Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36806 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sumarwati; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Husein Habsyi
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang perilaku seksual pranikah pada anak jalanan usia remaja serta faktor yang berhubungan dengannya. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional, jumlah sampel sebanyak 110 orang, dilakukan di wilayah binaan Yayasan Himmata periode Desember 2013. Analisa hubungan dengan menggunakan uji chi square dan regresi logistik model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 33.6% anak jalanan yang berperilaku seksual pranikah berisiko. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna pada variabel jenis kelamin, umur, pendidikan, tempat tinggal, status pekerjaan, pubertas, dan keterpaparan media pornografi. Hasil uji statistik multivariat menunjukkan bahwa pubertas dan pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada anak jalanan. Hasil analisis didapatkan OR yang paling besar adalah pubertas, OR = 8.6 yang artinya pubertas berpengaruh sebesar8.6 kali terhadap perilaku seksual pranikah pada anak jalanan. Dari hasilpenelitian ini diketahui adanya keterkaitan antara sepuluh variabel dengan perilaku seksual pranikah pada anak jalanan usia remaja. Kata Kunci:Remaja, perilaku seksual pranikah, anak jalanan, yayasan himmata
This study investigated pre-marital sexual behavior and its associated factorsamong adolescent street children in Himmata Foundation with period ofDecember 2013. A quantitative research using cross-sectional design wasemployed in this study. The participants were 110 adolescent street children livingin Himmata Foundation. The chi square test and logistic regression predictionmodel was used for analyzing the data. Data analysis revealed that there were 33.6% of street children suffered from pre-marital sexual behavior. Factors associatedwith pre-marital sexual debut were assessed using bivariate and multivariatestatistical test. The results of bivariate statistical test showed significantcorrelation between gender, age, educational background, place of residence,employment status, puberty, and media exposure to pornography exposure amongchildren. The results of multivariate statistical tests described that the onset ofpuberty and reproductive health knowledge were the most dominant variableassociated with pre-marital sexual behavior among the children. The largest OR ofdata analysis was puberty 8.6 which means the puberty was affected by 8.6 timesagainst pre-marital sexual behavior among the respondents. From this research weknow the relation between the ten variables with premarital sexual behavior ofadolescence street children. Keywords : Adolescents, pre-marital sexual behavior, street children, himmata foundation
Read More
S-8130
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riska Putriyani; Pembimbing: Sudjianto Kamso; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Flourisa Juliaan Sudradjat
Abstrak: Penelitian ini tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah anak jalanan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah anak jalanan umur 10 sampai 19 tahun yang berada di Yayasan Bina Insani Mandiri Depok sebanyak 144 responden dengan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah snow balling. Analisa bivariat menggunakan uji chi square. Terdapat 23.6% anak jalanan memiliki perilaku seksual pranikah berisiko. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna pada variabel umur, pengetahuan, dan keterpaparan media pornografi dengan perilaku seksual pranikah anak jalanan. Kata kunci: Perilaku seksual pranikah, anak jalanan, yayasan Bina Insani Mandiri

This study talk about of the factors associated with premarital sexual behavior of street children. This research is study quantitative by using cross sectional design. Samples from this study are street children aged 10-19 who are in the bina insani mandiri Depok foundation the many of 144 respondents with snow balling sampling techniques. Bivariate analysis using chi square test. There are 23,6 % of street children premarital sexual behavior is risk. Statistical analysis showed a significant relationship to the variables of age, knowledge, and pornographic media exposure with premarital sexual behavior of street children Keyword: Premarital sexual behavior, street children, bina insani mandiri foundation
Read More
S-8658
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Rakhmawati; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Mieke Savitri, Evi Martha, Ade Pamudji, Rachmalina Soerachman
Abstrak:

Tesis ini tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada anak jalanan di Sekolah Masjid Terminal Depok. Merupakan penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang. Populasi dan sampel adalah seluruh anak jalanan yang terdaftar sebagai siswa di Sekolah Masjid Terminal Depok, dengan cara snow balling sampling didapat jumlah sampel minimal sebanyak 87 anal.

Hasil penelitian didapat 33% anak jalanan berperilaku seksual berisiko, faktor-faktor yang berhubungan bermakna adalah umur, pendidikan, riwayat pacaran, hubungan dengan orang tua, riwayat perlakuan salah seksual, pemakaian zat psikoaktif dan perilaku berkelahi. Pemakaian zat psikoaktif merupakan faktor paling dominan, dengan nilai p 0,001 dan OR 6. Meskipun secara kuantitatif jumlah anak jalanan yang berperilaku seksual berisiko kecil, namun perilaku seksual belum saatnya dilakukan oleh anak-anak, sehingga secara kualitatif hal tersebut merupakan hal yang serius.


This thesis is about the factors related to a risky sexual behavior on the street children in Sekolah Masjid Terminal Depok. This is a quantitative study with cross-sectional design. The population and the sample were all street children enrolled as students in Sekolah Masjid Terminal Depok, by way of snow balling sampling obtained 87 midwives in minimum as the sample.

The results showed that 33% of street children have a risky sexual behavior, those related factors are age, education, history of courtship, relationships with parents, history of misconducted-sexual, psychoactive substances usage and fighting behavior. Psychoactive substances usage becomes the most dominant factor, with p values of 0.001 and OR 6. Quantitatively, the number of street children having a risky sexual behavior is a little. Nevertheless, sexual behavior should not be done by the children, so that qualitatively it becomes a serious thing to be concerned of.

Read More
T-3785
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ina Usrikasetiawati; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Agustin Kusumayati
S-5960
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safitri Widayanti Putri; Pembimbing: Martya Rarhmaniati; Penguji: Rita Damayanti, Mila Herdayati, Siti Sugih Hartiningsih, Triseu Setianingsih
Abstrak: Remaja yang sehat akan diharapkan agar tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. Di Indonesia, hubungan seksual pranikah pada remaja mengalami peningkatan yaitu dari tahun 2012 sebesar 4,5 menjadi 5% di tahun 2017. Salah satu faktornya ialah usia pubertas. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan usia menarche dengan perilaku hubungan seksual pranikah pada remaja umur 15-24 tahun di Indonesia dengan menggunakan data SDKI 2017. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan sampel sebesar 10.077. Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual pranikah sebesar 1,9% (95% CI 1,6-2,2) kemudian untuk usia menarche dini didapatkan sebanyak 8,2% (95% CI 7,6-8,8). Kemudian didapatkan hasil bahwa remaja yang memiliki sosial ekonomi dalam kategori kuintil kekayaan rendah, sikap tidak setuju terhadap pentingnya menjaga keperawanan dan memiliki pengaruh teman sebaya akan lebih beresiko untuk melakukan hubungan seksual pranikah. Memberdayakan peer counselor dari kalangan remaja itu sendiri, diharapkan agar remaja mendapatkan edukasi dan bimbingan dari pengaruh teman sebaya mengenai perilaku berhubungan seksual pranikah
Healthy teenagers will be expected to create quality human resources. In Indonesia, premarital sexual relations in adolescents have increased from 4.5 to 5% in 2012. One of the factors is the age of puberty. The purpose of this study was to determine the relationship between the age of menarche and premarital sexual behavior in adolescents aged 15-24 years in Indonesia using the 2017 IDHS data. The research design used a cross sectional study with a sample of 10,077. The results showed that adolescent girls who had had premarital sexual intercourse were 1.9% (95% CI 1.6-2.2) then for the age of early menarche it was 8.2% (95% CI 7.6-8, 8). Then it was found that adolescents who have socioeconomic status in the low wealth quintile category, disagree with the importance of maintaining their virginity and have peer influence will be more at risk for premarital sexual relations. Empowering peer counselors from among the youth themselves, it is hoped that adolescents will receive education and guidance from peer influence regarding premarital sexual behavior
Read More
T-6224
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sukma Lestari Cahyaningtyas; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Sabarinah, Herlin Chandrawati
S-7660
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Wulansari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Sopan Adrianto
Abstrak: Remaja yang tidak dapat menahan dorongan seksualnya cenderung memiliki perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja pada siswa SMPN X Jakarta tahun 2015. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel 248 orang. Sebanyak 8,1% siswa memiliki perilaku seksual berisiko. Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara variabel independen jenis kelamin, umur pertama kali terpapar pornografi di media internet, pengaruh teman sebaya, dan keterpaparan pornografi di media internet (jejaring sosial, website, chat room, dan game online) dengan variabel dependen perilaku seksual. Perilaku seksual berisiko dalam penelitian ini, yaitu kissing (6%), petting (1%), dan necking (1%), dan oral seks (0,4%).
Kata Kunci : Remaja, perilaku seksual, Sekolah Menengah Pertama

Adolescents who are not able to control their sex drive, tend to have risky sexual behavior. The aim of this research is to find out the factors that are related to adolescents sexual behavior at Junior High School (SMPN X Jakarta) in 2015. This research has used cross sectional research design and sample of 248 people. There were 8,1% students who have risky sexual behaviour. Bivariate test showed that there are associations between independent variable of sex, age of the first time being exposured by pornography on internet media, influences from peer group and pornography exposure on internet media (socmed, website, chat room, and game online), and dependent variable of sexual behavior. Researcher has revealed three kinds of risky sexual behavior in this research, which are: kissing 6%, petting 1%, and oral sex 0,4%.
Key words : Adolescent, sexual behavior, Junior High School
Read More
S-8634
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khaira Anisa; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Sulaiman
S-6423
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dine Dyan Indriani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Agustin Kusumayati, Yuniarsih Handayani
S-9004
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Solha; Pemb. Yvonne M. Indrawani; Penguji: Sandra Fikawati, Triyanti, Anies Irawati, Ida Ruslita Amir
T-2528
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive