Ditemukan 36768 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Salah satu pelayanan penunjang medik yang terpenting dalam proses pelayanan pasien adalah pelayanan farmasi, yang merupakan salah satu komponen biaya operasional yang besar dari seluruh biaya operasional rumah sakit, sehingga harus dikelola dengan efisien agar rumah sakit tidak mengalami kerugian. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pengawasan dan pengendalian.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran bagaimana pelaksanaan pengawasan dan pengendalian perbekalan farmasi di Departemen Farmasi RSAL Dr.Mintohardjo Jakarta.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan content analysis, dengan menggali data dan informasi dari berbagai informan sebagai data primer, serta dokumen yang terkait sebagai data sekunder, untuk validasi data dilakukan triangulasi sumber dan metode.Dari hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan pengawasan dan pengendalian perbekalan farmasi belum berjalan dengan optimal, hal ini disebabkan karena sarana pengawasan dan pengendalian (Organisasi, Kebijakan, Perencanaan, Prosedur, pencatatan dan pelaporan) yang diperlukan belum memadai. Selain itu juga disebabkan belum adanya Pemeriksa Intern.Untuk memecahkan masalah penulis mengusulkan mengubah struktur organisasi dengan meletakkan Departemen Farmasi dibawah wewenang dan tanggung jawab Wakabin sebagai pengendali angggaran, membuat job description, sampai ke tingkat pelaksana, membentuk Tim pembelian dan Tim penerimaan agar ada pemisahan fungsi, membuat kebijakan 1 peraturan 1 prosedur tetap yang mengatur pelaksanaan pengelolaan bekal farmasi, membuat rencana pengadaan dan distribusi, membentuk KFT untuk mengawasi kelompok profesi, membentuk satuan pengawas intern sebagai alat bagi pimpinan untuk melaksanakan pengawasan dan pengendalian perbekalan farmasi, merekap isi resep sehingga dapat dipakai sebagai dasar perencanaan kebutuhan dan anggaran, serta memonitor pemakaian bekal farmasi oleh ruangan melalui pencatatan dan pelaporan, menggunakan sistem komputerisasi sebagai sarana dalam kegiatan pengelolaan pebekalan farmasi agar lebih efisien dan efektif.Daftar bacaan : 26 (1982 - 2002 )
One of the most important medical support services in relation to patient services is the pharmacy service, which is one of the largest components of a hospital's operational budget. Pharmacy services must be managed efficiently to prevent any financial losses to the hospital. One method to ensure this is to conduct supervision and control.The objective of this research was to obtain an illustration on how the Pharmacy Department of RSAL Dr. Mintohardjo Jakarta conducted supervision and control of pharmaceutical supply.This research utilized the qualitative method with content analysis gathered from various sources as primary data and other related documents as secondary data. Data validation was done using triangulation between source and method.The research revealed that the supervision and control of the pharmacy supply was not conducted optimally due to the lack of provisions for supervision and control (organizational, policy, planning, procedural, recording and reporting). Besides that, the absence of an internal audit was also another reason why supervision and control of the pharmacceutical supply had not been carried out optimally.This research proposed to change in the organizational structure by placing the Pharmacy Department under the authority and responsibility of the deputy director for development as the budget controller; to drafti job descriptions until the operational levels, to form of a separate purchasing team and a receiving team in order to separate their functions; to develop policies/regulations/procedures that will regulate the management of pharmacy supply; to plan supply and distribution; to build a Pharmacy and Therapy Committee to supervise professional groups, and an internal auditor as a means for the director to conduct supervision and control of pharmacy supply; to recapitulate of medical prescriptions as the basis for the planning of demand and budget, to monitor the use of pharmacy supplies by users through record keeping and reporting, to implement a computerized information system to ensure a more efficient and effective management of pharmacy supply.List of references: 26 (1982 - 2002)
Program kebugaran hiperbarik merupakan bagian dari kegiatan hiperbarik center RSAL Dr Mintohardjo Jakarta. Program kebugaran ini dapat memperluas segmen pelanggan hiperbarik centre dimana tidak hanya bermanfaat bagi penderita saja, tetapi juga dapat berguna bagi orang sehat. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui sejauh mana manajemen rumah sakit menjalankan upaya bauran pemasaran hiperbarik dan program kebugaran hiperbarik bagi masyarakat umum, sekaligus membuktikan bahwa bauran pemasaran merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam setiap industri jasa.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada manajer RSAL Berta menggali pendapat pasien dengan questioner tentang pemasaran hiperbarik dan program kebugarannya.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa RSAL sudah melakukan bauran pemasaran meskipun belum terencana dengan baik. Pelaksanaan bauran pemasaran harus dilakukan perbaikan agar pemasaran program kebugaran hiperbarik RSAL dapat berhasil dengan baik.Disarankan agar pimpinan RSAL membuat surat keputusan atau kebijakan agar rencana rencana yang berguna bagi hiperbarik center dapat terwujud dengan baik. Pelaksanaan program kebugaran hiperbarik dianjurkan untuk dilakukan pada waktu yang berbeda dengan pelayanan hiperbarik untuk pasien. Harga pelayanan hiperbarik perlu dinaikkan disertai peningkatan kualitas pelayanan. Peningkatan pelayanan hiperbarik yang lebih praktis merupakan salah satu upaya memperluas distribusi pelayanan. Sedangkan promosi dilakukan dengan mengutamakan publisitas ilmiah untuk mendapatkan pengakuan dari profesi lain.
Marketing Mix Analysis of Hyper Baric Chamber DR Mintohardjo Marine Hospital Jakarta, 2002.Hyper baric fitness program is apart of Hyper baric center activity from RSAL Dr Mintohardjo Jakarta. This program can extend customer segment of hyper bark center, which is not only usefull for patient but also for the healthy people. Objective of this research is to find out how far the hospital management running effort for hyper bark and its fitness program marketing mix for public, and also to prove that marketing mix is an important thing to be consider in service industry.This research is a qualitative research by doing depth interview to the hospital manager and explore patient opinion with questioner to get their opinion about marketing activity in hyper bark and its fitness program.The conclusion base on this research stated that RSAL have doing marketing mix activity even though not planning well. The operation is not perfect yet and there are need correction in several aspect so the RSAL hyper bade marketing can running successfully. There are suggestion that management of RSAL should make some policy or decision letter to support usefull planning for hyper baric center which can be done properly. The operation of hyper baric fitness program suggested to be done in different time with hyper baric services for the patient. The price of hyper baric services should be rising in accordance with the improvement of service quality. The improvement of hyper baric center which more practical is one of the effort to extend service distribution. Meanwhile the promotion activity priorities for science publicity to get confession from other professions.
