Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38908 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dartini; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Asri C. Adisasmita
T-1905
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitra Yelda; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Pwenguji: H.E. Kusdinar Achmad
T-1989
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Pratama; Pembimbing: Kirisnawati Bantas; Penguji: Putri Bungsu, Edy Harianto
Abstrak: Pneumonia merupakan masalah kesehatan utama balita, penyebab kematian keduatertinggi di Indonesia diantara balita setelah diare. Tingkat kematian balita akibatpneumonia lebih tinggi di perdesaan dibanding perkotaan. Prevalensi pneumoniadan persentase period prevalence pneumonia di daerah perdesaan lebih tinggidibandingkan dengan daerah perkotaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktorrisiko terjadinya kejadian pneumonia pada balita di wilayah perdesaan IndonesiaTahun 2012. Desain studi cross sectional dengan menggunakan data SDKI 2012.Variabel independen dalam penelitian ini adalah karakteristik anak yang meliputiusia, jenis kelamin, berat badan lahir, pemberian ASI ekslusif, pemberian vitaminA, status imunisasi campak, status imunisasi DPT; karakterisk sosial dan ekonomiyang meliputi pendidikan ibu, status ekonomi; dan karakteristik lingkungan yangmeliputi keberadaan perokok dalam rumah dan bahan bakar memasak. Sedangkanvariabel dependen dalam penelitian ini adalah pneumonia balita. Hasil penelitianini didapatkan bahwa ada hubungan bermakna antara usia (PR=1,42-1,80), jeniskelamin (PR=1,2), berat badan lahir (PR=1,3), pemberian ASI ekslusif (PR=1,85),status ekonomi (PR=1,59-1,60) dan bahan bakar memasak (PR=1,43).Kata Kunci :Balita, pneumonia, perdesaan.
Read More
S-9530
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Sari; Pembimbing: Syahrizal Syarif
S-3730
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuliarna Sari Dewi; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan
S-3791
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hesti Purnama Sari; Pembimbing: Krisnawati Bantas
S-3430
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Setiawati; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Renti Mahkota, Suherman, Siane Nursianti, Sholah Imari
Abstrak:

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan utama karena angka mortalitas dan morbiditas masih tinggi dan sering menimbulkan KLB. Angka kesakitan diare di Kecamatan Sepatan dan Paku Haji berfluktuasi dan terjadi KLB tahun 2005, 2007 dan 2009. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko kesehatan lingkungan yang berhubungan dengan kejadian diare di Kecamatan Sepatan dan Paku Haji. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sepatan dan Paku Haji dengan metode kasus kontrol. Pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan, dan pengambilan sampel. Kasus dan kontrol diperoleh dari pasien yang datang berobat ke puskesmas yang ada di wilayah tersebut dan dilakukan matching terhadap variabel umur. variabel yang diamati adalah kualitas air bersih, tingkat risiko pencemaran sumber air bersih, sarana pembuangan kotoran, sarana SPAL, dan sarana pembuangan sampah. Untuk mengetahui faktor risiko kesehatan lingkungan yang berhubungan dengan kejadian diare digunakan conditional logistic regression. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diare di Kecamatan tersebut adalah adalah tingkat risiko pencemaran sumber air bersih dengan OR 10,64 setelah dikontrol dengan variabel sarana pembuangan kotoran dan perilaku cuci tangan. Untuk mencegah diare diperlukan upaya perbaikan sarana air bersih melalui perbaikan sarana sumber air bersih untuk mengurangi risiko pencemaran, penyediaan sumber air bersih melalui PDAM dan peningkatan program pencegahan diare di puskesmas. Kata kunci : kasus kontrol, matching, diare, faktor risiko kesehatan lingkungan


 

Diarrhoeal diseases remain a major public health problem, because the mortality and morbidity remain high, and often cause  outbreaks. Diarrhoea morbidity in Sepatan and Paku Haji fluctuate and the outbreak in 2005, 2007 and 2009. This study aims to know environmental health risk factors associated with the incidence of diarrhoea in Sepatan and Paku Haji. The study was conducted in District Sepatan and Paku Haji with case-control methods. Collecting data through interviews, observation, and sampling. Cases and controls obtained from patients who came for treatment to community health centre in the area and do the matching on age variables. observed variable is the quality of clean water, the risk level of contamination of sources of clean water, excreta disposal, wastewater facilities, and waste disposal facilities. To determine the environmental health risk factors associated with diarrhea using conditional logistic regression. Risk factors related to the incidence of diarrhoea in the risk level of contamination of water sources or 10.64 after an adjustable amount of waste water and handwashing behaviour. To prevent diarrhea necessary efforts to improve water supply by improving the means of clean water sources, to reduce the risk of contamination, clean water through the PDAM and the expansion of programmes for the prevention of diarrhoea in community health centres. Key words: case-control, matching, diarrhea, environmental health risk factors.

Read More
T-3391
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Utami Purbasari; Promotor: Nurhayati Adnan Prihartono; Kopromotor: Helda, Budhi Antariksa; Penguji: Ratna Djuwita, Sudarto Ronoatmodjo, Yohanes WH George, Rahmad Mulyadi, Rusli Muljadi
Abstrak:
Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) meningkatkan kebutuhan perawatan intensif pada pasien COVID-19. Diperlukan upaya deteksi cepat untuk memilah prioritas pasien COVID-19 yang berisiko ARDS. Penelitian bertujuan memprediksi derajat ARDS menggunakan kuantifikasi luas opasitas/konsolidasi foto dan mengidentifikasi faktor prediktor ARDS. Metode: Desain studi crossectional dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta pada Juni-Desember 2022. Uji diagnostik terhadap hasil skoring foto toraks dengan komparasi 3 metode yaitu Brixia, Reeves dan modifikasi skoring foto dengan metode skoring Universal Thorax ARDS Measurement Index (UTAMI) dibandingkan dengan diagnosis ARDS menggunakan kriteria Berlin sebagai gold standard. Hasil: Sebanyak 318 pasien rawat inap COVID-19 dengan pneumonia dianalisis. Faktor laboratorium seperti kadar neutrofil, CRP, D-dimer, saturasi dan respiratory rate merupakan faktor prediktor ARDS dengan metode Berlin. Pada metode skoring UTAMI, diketahui komorbid CAD, CRP dan saturasi oksigen dapat memprediksi kejadian ARDS. CRP merupakan faktor prediktor terhadap ARDS pada kedua metode Berlin (PR 1,28; 95% CI 0,97 -1,70) dan UTAMI (PR 1,71; 95% CI 1,19– 2,46). Pada uji AUROC diketahui bahwa nilai PaO2/FiO2 dengan metode berlin bisa memisahkan pasien ARDS ICU dan non-ARDS ICU dengan akurasi 81,2% sedang Metode skoring UTAMI sebesar 79,8 %. sehingga sensitifitas dan spesifisitas pada metode skoring UTAMI terhitung kategori baik. Kesimpulan: Metode UTAMI dapat digunakan untuk memprediksi level ARDS pasien yang membutuhkan ICU . Saran: Klinisi dapat mengaplikasikan model prediktif ARDS ini untuk meningkatkan pelayanan ICU di rumahsakit

Background: Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) has an impact to increase the need for intensive care among COVID-19 patients. Early detection is needed to prioritize COVID-19 patients at risk of ARDS. The research aims to predict the level of ARDS using quantification of the extent of photo opacity/consolidation and identifying factors of ARDS. Method: A cross-sectional study design was carried out at the Fatmawati Central General Hospital, Jakarta in June-December 2022. Diagnostic tests on the results of thorax x-ray scoring using a comparison of 3 methods, consist of Brixia, Reeves and modified photo scoring using the UTAMI method were compared with ARDS diagnosis using the Berlin criteria as gold standards. Results: A total of 318 hospitalized COVID-19 patients with pneumonia were analyzed. Laboratory factors such as neutrophil levels, CRP, D-dimer, saturation and respiratory rate are predictor factors for ARDS using the Berlin method. Meanwhile, using UTAMI scoring, it is known that comorbid CAD, CRP and Oxygen Saturation are predictor the incidence of ARDS. CRP was a predictor factor for ARDS in both the Berlin (PR 1.28; 95% CI 0.97 –1.70) and UTAMI (PR 1.71; 95% CI 1.19–2.46) methods. In the AUROC test, it was found that the PaO2/FiO2 using the Berlin method could separate ARDS ICU patients from non-ARDS ICU patients with an accuracy of 81.2%. Meanwhile, the UTAMI scoring method was 79.8%. so that the sensitivity and specificity of the UTAMI scoring method are in fair discrimination. Conclusion: The UTAMI method can be used to predict a patient's ARDS level. Recommendation: Clinicians could use UTAMI method as predictive model score to estimate the need of Intensive Care Unit in ARDS.
Read More
D-505
Depok : FKM-UI, 2024
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulbahagiani; Pembimbing: Syahrizal Syarif, Budi Haryanto; Penguji: Yovsyah; Asep Zaenal Mustopa, Hana Johan Sastradijaya
T-2090
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulbahagiani; Pembimbing: Syahrizal Syarif, Budi Haryanto; Penguji: Yovsyah, Asep Zaenal Mustopa, Hana Johan Sastradijaya
T-2104
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive