Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18521 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anak Agung Ngurah Putra Wiradana; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Ken Wirasandhi, Budi Iman Santoso
Abstrak: Tesis ini membahas tentang penetapan posisi dan penentuan strategi Badan Rumah Sakit Umum Tabanan dalam pengembangan poliklinik sore. Penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan analisis data kualitatif dan data kuantitatif. Dengan menggunakan analisis situasi menganalisis peluang-ancaman, kekuatan-kelemahan dan penetapan posisi BRSU Tabanan menggunakan matriks TOWS dan matriks IE. Kesimpulan pada penelitian menetapkan posisi BRSU Tabanan pada Future Quadrant pada matrik TOWS dan pada sel II pada matriks IE. Dengan menggunakan QSPM, poliklinik penyakit dalam sebagai prioritas poliklinik sore yang akan dikembangkan.
Read More
B-1635
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Luh Gede Sukardiasih; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Amila Megraini, Sang Ketut Arta
Abstrak: Penerapan Standar Manajemen Mutu ISO 9001:2008 sudah dilaksanakan diBRSU Tabanan sejak tahun 2009 sebagai upaya untuk meningkatkan mutupelayanan namun masih ada saja keluhan terhadap pelayanan di Badan RumahSakit Umum Tabanan. Sampai saat ini belum pernah dilakukan analisis kinerjapelayanan di IGD pada penerapan Standar Manajemen Mutu ISO 9001:2008BRSU Tabanan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui danmenganalisis kinerja pelayanan di IGD pada penerapan SMM ISO 9001:2008 diIGD BRSU Tabanan.Dilakukan bulan Agustus-Oktober 2013, dengan metodepenelitian kualitatif yang dilengkapi dengan data kuantitatif yang merupakan datasekunder berupa sasaran mutu di IGD sebagai indikator kinerja. Responden untukkepuasan pelayanan di IGD adalah pasien atau keluarganya yang datang bulanAgustus-Oktober 2013 yang bersedia mengisi kuesioner,sebanyak 150 orang. StafIGD dan staf di bidang pelayanan yang bekerja minimal 3 tahun sebagairesponden penerapan SMM ISO 9001:2008 di IGD berjumlah 71 orang.Wawancara mendalam kepada Direksi sebanyak 3 orang sebagai informan dalaminformasi pencapaian kinerja di IGD dan penerapan SMM ISO 9001:2008.Analisis data dengan content analysis . Hasil penelitian menunjukkan kinerjapelayanan di IGD sudah baik pada 9 sasaran mutu dari 12 sasaran mutu yang adadi IGD. Sasaran mutu yang belum baik adalah keluhan pelanggan, ketidakpuasanpelanggan terhadap pelayanan dokter dan angka kematian pasien di IGD ≤24 jam.Diperlukan peningkatan anggaran yang bertujuan untuk peningkatan kualitasSDM di IGD seiring dengan peningkatan pendapatan rumah sakit, melengkapisarana untuk ruang intensif serta sosialisasi kembali penerapan SMM ISOKata Kunci: Kinerja Pelayanan IGD, ISO 9001:2008
Implementation of ISO 9001:2008 Quality Management Standards have beenimplemented in BRSU Tabanan since 2009 in an effort to improve the quality ofcare , but there are still complaints against the ministry in BRSU Tabanan . Untilnow, this has never been done in the Emergency Room service performanceanalysis on the application of ISO 9001:2008 Quality Management StandardBRSU Tabanan . This study was conducted aimed to determine and analyze theperformance of services in the emergency department on the application of ISO9001:2008 QMS in Emergency Room BRSU Tabanan.Do months from August toOctober , 2013, with a qualitative research method that comes with thequantitative data is secondary data quality objectives in the Emergency Room asindicator performance .. Respondents service satisfaction in the emergencydepartment for patients or their families were coming month of August to October2013, which are willing to fill out a questionnaire , as many as 150 people .Emergency Room staff and staff working in the field of service of at least 3 yearsas respondents in the application of ISO 9001:2008 QMS Emergency Room are71 . In-depth interviews to the Board of Directors as an informant were 3 peoplein the achievement of performance information in the Emergency Room and theapplication of ISO 9001:2008 QMS . Data were analyzed using content analysis .The results show the performance of services in the Emergency Room alreadywell on target mutul 9 of 12 quality objectives in the Emergency Room . Qualityobjectives is not good customer complaints , customer dissatisfaction with theservices of doctors and patient mortality in Emergency Room ≤ 24 hours .Required an increase in the budget aimed at improving the quality of humanresources in the emergency department with increasing hospital revenue ,completing facilities for intensive care and resocialization of the application ofQMSKeyword : Performance Emergency Room Services, ISO 9001:2008 QMS
Read More
B-1607
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farida Fadjriani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Duta Liana, Mieke Savitri, Wahyu S.
Abstrak:

Saat era globalisasi ini rumah sakit harus mempersiapkan diri dengan membenahi semua lini. Titik berat pelayanan rumah sakit pada masa lampau adalah pada pelayanan rawat inap. Tetapi saat ini telah tcnjadi perubahan mengenai pclayanan di rumah sakit yaitu Iebih cendemng pada pclayanan rawatjalan. Sehingga fungsi unit rawat jalan merupakan primadona di masa yang akan datang. Karena hal tcrscbut maka pihak manajemen Rumah Sakit Penamina Jaya merasa perlu untuk mengoptimalkannya dengan membuka Unit Poli Sorc.Tingkat pemanfiuxtan poliklinik yang digambarkan dengan banyaknya kunjungan di poliklinik setiap harinya tidak terlalu berubah banyak dan justru ada kecendenmgan kunjungan poliklik sore yang kian menumn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi polikiinik sore Rumah Sakit Penamina Jaya dimana pemanfaatan poliklinik sore yang sam ini masih kurang memcnuhi harapan manajemen Rumah Sakit Pertamina Jaya. Variabcl dari penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat. Adapun variabel bebas adalah faktor karakteristik pasien yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, penghasilan, pengctahuan dan pekerjaan serta faktor persepsi pasien terhadap mutu layman yaitu faktor SDM, tarifl sarana dan prasarana. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dcngan disain cross sccsional dari data primer yang diambil melalui kuisioner dengan membcrikan lembar kuesioner terhadap I02 responden Dari hasil penelitian didapatkan hubungan yang bemmkna dari utilisasi poliklinik sore: faktor usia, penghasilan dan faktor SDM. Adapun faktor yang paling dominan adalah faktor SDM dan usia. Hasil penclitian ini mcnunjukkan bahwa sebagian besar responden mempersepsikan baik pclayanan poliklinik sore. Tetapi hal ini masih belum diikuti dengan pemanfaatan yang optimal terhadap poliklinik sore. Oleh karena itu diharapkan pihak manajemcn Rumah Sakit Pertamina Jaya berusaha unluk lebih mengembangkan poliklinik sore ini dengan pnoaktif mcmberi informasi kepada konsumen tentang keberadaan poliklinik sore tersebut. Dengan memperhatikan hasil penelitian yang memperlihatkan responden terbanyak adalah wanita usia produktif maka di masa mendatang diharapkan dapat dibuka Poliklinik baru yaitu Poliklinik kandungan dan kebidanan, poliklinik anak, scrta poliklinik kulit dan kelamin.


In globalization era, hospital has to be prepared by adjusting all line. In the past, hospital service is emphasizing in inpatient service. However, recently there is alteration toward hospital services, which is likely to outpatient services. Therefore, outpatient unit function is a favorite for fixture period. Because of it, so management of Pertamina Jaya Hospital feels that they need to maximize it by opening Evening Polyclinic Unit. Polyclinic service level described by visitation rate in pclyclinic per day is not change too much and tendency of evening polyclinic visitations trend decreased. This research aim to know factors that related with evening polyclinic utilization of Pertamina Jaya Hospital where recent polyclinic evening benefit still less to fulfill Pertamina Jaya Hospital management expectation. Variable from this research is free variable and bond variable. Free variables are patient characteristic factors that include age, sex, education, earning, knowledge and occupation and patient perception factor toward service quality such as SDM, tariff, medium and infrastructure. Research conducted by quantitative method with cross sectional design from primary data that gathered from questioner by giving questioner sheet to 102 respondents. From research result obtained signiticant relation from evening polyclinic utilization: age factor, eaming and SDM factor. The most dominant factor is SDM and age. This research result shows that most of 'respondents toward evening polyclinic perception are well; however, it still not followed with optimal benefit toward evening polyclinic. Therefore, suggested to Pertamina Jaya Hospital management developing this evening polyclinic proactively to give information for consumer toward evening polyclinic existence. Suggestion submitted in this research considering the most patients are children and productive age women so that management reconsiders opening new polyclinics, which are a polyclinic of paediatrics, polyclinic of obstetric and gynaecology, and polyclinic of dermatology.

Read More
B-1045
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Nyoman Tri Darmayanti; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Mieke Savitri, Dumilah Ayuningtyas, Herawani Aziz, Mustikasari
Abstrak: Tenaga perawat di ICU RSU Tabanan yang memiliki dasar pelatihan perawat ICUsebagai suatu keharusan, kurang dari 50%. Profesionalisme perawat merupakanbagian intergral dari pelayanan asuhan kesehatan didasarkan pada ilmu danketerampilan keperawatan menuju pelayanan kesehatan yang bermutu.Tesis ini tentang hubungan antara sistem rekrutmen, sistem penempatan danorientasi serta pengembangan SDM terhadap kompetensi perawat melaluipendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian kuantitatif adalahperawat ICU sedangkan informan untuk kualitatif adalah manajemen SDM rumahsakit umum Tabanan.Hasil penelitian menunjukkan kompetensi perawat di ICU RSU Tabanan kurangdari nilai yang diharapkan, namun ada hubungan yang bermakna antara sistemrekrutmen, sistem penempatan dan orientasi serta pengembangan SDM dengankompetensi perawat. Belum adanya standar sistem penempatan tenaga perawatsesuai kompetensinya serta sistem rekrutmen, orientasi perawat danpengembangan SDM belum berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.Oleh karena itu perlunya disusun standar yang baku untuk meningkatkankompetensi perawat sehingga akan menghasilkan tenaga yang berkompeten danberkinerja tinggi.
Intensive Care Nurse as health care provider in Tabanan Hospital that have basicskill as intensive care is a necessary quality, less than 50%. Nurse Profesionalismis an integral part to health care services based on nursery knowledge and skilltoward better helath care.This thesis focus on relationship between recruitment system, placement system,orientation,and also development of human resource against nursecompetencethrough qualitative and quantitativeapproach. Quantitative study in populationsubject is nurse while informant for qualitative study is Human resourcemanagement in Tabanan General HospitalThe results showed that the nurse competeny of nurses in ICU of TabananGeneral Hospital is less than the expected value, but there is a meaningfulrelationship between the recruitment system, placement and orientation system aswell as the development of human resources with the competence of nurses. Lackof standardization of nurse placement system suitable for their competencies, aswell asrecruitment system,nurse orientation and human resource development notdeveloping according to a predetermined standard.Because of this reasons, we need to establish a standardized approach to improvenurse competency to produce competent human resource and better inperformance
Read More
B-1609
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Yanti; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianti Permanasari, Diar Wahyu Indriati, Esti Nurwidiyanti
Abstrak: Rumah Sakit Badan Layanan Umum (RS BLU) Kementerian Kesehatan mempunyai fungsi yang unik, yaitu sebagai pusat pelayanan kesehatan, pusat pendidikan, serta penelitian. RS BLU juga mempunyai sumber pendapatan khusus di luar rupiah murni APBN, yang didapatkan dari hasil pelayanan dan non pelayanan. Sumber pendapatan BLU ini termasuk ke dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak dan dapat dikelola sendiri oleh RS BLU. Antara tahun 20112015 terjadi peningkatan terhadap pendapatan RS BLU namun bantuan APBN juga mengalami peningkatan. Untuk itu perencanaan anggaran sampai kepada pemanfaatan anggaran belanja RS BLU harus diupayakan sebaik mungkin, sehingga efektivitas dan efisiensi pemanfaatan APBN dapat lebih optimal. Penelitian ini membahas tentang analisis pemanfaatan anggaran belanja Rumah Sakit Badan Layanan Umum di wilayah Jakarta, Bogor, dan Tangerang tahun 2014 dengan menggunakan data kuantitatif yang diolah dengan cara tabulasi silang dan data kualitatif berupa hasil wawancara mendalam dan telaah dokumenhasil penelitian menyatakan bahwa karakteristik RS serta sumber dana memiliki kontribusi terhadap pemanfaatan anggaran belanja RS BLU
The Ministry of Health's Public Service Agency Hospital (BLU RS) has a unique function, namely as a health care center, education center, as well as research center. RS BLU also has special revenue sources beyond APBN budget, which is obtained from the service and nonservice unit. BLU source of income is included in the Non-Tax Revenues and can be managed by the RS BLU itself. Between the years of 2011-2015 there was an increase to the income of RS BLU, but subsidy of APBN was also increasing. In order to optimize the effectiveness and efficiency of APBN's utilization, RS BLU's budget planning and utilization should be pursued as good as possible. This study discusses the analysis of budget's utilization of MoH's Public Service Agency Hospitals in Jakarta, Bogor, and Tangerang during the year of 2014 by using quantitative data that is processed by cross-tabulation technique and qualitative data from indepth interviews and document analysis. The study states that the characteristics of the RS BLU and funding sources have contributed to the budget utilization of RS BLU
Read More
B-2264
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ari Luthfiana Ulya; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Mieke Savitri, Wachyu Sulistyadi, Kuntum Cheyra
Abstrak:

Bagi sebuah rumah sakit, untuk dapat bersaing dengan rumah sakit lain harus memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan keinginan pelanggan, untuk dapat mengetahui keinginan pelanggannya rumah sakit harus terlebih dahulu mengetahui karakteristik pelanggan, setelah itu menentukan pelanggan mana yang akan fokus dilayanani dan mengetahui kelebihan apa saja yang dimiliki untuk menentukan posisi rumah sakit diantara pesaing, yang terakhir barulah melakukan pengembangan produk sesuai dengan harapan pelanggan. Agar produk tersebut diketahui dan diterima oleh pelanggan harus dilakukan promosi kepada pelanggan. Dengan latar belakang tersebut maka dilakukan penelitian tentang analisis pengembangan produk dan promosi poliklinik anak dan poliklinik kebidanan & kandungan RS Hospital Cinere. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan melakukan survey kepada pelanggan poliklinik anak dan poliklinik kebidanan & kandungan; wawancara mendalam dengan manajemen rumah sakit dan pasien; serta telaah dokumen. Dari penelitian ini diperoleh bahwa gambaran karakteristik pasien poliklinik anak adalah anak berusia balita; dan wanita usia produktif untuk poliklinik kebidanan & kandungan; tingkat pendidikan orang tua yang tinggi; pekerjaan orang tua sebagai pegawai swasta; bertempat tinggal di Depok, Jakarta Selatan, dan Tangerang Selatan; dan merupakan pasien lama. Untuk karakteristik pasien tersebut produk yang sesuai salah satunya adalah klinik laktasi. Sedangkan untuk promosi dapat dilakukan dengan pemasaran oleh dokter, menempatkan media promosi pada area yang banyak antrian, bekerjasama dengan dokter dan klinik disekitar, dan bekerjasama dengan media. Saran yang dapat diajukan antara lain agar manajemen rumah sakit mengelola data karakteristik pasien yang berasal dari data rekam medik untuk dapat mengetahui perubahan karakteristik sehingga dapat mengembangkan produk sesuai keinginan pelanggan; melakukan kerjasama untuk rujukan dengan dokter dan klinik disekitar; memperbanyak kerjasama dengan perusahaan.

Read More
B-1282
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irfan Rohot Uli Manik; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Prastuti Soewondo, Puput Oktamianti, Sri Diana Ginting Suka, Relia Sari
Abstrak:
Latar Belakang: RSU Hermina Podomoro merupakan salah satu rumah sakit swasta yang memiliki pelayanan poliklinik eksekutif. Unit layanan ini diharapkan dapat menjadi layanan unggulan rumah sakit. Data rekam medis menunjukkan bahwa dalam kurun waktu empat tahun terakhir, angka kunjungan dari unit poliklinik eksekutif belum pernah mencapai target sesuai yang telah ditetapkan. Keberadaan layanan eksekutif sendiri sesungguhnya dapat memberikan pemasukan yang cukup besar bagi rumah sakit. Jika angka kunjungan poliklinik eksekutif bisa meningkat hingga mencapai target maka pemasukan rumah sakit juga semakin besar. Tujuan penelitian: secara umum adalah tersusunnya rencana strategi peningkatan kinerja poliklinik eksekutif RSU Hermina Podomoro untuk periode 2024-2027. Secara khusus adalah teridentifikasi analisis situasi dan diperolehnya gambaran positioning poliklinik eksekutif, tersusunnya strategi yang tepat bagi RSU Hermina Podomoro untuk mengembangkan layanan poliklinik eksekutif, ditetapkannya indikator kinerja yang tepat digunakan untuk mengevaluasi implementasi rencana strategi dengan pendekatan Balanced Scorecard, ditetapkannya target sesuai dengan indikator kinerja yang digunakan dan ditetapkannya aktivitas dan biaya yang dibutuhkan. Metode penelitian: Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data kualitatif hasil wawancara mendalam dan Consensus Decisions Making Group (CDMG) bersama informan. Data sekunder terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa laporan rekam medis, laporan kinerja rumah sakit dan data pendukung lain sedangkan data kualititatif adalah dokumen internal RS dan dokumen eksternal yaituregulasi pemerintah, literatur, hasil penelitian dan data pendukung lain. Hasil penelitian: visi dan misi rumah sakit mendukung rencana strategis pengembangan layanan poliklinik eksekutif. Analisis lingkungan internal dan eksternal dengan EFE Matrix dan IFE Matrix menunjukkan data yang mendukung untuk pengembangan. Hasil Matching Stage pada matriks IE menunjukkan posisi rumah sakit pada sel 1 di matriks IE, yaitu grow dan build. Hasil QSPM digabungkan dengan teori yang ada dalam penentuan strategi prioritas menghasilkan urutan strategi sebagai berikut: optimalisasi promosi layanan poliklinik eksekutif, optimalisasi sarana danfasilitas, optimalisasi produk serta layanan, optimalisasi teknologi, optimalisasi SDM serta optimalisasi service excellence poliklinik eksekutif. Strategi yang ada dilengkapi dengan 28 (dua puluh delapan) KPI dengan target, aktivitas dan biaya masing-masing. Kesimpulan: rencana strategis yang dibuat lengkap dengan indikator sesuai BSC dan target akan mampu menjadi pedoman bagi RSU Hermina Podomoro dalam mewujudkan layanan poliklinik eksekutif sebagai layanan unggulan.

Background : Hermina Podomoro General Hospital is a private hospital that has executive polyclinic services. This service unit is expected to become the hospital's superior service. Medical recorddata shows that in the last four years, the number of visits from the executive polyclinic unit has never reached the target that has been set. The existence of executive services itself can actually provide quite a large income for hospitals. If the number of visits to executive clinics can increase to reach the target, the hospital's income will also increase. Objectives : In general, the preparation of a strategic plan for improving the performance of the executive polyclinic of Hermina Podomoro General Hospital for the period 2024-2027. Specifically, the identificationof a situation analysis and obtaining a picture of the positioning of the executive polyclinic, thepreparation of an appropriate strategy for Hermina Podomoro General Hospital to develop executive polyclinic services, the establishment of performance indicators appropriate to use to evaluate the implementation of strategic plans using the Balanced Scorecard approach, setting targets in accordance with the performance indicators used and determining the activities and costs needed. Method : The types of data in this research are primary data and secondary data. Primary data is qualitative data from in-depth interviews and the Consensus Decisions MakingGroup (CDMG) with informants. Secondary data consists of quantitative data and qualitative data. Quantitative data is in the form of medical record reports, hospital performance reports and other supporting data, while qualitative data is internal hospital documents and external documents, namely government regulations, literature, research results and other supporting data. Results : The hospital's vision and mission supports the strategic plan for the development of executive polyclinic services. Analysis of the internal and external environment with the EFEMatrix and IFE Matrix shows data that supports development. The Matching Stage results in the IE matrix show the position of the hospital in cell 1 in the IE matrix, namely grow and build. The QSPM results combined with existing theory in determining priority strategies produce the following strategy sequence: optimizing promotion of executive polyclinic services, optimizing facilities and facilities, optimizing products and services, optimizing technology, optimizing human resources and optimizing service excellence at executive polyclinics. The existing strategy is equipped with 28 (twenty eight) KPIs with their respective targets, activities and costs. Conclusion: The strategic plan made complete with indicators according to the BSC and targets will be able to serve as a guide for Hermina Podomoro General Hospital in realizing executive polyclinic services as superior services
Read More
B-2455
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maisara Sriwidari Rahayu Hanif; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Mieke Savitri, Indah Rossana, Yuli Prapancha Satar
Abstrak:

Kemampuan Rumah Sakit Pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat masih belum memuaskan. Rumah sakit pemerintah masih sering mendapatkan icon buruk karena pelayanan yang jelek. Salah satu sebabnya karena lambatnya rantai birokrasi di bidang pengelolaan keuangan sehingga membuat sistem menjadi tidak efektif dan efisien. BLU diharapkan dapat menjadi solusi dari masalah ini . Namun dalam perjalanan menjadi BLUD., faktor persepsi pimpinan berperan dalam proses tersebut. Karena pimpinan berfungsi sebagai mediator informasi tentang BLUD Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran tentang persepsi dan pentingnya persepsi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan gambaran masih kurangnya persepsi pimpinan sehingga memperlambat proses menjadi BLUD. Untuk menanggulanginya dibutuhkan kerjasama yang solid antar pimpinan dan sosialisasi yang intens dan merata. Kata Kunci: BLUD, persepsi


The ability of the government hospital in providing services to the public is still not satisfactory. government hospitals still often get a bad icon for bad service. one reason for the slow bureaucracy in the field of financial management so as to make the system ineffective and inefficient. BLU is expected to be the solution of this problem. But on the way into the leadership perception BLUD factors play a role in the process, because of the leadership function as mediators of information about BLUD. This research study included qualitative research with the aim to get an idea of perception and the importance of these perceptions. Based on the results, the picture is still a lack of perception of leadership so that the slow process of an advanced BLUD. To prevent it needed a solid partnership between the leadership and intensive socialization and equitable Keyword; BLUD, perception

Read More
B-1267
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Muchlis; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puji Triastuti, Dwi Hesti Hendarti
Abstrak: Efisiensi dengan kendali mutu dan kendali biaya dapat dilakukan oleh rumah sakitdengan menerapkan perhitungan cost of treatment berbasis clinical pathway.Dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional yang dimulai pada 1 Januari2014, penerapan tarif INA CBG yang dikelola oleh BPJS Kesehatan menimbulkanpolemik bagi pihak rumah sakit, karena dari beberapa kasus, tarif yangdiberlakukan mengalami selisih tarif. Selisih tarif juga terjadi pada tarif antarkelas perawatan. Melihat hal tersebut penulis melakukan penelitian di rumah sakitumum Kabupaten Tangerang pada bulan April tahun 2014. Penelitian ini bertujuanuntuk mendapatkan cost of treatment berbasis clinical pathway tindakan bedahapendiktomi serta menganalisis perbedaan biaya antar kelas perawatan sekaligusmembandingkan dengan tarif rumah sakit dan tarif INA CBG . Jenis penelitian iniadalah kuantitatif dengan pendekatan kualitatif melalui pengambilan data secaracross sectional. Dari hasil penelitian didapatkan perbedaan harga yang harusdibayar untuk pelayanan yang sama (cost Shifting) pada perhitungan cost oftreatment berbasis clinical pathway perbedaan biaya yang harus dibebankankepada pasien maupun pihak penjamin adalah biaya akomodasi kamar perawatansaja. Perbedaan biaya antar kelas adalah sebagai berikut : biaya pengobatanKelas II ke biaya pengobatan kelas I sebesar 3% dan biaya pengobatan kelas II kebiaya pengobatan kelas III sebesar 3%. Dengan adanya perhitungan ini, rumahsakit dan BPJS diharapkan memiliki pedoman perhitungan penetapan tarif antarkelas perawatan berdasarkan perhitungan cost of treatment berbasis clinicalpathway.
Efficiency with quality control and cost control can be done by applying thecalculation of the hospital cost of treatment based on clinical pathways.In theimplementation of the National Health Insurance beginning on January 1, 2014,application of INA rates CBG managed by Health BPJS polemical to the hospital,because of some cases, tariffs applied to experience the difference in rates.Differences also occur in tariff rates between treatment classes. Seeing this, theauthors conducted a study in Tangerang district general hospital in April 2014.This study aimed to obtain the cost of treatment based on clinical pathwaysapendiktomi surgery and analyze the difference between the cost of treatmentclasses at the same rate compares with rates hospitals and INA CBG. Thisresearch is quantitative with qualitative approach through cross sectional dataretrieval. From the results, the difference in the price paid for the same service(cost Shifting) in the calculation of the cost of treatment based on clinicalpathways difference in cost to be borne by the patient or the guarantor is the onlytreatment room accommodation costs. The difference between the cost of the classis as follows: cost of treatment of Class II to Class I medical expenses by 3% andthe cost of treatment of Class II to Class III medical expenses by 3%. Given thiscalculation, the hospital and BPJS is expected to have guideline calculations tarifftreatment between classes based on the calculation of the cost of treatment basedon clinical pathways.
Read More
B-1622
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dumilah Ayuningtyas; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi
B-436
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive