Ditemukan 38751 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dalam manajemen sumber daya manusia, masalah motivasi karyawan untuk bekerja dan berprestasi merupakan hal yang sangat penting. Walaupun bukan satu-satunya, uang merupakan salah satu motivator yang sangat penting, berkaitan dengan kepuasan kerja dan kinerja baik individu maupun kelompok.RSPI Suhanti Saroso adalah rumah sakit pemerintah pengguna Penerimaan Negara Bukan Pajak, memperoleh anggaran suplemen di mana 40 % dari pendapatan fungsional RS dapat dipergunakan untuk peningkatan mutu SDM termasuk insentif berupa Insentif Pelayanan (IP) yang dibagikan kepada seluruh karyawan. Selama ini belum ada Pola Pembagian IP yang disepakati seluruh (kelompok) karyawan, sehingga sering timbul ketidak-puasan, konflik antar kelompok, protes, demotivasi sampai mogok.Dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui persepsi karyawan terhadap IP, tingkat kepuasan dan hubungannya dengan motivasi kerja serta mendapatkan masukan dan karyawan tentang faktor dasar penyusunan Pala Pembagian IP. Penelitian dilakukan secara "cross-sectional" menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam terhadap sejumlah responden yang 'mewakili kelompok-kelompok karyawan, dilakukan pada bulan Mei - Juni 2002. Data yang dianalisa adalah karakteristik karyawan, persepsi karyawan tentang IP dan hubungannya dengan motivasi kerja. Analisis kuantitatif dikerjakan dengan menggunakan uji statistik univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dari 97 karyawan yang menjadi responden sebanyak 89 orang (91.8%) merasa kurang puas dengan imbalan yang diterima. Sebanyak 38 orang (39.2%) memiliki motivasi kurang. Pada analisis bivariat didapatkan faktor yang berhubungan dengan motivasi hanya umur. Untuk analisis multivariat didapatkan 3 variabel yang dapat dianggap sebagai kandidat namun setelah dianalisis ternyata tidak ada variabel yang memiliki nilai p < 0.05 sehingga tidak daat disusun suatu model regresi motivasi. Sebagian besar karyawan menghendaki agar pola pembagian IP yang ada sekarang dirubah dengan memperhatikan sejumlah faktor sebagai kriteria untuk menentukan besarnya IP yang diterima masing-masing karyawan.Sebagai kesimpulan penelitian, pengetahuan karyawan tentang IP masih belum memadai, hampir seluruh karyawan masih belum merasa puas terhadap berbagai faktor IP. Motivasi bekerja karyawan belum memadai. Tidak ada hubungan bermakna antara faktor faktor kepuasan terhadap IP dan karakteristik karyawan dengan motivasi kerja kecuali faktor umur.
Correlation Analysis between Characteristic and Employee's Perception on Incentive to Motivation to Work in Sulianti Saroso HospitalIn human resources management, motivating people is of very important thing. Although it is not the only thing, money is one of the very important motivator and well correlated with work satisfaction and performance both in individual and group as well.Sulianti Saroso Hospital is a government-owned hospital, Non-tax State Income user. The Government provides Supplementary Budget of which around 40% of it's functional income can be used to increase quality of the human resources, including incentive known as Insentif Pelayanan or IP (service fee, a component in hospital tariff). The incentive is distributed to all employees every month. To date there is no Distribution Pattern on IP which is agreed by the neither whole employee nor groups. As a consequence not rarely un satisfaction is expressed, conflicts between groups, protests, de motivation and even strikes takes place.A study is performed in order to disclose employee's perception on IP, level of satisfaction and its correlation with motivation for work, and also to collect inputs from the employee about basic factors in determining criteria?s for distribution pattern of the IP. The study is conducted cross-sectionals, through questioners and depth interview to representative number of respondents on May through June, 2002. Data was analyzed for employee's characteristic and employee's perception which are hypothetically correlated with motivation for work. Statistical analysis is using univariate, bivariate and multivariate analysis as well.The study revealed that out of 97 respondents, 89 (91.8%) feel unstisfied upon the incentive. Thirty-eight (39.2%) shows lack of motivation. Bivariate analysis found factor related to motivation is nothing but age. We found 3 variables which can be regarded as favorable candidate fit for multivariate analysis. Unfortunately there was no variable significant for developing a regression model for motivation. Most employees demanding the need for improvement of IP's distribution pattern, and a number of factors are proposed as criterion for determining the amount of incentive for every employee.As a conclusion, the employee's knowledge on incentive was still unsatisfactorily, almost all employee felt un satisfaction toward IP's factors. Motivation for work was low. There was no significant correlation between 1P's factors and employee's characteristic with motivation except respondent's age.
An important aspect of the organization to improve the work ethos andproductivity by giving employees the motivation and effort in motivatingemployees by providing compensation in the form of incentives. Work motivationMuslims are seeking the blessing of Allah and worth worship. The research aimsto determine the relationship between incentives and work to worship withemployee motivation at the Polyclinic and Maternity Hospital Ibnu SinaBalikpapan.The study was conducted in January 2015 using a questionnaire. Analyses wereperformed quantitative approach with cross sectional study design. This researchsample 95 of 95 total population. The results showed as much as 75.8% ofrespondents have a low work motivation, as well as the most dominant variablewith work motivation is variable communication with superiors.Suggested Polyclinic and Maternity Hospital has a policy of ensuring goodcommunication with the boss as a forum for formal and informal meetingsregularly with employees and optimize the religious forum to improvecommunication with superiors.Keywords:Work Motivation, Incentives, Working for Worship
Kepuasan klien merupakan salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan layanan rumah sakit yang berguna memberikan feedback bagi pihak manajemen, karena dengan mutu pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan. Pengukuran kepuasan dapat dilakukan dengan membandingkan kesenjangan yang terjadi antara harapan dan kinerja. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya jumlah klien yang melakukan kunjungan VCT dan belum adanya informasi mengenai kepuasan klien yang sekaligus ditinjau dari karakteristik klien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepuasan klien dan karakteristik klien yang manakah yang memiliki hubungan terhadap penilaian yang klien berikan. Metoda yang digunakan adalah deskriptif analitik, desain cross sectional dengan melakukan wawancara kepada 106 orang klien VCT. Analisa data secara kuantitatif menggunakan analisis univariat, bivariat, dan diagram kartesius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mempunyai tingkat kepuasan yang tidak terlalu tinggi terhadap kualitas pelayanan ditinjau daTi 5 dimensi ServQual dimana nilai persepsi kenyataan hampir mendekati harapan mereka. Pada diagram kartesis terlihat kebanyakan atribut dimensi kualitas pelayanan berada pada kuadran dua, tiga dan empat. Selain itu dari uji chi square diperoleh karakteristik yang dinilai memiliki hubungan bermakna pada harapan klien adalah pekerjaan, sedangkan pada kinerja adalah pekerjaan dan umur. (p<0,05). Untuk meningkatkan kepuasan pasien maka disarankan untuk melakukan perbaikan dengan melengkapi fasilitas unit VCT dengan peralatan yang moderen ruangan yang bersih dan nyaman serta memberikan pelatihan kepada seluruh petugas, perawat dan dokter untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah pasien dan menanamkan pentingnya kepuasan pasien sehingga para dokter dapat dengan mudah dihubungi untuk selalu membantu masalah klien. Survei kepuasan klien dilakukan secara rutin sebagai salah satu alat untuk memantau kualitas pelayanan. yang lebih besar daripada rata-rata skor pada pre-test.
Client satisfaction is one of the indicators for measuring hospital service and giving feedback for management, because of a good service quality will give satisfaction. Customer satisfaction can measure with compare gap between hope and kinerja Background: Low rate of client visit for VCT and there is no information about client satisfaction related to reutiliziation interest. Objective of this research is to describe client satisfaction and know wich character that have relation with client judgement. Method: Descriptive analysis with cross sectional design and interviewing to 106 patients. Research methodology is quantitative analysis with univariate analysis, bivariate and scatter diagram. Result: Client satisfaction is not to high through five dimennsion of ServQual. The score for the reality is almost same with their expectation. In scatter diagram, we can see much of service attributes are in second, third and fourth quadrant. Beside that from chi square we get relation ship between jobs and hope. In other side we also get relationship with jobs and age to kinerja. (p<0,05). Improving patient satisfaction and reutilization is to increase its qua1ity service. The important is improving inward quality service with adding more modern equipment make a clean and comfortable room, giving a training for employees, nurses, and doctors to raise their ability to solve patient problem and the important of patient satisfaction, so that the doctors can be easy to contact for helping the client problem. Beside that, routine client satisfactio survey as a tool for observing service quality.
Latar Belakang. Rumah Sakit merupakan salah satu pelayanan jasa yang dalam melakukan aktivitasnya, tidak boleh lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tingkat persaingan yang semakin ketat dikalangan usaha Rumah Sakit mempersyaratkan adanya daya saing bagi Rumah Sakit agar dapat memenangkan persaingan yang ada. Salah satu bentuk daya saing yang harus diciptakan oleh usaha Rumah Sakit adalah kualitas layanan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan Rumah Sakit perlu terus menerus dilakukan. Kepemimpinan sebagai salah satu indikator kualitas sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan suatu organisasi termasuk rumah sakit. Dengan kepemimpinan yang baik, maka diharapkan dapat mempengaruhi komitmen, loyalitas dan kinerja karyawan yang dampak akhirnya adalah peningkatan mutu pelayanan. Penelititan ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional (potong lintang). Analisis digunakan adalah analisis korelasi dengan menganalisis hubungan antara variable dependen dengan variable independen. Data diperoleh dari kuesioner yang dibagikan dan responden dipilih secara acak. Hasilnya adalah gaya kepemimpinan yang paling dominan adalah gaya kepemimpinan Demokratik/Partisipatif dimana tingkat komitmen, loyalitas dan kinerja karyawan serta ,mutu pelayanan sudah sukup baik hanya belum mencapai harapan. Variable yang paling mempengaruhi mutu pelayanan diketahui dari penelitian adalah variable loyalitas.
Background. The hospital is one of the services that in conducting its activities should not be separated from the development of science and technology. The level of competition among enterprises increasingly requires Hospital to compete in order to win the competition. One form of competitiveness must be created by the efforts of the hospital’s quality of service. Therefore, the improvement of the quality of hospital service needs to be continuously carried out. Leadership as one of the indicators of the quality of human resources are the factor that determine the success of an organization including hospital. With good leadership, it is expected to affect the commitment, loyalty and work performance and ultimately impact the quality of service. This study is an analytical descriptive study with a quantitative approach. The research design used was cross sectional. Analysis of the correlation was used to analyze the relationship between the dependent variable and the independent variable. Data obtained from questionnaires distributed and respondents chosen randomly. The result is the dominant leadership style is the Democratic style, while the level of commitment, loyalty and work performance of the employee as well as the service quality is good but below the expectations. The variable that affects the service quality the most is the loyalty variable.
