Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34747 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maria Holly Herawati; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan, Asri C. Adisasmita
T-1795
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusnilawati; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono, Renti Mahkota; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Felly Philipus Senewe
T-2344
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R Evi Sofia Riani; Pembimbing : Putri Bungsu, Wahyono, Tri Yunis Miko; Penguji : Ritanenny ; Tjahjandi, Andang
Abstrak: Penelitian ini menggunakan disain case control untuk melihat besar risiko anak yang tidak diimunisasi BCG untuk terkena TB Paru. Kasus dan kontrol adalah anak kota Sukabumi usia 0-5 tahun yang diperoleh dari laporan rutin program TB, imunisasi, KIA dan Gizi di dinas kesehatan kota Sukabumi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa anak yang tidak diimunisasi BCG memiliki risiko 3,270 kali lebih besar untuk terkena TB paru dibandingkan anak yang diimunisasi BCG. Sedangkan hasil analisis multivariat yang memasukkan variabel kunjungan neonatal sebagai variabel interaksi dan variabel berat badan lahir sebagai confounding menunjukkan bahwa anak yang tidak diimunisasi BCG dan kunjungan neonatal < 3 kali memiliki tingkat Risiko sebesar 5,63 kali lebih tinggi untuk terkena TB paru dibandingkan anak yang diimunisasi BCG dan kunjungan neonatal =3 kali (kelompok referens). Adapun tingkat risiko anak yang tidak diimunisasi BCG dan kunjungan neonatal = 3 kali adalah sebesar 1,13 kali lebih besar untuk terkena TB paru dibandingkan kelompok referens dan anak yang diimunisasi BCG namun kunjungan neonatal<3 memiliki tingkat risiko 4,99 kali lebih besar dari kelompok referens. Dari hasil tersebut diketahui bahwa efikasi vaksin BCG tanpa interaksi adalah dengan 67% sedangkan efikasi vaksin BCG dengan interaksi adalah 82%. ini berarti, efikasi vaksin di Kota Sukabumi mengalami peningkatan dengan adanya interaksi variabel kunjungan neonatal dengan imunisasi BCG. Kata kunci: Imunisasi BCG, TB Paru anak, Tuberculosis This study used case control design to look at the risk of children not immunized with BCG for pulmonary tuberculosis. Case and control are children under 5 years old in Sukabumi City obtained from regular reports of TB program, immunization, KIA and Nutrition at health office in Sukabumi city. The result of bivariate analysis showed that children who were not immunized with BCG had a risk at 3.270 times higher to have pulmonary TB than children were immunized with BCG. While the results of multivariate analysis that included neonatal visit variables as interaction variables and born weight variables as confounding showed that children were not immunized with BCG and neonatal visits < 3 times had a Risk level at 5.63 times higher for pulmonary tuberculosis than immunized children BCG and neonatal visits = 3 times (reference group). The risk of children not immunized by BCG and neonatal visits = 3 times was 1.13 times higher for pulmonary tuberculosis than the referent group and children immunized with BCG but neonatal visits <3 had a risk level 4.99 times greater than the group Referens. From these results it is known that the efficacy of BCG vaccine without interaction is 67 % while the efficacy of BCG vaccine with interaction is 82 %. This means, the efficacy of vaccine BCG in Sukabumi City has increased with the interaction between neonatal visit variable and BCG immunization Key words: BCG Immunization, Pulmonary tuberculosis at Children, tuberculosis
Read More
T-4967
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oki Zulkifli Duski; Pembimbing: Krisnawati Bantas
T-993
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yani Haerani Nuriyah; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Tris Yunis Miko Wahyono, Gunawan Hendra, Nurholis Majid
T-4490
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sadiah Nurul Falah; Pembimbing: Helda; Penguji: Asri C Adisasmita, Purnama Magdalena Simanullang , Hidayat Nuh Ghazali
Abstrak:

Difteri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Garut terdapat 100 kasus difteri dengan CFR sebesar 17,2%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status imunisasi dan riwayat kontak dengan kejadian difteri di Kabupaten Garut tahun 2023–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method. Penelitian kuantitatif menggunakan desain case control (1:2) dengan matching individu berdasarkan usia dan tempat tinggal. Jumlah responden sebanyak 141 anak (47 kasus dan 94 kontrol) yang dipilih menggunakan teknik total sampling dari data KLB. Analisis kondisional regresi logistik dilakukan untuk menghitung odds ratio (OR) dan 95% Confidence Interval (CI). Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan terkait menggunakan pendekatan fenomenologi. Sebagian besar anak pada kelompok kasus tidak diimunisasi (74,47%) dan memiliki riwayat kontak dengan penderita difteri (76,6%). anak yang tidak diimunisasi dan memiliki riwayat kontak berisiko 9 kali untuk terkena difteri dibandingkan dengan yang imunisasi lengkap (95%CI: 2,67-31,79). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara status imunisasi dan kejadian difteri (OR=5,82; 95% CI: 2,17–15,61; p=0,0001) sebelum mengontrol kovariat. Setelah mengontrol kovariat, terdapat hubungan antara status imunisasi dan kejadian difteri (OR=3,08; 95% CI: 1,40–23,79; p=0,008). Hasil kualitatif menunjukkan bahwa faktor sosial-budaya, agama, penolakan imunisasi, serta sistem surveilans yang belum optimal sebelum KLB turut memengaruhi kejadian. Diperlukan peningkatan cakupan imunisasi, edukasi masyarakat, serta penguatan sistem surveilans untuk pencegahan difteri di wilayah berisiko tinggi.

Keywords: difteri, status imunisasi, riwayat kontak, mix-method, Kab. Garut

Background: Diphtheria remains a public health problem in Garut District, with 100 reported cases and a case fatality rate (CFR) of 17.2%. This study aimed to determine the relationship between immunization status with the incidence of diphtheria in Garut District in 2023–2024. Methods: A mixed-method approach was used. The quantitative component employed a case-control design (1:2) with individual matching based on age and residence. A total of 141 children (47 cases and 94 controls) were selected using total sampling from outbreak data. Conditional logistic regression analysis was conducted to calculate odds ratios (OR) and 95% confidence intervals (CI). The qualitative approach was carried out through in-depth interviews with key informants using a phenomenological method. Result: Most children in the case group were not immunized (74.47%) and had a history of contact with diphtheria patients (76.6%). Children who were not immunized and had contact history were 9 times more likely to contract diphtheria compared to those who were fully immunized (95% CI: 2.67–31.79). A significant association was found between immunization status and diphtheria incidence (OR=5.82; 95% CI: 2.17–15.61; p=0.0001), and remained significant after controlling for covariates (OR=3.08; 95% CI: 1.40–23.79; p=0.008). The qualitative findings revealed that socio-cultural and religious factors, vaccine refusal, and a suboptimal surveillance system prior to the outbreak contributed to the cases. Conclusion: Strengthening immunization coverage, community education, and surveillance systems is needed to prevent diphtheria in high-risk areas.  

 

Read More
T-7311
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusli; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan
T-1544
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Na`iim; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan, Asri C. Adisasmita
T-1826
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yudhi Setiawan; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Siti Nadia, Rojali
T-3081
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Surya Kusuma; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Yovsyah, Suarno
S-6666
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive