Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39958 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tasdikin; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Hendra, Istiati Suraningsih, Estu Prayogi
Abstrak:
Persepsi karyawan terhadap penerapan program K3 adalah pandangan karyawan terhadap apa yang diberikan perusahaan yang bertujuan agar karyawan terjamin keselamatan dan kesehatan kerjanya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggali persepsi karyawan terhadap program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Peternakan Ayam Broiler PT XYZ Wilayah Tangerang. PT XYZ merupakan perusahaan poultry atau peternakan ayam yang memiliki tingkat bahaya dan resiko yang cukup tinggi bagi karyawan yang bekerja di lapangan. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 56 orang. Penelitian ini dilakukan dengan dua metode yaitu menggunakan kuesioner persepsi (kuantitatif) dan wawancara yang ditujukan kepada karyawan dan manajemen perusahaan (kualitatif). Program K3 yang diterapkan di PT XYZ antara lain pelatihan K3, Standar Operasional Prosedur (SOP), Alat Pelindung Diri (APD), Sarana dan prasarana, Jaminan K3, Beban kerja dan Jam kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi secara umum responden terhadap program K3 di PT XYZ masih kurang baik. Dari hasil kuosioner didapatkan gambaran mengenai persepsi karyawan terhadap program K3 antara lain : Persepsi karyawan berdasarkan Pengetahuan K3 yg berkategori baik sebanyak 29 atau 51,8 % dan yang berkategori kurang baik sebanyak 27 atau 48,2 % responden, sedangkan persepsi karyawan berdasarkan sikap yang berkategori baik sebanyak 23 responden atau 41,1 % dan yang berkategori kurang baik sebanyak 33 responden atau 58,9 %.

Employee perceptions of program implementation Ocupational safety and health is a view of what is given to the employee that the company aims to secure the safety and health of employees work. The primary objective of this study is to investigate and explore employee perceptions of safety and health programs in Poultry Broiler XYZ Tangerang region. XYZ is a company of poultry or poultry that has the level of hazard and high risk for employees who work in the field. The number of respondents involved in this study were 56 people. This research was conducted by two methods: using perception questionnaire (quantitative) and interviews addressed to employees and company management (qualitative). Ocupational safety and health program implemented in PT XYZ including training Ocupational safety and health, Standard Operating Procedures (SOP), Personal Protective Equipment, facilities and infrastructure, Security Ocupational Safety and Health , workload and working hours. The results showed that the general perception of respondents to the Ocupational Safety and Health program in PT XYZ is still not good. From the results obtained questionnaire overview of employee perceptions of Ocupational Safety and Health program are: perception of employees based knowledge Ocupational Safety and Health which categorized either by 29 or 51.8% were categorized as poor and as much as 27 or 48.2% of respondents, while the perception of employees categorized by attitude well as much as 23 respondents or 41.1% were categorized as poor and a total of 33 respondents, or 58.9%.
Read More
T-4206
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizki Iwari Saputra; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Robiana Modjo, Yuni Kusminanti, Muhamad Fertiaz
Abstrak:
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan tahun 2021 terdapat kasus 234.370 kasus, dengan kontribusi terbesar dari sektor manufaktur dan konstruksi sebesar 22,3%, Sebagian besar kecelakaan kerja dan perilaku yang tidak aman disebabkan oleh ketidakmampuan untuk mengidentifikasi bahaya dan kesalahan persepsi terhadap penerapan K3. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi terhadap penerapan K3 pada karyawan PT XYZ tahun 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah desain cross-sectional. Studi ini melibatkan 143 karyawan yang diminta untuk mengisi kuisioner yang diberikan kepada mereka. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian karyawan mempunyai persepsi yang baik terhadap penerapan K3 yaitu sebesar 50,3%, sedangkan 49,7% responden mempunyai persepsi yang buruk terhadapa penerapan K3. Nilai p dari hasil uji korelasi antara faktor-faktor yang berhubungan dengan penerpan K3 antara lain masa kerja (0,507), Pendidikan (0,131), sikap K3(<0,001), Pengetahuan K3 (0,001), Pelatihan K3 (0,004), dan Ketersediaan sarana dan prasarana K3(0,04). Kesimpulan disimpulkan faktor yang berhubungan dengan persepsi terhadap penerpan K3 pada karyawan di PT XXY adalah sikap K3, pengtahuan K3, pelatihan K3, ketersedian sarana dan prasarana sehingga perusahaan perlu meningkatkan pemahaman dan pelatihan kepada karyawan dengan program-program K3 yang lebih efektif

Based on BPJS Employment data in 2021, there were 234,370 cases, with the largest contribution from the manufacturing and construction sector at 22.3%, Most work accidents and unsafe behavior are caused by the inability to identify hazards and misperceptions of OHS implementation. This research aims to identify factors related to perceptions of OHS implementation among PT XYZ employees in 2024. The method used in this research is a cross-sectional design. This research involved 143 employees who were asked to fill out a questionnaire given to them. Data analysis was carried out using the Chi-square test. The research results show that some employees have a good perception of the implementation of K3, namely 50.3%, while 49.7 respondents had a Badperception of the implementation of OHS. The p-value from the correlation test results between factors related to the implementation of OHS includes work experience (0.507), education (0.131), OHS attitude (<0.001), OHS knowledge (0.001), OHS training (0.004), and availability of facilities. and OHS infrastructure (0.04). In conclusion, the factors related to the perception of OHS implementation among PT XXY employees are OHS attitudes, OHS knowledge, OHS training, availability of facilities and infrastructure so that the company needs to increase employee understanding and training more effectively OHS programs.
 
Read More
T-7143
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imania Al-Faiza Nurfigni; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Auliah Rahmi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penerapan manajemen K3 terhadap kepatuhan keselamatan pekerja di proyek konstruksi PT.XYZ. Variabel dependen penelitian ini adalah kepatuhan keselamatan pekerja, sedangkan variabel independennya adalah aspek penerapan manajemen K3 (kepemiminan manajemen, partisipasi pekerja, identifikasi dan penilaian bahaya, pencegahan dan pengendalian bahaya, pendidikan dan pelatihan, evaluasi dan perbaikan program, serta komunikasi dan koordinasi pekerja). Penelitian ini merupakan penelitiana dengan desain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan April sampai Juli 2021 dengan metode pengisian kuesioner, wawancara dan observasi lapangan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Penelitian ini melibatkan 163 pekerja lapangan. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang paling memenuhi dalam penerapan manajemen K3 adalah variabel partisipasi pekerja, dan yang paling tidak memenuhi adalah variabel pendidikan dan pelatihan, serta kepatuhan keselamatan pekerja di proyek konstruksi PT.XYZ dikategorikan patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pelatihan (p = 0,026) dengan kepatuhan keselamatan pekerja, sedangkan kepemimpinan manajemen, partisipasi pekerja, identifikasi dan penilaian bahaya, pencegahan dan pengendalian bahaya, evaluasi dan perbaikan program, komunikasi dan koordinasi pekerja tidak memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan keselamatan pekerja.
Read More
S-10797
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutanto; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djuanidi, Nungki Agusti
Abstrak: PT. Deraya Air merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi udara, dimana dalam setiap proses produksi mempunyai risiko kecelakaan kerja cukup tinggi. Pekerjaan di Hangar/shelter ini digunakan untukmelakukan perawatan pesawat dengan skala tertentu sesuai dengan aturan yangtelah ditetapkan peruntukannya, tidak terlepas dari kondisi keadaan tersebutdiatas.Persepsi karyawan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja perlu terusdi budayakan untuk menghadapi kemajuan teknologi dan peralatan.Untuk mengetahui gambaran persepsi karyawan terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang bekerja di hangar/shelter PT.Deraya Air Jakarta, maka dilaksanakan penelitian kuantitatif yang bersifatdeskriptif, yang dibatasi pada pekerja yang bekerja di hangar/shelter PT. DerayaAir Jakarta Tahun 2012 dengan jumlah sampel adalah seluruh populasi yang adasebanyak 58 orang. Variabel K3 yang akan diteliti antara lain : Kebijakan K3,Program Pengendalian Bahaya, Pelatihan K3 dan Alat Pelindung Diri (APD).Dari hasil penelitian diketahui bahwa secara keseluruhan persepsi sebagian besar karyawan PT. Deraya Air yang bekerja dihanggar terhadappenerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan menggunakan 4 varia beladalah baik (74,1%).Dari hasil penelitian ini disarankan kepada pihak manajemen PT. DerayaAir Jakarta untuk meningkatkan pelaksanaan kegiatan monitoring, evaluasi dan sosialisasi serta pelatihan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan kualitas yang baik danmeningkatkan kinerja menuju level dengan standarisasi ISO 9001:2008 maupunOHSAS 18001:2007.Daftar Pustaka : 22 (1984-2012)
PT. Deraya Air is a company engaged in the field of air transport, which in everyproduction process has a high risk of accidents. Work at Hangar / shelter is usedfor the maintenance of aircraft with a certain scale in accordance with theestablished rules of allocation, not the circumstances regardless of the conditionsabove.Employee perceptions about the Occupational Safety and Health needs tocontinue in safety culture to deal with the advent of technology and equipment.To find a picture of employee perceptions of the implementation of OccupationalHealth and Safety working in the hangar / shelter PT. Deraya Air Jakarta, thenconducted a descriptive quantitative research, which is limited to workersemployed in the hangar / shelter PT. Deraya Air Jakarta in 2012 with a sample ofthe entire population there are as many as 58 people. Occupational Health andSafety variables that will be examined include: Policy of Occupational Safety andHealth, Hazard Control Program, Occupational Safety and Health Training andPersonal Protective Equipment (PPE).The survey results revealed that overall perception of most employees of PTDeraya Air at hangar working towards the implementation of Health and Safety atWork by using the 4 variables was good (74.1%).From the results of this study suggested to the management of PT. Deraya AirJakarta to improve the implementation of monitoring, evaluation anddissemination and training on Occupational Health and Safety . Provision ofPersonal Protective Equipment (PPE) with good quality and enhance theperformance to the level of the standards ISO 9001:2008 and OHSAS18001:2007.Bibliography: 22 (1984-2012)
Read More
S-7616
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cetra Palupi Rengganis; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Dadan Erwandi, Widura Imam Mustopo, I Made Pasek Dwi Pertama
T-4771
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yangga Yolanda; Pembimbing: Hendra; Penguji: Syahrul M Nasri, Ratna Muntiowati
Abstrak: Tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia jika dibandingkan negara-negara di Eropa. Di mana 171 pekerja di Inggris mengalami Fatal Injury, sedangkan di Indonesia tercatat 4.380 cacat fungsi, 42 cacat total, dan 2. 144 meninggal dunia. Tahun 1996 OSHA merilis 5 elemen inti program K3 diantaranya adalah evaluation of program effectiveness. Dalam PP no. 50 tahun 2012 juga mengharuskan melakukan evaluasi SMK3. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi program K3.
 
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi program-program K3 yang dimiliki oleh PT. XYZ berdasarkan standar OSHA PEP pada periode tahun 2012. Desain penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan peninjauan dokumen. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa nilai profil program K3 PT. XYZ berada pada tingkatan ke 3 (basic) berdasarkan Standar OSHA PEP.
 

Indonesia has higher work related accident than European Country. They were 171 workers fatally injured in England, meanwhile, they were 4.380 workers function disabilities, 42 has physical defect, and 2.144 died. At 1996, OSHA releases 5 core elements, one of them is evaluation of program effectiveness. PP no. 50, 2012 says occupational safety and health have to evaluated. Therefore, this research have done to evaluated OSH programs.
 
This research have done to evaluating OSH programs which belong to PT. XYZ based on OSHA PEP standard in the period of 2012. The design of this research is qualitative. The collecting of data is conduct with interview, observation, and document review. The result of this research is known that PT. XYZ Occupational Safety and Health programs be in basic level based on OSHA PEP standard.
Read More
S-7723
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Heidir Husni; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Chandra Prijanahadi, Yuni Kusminanti
Abstrak:

Keselamatan pengguna perkantoran harus menjadi pertimbangan utama khususnya terhadap bahaya kebakaran, reruntuhan bangunan gedung tempat dilakukannya aktifitas. Untuk menghindari jatuhnya korban Jika terjadi kondisi bahaya kebakaran ditempat kerja, maka perlu dlketahui persepsi karyawan terhadap proses evakuasi tanggap-darurat bahaya kebakaran ditempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses tanggap darurat bahaya kebakaran ditempat kerja PT. XYZ. Dengan diketahuinya hubungan faktor-faktor tersebut diharapkan proses dapat berjalan dengan baik. Disain penelitian ini bersifat Kuantitatif analisis dari hasil kuesioner yang dibagikan kepada responden, yang kemudian dilakukan pengujian dengan menggunakan perangkat lunak SPSS for Windows version 10.0. Dari hasil penelitian dapat disimpilkan bahwa umumnya karyawan PT. XYZ mempunyai persepsi positif terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi proses tanggap darurat bahaya kebakaran ditempat kerja yaitu diantaranya kebijkan manajemen, proedur perusahaan, keterlibatan seluruh karyawan. Tetapi mempersepsikan negative terhadap komitmen manajemen dan peran tanggung jawab. Dan rata-rata karyawan menunjukkan persepsi yang sama positifnya berdasarkan pendidikan, lama kerja, jabatan dan bagian. Disarankan untuk meningkatkan komitmen manajemen secara nyata melalui kunjungan lapangan secara berkala, berperan aktif dalam pelatihandan simulasi tanggap darurat. Meningkatkan peran dan tanggung jawab dari karyawan secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan K3L / HSE diperusahaan sehingga dengan sendirinya akan mengubah persepsi yang positif dan baik terhadap kinerja dan tempat kerja yang aman dan selamat.


Know a days, Safety for office building user's (tenant) must become main consideration especially to the fire risk, building collapse where activity is executed. Ta avoid numbers of victim if fire in workplace occur, hence need of to know employee's perception fire risk emergency response in workplace. This research aim is to know perception based on factors which influencing to the fire risk emergency response process in PT, XYZ workplace. By knowing of the relation of the factors, expecting that fire risk emergency response process can run safely. Research Design are Quantitative analysis through questionnaire which distributed to 40 responders, data analyzed by software SPSS Windows version 10.0. The conclution of this research is generally PT. XYZ employee has positive perspection to factors that fire risk emergency response process in workplace which are management policies, company procedures, involvement of all employee. But, negative perspection due to management commitment and role and responsibility. And an average of employee shows the same positive perception based in education, duration of job and level of job. Suggested, to improving management visible commitment through job site visit by periodically, improving by involved in training and fire risk emergency simulation. Activated employee role`s and responsibilities in company K3L / HSE activities, so that by it self will change perspection which are positive and safe performance in workplace.

Read More
T-3017
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahya Arbitera; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Sjahrul Meizar Nasri, Zaenal Arifin
S-4799
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sishia Kirina U.D.; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Robiana Modjo, Roslinormansyah, Iting Shorwati
T-3524
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Dwi Handayani; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Soehatman Ramli
Abstrak:
Kecelakaan kerja di sektor konstruksi masih tinggi probabilitasnya sedangkan tantangan kedepan semakin besar. Sektor konstruksi merupakan salah satu faktor dominan dalam strategi pembangunan nasional maupun dalam menghadapi pasar global. Komitmen organisasi dalam menjalankan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dapat menekan jumlah kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan yang aman untuk bekerja. Penelitian ini mengkaji tingkat komitmen dan mengevaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi yaitu PT X. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan analisis mendalam berdasarkan in depth interview. Variabel utama penelitian merupakan hasil pertimbangan dari elemen komitmen pada peraturan SMK3 Republik Indonesia yaitu struktur organisasi dan kebijakan. Komitmen yang ditetapkan oleh perusahaan dibandingkan dengan konsistensi pelaksanaannya pada tiga tahapan pekerjaan di proyek yaitu persiapan, pelaksanaan dan pasca konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen perusahaan tinggi secara administratif namun secara konsistensi masih sedang karena penerapan yang belum optimal di lapangan. Pada evaluasi ditemukan beberapa gap yaitu client enforcement, role model, monitoring dan pola komunikasi yang harus diperbaiki.

The probability of work accidents in the construction sector are still high while the challenges ahead are even greater. Construction industri is one of the dominant factors in the national development strategy and facing global markets. Organizational commitment in implementing occupational safety and health management system can reduce the number of workplace accidents and create a safe environment for work. This study examines the level of commitment and evaluates the application of occupational safety and health in construction company, namely PT X. This study was a descriptive analytic research with in-depth analysis based on in depth interviews. The main variables of this research are considered to obligation of Republic of Indonesia OHSMS regulation, those are organizational structure and policy. The commitment set by the company is compared with the consistency of its implementation at three stages of work on the project those are preparation, execution and post construction. This research obtained that the company’s commitment is administratively high however the consistency is still medium because the application was not optimal in the field. In the evaluation found several gaps, those are client enforcement, role models, monitoring and communication scheme that must be improved.

Read More
T-5894
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive