Ditemukan 37638 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nurilma Fauzia; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Abdur Rahman, Elyana Ginting
Abstrak:
Kondisi pencemaran udara di kota-kota besar di Indonesia semakinmenampakkan kondisi yang sangat meprihatinkan. Sumber pencemaran udara dapatberasal dari berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, perkantoran, danperumahan. Kadar debu pada 3 kota besar di Indonesia yakni DKI Jakarta, Yogyakartadan Semarang sebesar 280µg/m3, dimana nilai tersebut sudah melebihi baku mutu.Kontribusi debu pada udara ambient di DKI Jakarta yang bersumber dari kendaraanbermotor sebesar 4.486.991 ton/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar risiko kesehatan akibat pajanan PM10 pada populasi berisiko di Terminal Bus Pulogadung. Desain studi dalam penelitian ini menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai tingkat risiko(RQ) pajanan PM10 berisiko terhadap kesehatan populasi berisiko baik untuk perhitungan real time maupun life span. Rekomendasi manajemen risiko dapat dilakukan dengan mengurangi konsentrasi PM10 sampai batas aman yaitu dengan upaya perbaikan lingkungan terminal.Kata Kunci : Analisis Risiko Kesehatan, PM10, Populasi Berisiko
Condition of air pollution in major cities in Indonesia are increasingly displayingvery poor condition . Sources of air pollution can come from a variety of activities suchas industry, transport, offices, and housing. The Dust levels in the three major cities inIndonesia, Jakarta , Yogyakarta and Semarang for 280μg/m3 , where the value hasexceeded the threshold limit value ( TLV ) . Contributions of dust in ambient air inJakarta that comes from motor vehicles amounted to 4,486,991 tons / year. This aim ofthis study is to analyze the big health risk of PM10 exposure at risk populations inPulogadung Bus Terminal . The design of this study used the method of EnvironmentalHealth Risk Analysis ( ARKL ) . The results showed that in real time or life spancalculation the level of risk (RQ) for risk agent PM10 is risky for the risk populationhealth. Risk management recommendations can be done by reducing PM10concentrations to safe limits as environmental improvement terminal.Keywords : Health Risk Analysis, PM10, Risk Population
Read More
Condition of air pollution in major cities in Indonesia are increasingly displayingvery poor condition . Sources of air pollution can come from a variety of activities suchas industry, transport, offices, and housing. The Dust levels in the three major cities inIndonesia, Jakarta , Yogyakarta and Semarang for 280μg/m3 , where the value hasexceeded the threshold limit value ( TLV ) . Contributions of dust in ambient air inJakarta that comes from motor vehicles amounted to 4,486,991 tons / year. This aim ofthis study is to analyze the big health risk of PM10 exposure at risk populations inPulogadung Bus Terminal . The design of this study used the method of EnvironmentalHealth Risk Analysis ( ARKL ) . The results showed that in real time or life spancalculation the level of risk (RQ) for risk agent PM10 is risky for the risk populationhealth. Risk management recommendations can be done by reducing PM10concentrations to safe limits as environmental improvement terminal.Keywords : Health Risk Analysis, PM10, Risk Population
S-8204
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sukadi; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Budi Hartono, Abdur Rochman
Abstrak:
Indek standar pencemaran udara DKI Jakarta, parameter kritis terbanyak diKelapa Gading. Untuk mengestimasi risiko kesehatan dilakukan analisis risikokesehatan PM10 dan SO2 di Kelapa Gading. Konsentrasi risk agent diperolehstasiun pemantau udara BPLHD DKI Jakarta selama 365 hari. Berat badan, waktupajanan diukur dari 80 responden. Estimasi risiko kesehatan dinyatakan dalamRQ, dihitung dari intake risk agent dan dosis referensinya. Risiko kesehatandianggap berisiko bila RQ>1. Hasil penelitian menunjukkan RQ PM10 dan SO2pajanan realtime tidak berisiko. Pajanan lifespan konsentrasi maksimum PM10berisiko terhadap kesehatan populasi. Konsentrasi PM10 diturunkan hingga 118µg/m3,merupakan batas aman untuk semua pupolasi. Kata Kunci : Kelapa Gading, analisis risiko, PM10, SO2
Air pollution standard index of Jakarta, the most critical parameters in KelapaGading. To estimate the health risk health risk analysis of PM10 and SO2 inKelapa Gading. Concentration risk agent obtained air monitoring station BPLHDfor 365 days. Weight, measured exposure time of 80 respondents. Health riskestimates are expressed in RQ, calculated from intake and risk agent referencedose. The health risks are considered at risk if RQ>1. The results showed RQPM10 and SO2 exposure risk is not realtime. Lifespan exposure to the maximumconcentration of PM10 risk for population health. Concentration of 118 μg/m3 ofPM10 is reduced to, a safe limit for all pupolasi.Keywords: Kelapa Gading, risk analysis, PM10, SO2
Read More
Air pollution standard index of Jakarta, the most critical parameters in KelapaGading. To estimate the health risk health risk analysis of PM10 and SO2 inKelapa Gading. Concentration risk agent obtained air monitoring station BPLHDfor 365 days. Weight, measured exposure time of 80 respondents. Health riskestimates are expressed in RQ, calculated from intake and risk agent referencedose. The health risks are considered at risk if RQ>1. The results showed RQPM10 and SO2 exposure risk is not realtime. Lifespan exposure to the maximumconcentration of PM10 risk for population health. Concentration of 118 μg/m3 ofPM10 is reduced to, a safe limit for all pupolasi.Keywords: Kelapa Gading, risk analysis, PM10, SO2
S-8163
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Meliana Sari; Pembimnbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Zakianis, Abdul Rahman, Rina Fitrianni Bahar, Didik Supriyono
T-4211
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nanik Prihartini; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Rachmadi Purwana, Abdur Rahman, Ricki M. Mulia, Evi Nuryana
T-3183
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yuni Indriati Fatonah; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Abdur Rahman, Suyud Warno Utomo, June Mellawati, Ricki M. Mulia
T-3262
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Isnatami Nurul Azni; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Abdur Rahman, Heni D. Mayawati
Abstrak:
Pajanan agen risiko kesehatan dari lingkungan kerja berdampak pada timbulnya risiko penyakit akibat kerja sehingga pekerja menjadi tidak produktif. Oleh karena itu, untuk mengestimasi risiko kesehatan dari pajanan agen risiko berupa PM10 dari lingkungan kerja, sebuah penelitian analisis risiko telah dilakukan pada 70 orang pekerja industri readymix PT. X Plant Kebon Nanas. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pendekatan analisis risiko. Risiko kesehatan akibat pajanan PM10 dihitung dengan membandingkan asupan PM10 dengan dosis referensi. Konsentrasi PM10 diukur pada 6 titik. Hasil konsentrasi tertinggi yaitu 0,407 mg/M3 dan terendah yaitu 0,167 mg/M3 dengan perhitungan konsentrasi rata-rata yaitu 0,289 mg/M3 . Hasil perhitungan risiko yang diterima saat ini (realtime) terdapat 21,4% pekerja yang berada dalam kategori berisiko. Sedangkan hasil estimasi risiko yang diterima seumur hidup (lifetime) hanya 2 orang pekerja yang dalam kategori tidak berisiko. Manajemen risiko yang dapat dilakukan adalah dengan menurunkan konsentrasi menjadi 0,08 mg/M3 . Dengan konsentrasi tersebut pekerja diestimasikan aman bekerja selama 11 jam per hari dan 362 hari per tahun.
Kata kunci: PM10, Analisis Risiko, Industri Beton
Read More
Kata kunci: PM10, Analisis Risiko, Industri Beton
S-8666
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tiara Ayuwardani; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Heny D Mayawati
Abstrak:
Penanganan batubara akan selalu menghasilkan debu batubara dalam jumlah yang signifikan, termasuk di dalamnya PM10. PM10 adalah partikulat respirabel yang dapat terhirup manusia dan mengendap di thoraks.Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan dengan desain studi cross sectional untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan pekerja Divisi Alat Berat di PT Z.Penelitian dilakukan di PT Z pada bulan Mei-Juni 2015.Jumlah sampel diambil dengan metode total sampling sejumlah 47 responden. Konsentrasi PM10 diukur di 6 titik sampling dengan hasil konsentrasi tertinggi 0,355 mg/m3 dan konsentrasi terendah 0,151 mg/m3 . Rata-rata pola aktivitas pekerja di divisi Alat Berat PT Z menunjukkan waktu kerja selama 8 jam/ hari, 263 hari/ tahun, selama 13,3 tahun. Hasil perhitungan asupan untuk durasi realtime adalah 0,0065 mg/kg/hari dengan RQ = 0,75. Sedangkan hasil perhitungan untuk asupan lifetime yaitu 0,012 mg/kg/hari dengan RQ = 1,38. Manajemen risiko yang paling mungkin dilakukan adalah dengan menurunkan konsentrasi menjadi 0,16 mg/m3 . Pengendalian PM10 di area kerja dapat dilakukan dengan carakonstruksi jalan yang tepat, pengairan rutin di sepanjang jalan, penggunaan terpal untuk menutup muatan truk, hingga pemasangan barrier tanaman. Kata kunci: Analisis Risiko, PM10, Batubara
Read More
S-8774
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dina Watanabe; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Bahar, Rina Fitriani
S-8527
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yana Irawati; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Laila Fitria, Abdur Rahman, Ricki M. Mulia, S. Faisal Paraouq
T-3267
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Izzah Aisyah Ridlani; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Abdur Rahman, Heny Mayawati
Abstrak:
Benzena merupakan bahan kimia yang terbukti karsinogenik serta bersifat genotoksik pada manusia. Salah satu penggunaan benzena adalah lem yang digunakan di industri mebel atau furniture. Penelitian ini dilakukan untuk mengestimasi tingkat risiko kesehatan pajanan benzena pada pekerja industri mebel. Yang menjadi tempat penelitian adalah workshop kayu yang berada Kawasan Gotong Royong, Klender, Jakarta Timur. Penelitian dilakukan selama bulan November hingga Maret 2016. Metode yang digunakan adalah metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Nilai estimasi risiko kesehatan non karsinogenik dinyatakan dengan Risk Quetient dan estimasi risiko kesehatan karsinogenik dinyatakan dengan Excess Cancer Risk. Konsentrasi benzena di udara lingkungan kerja diukur dan karakteristik pola pemajanan responden didapatkan dari hasil wawancara langsung. Didapatkan bahwa nilai median konsentrasi benzena di udara lingkungan kerja di Kawasan Gotong Royong sebesar 0,508 mg/m3 atau 0,159 ppm. Nilai median dari intake non karsinogenik untuk durasi life span adalah 0,016 mg/kg/hari, sedangkan nilai median dari intake non karsinogenik real time sebesar 0,00073 mg/kg/hari. Nilai median dari intake karsinogenik sebesar 0,00026 mg/kg/hari. Dari nilai intake, didapat besar tingkat risiko non karsinogenik (RQ) untuk durasi life span sebesar 1,90 dan RQ real time sebesar 0,085. Sedangkan tingkat risiko karsinogenik (ECR) dengan CSF minimal sebesar 0,4E-4 dan ECR dengan CSF maksimal sebesar 1,5E-4. Nilai RQ life span dan nilai ECR maksimal sudah melewati batas aman sehingga udara di lingkungan kerja Kawasan Gotong Royong sudah tidak aman dari risiko kesehatan non karsinogenik dan risiko kesehatan karsinogenik pajanan benzena dengan intake sesuai masing-masing responden. Diperlukan manajemen risiko untuk meminimalisir risiko kesehatan pajanan benzena. Kata Kunci: Benzena, Lem Kayu, Workshop Kayu, Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan
Read More
S-9087
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
