Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5181 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wiku Adisasmito
R 384.54 ADI k
Depok : FKM UI, 2005
Referensi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mochamad Chaeruddin; Pembimbing: Krianto, Tri
M-2272
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Fathoni; Pembimbing: Kresno, Sudarti
M-2225
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kliping koran Media indonesia 2010: hal 34
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vera Ninta Singarimbun; Pembimbing: Ayubi, Dian
M-2057
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanan Tsabitah; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Martya Rahmaniati, Wilfun Afnan
Abstrak: Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan tahun 2013 Indonesia dalam keadaan darurat kekerasan pada anak. Dari 3.023 laporan pelanggaran hak anak yang diterima oleh Komnas PA pada tahun 2013, 1.620 di antaranya merupakan kasus kekerasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan karakteristik pada masing-masing jenis kekerasan pada anak (fisik, psikis, seksual, dan penelantaran) di Indonesia berdasarkan sosiodemografi korban (usia, jenis kelamin, pendidikan, sosial ekonomi), hubungan korban dengan pelaku, dan wilayah terjadinya kekerasan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan data kekerasan pada anak yang telah dikumpulkan oleh Komnas PA selama tahun 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik pada masing-masing jenis kekerasan yang diteliti (kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran). Kekerasan fisik didominasi oleh anak laki-laki usia 13-17 tahun dengan status sosial ekonomi menengah dan dilakukan oleh orang tua kandung. Sementara kekerasan psikis lebih banyak dialami oleh anak perempuan usia 13-17 tahun dengan status sosial ekonomi menengah dan dilakukan oleh orang lain. Kekerasan seksual didominasi oleh anak perempuan usia 13-17 tahun dengan status sosial ekonomi bawah dan dilakukan oleh orang lain. Penelantaran anak lebih banyak terjadi pada anak laki-laki usia di bawah 5 tahun dengan status sosial ekonomi bawah dan dilakukan oleh orang tua kandung. Anak laki-laki memiliki risiko jauh lebih besar mengalami kekerasan fisik dibandingkan anak perempuan (OR=15). Selain itu, anak-anak dari keluarga dengan sosial ekonomi bawah dan menengah memiliki risiko jauh lebih besar mengalami kekerasan seksual dibandingkan anak-anak dari keluarga dengan sosial ekonomi atas (OR=15 dan 6,5). Anak-anak kelompok usia 6-12 tahun memiliki risiko lebih besar mengalami penelantaran dibandingkan anak-anak dengan usia yang lebih tua (13-17 tahun) (OR=6). Kata kunci: kekerasan pada anak, karakteristik, jenis kekerasan, Komisi Nasional Perlindungan Anak
Read More
S-8957
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.40, No.1, Jan. 2013: hal. 54. ( ket. ada di bendel 2013- 2014 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marwazi Ansory; Pembimnbing: Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan, Rini Fithri Anni Bahar, Trisna Setiawan
Abstrak: Fenomena gunung es dan window period yang dimiliki oleh kasus HIV/AIDSmenjadi salah satu alasan kuat dibutuhkannya upaya penanggulangan HIV/AIDS yang paripurna dan tepat sasaran, oleh karena itu sistem informasi eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Depok memegang peranan didalamnya, tentunya sistem ini perlu dukungan sistem pencatatan dan pelaporan yang baik , berjalan lancar, berjenjang dan berkesinambungan. Membangunsistem informasi eksekutif KPA Kota Depok adalah upaya menyediakan informasi yang berkualitas bagi para pimpinan KPA Kota Depok, sebagai instrumen pendukung pengendalian dan penilaian sehingga dapat mengambil kebijakan dan tindakan yang tepat dalam rangka menciptakan lingkungan yangkondusif untuk upaya penanggulangan AIDS di Kota Depok. Prototype Sistem informasi Eksekutif ini dikembangkan dengan SDLC (System Development LifeCycle) dengan model iterative dan incremental, dibangun dengan berbasis webdan database, menggunakan bahasa program: PHP, dengan data base:mysql. Memungkinkan prototype ini dapat dikembangkan terus menjadi lebih baik. Kata Kunci : HIV, Komisi Penanggulangan AIDS,Sistem Informasi
Iceberg phenomenon and owned by the window period of HIV / AIDS(HumanImmunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) is one of thereasons it needs strong efforts to combat HIV / AIDS are complete andappropriate, therefore, executive information systems (EIS) in Depok AIDSCommission play a role in it, of course These systems need to support a goodsystem for recording and reporting. Developing Executive information system isan attempt to provide quality information for Depok AIDS Commision leaders, asan instrument of control and assessment support so that it can take policies andmeasures appropriate in order to create a conducive environment for the AIDSresponse in Depok. Executive information system prototype was developed withthe SDLC (System Development Life Cycle) iterative and incremental model,built with web-based and database, using programming languages: PHP,databases: mysql. This prototype can be developed allowing it keeps gettingbetter.Keywords: HIV, AIDS Commission, EIS
Read More
T-4181
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
P 613 IND b
[s.l.] : Jakarta Depkes. 1988, s.a.]
Prosiding   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yoana Anandita; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi
S-2353
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive