Ditemukan 40088 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Kata Kunci :Panas, Peleburan, Dehidrasi, AS/NZS 4360:2004 Risk Management, Konsekuensi, Pajanan,Kemungkinan, Level Risiko.
This study discusses the value of the existing risks in the Kitchen Melting Unit DepartmentOf Casting Division Casting & Forging PT. Pindad Persero Bandung in 2016. The designof this study using survey techniques with explanatory sequential method (two-phased).The risk assessment carried out by the analysis based on the value of the consequences,exposure and likelihood of using a semi-quantitative assessment methods W.T Fine todetermine the level of risk in the process / production stage refers to AS / NZS 4360: 2004standard. The study states that the level of risk that exist in the Kitchen Melting UnitDepartment Of Casting Division Casting & Forging PT. Pindad Persero Bandung includePriority 1, Substantial, and Priority 3.
Keywords :Heat, Melting, Dehydration, AS / NZS 4360: 2004 Risk Management, Consequences,Exposure, Likelihood, Risk Level.
Dermatitis kontak akibat kerja merupakan salah satu penyakit kelainan kulit yang sering timbul pada industri dimana dapat menurunkan produktifitas pekerja. Dermatitis kontak akibat kerja terjadi oleh karena pekerja kontak dengan bahan kimia termasuk Iogam sehingga menimbulkan kelainan kulit yaitu dermatitis kontak akibat kerja. Tujuan utama penulisan ini adalah untuk diketahuinya factor-faktor yang mempengaruhi dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja yang terpajan bahan kimia di PT Moric Indonesia Cibitung Jawa Barat tahun 2006. Penelitian bersifat deskriptif. Subyek penelitian diambil secara acak dengan stratified random sampling yang berjumlah 54 responden. Hasil dari penelitian yang semuanya kontak dengan bahan kimia termasuk logam, 74,07% (40 pekerja) mengalami dermatitis kontak akibat kerja : akut 25,92% 14 pekerja, sub akut 38,9% (21 pekerja), dan kronik 9,25% (5 pekerja) adalah subyek penelitian yang mengalami dermatitis kontak. Berdasarkan analisis statistic multivariat terdapat 3 faktor yang sangat mempengaruhi kejadian dermatitis kontak ini yaitu: lama kontak, frekuensi kontak, dan yang paling dominan adalah penggunaan alat pelindung diri (APD). Kesimpulan dari penelitian ini adalah insidensi rate 64,81% per seratus pekerja, dan prevalensi rate 74,07% per seratus pekerja, Untuk meminimalisasi dermatitis kontak dengan meningkatkan kesadaran pekerja dengan penggunaan sarung tangan yang tepat, berdasar pengetahuan pekerja yang baik.
