Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40357 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Teppy Wawan Dharmawan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Purnawan Junadi
T-2047
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edwar Zuliyar; Pembimbing: Adang Bachtiar; Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Pujiyanto, Syahrul Aminullah, Bermansyah
Abstrak:

Pembangunan di bidang kesehatan terlihat belum merupakan prioritas utama dalam pembangunan daerah Kabepateo Musi Rawas., hal ini dapat diketahui dari rendahnya alokasi pembiayaan bidang kesehatan dalam APBD Kabupaten Musi Rawas (tahun 2002-2006) yaitu rata-rata sebesar 7,9 % darl total APBD, yang menunjukkan masih kurangnya kesadaran para pemangku kepentingan (Stake/wider) akan pentingnya arti pembangunan sektor kesebatan sedangkan ·masalah-masalah kesehatan di Kabupaten Musi Rawas masih sangat kompleks terlihat darl rendahnya indikator derajat kesehatan sedangkan unsur diluar pemerintah seperti organisasi - organisasi kemasyarakatan belum ataUu tidak dilibatkan. Unsur organisasi kemasyarakatan yang membidangi kesehatan di Kabupaten Musi adalah Forum Musi Rawas Sehat 2008. Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) para pemangku kepentingan dalam proses penyusunan perencanaan dan penganggaran pembangunan bidang kesehatan dapat dikelompokkan menjadi 3 kriteria, yakni sebagai penanggung jawab ketua, sebagai anggota tim yang mengkoordinasikan, merumuskan dan mengevalusi usulan kegiatan/program serta sebagai penyusun perencanaan dan menyampaikan usulan rencana Pemahaman para pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses penyusunan perencanaan dan penganggamn masih berbentuk pemahaman umum tentang kesehatan, para pemangku kepentingan memiliki kepentingan dalam pembangunan kesehatan karena pembangunan kesehatan memiliki keterkaitan yang erat dimana keberhasilan pembangunan kesehatan adalah juga merupakan keberhasilan program pembangunan lainnya. Sebagian besar posisi para pemangku kepentingan dalam penyusunan dan penganggaran pembangunan bidang kesehatan adalah netml yaitu menyatakan Pembangunan kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus investasi untuk keherhasilan pembangunan bangsa, untuk itu diharapkan Pemerintah Daerah memheri porsi yang lebih besar untuk pendanaan sektor kesehatan dalarn APBD.


 

Development in the healih field seems not to be ihe first priority in Musi Rawa Regency Developmeot. It can be seen from the low budget allocation for the healih field in Regional Budget of Musi Rawa Regency (in 2002 -2006), average 7.9"/o of Regional are still dominated by the government (local government). The main task of function of stakeholders in making planning and development budgeting in the health field can be cla!iSified into three groups. The understanding about health of stakeholders who involved in making planning and budgeting is still general; stakeholders have interests in the health field beeause health development has interweave relation, that is the success of health field is the success of other fields as well; most of the stakeholders' point of view in the health field are neutral.They said that health building is the priority, hut in other side, they said that other fields out of health field also beeame the priority. Hopefully, in the coming future in making planning and development budgeting in the health field always consider standardized rules, quality and quantity improvement of plaoning makerS, supporting of fund, fucility, and means to support planning implementstion. Because of the strong inlluence of stakeholders in deciding budget allocation for health development in Regional Budget, intensive and survival advocate is quite necessary for stakeholders and good coordination with other related institutions. Regional Budget is the bmakdown of development planuing and social welfare is the target. For that reason, inmaking planning and budgeting should involve society.

Read More
T-2509
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tisa Hermana; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Ronnie Rivany, Pujiyanto, Asep Zaenal Mustofa, Purwa Kurnia Sucahya
T-2265
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Djasmusdin Djalal; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Anwar Hasan
T-2005
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dadang Iskandar; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Bambang Wispriyono
T-2050
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wuri Noviyanti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Maulidin Hidayat
Abstrak: Anggaran kesehatan di Kota Bogor berasal dari usulan kepala seksi yang ada di Dinas Kesehatan dan musrenbang tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kota serta reses anggota DPRD. Besarnya alokasi anggaran kesehatan Kota Bogor masih dibawah aturan UU No 36 Tahun 2009 pasal 171 yang menyebutkan anggaran kesehatan yang berasal dari APBD Provinsi, Kabupaten/Kota minimal 10%. Pada anggaran kesehatan Kota Bogor masih belum merupakan anggaran prioritas hanya sebagai faktor pendukung utama prioritas pembangunan Kota Bogor. Selain itu, anggaran kesehatan yang terdapat di Dinas Kesehatan lebih diutamakan pada pelayanan kuratif bukan pelayanan promotif dan preventif. Penelitian ini dilakukan pada instansi yang memiliki peran penting dalam proses perencanaan dan penganggaran. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menyarankan agar Dinas Kesehatan Kota Bogor dalam perencanaan anggaran lebih mengutamakan anggaran untuk pelayanan promotif dan preventif serta lebih sering melakukan konsolidasi kepada Bappeda, BPKAD dan DPRD.
 

The health budget in Bogor City comes from the section head exist in District Health Office and the community aspirations village level, district, city and member of legislative recess. The magnitude the health budget allocation of Bogor City still under the act no 37 of 2009 on health article 171 that mentions the health budget comes from APBD Province, Country/City is a minimum 10%. The health budget in Bogor City is still not a priority of the budget, but the main constituents of priority development of Bogor City. In addition, there are health budgets in health service preferred curative services rather than on promotif and preventive services. This research was conducted at establishments that have an important role in the planning and budgeting process. The design of this research is qualitative research. The results suggest that the health agency of Bogor City priorities budget for promotif and preventive services in budget planning and more often having consolidate with Bappeda, BPKAD and Legislative.
Read More
S-8056
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heri Saputra; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Anhari Achadi
T-1959
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purwadi Ardinoto; Pembimbing: Anhari Achadi; Sandi Ilyanto
T-1978
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Istiqomah Hanifah Rachman; Pembimbing: Helen Andriani ; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Maria Hotnida
Abstrak:
Latar Belakang: Anemia dalam kehamilan menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Pemanfaatan kunjungan antenatal care (ANC) di FKRTL menjadi intervensi penting dalam pencegahan dan penanganan anemia. Namun, faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan layanan ini masih belum banyak diteliti menggunakan data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan. Tujuan: Menganalisis determinan pemanfaatan kunjungan anemia dalam kehamilan berdasarkan data sampel BPJS Kesehatan tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan data sekunder. Data diambil dari sampel BPJS Kesehatan tahun 2024 dengan teknik total sampling terhadap peserta JKN yang didiagnosis anemia dalam kehamilan. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (uji chi-square), dan multivariat (regresi logistik) untuk mengidentifikasi faktor predisposisi, pendukung, dan kebutuhan yang berhubungan dengan pemanfaatan kunjungan anemia dalam kehamilan. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel wilayah FKRTL memiliki hubungan yang signifikan pada pemanfaatan pelayanan FKRTL dimana (Barat p<0,001 dan Tengah p<0,019) yang mengartikan masih adanya ketimpangan pemanfaatan pelayanan di FKRTL berdasarkan wilayahnya. Sedangkan untuk variabel usia, wilayah tempat tinggal, segmentasi kepesertaan, kelas rawat, dan tingkat keparahan penyakit tidak memiliki hubungan signifikan dengan pemanfaatan kunjungan ANC. Kesimpulan: Pemanfaatan kunjungan ANC pada ibu hamil dengan anemia dipengaruhi oleh faktor sosiodemografi, kepesertaan JKN, dan kondisi klinis. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam merumuskan kebijakan peningkatan akses dan kualitas layanan ANC untuk menurunkan angka kematian ibu di Indonesia.

Background: Anemia in pregnancy is a public health problem that contributes to the high maternal mortality rate in Indonesia. Utilization of antenatal care (ANC) visits at primary health care facilities (FKRTL) is an important intervention in the prevention and treatment of anemia. However, factors influencing the utilization of this service have not been widely studied using National Health Insurance (JKN) data through BPJS Kesehatan. Objective: To analyze the determinants of utilization of anemia visits in pregnancy based on BPJS Kesehatan sample data in 2024. Methods: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach with secondary data. Data were taken from the BPJS Kesehatan sample in 2024 with a total sampling technique of JKN participants diagnosed with anemia in pregnancy. Analysis was carried out using univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate (logistic regression) to identify predisposing, supporting, and need factors related to the utilization of anemia visits in pregnancy. Results: The analysis results show that the FKRTL region variable has a significant relationship with the utilization of FKRTL services where (West p
Read More
S-12323
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puspa Indah; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Mieke Savitri, Faridatul Asni
S-4586
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive