Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18208 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kliping median indonesia 2012-2013, hal 85
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Percik, edisi III, 2010, hal. 28-29
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Percik, Edisi 01/ 2013 - tahun ke 11, hal. 18. ( ket. ada di bendel maj. campuran No.15 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Percik, edisi II, 2010, hal. 22-26
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
koran kompas 2010: hal 69
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Percik, edisi III, 2010, hal. 16-17
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indo. ( MKI ), V0l.60, No.3, Maret 2010, hal. 101-106, ( Cat ada di bendel 1993-2010 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emilia Annisa; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Ema Hermawati, Wakhyono Budianto
Abstrak:
Depot Air Minum (DAM) merupakan tempat usaha untuk melakukan pengolahan air baku menjadi air minum atau biasa disebut dengan Air Minum Isi Ulang (AMIU). AMIU banyak dijadikan alternatif sebagai pemenuhan kebutuhan air minum dimasyarakat. Namun, tidak semua DAM terjamin produknya, terutama dari ancaman kontaminasi biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas bakteriologis AMIU berdasarkan keberadaan E.coli dan mengetahui gambaran higiene sanitasi Depot Air Minum (DAM) di Kelurahan Aren Jaya Bekasi Timur tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Sampel penelitian berasal dari seluruh DAM dan AMIU hasil produksi DAM di Kelurahan Aren Jaya dengan jumlah 23 DAM. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan lembar formulir penilaian laik higiene sanitasi DAM. Keberadaan E.coli dalam sampel air diketahui melalui pengujian di laboratorium menggunakan metode MPN E.coli. Diketahui sebanyak 14 (60.9%) DAM telah memenuhi syarat pada variabel Tempat. Semua DAM (100%) telah memenuhi syarat pada variabel Peralatan produksi dan variabel Peralatan sterilisasi. Hanya terdapat 1 (4.3%) DAM yang memenuhi syarat pada variabel Higiene penjamah. Semua AMIU bebas dari kontaminasi bakteri E.coli. Terdapat 20 dari 23 sampel DAM yang dinyatakan memenuhi syarat higiene sanitasi. Sedangkan DAM kode M, O, dan R tidak memenuhi syarat dalam aspek higiene sanitasi. Semua AMIU hasil produksi DAM memenuhi syarat untuk diminum berdasarkan analisis kualitas bakteri E.coli. Perlu dilakukan peningkatan terhadap aspek sanitasi tempat dan higiene penjamah, serta pemenuhan fasilitas yang mendukung kegiatan higiene sanitasi DAM.

Water Refill station is a place of business to process raw water into drinking water or commonly known as Refill Drinking Water. Refill drinking water is widely used as an alternative of drinking water in the community. However, not all Water Refill station products are guaranteed, especially from the threat of biological contamination. This research aims to determine the bacteriological quality of Refill drinking water based on the presence of E.coli and to description of the sanitation hygiene of the Water Refill station in Aren Jaya Village, East Bekasi in 2018. This research used a descriptive observational method. Samples came from all Water Refill station and water produced by Water Refill stations in Aren Jaya Village with a total of 23. Data collection is carried out through observation using form sheet of hygiene sanitary Water Refill Station. The presence of E.coli in water samples was determined through laboratory testing using the MPN E.coli method. It is known that 14 (60.9%) DAMs have fulfilled the requirements for the place variable. All Water Refill stations (100%) fulfilled the requirements for the variable Production Equipment and Sterilization Equipment Variables. There was only 1 (4.3%) Water Refill station that met the requirements for handler hygiene. All Refill Drinking Water are free from contamination by E.coli bacteria. There were 20 out of 23 samples of DAM that met the sanitation hygiene requirements. Whereas Water Refill Station codes M, O, and R do not meet the requirements in terms of sanitation hygiene. All Refill Drinking Water produced by Water Refill station meet the requirements for drinking based on an analysis of the quality of E.coli bacteria. It is necessary to improve the aspects of place sanitation and handler hygiene, as well as the fulfillment of facilities that support Water Refill Station sanitation hygiene activities.
Read More
S-11431
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yosi Purnama Sari; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Desy Mery Dorsanti
Abstrak: Pada tahun 2018, KLB diare di DKI Jakarta sebanyak 124 kasus yang tersebar di beberapa Kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan menganalisis secara statistik faktor lingkungan, permukiman kumuh dan bantaran sungai, kepadatan penduduk dengan kasus KLB diare di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan yakni studi ekologi dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari data Potensi Desa Tahun 2018 dan data Kependudukan yang berasal dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta dan menampilkan hasil dengan analisis spasial, meliputi variabel-variabel kasus KLB diare, pembuangan sampah, tempat pembuangan sampah sementara (TPS), jamban keluarga, tempat pembuangan akhir tinja, pembuangan limbah cair, sumber air bersih, sumber air minum, permukiman kumuh, permukiman bantaran sungai, dan kepadatan penduduk. Hasil penelitian ini ditemukan hubungan signifikan antara permukiman kumuh dengan kasus KLB diare tahun 2018 di DKI Jakarta. Secara spasial mengindikasikan adanya hubungan antara keberadaan TPS, sumber air minum, permukiman kumuh, permukiman bantaran sungai dan kepadatan penduduk dengan kejadian KLB diare. Kesimpulan dari penelitian ini yakni kondisi sanitasi secara umum di DKI Jakarta memiliki kondisi yang lebih baik dari angka nasional, namun tingkat kepadatan peduduk di DKI Jakarta melebihi tingkat kepadatan nasional. Daerah tingkat kerawanan terjadi KLB diare yang tinggi terdapat pada 5 kecamatan. Upaya pencegahan peningkatan jumlah kasus KLB diare yang memiliki hubungan dengan sanitasi lingkungan sebaiknya dilakukan kerjasama dengan lintas sektor guna memenuhi cakupan sarana sumber air minum, pengelolaan tinja, pengelolaan limbah cair, relokasi permukiman, dan persebaran penduduk. Kata kunci: KLB diare, sanitasi, permukiman kumuh, kepadatan penduduk In 2018, outbreaks of diarrhea in DKI Jakarta were 124 cases spread across several districts. This research aims to provide an overview and statistically analyze environmental factors, slums and riverbanks, population density with the case of diarrhea outbreaks in DKI Jakarta in 2018. The design of the study uses an ecological study using secondary data from Potensi Desa 2018 data and Population data and presented the result with spatial analysis, including case variables Outbreaks of diarrhea, waste management, temporary landfills (TPS), family latrines, fecal landfills, disposal waste water, clean water, drinking water, slums, riverbank settlements, and population density. The results from this research found a significant association between slums and diarrhea outbreaks in 2018 in DKI Jakarta. Spatially indicate a relationship between the existence of temporary landfills, drinking water sources, slums, riverbank settlements and population density with the occurrence of diarrhea outbreaks. The conclusion from this research is that sanitation conditions in DKI Jakarta have better conditions than the national rate, but the population density in DKI Jakarta exceeds the national density level. Areas with high levels of vulnerability occur outbreaks of diarrhea that are high in 5 districts. To prevent the increasing number of cases of diarrhea outbreaks associated with environmental sanitation should be cooperation across the sector to meet the scope of drinking water, family latrines, disposal wastewater, settlement relocation, and population distribution. Keywords: diarrhea outbreak, sanitation, slums, population density
Read More
S-10499
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khadijah Azhar, Dwi Sisca K., Dwi Hapsari T.
JEK Vol.14, No.1
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2015
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive