Hasil uji statistik hubungan antara sikap dengan perilaku seksual remaja diperoleh nilai p= 0,019 maka dapat disimpulkan bahwa ditemukan hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku seksual remaja.


The findings of increasing cases of HIV-AIDS in Kuningan district from year to year, suggesting that sexual risk behavior in Kuningan has increased. This increase suggests that prevention efforts of HIV-AIDS have not done. The purpose of this study, to determine the relationship between comprehensive knowledge of HIV-AIDS to adolescent sexual behavior in terms of aspects of transmission and prevention of HIV-AIDS and attitudes toward adolescents premarital sexual behavior in SMA Negeri I Garawangi Kuningan. This study uses descriptive research method through a cross sectional approach, was conducted in March-May 2013 in the SMA Negeri I Garawangi Kuningan regency of West Java. Samples taken by 200 respondents, as well as the data collection is done at the same time (time point approach) by using a questionnaire,. with sampling techniques using simple random sampling. Type of statistical test used is the chi square test with statistical confidence limits (α = 0.05), with an estimated confidential interval / confidence level (CI) 95%. Results of statistical tests the relationship between comprehensive knowledge of HIV-AIDS with adolescent premarital sexual behavior, the value of p = 0.755, it can be concluded there is no significant relationship between a comprehensive knowledge of HIV-AIDS with. Results of statistical tests the relationship between attitudes to adolescent premarital sexual behavior obtained p value = 0.019, it can be concluded that there is a significant relationship between attitudes and adolescent premarital sexual behavior.

Read More
T-3881
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Supriyatiningsih; Pembimbing: Hadi Pratomo, Luknis Sabri
T-1689
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wanti Rejaningsih; Pembimbing: Sandra Fikawati
S-4009
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Septiana; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Sarjono
S-6424
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive