Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30434 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aspan Effendi; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amroussy DT. Marsis, Jaslis Ilyas, Usman Sumantry
Abstrak:

Puskesmas merupakan satuan organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, serta dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat. Untuk melaksanakan kegialannya, pembiayan puskesmas selama ini sebagian besar bersumber dari pemerintah pusat, sedangkan sebagian lagi dibiayai oleh pemerintah daerah. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu semakin tinggi, sementara alokalasi biaya operasional puskesmas yang diberikan oleh pemerintah semakin menurun. Untuk itu, pihak departemen kesehatan menetapkan konsep swadana sebagai satu jalan keluarnya. Puskesmas swadana diberikan kewenangan mengelola scluruh dana penerimaan fungsional puskesmas untuk digunakan bagi pembiayaan operasional puskesmas sehari-hari. Selain itu, konsep swadana merupakan penjabaran dari tujuan otonomi daerah dalam meningkatakan mutu pelayanan secara efektif dan efisien. Pada saat ini,. Puskesmas Putri Ayu memiliki kunjungan pasien yang tinggi, lokasi yang strategis dan sumber daya manusia yang cukup berkualitas. Kondisi yang cukup kondusif ini menjadikannya layak dikembangkan menjadi puskesmas swadana sekaligus menjadi contoh puskesmas swadana di Kota Jambi. Dalam upaya pengembangan ini diperlukan sualu perencanaan strategi yang disesuaikan dengan visi dan misi Dinas Kesehatan Kota Jambi dalam mencapai Jambi sehat 2008. Untuk dapat menyusun perencanaan strategi dilakukan penelitian operasional dengan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah pihak penentu kebijakan kesehatan. Sejumlah pihak tersebut adalah Walikota, DPRD, Kepala Dinas Kesehatan Kota, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan unsur pelaksana Puskesmas Putri Ayu. Consensus Decision Making Group (CDMG) yang beranggotakan para pelaksana inti Puskesmas Putri Ayu menetapkan beberapa strategi terbaik dengan menggunakan SWOT matrik dan QSPM sebagaimana yang ditelili dalam penelitian ini. Hasil penelitian pemilihan alternatif strategi berdasarkan hasil IE memperlihatkan bahwa posisi Puskesmas Putri Ayu berada pada kuadran II. Hal itu menunjukan bahwa posisinya berada dalam grow and build sesuai dengan rategi intensif dan integrative yang dianjurkan. Strategi intensif yang dimaksud adalah market penetration, market development dan product development, sedangkan strategi integratif mencakup backward integration, and forward integration dan horizontal integration. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Puskesmas Putri Ayu memiliki peluang yang besar dengan dukungan internal dan eksternal yang kuat, walaupun masih menghadapi pesaing yang cukup kompetitif. Dengan demikian, berbagai upaya masih diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanannya. Sebagai saran dan tindak lanjut, strategi yng telah dipilih hendaknya dioperasikan dengan optimal dengan dukungan berbagai pihak. Daftar bacaan: 40 (1982-2002)


 

Strategy Planning Of Developing Putri Ayu Public Health Service In Jambi Municipality Into Self Financing Public Health Service In 2002 Public health center (PHC) is functional organizational unit, which conducts health services in comprehensive, integrated and well-distributed way, also both accepted and accessible to the society. So far, it is mostly financed by Central Government to perform its activity. Province Authority pays only little amount. The society requirement to the qualified health service gets higher and higher, meanwhile PHC operational finance allotment given by the government decreases. Therefore, Health Department establishes self-financing concept as one of solutions. Self-financing PHC manages its functional revenues to cover its daily operational finance. In addition, the concept is enforced from district authority purpose in order to improve the service quality effectively and efficiently. Now that Putri Ayu PHC has high patient visit, strategic location and adequate human power, if is worth being developed into self-financing PHC, even self-financing PHC model in Jambi Municipality. As for its development, it is important to set strategy planning matched the vision and mission of Jamb Municipality Health Office in order to reach Healthy Jamb 2008. In this respect, there should be an operational research by using qualitative analysis through dept interview to the certain health decision-making officers. The officers are Mayor, District parliament, Head of Municipality Health Office, Head of Provincial Health office, operating officers of Putri Ayu PHC. Consensus Decision Making Group (CDMG) whose membership are chief operating officers of Putri Ayu PHC decides some best strategic based on SWOT matrices and QSPM as revealed in this research. The research result of deciding alternative strategy based on IE result show that Putri Ayu PHC position is at quadrant II. It shows that its position is on growing and building phase fulfilling the recommended intensive and integrative strategies. The intensive strategy covers market penetration, market development and product development, while integrated strategy consists of backward integration, forward integration and horizontal integration. The research concludes that Putri Ayu PHC has great chance with internal and external support, meanwhile it is facet with competitive rivals. Therefore, it needs developing efforts in order to improve its service quality. As for advice and follow up, officers should implement the chosen strategies with others' supports.

Read More
T-1255
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syafrizal; Pembimbing: Anwar Hasan; Penguji: Dian Ayubi
T-1547
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rasyidi Amri; Pembimbing: Yayuk Hartriyanti, Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Maksum, Tjutjun, Tri Erri Astoeti
Abstrak: Latar Belakang dan Tujuan: Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam pada era otonomi daerah sekarang ini membutuhkan suatu rencana strategis Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang diharapkan selaras dengan Visi-Misi Dinas Kesehatan dalam kurun waktu 2006 – 2010. Hal inilah yang merupakan dasar serta tujuan penelitian ini. Metode: Untuk dapat menyusun rencana strategis SDM Kesehatan di Dinkes Kota Pagar Alam, dilakukan penelitian operasional dengan Analisa kualitatif dan kuantitatif. Penyusunan strategi dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama (Input Stage) terdiri analisis lingkungan eksternal dan internal SDM Kesehatan Dinkes Kota Pagar Alam melalui Consensus Decision Making Group (CDMG). Pada tahap kedua (Matching Stage), CDMG melakukan analisis dengan Internal-Eksternal Matrix dan SWOT Matrix. Pada tahap ketiga (Decision Stage) analisis dilakukan dengan menggunakan QSPM untuk menentukan strategi terbaik. Hasil: Hasil penelitian, pada pemilihan alternatif strategi dengan berdasarkan IE Matrix, diketahui posisi SDM Dinkes Kota Pagar Alam berada pada sel V yang artinya berada pada posisi Hold and Maintenance (bertahan dan pemeliharaan) dimana strategi yang dianjurkan terdiri dari Market Penetration (Penetrasi Pasar) dan Product Development (Pengembangan Produk). Kesepakatan pada pertemuan CDMG bahwa faktor eksternal yang menjadi peluang yakni adanya peningkatan tingkat pendidikan penduduk Kota Pagar Alam, berlakunya otonomi daerah dan perangkat hukumnya, adanya pengembangan jaringan informasi, adanya komitmen / dukungan dari Pemerintah kota dalam upaya pengembangan SDM kesehatan. Faktor eksternal yang menjadi ancaman adalah : PAD Kota Pagar Alam yang rendah, suplai SDM yang terlalu sedikit setiap tahunnya, penyakit infeksi masih tinggi, sarana pendidikan kesehatan belum ada. Sedangkan faktor lingkungan internal yang menjadi kekuatan adalam motivasi dan pengabdian SDMK yang cukup tinggi, adanya peningkatan SDMK yang mengikuti pendidikan lanjutan dan diklat, rendahnya pengurangan SDMK dan kemudahan izin melanjutkan pendidikan. Untuk faktor kelemahan yakni kompetensi SDMK masih rendah, belum adanya Protap/SOP, belum ada pos anggaran tersendiri untuk pengembangan SDMK, anggaran masih terbatas. Strategi terpilih Market Penetration prioritasnya adalah meningkatkan profesionalisme SDMK yang ada, memberikan kesempatan yang luas untuk meningkatkan pendidikan, mengembangkan fungsi jaringan informasi, menjalin kerjasama dengan sarana pendidikan profesi kesehatan yang ada. Untuk strategi product development prioritasnya adalah mengoptimalkan SDMK yang ada, menyiapkan SDM yang berbasis kesehatan lingkungan, meningkatkan advokasi ke pihak pengambil kebijakan, mengusulkan adanya pos anggaran tersendiri untuk pengembangan SDMK, membuat Protap / SOP. Kesimpulan: Dalam upaya mewujudkan tujuan jangka panjang dibutuhkan komitmen yang tinggi, mampu menggalang kerjasama dan menjalin komunikasi yang baik terhadap sektor yang berperan dalam pengambilan kebijakan. Sedangkan saran yang dapat diberikan adalah agar Renstra pengembangan SDM Kesehatan ini dapat disosialisasikan kepada semua staf pada pertemuan rutin atau khusus. Kemudian dapat menindaklanjuti strategi operasional yang telah dibuat oleh peneliti. Agar dapat sejalan dengan Visi-Misi Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam maka dibutuhkan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan Kata Kunci: Renstra, SDMK, Dinkes, Penetrasi Pasar, Pengembangan Produk
Background and Objective: Public Health Service of Pagar Alam Town at autonomous era of area this time require a strategic plan of expected Human Resource Health in harmony with Vision Mission Public Health Service in range of time 2006 - 2010. This matter is base and also the target of this research. Methods: To be able to compile strategic plan of Human Resource Health in Pagar Alam Town, conducted by research of operational with Analysis Qualitative and Quantitative. Compilation of strategy through some phases. First phase (Input Stage) compose environmental analysis of external and internal Human Resource Health of Public Health Service of Pagar Alam Town pass/through Consensus Decision Making Group (CDMG). At phase both (Matching Stage), CDMG do analyze Internally - External Matrix and SWOT Matrix. At third phase (Decision Stage) analyze conducted by using QSPM to determine best strategy. Results: Result Research, at election of strategy alternative by pursuant to IE Matrix, known by position of Human Resource Public Health Service of Pagar Alam Town reside in cell of V with the meaning residing in on course Hold and Maintenance where suggested to strategy consist of Market Penetration and Product Development. As according to agreement at meeting of CDMG that factor of external becoming opportunity namely the existence of improvement of level education people of Pagar Alam Town, applying of it area autonomy and peripheral of his law, existence of development of information network, existence of commitment / support of Government of town in the effort development of Human Resource health. External factor becoming threat is : low PAD of Pagar Alam Town, supply of Human Resource too a few every year, disease of infection still high, medium education of health there is no. While internal environmental factor which become strength is motivation and devotion of SDMK the high enough, existence of improvement of SDMK following second education and training, low of reduction of SDMK and amenity of permit continue education. For the factor of weakness namely interest of SDMK still lower, there is no Protap/SOP, there is no separate budget post for the development of SDMK, budget still limited. Chosen strategy of Market Penetration priority is to improve professionalism of SDMK existing, giving wide of opportunity to improve to education, developing information network function, braiding cooperation with medium education of existing health profession. For the strategy of priority development product of is optimal of Existing SDMK, preparing SDM being based on health of environment, improving advocate to party taker of policy, proposing the existence of separate budget post for the development of SDMK, making Protap/SOP. Conclusions: In the effort realizing required by long-range target of commitment the highness, can look after cooperation and braid communications which do well by sector which play a part in intake of policy. While suggestion able to be given is to be Renstra development of this Human Resource Health can be socialized to all staff at meeting of routine or special. Then operational strategy follow-up can which have been made by researcher. To be earning in line with Vision Mission Public Health Service of Pagar Alam Town hence required by monitoring to execution of activity. Keywords: Strategic Plan, Human Resource Health, Public Health Service, Market Penetration, Product Development.
Read More
T-2122
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safriati; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Ede Surya Darmawan
T-1595
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syarbaini; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Nuning Maria Kiptiyah, Syahrizal Syarif, Widodo
T-1535
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Armini Hadriyati; Pembimbing: Anwar Hasan; Penguji: Agustin Kusumayati, Dian Ayubi, Halim Nababan, Bowo Waluyo
Abstrak:

Makanan adalah salah satu bahan pokok dalam rangka pertumbuhan dan kehidupan bangsa serta mempunyai peranan penting dalam pembangunan nasional. Karena itu masyarakat harus dilindungi keselamatan dan kesehatannya dari ancaman makanan yang tidak memenuhi syarat. Diantara makanan yang tidak memenuhi syarat adalah makanan daluwarsa yaitu makanan yang telah lewat tanggal daluwarsa atau telah lewat batas akhir suatu makanan dijamin mutunya, sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan oleh produsen.Kepatuhan pemilik sarana penjual makanan minuman terhadap peraturan Menteri Kesehatan tentang makanan daluwarsa seringkali menimbulkan masalah dalam peredaran makanan karena dengan masih banyaknya ditemukan makanan daluarsa di lokasi penjualan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang tingkat kepatuhan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilik sarana penjual makanan minuman terhadap peraturan tentang makanan daluwarsa di propinsi Jambi tahun 2001.Penilaian terhadap kepatuhan dilakukan terhadap 105 pemilik sarana penjual makanan minuman. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pemilik sarana penjual makanan minuman yang ingin diketahui terdiri dari pendidikan, pengetahuan, sikap terhadap peraturan tentang makanan daluwarsa, faktor pendukung yaitu penyuluhan peraturan tentang makanan daluwarsa dan faktor pendorong pengawasan dan sanksi.Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan potong lintang (Cross Sectional). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian menunjukkan proporsi kepatuhan pemilik sarana penjual makanan minuman cukup rendah (50%) dan faktor yang berhubungan secara bermakna dengan kepatuhan terhadap peraturan tentang makanan daluwarsa adalah faktor sikap dan pengetahuan pemilik sarana penjual makanan minuman.Dari hasil penelitian disarankan pada pihak pemerintah yaitu balai POM Jambi supaya metode penyuluhan atau pembinaan yang dilakukan secara komprehensif sehingga pengetahuan terhadap peraturan dapat lebih ditingkatkan. Frekuensi pengawasan lebih ditingkatkan dan juga memberikan sanksi yang lebih keras terhadap pelanggaran yang telah dilakukan secara berulang-ulang.


 

The Factors that Related to the Obedience of Foods and Beverages Seller on the Regulation of Expired Date Foods in Jambi Province, 2001Food is one of the basic commodities for the growth of the nation and having an important role in national development.. So they should be protected from the threat of their health and also the foods which so not fulfil safety and quality requirement. Among the foods that which so fullfil safety and quality requirement are date marking the foods used over than the date that best for used or it had been expired date to be used in guaranteed quality, and as long as they stored that stated in the producers instruction.The obedience of foods retail seller to the regulation of the Minister of Health on date marking often rises problem in distributing them, since there were still found lot of expired foods in market place.The objective of this study was to identify the description of the obedience level and the factors that related to foods retail seller on the regulation of date marking in Jambi Province, 2001.The assessment of the obedience was conducted to 105 retail sellers of foods and beverages. The factors that related to the obedience of foods retail seIIers which to be identified among others education, knowledge, attitude to the regulation on expired food, supporting factor was education of regulation on date marking and encouraging factors were controlling and sanction.This study used quantitative approach, and the study design was cross sectional. The data was analysis by univariate, bivariate and multivariate.The result of this study showed that the proportion of the obedience foods retail seller was enough low (50%) and the factors that significantly related to the obedience of the regulation on date marking was attitude and knowledge of the foods retair seller.Referring to the result of this study, it is recommended to the government, e.i. The Center for Drug and Food Control, Jambi should give education and extension comprehensively, so the knowledge to the regulation on date marking can be improved. The frequency of controlling should be improved and also giving harder sanction to who trespasser that it was done in several times.

Read More
T-1236
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asnim; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Anwar Hassan, Caroline Endah Wuryaningsih, PA. Kodrat Pramudho, Amroussy DT. Marsis
Abstrak:

Puskesmas Pembantu merupakan sarana pelayanan kesehatan terdepan di Indonesia dengan jumlah 21115 unit. Puskesmas Pembantu tersebut turut menentukan berhasil tidaknya pembangunan kesehatan di Indonesia. Dewasa ini peranan yang belum optimal dan kinerja petugas yang masih rendah berimbas terhadap rendahnya kesehatan masyarakat dan pencapaian target atau cakupan beberapa program kesehatan. Dalam hal ini, perlu diadakan suatu penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran kinerja petugas Puskesmas Pembantu dalam pelayanan kesehatan dan faktorfaktor yang berhubungan dengan kinerja Puskesmas Pembantu dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Bungo-Tebo.Penelitian ini menggunakan cross sectional design melalui studi observasional untuk melihat faktor status perkawinan, motivasi, tempat tinggal, lama kerja, supervisi dan pelatihan dalam hubungannya dengan kinerja Puskesmas Pembantu Didalam penelitian ini tidak dilakukan, sampling karena seluruh populasi dijadikan responden yaitu . semua petugas Puskesmas Pembantu di Kabupaten Bungo-Tebo yang berjumlah 102 prang.Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor supervisi, motivasi dan pelatihan berhubungan dengan kinerja Puskesmas Pembantu. Sementara faktor status perkawinan, tempat tinggal dan lama kerja tidak berhubungan dengan kinerja petugas Puskesmas Pembantu. Dari ketiga faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas Puskesmas Pembantu tenyata faktor supervisi paling dominan berhubungan dengan kinerja petugas. Puskesmas Pembantu, dimana petugas Pustu yang cukup mendapatkan supervisi berpeluang mempunyai kinerja baik 2,6 kali dibanding yang kurang mendapat supervisi OR=2,6 (95% CI: 1,063-6,349).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kinerja petugas Puskesmas Pembantu di Kabupaten Bungo-Tebo masih rendah yang disertai dengan tidak tercapainya target cakupan pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, Puskesmas kecamatan mesti melakukan supervisi secara sistematis, terjadwal dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas supervisi dan meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan di mass mendatang.


 

Sub health centre (SHC) is front health service unit in Indonesia numbering as many as 21115 units. This SHC contributes the failure or success of Indonesian health development program. So far, its fair role and its officer working attitude influence on the poor health community and health target achievement or coverage. In this respect, there should be a research in order to obtain description on working attitude of SHC in performing its health service and some factors related to SHC working attitude in order to give health service in Bungo-Tebo District.This research uses cross sectional design through observational study in order to analyz the factor of marriage status, motivation, residence, job duration, supervision and training in relation with SHC working attitude. The research uses total samples in form of whole SHC in Bungo-Tebo District as many as 102 units.Research result shows that the factors of supervision, motivation and training are related with SHC working attitude. On the other hand, The factors of marriage, residence and job duration are not related with SHC working attitude. From three variables related to SHC working attitude, the most related variable is supervision with OR=2,6 (95% CI: 1,063-6,349).The research result shows that health officers' working attitude of SHC in Bungo-Tebo District is stiII low accompanied with the failure of establish health target Therefore, SHC should make supervision systematically and regularly considering supervision quality and quantity in order to improve future health target.

Read More
T-1508
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rasyidi Amri; Pembimbing: Yayuk Hartriyanti, Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Maksum, Tjutjun, Tri Erri Astoeti
Abstrak: Latar Belakang dan Tujuan: Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam pada era otonomi daerah sekarang ini membutuhkan suatu rencana strategis Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang diharapkan selaras dengan Visi-Misi Dinas Kesehatan dalam kurun waktu 2006 – 2010. Hal inilah yang merupakan dasar serta tujuan penelitian ini. Metode: Untuk dapat menyusun rencana strategis SDM Kesehatan di Dinkes Kota Pagar Alam, dilakukan penelitian operasional dengan Analisa kualitatif dan kuantitatif. Penyusunan strategi dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama (Input Stage) terdiri analisis lingkungan eksternal dan internal SDM Kesehatan Dinkes Kota Pagar Alam melalui Consensus Decision Making Group (CDMG). Pada tahap kedua (Matching Stage), CDMG melakukan analisis dengan Internal-Eksternal Matrix dan SWOT Matrix. Pada tahap ketiga (Decision Stage) analisis dilakukan dengan menggunakan QSPM untuk menentukan strategi terbaik. Hasil: Hasil penelitian, pada pemilihan alternatif strategi dengan berdasarkan IE Matrix, diketahui posisi SDM Dinkes Kota Pagar Alam berada pada sel V yang artinya berada pada posisi Hold and Maintenance (bertahan dan pemeliharaan) dimana strategi yang dianjurkan terdiri dari Market Penetration (Penetrasi Pasar) dan Product Development (Pengembangan Produk). Kesepakatan pada pertemuan CDMG bahwa faktor eksternal yang menjadi peluang yakni adanya peningkatan tingkat pendidikan penduduk Kota Pagar Alam, berlakunya otonomi daerah dan perangkat hukumnya, adanya pengembangan jaringan informasi, adanya komitmen / dukungan dari Pemerintah kota dalam upaya pengembangan SDM kesehatan. Faktor eksternal yang menjadi ancaman adalah : PAD Kota Pagar Alam yang rendah, suplai SDM yang terlalu sedikit setiap tahunnya, penyakit infeksi masih tinggi, sarana pendidikan kesehatan belum ada. Sedangkan faktor lingkungan internal yang menjadi kekuatan adalam motivasi dan pengabdian SDMK yang cukup tinggi, adanya peningkatan SDMK yang mengikuti pendidikan lanjutan dan diklat, rendahnya pengurangan SDMK dan kemudahan izin melanjutkan pendidikan. Untuk faktor kelemahan yakni kompetensi SDMK masih rendah, belum adanya Protap/SOP, belum ada pos anggaran tersendiri untuk pengembangan SDMK, anggaran masih terbatas. Strategi terpilih Market Penetration prioritasnya adalah meningkatkan profesionalisme SDMK yang ada, memberikan kesempatan yang luas untuk meningkatkan pendidikan, mengembangkan fungsi jaringan informasi, menjalin kerjasama dengan sarana pendidikan profesi kesehatan yang ada. Untuk strategi product development prioritasnya adalah mengoptimalkan SDMK yang ada, menyiapkan SDM yang berbasis kesehatan lingkungan, meningkatkan advokasi ke pihak pengambil kebijakan, mengusulkan adanya pos anggaran tersendiri untuk pengembangan SDMK, membuat Protap / SOP. Kesimpulan: Dalam upaya mewujudkan tujuan jangka panjang dibutuhkan komitmen yang tinggi, mampu menggalang kerjasama dan menjalin komunikasi yang baik terhadap sektor yang berperan dalam pengambilan kebijakan. Sedangkan saran yang dapat diberikan adalah agar Renstra pengembangan SDM Kesehatan ini dapat disosialisasikan kepada semua staf pada pertemuan rutin atau khusus. Kemudian dapat menindaklanjuti strategi operasional yang telah dibuat oleh peneliti. Agar dapat sejalan dengan Visi-Misi Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam maka dibutuhkan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan Kata Kunci: Renstra, SDMK, Dinkes, Penetrasi Pasar, Pengembangan Produk
Background and Objective: Public Health Service of Pagar Alam Town at autonomous era of area this time require a strategic plan of expected Human Resource Health in harmony with Vision Mission Public Health Service in range of time 2006 - 2010. This matter is base and also the target of this research. Methods: To be able to compile strategic plan of Human Resource Health in Pagar Alam Town, conducted by research of operational with Analysis Qualitative and Quantitative. Compilation of strategy through some phases. First phase (Input Stage) compose environmental analysis of external and internal Human Resource Health of Public Health Service of Pagar Alam Town pass/through Consensus Decision Making Group (CDMG). At phase both (Matching Stage), CDMG do analyze Internally - External Matrix and SWOT Matrix. At third phase (Decision Stage) analyze conducted by using QSPM to determine best strategy. Results: Result Research, at election of strategy alternative by pursuant to IE Matrix, known by position of Human Resource Public Health Service of Pagar Alam Town reside in cell of V with the meaning residing in on course Hold and Maintenance where suggested to strategy consist of Market Penetration and Product Development. As according to agreement at meeting of CDMG that factor of external becoming opportunity namely the existence of improvement of level education people of Pagar Alam Town, applying of it area autonomy and peripheral of his law, existence of development of information network, existence of commitment / support of Government of town in the effort development of Human Resource health. External factor becoming threat is : low PAD of Pagar Alam Town, supply of Human Resource too a few every year, disease of infection still high, medium education of health there is no. While internal environmental factor which become strength is motivation and devotion of SDMK the high enough, existence of improvement of SDMK following second education and training, low of reduction of SDMK and amenity of permit continue education. For the factor of weakness namely interest of SDMK still lower, there is no Protap/SOP, there is no separate budget post for the development of SDMK, budget still limited. Chosen strategy of Market Penetration priority is to improve professionalism of SDMK existing, giving wide of opportunity to improve to education, developing information network function, braiding cooperation with medium education of existing health profession. For the strategy of priority development product of is optimal of Existing SDMK, preparing SDM being based on health of environment, improving advocate to party taker of policy, proposing the existence of separate budget post for the development of SDMK, making Protap/SOP. Conclusions: In the effort realizing required by long-range target of commitment the highness, can look after cooperation and braid communications which do well by sector which play a part in intake of policy. While suggestion able to be given is to be Renstra development of this Human Resource Health can be socialized to all staff at meeting of routine or special. Then operational strategy follow-up can which have been made by researcher. To be earning in line with Vision Mission Public Health Service of Pagar Alam Town hence required by monitoring to execution of activity. Keywords: Strategic Plan, Human Resource Health, Public Health Service, Market Penetration, Product Development.
Read More
T-2133
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
T-1564
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Rachman; Pembimbing: Adang Bachtiar, H.E. Kusdinar Achmad; PengujiL: Anwar Hasan, Wibowo B. Soekijat, Moh. Hasan AD
T-2418
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive