Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33458 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
I Made Darmajaya; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adik Wibowo, Dumilah Ayunungtyas, Sukamto Koesnoe, Ketut Rupini
B-1604
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vrilia Adirasari; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Budi Hartono, Yuli Prapanca
B-1683
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kadek Sri Mulya Wati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sumijatun, iwan Turniawan, Puput Oktamianti
Abstrak: Kepuasan pelanggan menjadi aspek yang sangat penting sehingga harus dikeloladengan baik. Rendahnya kepuasan dalam suatu proses layanan rumah sakit dapatberdampak tidak terselesaikannya pembayaran oleh pasien (minggat), yang berimbaspada pasien tidak akan datang kembali atau terjadi kehilangan pelanggan. Beberapamasalah yang masih sering dikeluhkan oleh pasien adalah lamanya waktu tunggu.Waktu tunggu dicari dengan melakukan pengamatan terhadap pasien yang melakukanproses pelayanan di rawat jalan, kemudian diukur kepuasannya, dan ditanyakan pulamengenai niat kunjugan ulangnya. Disimpulkan bahwa waktu tunggu pelayananrawat jalan rata-rata masih diatas standar yang ditetapkan dan adanya hubungansignifikan antara kepuasan dan niat kunjungan ulang.Kata Kunci: minggat, waktu tunggu, kepuasan pelanggan, niat kunjungan ulang
Customer satisfaction become a very important aspect so that it must be managed bywell, because it is as promotion media for hospitals (mouth to mouth).Dissatisfaction in the process of hospital services have affect on do not completion ofthe payment by the patient who run away, that it will have impact on patients will notcome back or losing customers. Some problems was still frequently complained bythe patient is the waiting time is too long. The waiting time was analyzed by observeon the patients who was undergoing outpatient services, and then measured theirsatisfaction, and also asked about their intentions to re-visit. It can be concluded thatthe waiting time was still above average standards and there is significant correlationbetween satisfaction and re-visit intentions .Keywords: run away, waiting time, customer satisfaction, re-visit intention
Read More
B-1614
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewa Ngakan Gde Wahyu Mahatma Putra; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Adang Bachtiar, Bambang Dwipoyono, Chairulsjah Sjahruddin
Abstrak: ABSTRAK Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya waktu tunggu antrian pasien OK yang cukup lama hingga 21 hari dan angka utilisasi beberapa ruangan OK yang masih di bawah standar utilisasi. Waktu tunggu antrian OK yang lama dan angka utilisasi yang belum optimal salah satunya disebabkan oleh metode penjadwalan operasi yang belum akurat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui utilisasi ruangan OK IBS dan mengetahui hubungannya dengan akurasi waktu mulai operasi, jumlah operasi, dan jenis operasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode telaah dokumen. Uji korelasi dilakukan dengan menggunakan metode Spearman. Berdasarkan 320 data sampel yang diteliti diperoleh rata-rata utilisasi ruangan OK IBS pada bulan Januari-Maret 2018 adalah 53,36%. Total pemakaian ruangan OK adalah 555 jam 24 menit. Terdapat dua faktor yang berhubungan dengan utilisasi kamar operasi yaitu akurasi waktu mulai operasi (p-value=0,012) dan jumlah operasi (p-value=0,015) dengan hubungan positif. Sedangkan jenis operasi (p-value = 0.373) tidak memiliki hubungan dengan utilisasi kamar operasi. Faktor lain yang mempengaruhi utilisasi kamar operasi adalah hari efektif jam buka ruangan OK setiap bulannya. Kata Kunci: Kamar Operasi, Operasi Elektif, Utilisasi, Akurasi Waktu Operasi, Jumlah Operasi, Jenis Operasi The background of this research is the high number of OK patients queue and delayed operation schedule due to the high utilization rate in the OK room in Central Surgery Installation Sanglah General Hospital. The study aims to find out the utilization of OK IBS room and to know its relation to the accuracy of the starting time of operation, the number of operation, and the type of operation. This research uses quantitative approach with document review method. The correlation test is done by using Spearman method. Based on the 320 sampled data obtained, the average utilization of OK IBS room in January-March 2018 is 53.36%. The total usage of OK room is 555 hours 24 minutes. There are two factors related to operating room utilization that is accuracy of starting time of operation (p-value = 0,012) and number of operation (p-value = 0,015) with positive relation. While the type of operation (p-value = 0.373) has no relationship with operating room utilization. Another factor affecting operating room utilization is the effective day open room hours OK in every month. Keywords: Operating Room, Elective Operation, Utilization, Accuracy of Starting Operation Time, Number of Operations, Type of Operation
Read More
B-2014
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isma Sari Chumairah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Kurnia Sari, Vetty Yulianty Permanasari, Anis Mardiyah, Iing Ichsan Hanafi
Abstrak:
Kamar operasi merupakan unit pelayanan strategis yang berperan penting terhadap mutu layanan dan indikator kinerja rumah sakit, namun pencapaian volume tindakan operasi tidak selalu mencerminkan pemanfaatan waktu kamar operasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi kamar operasi di RS Hermina Depok serta merumuskan strategi optimalisasi yang dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pelayanan bedah tanpa mengurangi mutu layanan rumah sakit maupun keselamatan pasien. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan desain crossectional, yang menggunakan seluruh tindakan operasi yang dilaksanakan di tujuh kamar operasi selama bulan Oktober 2025 sebagai sampel penelitian. Utilisasi kamar operasi dihitung berdasarkan pemanfaatan waktu operasional dan dikategorikan menjadi utilisasi optimal dan rendah. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik sederhana, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Selama periode penelitian, tercatat 1.021 tindakan operasi, melampaui target manajemen, yaitu 900 tindakan, namun sebagian besar hari operasional berada pada kategori utilisasi rendah (<70%), dengan 64,2% tindakan berlangsung pada hari dengan utilisasi rendah dan tidak ditemukan kejadian over-utilization. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa usia pasien 45–59 tahun (Adjusted OR 1,720; 95% CI 1,032–2,866) dan ≥60 tahun (Adjusted OR 1,983; 95% CI 1,147–3,430) berhubungan dengan peningkatan peluang utilisasi kamar operasi berada pada kategori rendah dibandingkan kelompok usia anak. Faktor rumah sakit yang paling konsisten berhubungan dengan utilisasi rendah adalah status penjadwalan yang tidak tercatat (Adjusted OR 2,061; 95% CI 1,043–4,074), sementara faktor lain seperti status ASA, persiapan pasien, kehadiran dan persetujuan tindakan, jenis pembiayaan, ketersediaan dan ketepatan waktu kedatangan SDM, waktu turnover, jenis prosedur, dan spesialisasi tindakan tidak menunjukkan hubungan signifikan setelah dikontrol dalam model. Temuan ini menunjukkan bahwa utilisasi kamar operasi di RS Hermina Depok belum optimal meskipun target volume tindakan tercapai, dan rendahnya utilisasi lebih dipengaruhi oleh aspek pengelolaan waktu dan pencatatan penjadwalan operasi. Oleh karena itu, strategi optimalisasi perlu diarahkan pada penguatan sistem penjadwalan terintegrasi berbasis waktu serta pengembangan persiapan praoperatif yang lebih komprehensif bagi pasien usia lanjut (geriatrik), guna mengantisipasi kompleksitas klinis dan kebutuhan khusus kelompok usia tersebut, sehingga pemanfaatan kamar operasi dapat ditingkatkan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan mutu layanan dan keselamatan pasien. Kata kunci: Kamar Operasi, Utilisasi, Faktor Pasien, Faktor Rumah Sakit, Efisiensi

The operating room is a strategic service unit that plays a critical role in healthcare quality and hospital performance indicators; however, achieving surgical volume targets does not necessarily reflect optimal utilization of operating room time. This study aimed to analyze factors influencing operating room utilization at Hermina Depok Hospital and to formulate optimization strategies that enhance efficiency, effectiveness, and surgical service quality without compromising patient safety or care standards. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted, including all surgical procedures performed in seven operating rooms during October 2025. Operating room utilization was calculated based on actual operating time and categorized into optimal and low utilization. Bivariate analysis was performed using Chi-square tests and simple logistic regression, while multivariate analysis employed multiple logistic regression. During the study period, 1,021 surgical procedures were recorded, exceeding the management target of 900 procedures; however, most operating days fell into the low utilization category (<70%), with 64.2% of procedures occurring on low-utilization days and no instances of over-utilization observed. Multivariate analysis showed that patient age was the only patient-related factor associated with operating room utilization, with patients aged 45–59 years (Adjusted OR 1.720; 95% CI 1.032–2.866) and ≥60 years (Adjusted OR 1.983; 95% CI 1.147–3.430) having a higher likelihood of low operating room utilization compared to pediatric patients. The most consistent hospital-related factor associated with low utilization was undocumented scheduling status (Adjusted OR 2.061; 95% CI 1.043–4.074), while other factors—including ASA status, preoperative preparation, patient attendance and consent, payment method, staff availability and punctuality, turnover time, procedure type, and surgical specialty—were not significantly associated after adjustment. These findings indicate that operating room utilization at Hermina Depok Hospital remains suboptimal despite achieving surgical volume targets and is primarily influenced by time management and scheduling documentation. Therefore, optimization strategies should focus on strengthening time-based integrated scheduling systems and developing more comprehensive preoperative preparation for geriatric patients to address clinical complexity and special care needs, thereby improving sustainable operating room utilization without compromising service quality or patient safety.
Read More
B-2569
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Theresia Yulita; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Yuli Prapancha Satar, Mangantar Marpaung
Abstrak: Abstrak 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan faktor-faktor manajemen yang berhubungan terhadap kepuasan kerja dokter spesialis di RS OMNI Alam Sutra. Penelitian ini dengan metode penelitian penyebaran kuesioner, dimana penelitian ini bersifat deskriptif analitik yaitu suatu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena ketidak puasan kerja dokter rumah sakit OMNI. Penelitian ini menggunakan pendekatan potong lintang yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara variabel bebas dan terikat dengan cara pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Pada penelitian ini dilakukan analisis secara bertingkat, yaitu (1). Analisis univariat, (2). Analisis Bivariat, (3). Analisis Multivariat.

Dari hasil penelitian di dapatkan Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel independen yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja responden yaitu kebijakan dan aturan rumah sakit (p-value=0,001) dengan OR = 7 yang artinya kebijakan dan aturan rumah sakit yang baik akan berpeluang 7 kali lebih besar memberikan kepuasan kerja yang baik terhadap responden dibanding dengan kebijakan dan aturan RS yang kurang baik serta variable kelengkapan alat (p-value=0,003) dengan OR = 5,9 yang artinya kelengkapan alat yang baik akan berpeluang 5,9 kali lebih besar memberi kepuasan kerja yang baik terhadap responden dibanding dengan kelengkapan alat yang kurang baik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya faktor-faktor manajemen yang berhubungan terhadap kepuasan kerja dokter spesialis di rumah sakit OMNI Alam Sutra.


The purpose of this study was to find factors related to satisfaction management specialists working in hospitals OMNI Alam Sutra. This research studies the spread of the questionnaire method, which is a descriptive analytic study is a study that tries to explore how and why the phenomenon of workplace dissatisfaction OMNI hospital doctors. This research approach is a cross-sectional study to study the dynamics of the correlation between the dependent variable and tied to the data collected at the same time at some point. In this research, the analysis in stages, namely (1). Univariate analysis, (2). Bivariate analysis, (3). Multivariate Analysis.

From the results of research in getting Based on multivariate analysis, the independent variables that affect the job satisfaction of respondents that the policies and rules of the hospital (p-value = 0.001) with OR = 7, which means the policy and rules of good hospitals will likely 7 times more likely good job satisfaction among respondents compared with the policies and rules as well as hospitals that are less variable completeness of the tool (p-value = 0.003) with OR = 5.9, which means completeness good tools will likely provide 5.9 times greater job satisfaction well to the respondents compared with unfavorable completeness tools. From the results of this study concluded that the factors relating to satisfaction management specialists working in OMNI Alam Sutra Sutra hospital.

Read More
B-1471
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rr. Nurmalia Safitri; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Atik Nurwahyuni, Siti Nur Arafah
S-7545
Depok : FKMUI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gede Eka Rusdi Antara; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adik Wibowo, I Made Darmajaya; Kurnia Sari, Ns. I Gede Made Arnata
Abstrak: Pelayanan pembedahan merupakan pelayanan kesehatan di rumah rumah sakit yang dapat menggambarkan mutu rumah sakit. Peningkatan jumlah kunjungan, ketersediaan sarana dan prasarana, ketersediaan sumber daya manusia serta lamanya waktu yang diperlukan untuk memperoleh persetujuan untuk tindakan operasi dari pasien dan keluarga dapat menyebabkan waktu tunggu tindakan operasi menjadi panjang. Penelitian ini menggunakan rancangan mix method yaitu kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian observasional analitik cross sectional. Penelitian ini melibatkan 54 responden pada penelitian kuantitatif dan 7 informan pada penelitian kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan kejadian bed block sebanyak 38,9 % dan tidak terjadi bedblock 61,1%. Persetujuan operasi diperoleh dalam waktu ≥ 1 jam dari 17 responden (31,5%) dan persetujuan operasi yang diperoleh dalam waktu < 1 jam sebanyak 37 responden (68,5%). Alat dan sarana didapatkan tidak lengkap 5,6% dan lengkap 94,4%. Waktu tunggu tindakan operasi yang ≥ 5 jam dikategorikan delay sebanyak 33,3%, waktu tunggu tindakan operasi yang < 5 jam dikategorikan tidak delay sebanyak 66,7%.

Analisis bivariat dengan Chi Square menunjukkan pvalue 0,000 untuk hubungan antara bed block dengan keterlambatan operasi, p-value 0,000 untuk hubungan antara persetujuan operasi dengan keterlambatan operasi, p-value 0,012 hubungan alat dan sarana dengan keterlambatan operasi. Faktor yang paling berpengaruh adalah persetujuan operasi dengan p-value 0,005 dengan regresi logistik.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara bed block, persetujuan operasi serta alat dan sarana terhadap keterlambatan operasi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan strategi peningkatan kualitas pelayanan pembedahan di Instalasi Rawat Darurat.

Key words: bed block, sumber daya manusia, persetujuan operasi, alat dan sarana operasi, keterlambatan tindakan operasi

Surgery is part of medical services that summarized the hospital performance. Increased hospital visits, unavailability of tools, unavailability of human resources, and times consumed to get patient agreement for surgery may causing delay to operation. This is mix method study, quantitative and qualitative. The quantitative study is observational analytic, cross sectional. This study includes 54 respondents in quantitative study and 7 informants in qualitative study.

The result showed bed block events is 38,9 %. Agreement following informed consent is obtained in ≥ 1 hour for 17 respondents (31,5%) and < 1 hour for 37 respondents (68,5%). Tools and equipment are complete and available in 94,4% cases and incomplete in 5,6% cases. Time consumed waiting for operation is categorized delay if ≥ 5 hours in 33,3% cases, categorized not delay if < 5 hours in 66,7%.

Bivariate analysis using Chi Square showed p-value 0,000 for correlation between bed block and delay to operation, p-value 0,000 for correlation between time consumed to obtain agreement for surgery, p-value 0,012 for correlation between tools and equipment with delay to operation. The most influencing factor is operation agreement with pvalue 0,005 using logistic regression.

From this study, we conclude there is significant correlation between bed block, time consumed for obtain operation agreement, tools and equipment availability with delay to operation. This result is a base in making strategy to improve quality of surgery services in emergency department.

Key words: bed block, human resources, operation agreement, tools and equipment, delay to operation
Read More
B-1959
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aman Mashuri; Pembimbing: Suprijadi Riyanto; Penguji: Anhari Achadi, Budi Hartono, Djuhari Suryasaputra
Abstrak:

Penelitian ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa Instalasi Gawat Darurat merupakan suatu unit pelayanan di rumah sakit yang harus dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat agar tujuan dari pelayanan gawat darurat dapat tercapai dan sekaligus memberikan kepuasan kepada pasien atau keluarganya.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran umum waktu tunggu persiapan operasi cito di IGD dan faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu pelayanan terhadap pasien yang akan menjalani operasi cito.

Jenis penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi mengenai proses pelayanan diperoleh melalui wawancara mendalam, fokus grup diskusi, observasi partisipatif dan telaah dokumen. Sedangkan data mengenai waktu pelayanan diperoleh melalui pencatatan waktu pelayanan mulai dari tahap penetapan operasi sampai saat dilakukan sayatan pertama di meja operasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu persiapan operasi cito di IGD RS Karya Medika I berhubungan dengan lamanya persetujuan operasi dari keluarga atau penanggung jawab biaya, ketidaksiapan SDM kamar operasi termasuk dokter operator dan dokter anestesi, serta keterbatasan peralatan operasi.

Untuk mempersingkat waktu pelayanan terhadap pasien yang akan menjalani operasi cito, RS Karya Medika I perlu menetapkan kebijakan tentang penanganan pasien operasi cito, memperbaiki manajemen SDM kamar operasi dan sistem pengadaan alat kesehatan.


The background of the research was the fact that Emergency Care Unit is a particular service unit in hospital which has to be able to respond quickly and effectively in order to achieve the goals of emergency care service and at the same moment to deliver satisfaction to the patients and their families.

The purpose of this research was to know the general picture about the waiting time of cito operations in the Emergency Departement and the factors associated with the time of service to patients who will undergo cito operations.

This type of research was a case study wih a qualitative approach. Data and information regarding the service process were obtained from indepth interviews, focus group discussion, participant observation and document review, while data regarding the service time was gained from recording and calculating the time taken starting from the moment of surgery decision until the moment of the first incision on the operating table.

The result from the research showed that waiting time for the preparation cito operation in the Emergency Departement at Karya Medika I hospital associated with informed concent from the family or the insurance, human resources, and the equipment of operation.

To minimize the waiting time for preparation cito operation in Emergency Departement, Karya Medika I Hospital need to establish policies regarding the handling of patients cito operations, to improve human resource management and procurement of medical equipment systems.

Read More
B-1393
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suhartono; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasri, Hendra Marwazi, Sodikin Sadek
Abstrak:
Hasil pemeliharaan korektif (perbaikan) alat kesehatan di RSUP Sanglah Denpasar mengalami penurunan yaitu tahun 2012 adalah 53% dan tahun 2013 adalah 49%. Sementara target Standar Pelayanan Minimal (SPM) RSUP Sanglah adalah 75%, dan target Kementerian Kesehatan RI adalah 100%. Kondisi ini merugikan pasien yang memerlukan pelayanan alat, dan rumah sakit dari sisi finansial. Penelitian ini bertujuan mencari faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya hasil pemeliharaan ini, dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan teori sistem (input-proses-output). Hasil dan pembahasan penelitian menyimpulkan bahwa penyebab rendahnya hasil pemeliharaan korektif adalah kurang siapnya faktor-faktor perencanaan pemeliharaan, organisasi IPSRS, pelaksanaan pemeliharaan, dan pengendalian mutu pemeliharaan alat kesehatan. Saran ditujukan kepada manajemen RSUP Sanglah adalah perlunya penambahan minimal 7 orang dan pelatihan berkala terhadap teknisi dan operator; Pengendalian peredaran merek-merek dan alat-alat yang kurang berkualitas di rumah sakit; Penyederhanaan prosedur pengadaan barang/ jasa internal dan mempercepat proses pengadaan suku cadang; Pemanfaatan pihak ketiga untuk pemeliharaan alat-alat berteknologi tinggi, dan KSO alat kesehatan yang menguntungkan rumah sakit; Perencanaan yang berbasis kebutuhan aktual di lapangan; Pelaksanaan pemeliharaan preventif yang sesuai rekomendasi pabrik; serta peningkatan motivasi staf agar bekerja untuk mencapai target.
 

 
The result of medical equipment corrective maintenance (repair) in Sanglah General Hospital, Denpasar, year 2012 and 2013, were low (53% in 2012 and 49% in 2013), while target of Sanglah Hospital is 75%, and of Ministry of Health (MOH) standard is 100%. This condition will adverse to the pasien, and hospital because of financial loss. The study used qualitative and system approaches (input-process-output), and to find out the factors that affect those low result. The result concluded that the problem was caused by lack of technician and at least additional of 7 persons is needed. This study suggested to restrict the unqualified medical equipment at Sanglah Hospital, simplify and faster the spareparts procurement procedures, involve third party participation to maintain the advance medical equipment and joint operasional (KSO) of medical equipment, planning based on the actual target, implementation of maintenance based on manufacturer recommendation, and improve staff motivation to achieve the hospital target on quality improvement.
Read More
B-1623
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive