Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30914 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nabilah Syifa Suaidah; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Zarfiel Tafal, Nurhayati
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Skripsi ini membahas tentang gambaran remaja yang mengakses pornografi dan alasannya
 
mengakses pornografi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.
 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai hal yang berhubungan dengan praktek
 
mengakses pornografi pada siswa SMK Yayasan Padindi. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada
 
hubungan antara umur, jenis kelamin, penghasilan orang hta, sikap dan niat dengan praktek
 
mengakses pornografi pada siswa SMK Yayasan Padindi tahun 20tr3.
 

 
ABSTRACT
 
 
This thesis discusses an overview teenagers accessing pomography and why accessing
 
pornography. This research is a quantitative sfudy with cross-sectional design. The purpose ofthis
 
study is to investigate various matters relating to the practice of vocational sfudents accessing
 
pornography on Padindi Foundation in 2013. The results showed that there was a relationship
 
between age, sex, parental income, attitudes and intentions to practice vocational students
 
accessing pornography on Padindi Foundation.
Read More
S-8121
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novi Oktrinai; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Toha Muhaimin, Dede Sunaryat
S-6325
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afini Syifana; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Dadan Erwandi, Deni Kurniawan
S-9743
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariani Shinta Azzahra; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Kartika Anggun Dimar Setio, Sanyulandy Leowalu, Dian Anggraini S.
Abstrak:
Perilaku seksual pranikah di kalangan remaja merupakan masalah kesehatan reproduksi serius yang berisiko memicu kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran serta hubungan antara sikap terhadap perilaku, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan intensi dengan perilaku seksual pranikah pada siswa remaja dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Jenis penelitian kuantitatif ini menggunakan desain studi cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan April 2026 di beberapa sekolah menengah di wilayah Kecamatan X, Jakarta Barat. Sampel penelitian berjumlah 440 siswa remaja yang dipilih menggunakan metode multistage sampling, dengan analisis data meliputi uji univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (Regresi Logistik). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berada pada fase remaja pertengahan dengan proporsi tertinggi pada usia 17 tahun (44,1%), di mana bentuk perilaku seksual non-penetrasi didominasi oleh tindakan berpegangan tangan (56,4%), berpelukan (32%), dan merangkul (38,4%), sementara perilaku penetrasi telah dilakukan oleh sebagian kecil remaja baik menggunakan kontrasepsi (2%) maupun tanpa kontrasepsi (1,4%). Berdasarkan analisis bivariat dan multivariat, sikap pribadi (PValue = 0,139) dan intensi seksual ditemukan tidak berhubungan signifikan dengan perilaku seksual pranikah secara riil. Sebaliknya, norma subjektif lingkungan/teman sebaya terbukti menjadi prediktor paling kuat dan dominan memicu perilaku tersebut (PValue = 0,000; OR = 2,324), diikuti oleh persepsi kontrol perilaku yang kurang baik (PValue = 0,049; OR = 1,480). Kesimpulannya, faktor lingkungan sosial berupa norma subjektif kelompok teman sebaya (peer group) merupakan pendorong utama yang menormalisasi perilaku seksual pranikah pada remaja di Kecamatan Kembangan. Oleh karena itu, disarankan bagi Suku Dinas Kesehatan dan Pendidikan untuk merancang program edukasi kesehatan reproduksi komprehensif berbasis pendekatan teman sebaya (peer-led intervention) serta memperkuat kontrol diri remaja guna meminimalkan risiko perilaku seksual berisiko.

Premarital sexual behavior among adolescents constitutes a severe reproductive health issue due to the risks of unintended pregnancy, sexually transmitted infections, and psychological stress. This study aims to analyze the prevalence and relationship of attitude toward the behavior, subjective norms, perceived behavioral control, and intention with premarital sexual behavior among adolescent students using the Theory of Planned Behavior (TPB) framework. This quantitative study applied a cross-sectional approach, conducted in April 2026 across secondary schools in the X District, West Jakarta. A sample of 440 adolescent students was selected using a multistage sampling technique, and data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square), and multivariate (Logistic Regression) analyses. Univariate analysis revealed that the majority of respondents were in mid-adolescence, with the highest proportion aged 17 years old (44.1%). Non-penetrative sexual activities were dominated by holding hands (56.4%), hugging (32%), and embracing (38.4%), while penetrative behavior (intercourse) had been initiated by a small fraction of adolescents, either with contraception (2%) or without contraception (1.4%). Bivariate and multivariate analyses indicated that personal attitude (P = 0.139) and sexual intention were not significantly associated with actual premarital sexual behavior. On the contrary, subjective norms from peers emerged as the strongest and most dominant predictor (P = 0.000; OR = 2.324), followed by poor perceived behavioral control (P = 0.049; OR = 1.480). In conclusion, environmental factors, particularly the subjective norms established within peer groups, are the primary drivers that normalize premarital sexual behavior among adolescents in Kembangan District. It is highly recommended that the Sub-department of Health and Education formulate comprehensive reproductive health programs incorporating peer-led interventions and strengthen adolescents' self-control to mitigate the risks of high-risk sexual behavior.
Read More
T-7703
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumarwati; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Husein Habsyi
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang perilaku seksual pranikah pada anak jalanan usia remaja serta faktor yang berhubungan dengannya. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional, jumlah sampel sebanyak 110 orang, dilakukan di wilayah binaan Yayasan Himmata periode Desember 2013. Analisa hubungan dengan menggunakan uji chi square dan regresi logistik model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 33.6% anak jalanan yang berperilaku seksual pranikah berisiko. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna pada variabel jenis kelamin, umur, pendidikan, tempat tinggal, status pekerjaan, pubertas, dan keterpaparan media pornografi. Hasil uji statistik multivariat menunjukkan bahwa pubertas dan pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada anak jalanan. Hasil analisis didapatkan OR yang paling besar adalah pubertas, OR = 8.6 yang artinya pubertas berpengaruh sebesar8.6 kali terhadap perilaku seksual pranikah pada anak jalanan. Dari hasilpenelitian ini diketahui adanya keterkaitan antara sepuluh variabel dengan perilaku seksual pranikah pada anak jalanan usia remaja. Kata Kunci:Remaja, perilaku seksual pranikah, anak jalanan, yayasan himmata
This study investigated pre-marital sexual behavior and its associated factorsamong adolescent street children in Himmata Foundation with period ofDecember 2013. A quantitative research using cross-sectional design wasemployed in this study. The participants were 110 adolescent street children livingin Himmata Foundation. The chi square test and logistic regression predictionmodel was used for analyzing the data. Data analysis revealed that there were 33.6% of street children suffered from pre-marital sexual behavior. Factors associatedwith pre-marital sexual debut were assessed using bivariate and multivariatestatistical test. The results of bivariate statistical test showed significantcorrelation between gender, age, educational background, place of residence,employment status, puberty, and media exposure to pornography exposure amongchildren. The results of multivariate statistical tests described that the onset ofpuberty and reproductive health knowledge were the most dominant variableassociated with pre-marital sexual behavior among the children. The largest OR ofdata analysis was puberty 8.6 which means the puberty was affected by 8.6 timesagainst pre-marital sexual behavior among the respondents. From this research weknow the relation between the ten variables with premarital sexual behavior ofadolescence street children. Keywords : Adolescents, pre-marital sexual behavior, street children, himmata foundation
Read More
S-8130
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Wulansari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Sopan Adrianto
Abstrak: Remaja yang tidak dapat menahan dorongan seksualnya cenderung memiliki perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja pada siswa SMPN X Jakarta tahun 2015. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel 248 orang. Sebanyak 8,1% siswa memiliki perilaku seksual berisiko. Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara variabel independen jenis kelamin, umur pertama kali terpapar pornografi di media internet, pengaruh teman sebaya, dan keterpaparan pornografi di media internet (jejaring sosial, website, chat room, dan game online) dengan variabel dependen perilaku seksual. Perilaku seksual berisiko dalam penelitian ini, yaitu kissing (6%), petting (1%), dan necking (1%), dan oral seks (0,4%).
Kata Kunci : Remaja, perilaku seksual, Sekolah Menengah Pertama

Adolescents who are not able to control their sex drive, tend to have risky sexual behavior. The aim of this research is to find out the factors that are related to adolescents sexual behavior at Junior High School (SMPN X Jakarta) in 2015. This research has used cross sectional research design and sample of 248 people. There were 8,1% students who have risky sexual behaviour. Bivariate test showed that there are associations between independent variable of sex, age of the first time being exposured by pornography on internet media, influences from peer group and pornography exposure on internet media (socmed, website, chat room, and game online), and dependent variable of sexual behavior. Researcher has revealed three kinds of risky sexual behavior in this research, which are: kissing 6%, petting 1%, and oral sex 0,4%.
Key words : Adolescent, sexual behavior, Junior High School
Read More
S-8634
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Cakrawati; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Supardi
S-7990
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Loveria Sekarrini; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Besral, Ninuk Sumaryani Widyantoro
S-6994
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imanur Isjmi; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Zarfiel Tafal, Mia Yulia Fitriyanti
Abstrak: Pelayanan KB jampersal dapat dijadikan entry point meningkatkan KB pasca persalinan khususnya untuk pengunaan IUD post placenta Penelitian ini membahas tentang Faktor faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan IUD pada Peserta Jampersal Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional dan jumlah sampel 136 Tempat penelitian di Puskesmas Kecamatan Tebet tahun 2013 Analisa hubungan menggunakan uji chi square
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 85 3 yang menggunakan IUD Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna pada variabel dukungan suami P Value 0 029 OR 0 280 sedangkan umur P Value 0 526 OR 0 503 Pendidikan P Value 0 508 OR 1 615 Pekerjaan P Value 0 947 OR 0 851 Paritas P Value 0 120 OR 0 348 Sikap P Value 1 000 OR 0 902 Pengetahuan P Value 0 608 OR 0 690 dan Akses ke pelayanan Kesehatan P Value 0 526 OR 1 989 tidak terdapat hubungan Dengan demikian lebih meningkatkan konseling KB IUD pada pasangan usia subur
 

Jampersal planning services can be used as an entry point increase postpartum family planning particularly for post placental IUD use This study discusses Factors Associated with Use of an IUD on Jampersal participants This study is a quantitative cross sectional design and sample size 136 The place of research in Tebet subdistrict health center in 2013 Analysis of the relationship using the chi square test
 
The results showed that there were 85 3 who use an IUD Statistical test results showed no significant relationship to the husband 39 s support variables P Value 0 029 OR 0 280 where as age P Value 0 526 OR 0 503 education P Value 0 508 OR 1 615 Employment P Value 0 947 OR 0 851 parity P Value 0 120 OR 0 348 attitude P Value 1 000 OR 0 902 Knowledge P Value 0 608 OR 0 690 and access to health services P Value 0 526 OR 1 989 there was no correlation There by further enhancing the IUD planning counseling couples of childbearing age
Read More
S-8157
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melia Sari; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Yovsyah, Putu Krisna Saputra
Abstrak:

Tingginya jumlah populasi remaja perlu diimbangi dengan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku seksual yang sehat untuk mengurangi masalah yang dihadapi remaja. Banyak dari perilaku seksual remaja yang berujung pada masalah yang kompleks. Tujuan penelitian untuk memahaminya faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada siswa SMAN di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Duren Sawit Kota Jakarta Timur Tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMAN wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Duren Sawit tahun 2024. Populasi adalah siswa kelas XI. Sampel berjumlah 250 orang. Menggunakan teknik cluster random sampling. Analisa multivariat menggunakan analisis uji multiple cox regression. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner SKRRI (2007) Hasil penelitian menunjukkan 55,2% siswa berperilaku seksual beresiko dan 44,8% siswa tidak berperilaku seksual beresiko. Terdapat korelasi yang bermakna pada variabel niat (p=0,048), memiliki pacar (p=0,000), paparan media pornografi (p=0,020). Berdasarkan hasil dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara niat, memiliki pacar dan paparan media pornografi dengan perilaku seksual beresiko. Tidak ada hubungan antara perilaku seksual beresiko dengan jenis kelamin, ketaatan beragama, keaktifan di sekolah, pengetahuan, sikap, paparan media pornografi, peran guru, peran masyarakat, peran keluarga dan pengaruh teman sebaya. Kata kunci : Perilaku seksual beresiko, remaja, kesehatan reproduksi.


His height amount population teenager need balanced with enhancement knowledge, attitudes, and behavior healthy sex For reduce problems encountered teenager. Lots from behavior sexual ending teenager on complex problem. Objective study For understand it related factors with behavior sexual risky on high school students in the region Work Public health center Duren Sawit District, East Jakarta City Year 2024. Research use cross-sectional design . Study This carried out at regional high schools Work Public health center Duren Sawit District in 2024. Population is student class XI. Sample totaling 250 people. Use cluster random sampling technique. Analysis Multivariate use analysis multiple cox regression test. Data is collected with use SKRRI questionnaire (2007) Results study shows 55.2 % of students behave sexual at risk and 44.8% of students No behave sexual risky. There is meaningful correlation on variable intention (p=0.048), have girl/boyfriend (p=0.000), exposure to pornographic media (p=0.020). Based on results can concluded There is meaningful relationship between intention, have boyfriend and exposure to pornographic media with behavior sexual risky. No There is connection between behavior sexual risky with type sex, obedience religion, activeness at school, knowledge, attitudes, exposure to pornographic media, role of teachers, role society, role family and influence friend peer . Keywords : Behavior sexual at risk, youth, health reproduction.

Read More
T-6947
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive