Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34766 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sami Asuti; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Endang Laksminingsih Achadi, Kusharisupeni, Anies Irawati, Euis Saadah Hernawati
T-4147
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Puspa Rahmani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Anies Irawati
Abstrak: ABSTRACT
 
 
Pertambahan berat badan selama hamil (PBBH) adalah salah satu faktor yang dapat menjadi penentu kesehatan ibu dan bayi postpartum. Untuk mencapai PBBH yang ideal, Institute of Medicine (IOM) merekomendasikan angka pertambahan berat badan selama hamil yang dilihat berdasarkan IMT prahamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PBBH terhadap status gizi ibu selama menyusui dan status gizi bayi usia 1-4 bulan pada studi kasus di wilayah Jakarta Selatan tahun 2014. Desain penelitian yang digunakan adalah kohort prospektif (longitudinal), dengan jumlah responden sebanyak 22 pasang ibu-bayi yang menerapkan pemberian ASI predominan. Analisis statistik pada penelitian ini menggunakan independent t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang bermakna antara PBBH terhadap Z-score bayi berdasarkan BB/U dan IMT/U. Terdapat pengaruh yang bermakna antara PBBH terhadap Z-score bayi berdasarkan PB/U pada bulan keempat. Terdapat pengaruh yang bermakna antara PBBH terhadap IMT ibu selama menyusui. Pada bulan kedua menyusui, didapatkan pengaruh yang bermakna antara penyakit infeksi bayi terhadap Z-score bayi berdasarkan BB/U dan IMT/U.
 

 
ABSTRACT
 
 
Gestational weight gain (GWG) is one of the factors that affect lactating women and infant health status. To reach ideal GWG, Institute of Medicine recommends the number of GWG based on prepregnancy BMI. The objectives of this study were to analyze the effect of GWG to lactating women and infant nutritional status on case study in South Jakarta area on 2014. This study was conducted by prospective cohort (longitudinal) design. As many as 22 pair mother-infant applying predominant or exclusive breasfeeding had been followed since 1 mo until 4 mo. Using independent t-test, the results are there was no significant association between GWG on Z-score of infant based on weight on age and BMI on age. There was a significant association between GWG on Z-score of infant based on height on age when the infant was 4 mo. Besides, there was a significant association between GWG and BMI of lactating women nutrition status. There was a significant association between infectious disease and Z-score of infant based on weight on age and BMI on age.
Read More
S-8426
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Nursyarifah; Pembimbing : Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Endang Laksminingsih Achadi, Diah Mulyawati Utari, Nani Dharmasetiawani, Yani Suryani
Abstrak:

ABSTRAK

Berat lahir bayi digunakan sebagai salah satu indikator untuk memprediksi pertumbuhan dan ketahanan hidup bayi disamping status gizi dan kesehatan bayi. Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) adalah berat lahir kurang dari 2500 gram dengan mengabaikan usia kehamilan. Berbagai penelitian membuktikan terdapat banyak faktor yang mempengaruhi berat lahir, khususnya status gizi ibu. Tujuan dari penelitian yang dilakukan secara potong lintang ini adalah untuk mengetahui apakah Lingkar lengan Atas (LILA) merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan berat lahir pada ibu hamil usia remaja dengan menggunakan indikator status gizi lain (Berat Badan sebelum Hamil, Pertambahan Berat Badan selama Hamil, Tinggi Badan), gynecological age, frekuensi antenatal care, tingkat pendidikan dan asupan gizi sebagai prediktor. Penelitian dilakukan pada 94 ibu hamil usia remaja dengan rata-rata usia 18,01±1,12 tahun. Berat lahir, status gizi, frekuensi antenatal care, tingkat pendidikan diperoleh dari rekam medis (kohort Ibu dan buku kunjungan KIA), gynecological age diketahui melalui pengisian kuesioner, dan asupan gizi dihitung dengan menggunakan metode Food Frequency Questionaire (FFQ). Terdapat hubungan yang bermakna antara LILA, Berat Badan sebelum Hamil dan gynecological age dengan berat lahir bayi. Hasil uji statistik menyatakan bahwa LILA merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan berat lahir setelah dikontrol variabel Berat Badan sebelum Hamil, Pertambahan Berat Badan selama Hamil, gynecological age, frekuensi antenatal care, asupan energi total dan asupan zat besi. Untuk meningkatkan outcome kehamilan pada remaja, Puskesmas, Sekolah, BKKBN, LSM direkomendasikan untuk mengimplementasikan program peer group yang kegiatannya melibatkan keluarga dan berfokus pada pengendalian dan dukungan pada ibu hamil remaja, peningkatan status gizi, dan promosi asupan yang bergizi seimbang.


ABSTRACT

Baby birth weight was used as one of indicator for predicting baby?s growth and life?s survival beside of baby?s nutrient and health status. Low birth weight baby means a baby who have birth weight less than 2500 gram by ignoring pregnancy age. Some researchs proved that many factors affecting birth weight, mother?s nutrient status in particular. This study aim to understand whether upper arm circumference is the dominant factor which related with baby?s birth weight of teenage pregnant mother by using other nutrient status indicator (body weight before pregnancy, weight increase during pregnancy, body height), gynecological age, antenatal care frequency, education level and nutrients intake as predictor. Study design is cross sectional with 94 teenage pregnant mother. The mean of age was 18,01±1,12 years. Birth weight, nutrient status, antenatal care frequency and education level was recognized by fill in questionnaire while nutrients intakes was calculated by Food Frequency Questionaire (FFQ) method. There was a significant relationship between upper arm circumference, body weight before pregnancy and gynecological age with baby birth weight. Statistical Test showed that upper arm circumference is dominant factor which have a correlation with baby birth weight after controlled by body weight before pregnancy, weight increase during pregnancy, gynecological age, antenatal care frequency, total energy intake and Iron intake variables. To improve teenage pregnancy outcome, Primary Health Center, Schools, Family Planning Coordination Board and Non- Goverment Organization were recommended to implement peer group program which some activities involving family member and focus on controlling and supporting teenage pregnancy mothers, nutrient status improvement and promoting balance nutrients intakes.

Read More
T-3870
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sispa Nuradiana; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Endang Laksiminingsih Achadi, Doddy Izwardy
Abstrak: Tujuan umum peneltian ini untuk mengetahui Konsumsi Energi Ibu Saat Hamilsebagai Faktor Dominan terhadap Konsumsi Energi Ibu selama Menyusui diKecamatan Beji, Depok Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif dengan desain studi cross-sectional, menggunakan data primer dansekunder terhadap 146 responden di Kecamatan Beji, Depok. Hasil penelitianmenujukkan rata-rata konsumsi ibu menyusui 1949,56 kkal/hari dan 71,2% ibumenyusui mengonsumsi energi < 80% AKG. Analisis bivariat menunjukkanadanya hubungan karakteristik ibu (usia, paritas, dan pengetahuan tentang ASI),konsumsi energi saat hamil, status gizi postpartum, dan karakteristik sosialekonomi (pendidikan, status bekerja, dan biaya makan keluarga) terhadapkonsumsi energi ibu menyusui. Analisis multivariat menunjukkan konsumsienergi ibu saat hamil sebagai faktor dominan terhadap konsumsi energi ibu selamamenyusui. Terlihat konsistensi rendahnya pola konsumsi ibu saat hamil danmenyusui. Peneliti menyarankan agar pemerintah mempromosikan pentingnyapeningkatan konsumsi energi ibu saat periode kehamilan sampai periodemenyusui.Kata kunci: konsumsi energi, ibu menyusui
Literature describing energy intake of lactating mothers in Indonesia is still lowand does not meet the nutritional needs based on the Recommended DietaryAllowances. The first objective of this study was to determine energycomsumption of pregnant women as a dominant factor on energy consumption oflactating women in beji district, depok 2016. The study included 146 lactatingmother in Beji District. The results showed association between maternalcharacteristics (age, parity and breastfeeding knowledge), energy consumptionduring pregnancy, postpartum nutritional status, and socio-economics status(education, maternal work status, and family meal expenses) towards maternalenergy consumption during lactation, as energy consumption during pregnancy isthe dominant factor.Keywords: energy consumption, lactating women.
Read More
S-9157
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Dewi Hayani; Pembimbing: Endang Laksminingish. Achadi; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Diah Mulyawati Utari, Nani Dharmasetiawani, Yani Suryani
Abstrak: Abstrak

Berat lahir merupakan indikator yang paling ?reliable? dipakai sebagai indikator pertumbuhan anak. Beberapa ukuran antropometri ibu selama hamil seperti pertambahan berat badan, indeks massa tubuh, dan lingkar lengan merupakan prediktor yang baik untuk berat lahir dan kelangsungan hidup anak Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh (IMT) ibu hamil trimester 1 dan faktor lainnya dengan berat dan panjang lahir bayi. Penelitian dilakukan secara potong lintang menggunakan data sekunder yang berasal dari catatan rekam medis 232 pasangan ibu-bayi yang melahirkan-lahir di Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta Timur tahun 2011 sampai Maret 2103. Rata- rata berat lahir±simpangan baku 3052,8±366,8gram dan rata-rata panjang lahir±simpangan baku 48,6±1,77cm. Ditemukan 41,4% bayi lahir dengan berat lahir <3000gram dan 26,7% lahir dengan panjang lahir <48cm. Rata-rata IMT ibu trimester 1±simpangan baku 22±3,58kg/m², 17,2% ibu yang mempunyai IMT trimester 1 < 18,5kg/m² dan 56,9% ibu dengan pertambahan berat badan yang tidak adekuat selama hamil.

Terdapat hubungan yang bermakna antara berat lahir bayi dengan IMT ibu trimester 1, lingkar lengan, dan usia gestasi. Terdapat hubungan yang bermakna antara panjang lahir bayi dengan IMT ibu trimester 1, lingkar lengan, dan usia gestasi. Hasil uji multivariat menyatakan bahwa IMT ibu trimester 1 merupakan faktor yang paling berhubungan dengan berat lahir bayi, dan ibu dengan IMT trimester 1 < 18,5kg/m² mempunyai peluang 2,66 kali lebih besar untuk melahirkan bayi < 3000gram dibanding ibu dengan IMT yang lebih besar. IMT ibu trimester 1 juga merupakan faktor paling yang berhubungan dengan panjang lahir bayi, dan ibu dengan IMT trimester 1 < 18,5kg/m² mempunyai peluang 2,14 kali lebih besar untuk melahirkan bayi < 48cm dibanding ibu dengan IMT yang lebih besar.


Birth weight is an indicator of the most 'reliable' is used as an indicator of the growth of children. Some mothers during pregnancy anthropometric measures such as weight gain, body mass index, and arm circumference are good predictors for birth weight and child survival. The main of this study was to determine the relationship of body mass index (BMI) first trimester pregnant women and other factors to weighing and long-born baby. A cross-sectional study was conducted using secondary data derived from medical record 232 mother-infant pairs who were born at Makasar Public Health Center, East Jakarta from 2011 until March 2103. The average birth weight was 3052.8 ± 366.8 grams and the average birth length 48.6 ± 1.77 cm. It was found that 41.4% of infants born with a birth weight <3000gram and 26.7% were born with birth length <48cm. Average the first trimester maternal BMI was obtained 22 ± 3.58 kg / m², 17.2% of women have first trimester BMI <18.5 kg / m² and 56.9% of women with weight gain during pregnancy is not adequate.

There was a significant association between birth weight infants with first trimester maternal BMI, arm circumference, and gestational age. And also a significant relationship between the length of a baby born with first trimester maternal BMI, arm circumference, and gestational age were obtained. Multivariate test results were stated that the first trimester maternal BMI was the most factor associated with infant birth weight, and maternal BMI trimester with 1 <18.5 kg / m² had a 2.66 times greater chance of having a baby <3000gram than mothers with higher BMI large. As well as,1st trimester maternal BMI is also the most factor associated with the lenght of baby born, and mothers with 1st trimester BMI <18.5 kg / m² had 2.14 times greater odds of having infants <48cm compared to mothers with a BMI greater.

Read More
T-3826
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Wahyuni; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Kusharisupeni Djokosujono, Anies Irawati, Susianto
T-3318
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Usep Rusependhi; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari, Endang L. Achadi; Penguji: Kusharisupeni, Salimar, Indra Wahyuni
Abstrak:
Bayi berat lahir rendah kurang dari 2500 gram berisiko pertumbuhan dan perkembangannya lebih lambat dibandingkan bayi yang lahir dengan berat badan 2500 gram atau lebih, meninggal pada awal kelahiran, serta berisiko terjadinya penyakit Hipertensi, Jantung dan Diabetes di masa dewasa. Beberapa teori dan hasil penelitian menyatakan bahwa BBLR dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya riwayat anemia ibu saat hamil, status KEK ibu hamil, status IMT ibu hamil, tinggi badan ibu hamil, penambahan berat badan selama hamil, usia ibu saat hamil, paritas, jarak kehamilan, kuantitas ANC, pekerjaan ibu saat hamil, dan tingkat pendidikan ibu saat hamil. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor determinan kejadian BBLR di wilayah kerja UPTD Puskesmas Manggari Kabupaten Kuningan tahun 2018-2019. Metode penelitian menggunakan desain case control study dengan kriteria inklusi meliputi ibu yang memiliki bayi lahir hidup, bayi terakhir, dan bayi tunggal. Sampel yang diteliti sebanyak 93 orang, terdiri dari kelompok kasus 31 orang, dan kelompok kontrol 62 orang. Data diperoleh dari register kohort ibu hamil dan buku KIA, diolah dan dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta dilanjutkan dengan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square diketahui bahwa kejadian BBLR berhubungan signifikan pada tingkat kepercayaan 95% dengan variabel status anemia ibu hamil trimester I

Low birth weight babies less than 2500 grams are at risk of slower growth and development than normal birth weight babies, and are at risk of developing hypertension, heart disease and diabetes in adulthood. Several theories and research results state that LBW is caused by anemia of pregnant women, mother's KEK status, mother's BMI status, maternal height, weight gain during pregnancy, maternal age, parity, pregnancy distance, ANC, maternal occupation, and mother's education.The purpose of this study is to analyze the determinants of LBW events in UPTD Puskesmas Manggari Kuningan District in 2018-2019. The research method used a case control design with inclusion criteria including mothers with live births, last babies, and single babies. The sample studied was 93 people, consisting of 31 cases and 62 controls. Data from the maternal cohort register and the KIA handbook were analyzed univariate, bivariate, and multivariate. The results of the bivariate analysis showed that the incidence of LBW was significantly associated (95% CI) with anemia of first trimester pregnant women (p = 0.002), anemia of third trimester pregnant women (p = 0.000), maternal KEK status (p = 0.001), maternal weight gain. during pregnancy (p = 0.00), pregnancy distance (p = 0.005), and maternal education (p = 0.011). Multivariate analysis showed that the incidence of LBW is influenced by anemia of third trimester pregnant women (OR = 25.247), mother's KEK status (OR = 10.212), maternal BMI status (OR = 0.066), and pregnancy distance (OR = 6.934). Conclusion: The anemia status variable for pregnant women in trimester III is more dominant in influencing the incidence of LBW (OR = 25.247).

Read More
T-5913
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahaya Mahatma Sembahen; Pembimbing: Fathimah Sulistyowati Sigit, Daden Setiawan
Abstrak:
Pertambahan berat badan selama kehamilan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai status gizi ibu dan janin. Namun, masih banyak ibu hamil yang mengalami pertambahan berat badan tidak sesuai rekomendasi, yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu dan bayi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, sebanyak 17,3% ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Di Kabupaten Bogor, 22,7% ibu hamil memiliki berat badan kurang, sedangkan di Kota Bogor sebanyak 50% mengalami defisit energi berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor ibu, asupan zat gizi, serta faktor keluarga dengan pertambahan berat badan ibu selama masa kehamilan di Kabupaten dan Kota Bogor tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang menggunakan data sekunder dari penelitian Prof. Dr. Ratu Ayu D. S., Apt., M.Sc., berjudul “Pengaruh Suplementasi Red Palm Oil pada Diet Ibu Hamil terhadap Kualitas ASI dan Status Gizi Bayi.” Penelitian ini melibatkan responden ibu hamil dari wilayah kerja puskesmas terpilih Kabupaten dan Kota Bogor. Analisis data dilakukan dengan metode uji chi-square dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 63,93% responden mengalami pertambahan berat badan yang tidak sesuai rekomendasi, dengan proporsi 42,31% di Kabupaten Bogor dan 57,69% di Kota Bogor. Uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT prahamil, asupan energi, karbohidrat, lemak, pengetahuan ibu tentang kehamilan, serta dukungan suami dengan pertambahan berat badan ibu hamil (p-value < 0,05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, persepsi, pendidikan, status pekerjaan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan keluarga (p-value > 0,05) dengan pertambahan berat badan ibu hamil. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan edukasi mengenai pentingnya asupan energi dan zat gizi makro, serta pelibatan keluarga khususnya suami dalam mendukung kehamilan, sebagai upaya perbaikan status gizi ibu hamil di Kabupaten dan Kota Bogor.

Weight gain during pregnancy is one of the important indicators in assessing the nutritional status of the mother and baby. However, there are still many pregnant women who experience weight gain that is not as recommended, which can increase the risk of health problems in mothers and babies. Based on data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2018, 17.3% of pregnant women experienced Chronic Energy Deficiency (CHD). In Bogor Regency, 22.7% of pregnant women were underweight, while in Bogor City as many as 50% experienced severe energy deficit. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal factors, nutrient intake, and family factors with maternal weight gain during pregnancy in Bogor City and District in 2025. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design that uses secondary data from the research of Prof. Dr. Ratu Ayu D. S., Apt., M.Sc., entitled “The Effect of Red Palm Oil Supplementation in Pregnant Women's Diet on Breast Milk Quality and Infant Nutritional Status.” This study involved pregnant women respondents from selected health centers in Bogor City and District. Data were analyzed using chi- square and independent t-test methods. The results showed that 63.93% of respondents experienced weight gain that was not as recommended, with a proportion of 42.31% in Bogor Regency and 57.69% in Bogor City. Bivariate tests showed that there was a significant relationship between pre-pregnancy BMI, energy intake, carbohydrates, fat, protein, maternal knowledge about pregnancy, and husband and family support with gestational weight gain (p-value < 0.05). However, there was no significant relationship between age, perception, education, employment status, number of family members, and family income (p-value > 0.05) with gestational weight gain. Therefore, it is recommended to increase education on the importance of energy and macronutrient intake, as well as family involvement, especially husbands in supporting pregnancy, as an effort to improve the nutritional status of pregnant women in Bogor City and District.
Read More
S-11913
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvi Octen; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Wahyu kurnia Yusrin Putra, Trisari Anggondowati
S-7827
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eryasih Setyorini; Pemb. Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Fatmah, Eko Prihastono, Fajrinayanti
Abstrak:

ABSTRAK Stunting (tubuh yang pendek) menggambarkan keadaan gizi yang kurang yang sudah berjalan lama (kronis) dan memerlukan waktu bagi anak untuk berkembang serta pulih kembali. Dampak stunting pada pertumbuhan fisik terganggu yang menyebabkan tidak bisa berkompetisi dengan orang lain dalam mendapatkan pekerjaan dan aspek kehidupan lainnya. Tesis ini bertujuan untuk menilai faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak batita (0-36 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok Tahun 2013. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok bulan Mei 2013. Desain penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan jumlah sampel 204 orang. Data diperoleh dari data sekunder dan juga data primer melalui kuesioner hasil wawancara dan pengukuran antropometri langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi batita stunting usia 0-36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok Tahun 2013 sebesar 22,1%. Presentase/proporsi batita stunting memiliki ibu yang tidak melakukan kunjungan antenatal pertama (K1) saat hamil dulu sebesar 65,7%. Analisis Regresi Logistik Ganda menunjukkan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian stunting pada batita adalah kunjungan antenatal pertama (K1) (p<0.005, OR=6,84). Untuk mencegah terjadinya stunting pada batita, disarankan kepada ibu hamil mulai dari awal masa kehamilan agar rajin memeriksakan kehamilan ke bidan/dokter kandungan, rajin mengkonsumsi makanan yang bergizi, serta memanfaatkan pelayanan antenatal lainnya.

 ABSTRACT Stunting (short stature) describes the state of lacking nutrition longstanding (chronic) and require time for children to grow and recover. Stunting impact on impaired physical growth that causes can not compete with others in finding employment and other aspects of life. This thesis aims to assess the factors associated with the incidence of stunting in children toddlers (0-36 months) at the Puskesmas Jewel Mas Depok in 2013. The research was conducted at the Puskesmas Jewel Mas Depok City in May 2013. Design of this study used cross sectional method with a sample of 204 people. Data obtained from secondary data and primary data through interviews and questionnaires direct anthropometric measurements. The results showed that the prevalence of stunting toddlers aged 0- 36 months in the Work Area Health Center Jewel Mas Depok in 2013 by 22.1%. Percentage / proportion of stunting toddler having a mother who did not do the first antenatal visit (K1) during pregnancy first at 65.7%. Multiple logistic regression analysis showed that the most dominant variables associated with the incidence of stunting in toddlers is the first antenatal visit (K1) (p <0.005, OR = 6,84). To prevent stunting in toddlers, pregnant women are advised to start at the beginning of pregnancy so diligently to antenatal midwife / obstetrician, diligently consume nutritious foods, as well as take advantage of other antenatal services.

Read More
T-3820
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive