Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31040 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Limin Ginting; Pembimbing: I Made Djaja, Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Adi Sasongko, HRA. Sofyan, Suhardi
Abstrak: Latar Belakang: Indonesia masih manghadapi masalah tingginya prevalensi penyakit, terutama berkaitan dengan kondisi lingkungan yang masih belum baik. Salah satunya adalah infestasi cacing usus yang ditularkan melalui tanah atau sering disebut ″Soil Transmitted Helminths″. Infestasi kecacingan pada anak SD akan mengganggu pertumbuhan, menurunkan kemampuan fisik, produktifitas belajar dan menurunkan intelektualitasnya, sekaligus keadaan ini akan berpengaruh terhadap status gizi dan daya terima pelajaran. Hasil Pemeriksaan dan Pemberantasan Kecacingan (Oktober 2004) beberapa SD yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat di Kecamatan Stabat dan Kecamatan Hinai menunjukkan angka pada kisaran 30-60%. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya informasi tentang prevalensi dan infestasi kecacingan pada anak SDN G. Ambat, Sp. Kuta Buluh dan N. Ukur Selatan serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap tingginya prevalensi kecacingan anak SD. Bahan dan Cara Kerja: Dengan metode penelitian “Studi Observasional” yaitu desain kasus kontrol (case control), dengan perbandingan kasus dan kontrol adalah 1:1. Penelitian ini dilakukan di 4 SD Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Propinsi Sumatera Utara. Berlangsung selama 2 bulan yaitu dari bulan April s/d Juni 2005. Populasi pada penelitian ini adalah semua anak SDN G. Ambat. Sp. Kuta Buluh dan N. Ukur Selatan. Sebagai sampel adalah semua anak SD kelas III, IV, V dari SDN G. Ambat. Sp. Kuta Buluh dan N. Ukur Selatan yang masuk sejak tahun pertama, tidak termasuk anak pindahan ≤ 6 bulan saat penelitian dan termasuk semua anak yang meminum obat cacing ≥3 bulan pada saat penelitian. Analisis data mencakup analisis univariat untuk mengetahui distribusi dan frekuensi dari kelompok kasus dan kontrol, analisis bivariat untuk menganalisis pengaruh antara karakteristik anak, karakteristik ibu dan faktor sanitasi lingkungan dengan insfestasi kecacingan menggunakan uji chi square serta analisis multivariat dengan regresi logistik multivariat. Hasil: Prevalensi infestasi kecacingan di SDN Kecamatan Sei Bingai adalah 77,64%. Prevalensi infestasi masing-masing jenis cacing adalah cacing gelang 68,46%, cacing cambuk 49,3% dan cacing tambang 8.8% . Faktor determinan yang berhubungan dengan infestasi kecacingan pada anak SD di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat tahun 2005 adalah tingkat sosial ekonomi, sarana air bersih, pengetahuan ibu, perilaku anak serta interaksi antara sosial ekonomi dengan pengetahuan ibu. Anak dengan kondisi sarana air bersih buruk mempunyai risiko mengalami infestasi kecacingan sebesar 13,9 kali (95% CI: 1,96-98,94) dibandingkan dengan anak dengan kondisi sarana air bersih yang baik. Anak yang berperilaku buruk beresiko mengalami infestasi kecacingan sebesar 20,88 kali (95% CI: 5,10-85,51) dibandingkan anak yang berperilaku baik. Interaksi antara sosial ekonomi ibu dengan pengetahuan ibu menunjukkan bahwa keadaan pengetahuan ibu sebagai prakondisi adanya pengaruh sosial ekonomi terhadap infestasi kecacingan pada anak, artinya hubungan sosial ekonomi dengan infestasi kecacingan anak tergantung dari pengetahuan ibu. Pada keadaan pengetahuan ibu yang rendah, risiko anak dengan kondisi ekonomi rendah mengalami infestasi kecacingan sebesar 44,6 kali dibandingkan dengan anak yang mempunyai kondisi sosial ekonomi tinggi. Sedangkan pada keadaan pengetahuan ibu yang tinggi, risiko anak dengan kondisi ekonomi rendah mengalami infestasi kecacingan sebesar 0,5 kali dibandingkan dengan anak yang mempunyai kondisi sosial ekonomi tinggi. Kesimpulan: Perlu dilakukan upaya penyuluhan kepada anak dan orang tua untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu, juga selalu menjaga kondisi kesehatan lingkungan. Kata Kunci: Infestasi Kecacingan, Anak SD, Sei Bingai, Langkat, regresi logistik. FACTORS INFLUENCING WORMY INFESTATION OF ELEMENTARY SCHOOLCHILD IN SUB DISTRICT OF SEI BINGAI OF LANGKAT DISTRICT NORTH SUMATERA PROVINCE YEAR 2005.
Background: Indonesia still face the problem of height of prevalence disease, especially related to environmental condition which still not yet good. One of them is intestine worm infestation which isn't it through by soil or was often referred as “Soil Transmitted Helminths”. Wormy Infestation at child of elementary schoolchild will affect growth, degrading ability of physical, productivity learn and degrade his intelectuality, at the same time this situation will have an effect on to status of gizi energy and accept Iesson. Result of Inspection and Wormy Eradication ( October 2004) at some elementary school conducted by Public Health Services Langkat District in Sub- District of Stabat and Hinai show number at gyration 30-60%. Objective: Objective of this research is to obtain information about prevalence of infestation wormy at child of Elementary School G. Ambat, Sp. Kuta Buluh and N.Ukur Selatan and also know factors any kind of having an effect on to height of prevalence wormy at elementary schoolchild. Method: Method of research is "Observasional Study" that is case control desing, will be compared to case group and control group by the eksposure. Comparison of case group and control is 1: 1 with sampel to the each group counted 100 children of elementary schoolchild. Result: Wormy infestation prevalence of elementary schoolchild in Sub District of Sei Bingai still high (77,64%). Infestation prevalence of each worm type is Ascaris lumbricoides infection 68,46%, Tricuris trichiura 49,3% and hookworm 8.8%. Result of analyse from multivarite logistics regression model that wormy infestation of elementary shoolchild proven closely related to social economics variable, water sanitation, knowledge of mother and behavior of child. Existence of interaction between economics social with knowledge of mother, indicating that situation of economic social as prakondition to the happening of influence of knowledge to wormy infestation. In the situation low economic social, the risk of child who having mother with lower knowledge to wormy infestation equal to 44,6 times;rill compared to child having high knowledge of mother. While in the situation high economic social, the risk of child who having mother with lower knowledge to wormy infestation equal to 0,45 times;rill compared to child having high knowledge of mother. Conclution: Thereby require to be conducted counselling effort for child and mother to improve knowledge and change behavior of mother, and also repair of condition of sanitasi environmental. Key Word: Wormy Infestation, Elementary Schoolchild, Sei Bingai, Langkat, Logistic Regrretion.
Read More
T-2145
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Limin Ginting, I Made Djaja, Ririn Arminsih Wulandari
MJKI No.10
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Limin Ginting
KJKMN Vol.1, No.1
Depok : FKM UI, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Limin Ginting
KJKMN Vol.1, No.1
Depok : FKM UI, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Sugiarto; Pembimbing: I Made Djaja, Ririn Arminsih Wulandari
T-1928
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Markani; Pembimbing: Budi Haryanto, Haryoto Kusnoputranto
T-1997
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuyun Kurniawati; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Gindo Mangara Simanjuntak; Penguji: Widarso HS, I Made Djaja, Dede Mulyadi
T-2154
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eli Winardi; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari, Dewi Susanna
T-1914
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurlila; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Abdul Rahman, Dewi Susana, M. Sudomo, Taniawati Supali
Abstrak:

Infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia balk di pedesaan maupun di daerah kumuh di perkotaan dengan prevalensi sekitar 60%-80% pada murid-murid SD dan 40%-60% untuk semua umur (Direktorat Jenderal PPM dan PLP, 1998). Walaupun tidak berakibat fatal, penyakit kecacingan berdampak cukup luas pada anak-anak antara lain malnutrisi, anemia, gangguan fungsi kognitif serta menurunkan prestasi belajar dan produktivitas pada pekerja.Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor karakteristik anak, karakteristik ibu dan faktor kondisi sanitasi lingkungan terhadap infeksi kecacingan pada murid SDN RawaBadak Utara 23 dan 24, Jakarta Utara. Penelitian ini merupakan suatu studi epidemiologi " kasus kontrol " dengan jumlah sampel sebanyak 100 kasus dan 100 kontrol. Kasus adalah siswa yang menderita infeksi kecacingan, sedangkan kontrol adalah siswa yang tidak menderita kecacingan. Diagnosis untuk kasus dan kontrol dilakukan dengan cara pemeriksaan telur cacing pada tinja menggunakan metode Kato.Hipotesis yang diajukan adalah adanya pengaruh faktor karakteristik anak, karakteristik ibu dan kondisi sanitasi lingkungan terhadap infeksi kecacingan.Dari hasil analisis bivariat didapatkan hubungan yang bermakna antara variabel higiene perorangan, kebiasaan cuci tangan ,kebiasaan main yang kontak dengan tanah, pendidikan ibu, pengetahuan ibu, kondisi ekonomi orang tua dan kepemilikan jamban serta sarana air bersih dengan infeksi kecacingan pada siswa pada tingkat kemaknaan P<0,05. Sedangkan dari hasil analisis multivariat diperoleh faktor yang secara bersama-sama mempengaruhi infeksi kecacingan pada anak adalah higiene perorangan, kebiasaan cuci tangan, pengetahuan ibu, interaksi kebiasaan cuci tangan dengan higiene perorangan dan interaksi antara kebiasaan cuci tangan dengan pengetahuan ibu.Mengingat variabel yang mempengaruhi infeksi kecacingan pada anak sangat berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang berkaitan dengan pengetahuan kesehatan, maka diperlukan upaya untuk meningkatkan higiene perorangan pada murid dengan cara penyuluhan kesehatan disertai dengan pemeriksaan kebersihan diri murid secara berkala di sekolah. Juga dilakukan upaya peningkatan kebersihan lingkungan dengan cara diadakan kerja bakti secara rutin dan lomba kebersihan antar RT/RW.Daftar bacaan : 50 (1979-2000)


 

Factors Which Influence Soil Transmitted Helminth Infection among Primary School Children in North Rawabadak 23 & 24, North Jakarta, 2002Soil transmitted helminths infection is still public health problems in Indonesia especially in rural areas and in slum areas of big cities with prevalence of about 60%-80% among primary school childrens and 40%-60% at all ages (Directorate General of PPM &PLP, 1998). Although harmless, helminth infection could have serious impact to children such as malnutrition, anemia, defect in cognitive function, decreasing of learning achievement and decreasing of productivity of workers.In general the aimed of this study is to detect the impact of children's characteristic factor, mother's characteristic factor and environment sanitation towards helminth infection among students from state primary school of North RawaBadak 23 & 24, North Jakarta. This research is the case control epidemiologist study with 100 cases and 100 controls. Case is a student who is infected by soil transmitted helminth, and control is a student who is not infected. The diagnose for cases and controls is done by examining worm's eggs in feces using Kato method. The assumed hypothesis is the existence of children's characteristic influence, mother's characteristic influence and environment's sanitation condition to helminth infection.From bivariat analysis resulting significant relation among personal hygiene variable, hand washing habit, playing habit with soil contact, mother's education level, mother's knowledge, parent's economical condition and possession of latrine and source of clean water with helminth infection among students with level of significant P < 0,05.While from multivariate analysis resulting factors that altogether influence helminth infection e.i : personal hygiene, hand washing habit, mother's knowledge, interaction between hand washing habit and personal hygiene, and interaction between hand washing habit and mother's knowledge.Based on the variables that influence helminth infection in children are closely related to clean and healthy life style related with knowledge about health, efforts to increase personal hygiene are necessary through health education and individual cleanliness control at school. Efforts are also done to improve the environment's cleanliness by cleanliness competitions among Rukun Tetangga's or Rukun Warp's.References : 50 (1979 - 2000)

Read More
T-1407
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dadi Suhardiman; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, I Made Djaja; Penguji: Dewi Susanna, Wan Alkadri, Iid Rochendi
T-2389
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive