Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37383 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Zahia; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Sudijanto Kamso, Flourisa J. Sudrajat, Eti Rohati
T-4253
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zuraidah S.; Pembimbing: Besral; Penguji: Luknis Sabri, Farida Mutiarawati, Flourisa Juliaan, J. Prastowo Nugroho
Abstrak:

AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) salah satu metode kontrasepsi yang dapat digunakan untuk menjarangkan jumlah anak dan alternatif kedua sctelah MOW/MOW bagi pasangan yang ingin mengakhiri kesuburannya. AKDR selain efektif juga efisien karena dapat digunakan sampai menopause. Masalah psnelitian adalah rendabnya psmakaian AKDR padabal Alat Kontrasepsi Dalarn Rabim disediakan gratis untuk keluarga miskin paling berhubungan dengan pemakaian AKDR adalah umur dan persepsi terhadap AKDR. Dalam rangka meningkatkan pemakaian AKDR di Kota Lubuklinggau perlu diberikan persepsi yang benar kepsda masyarakat berupa KIE (Komunikasi, informasi dan Edukasi} tentang AKDR {efektifitas, manfaat, cara kerja, efek samping/komplikasi dan earn penanggulangannya)Perlu sosialisasi kepada keluarga Prasejahtera dan Sejahtera l pelayanan KB gratis termasuk AKDR. Bidan harus memberikan informasi yang adekuat (lengkap, akurat dan benar) psda pasangan usia subur untuk mengambil keputusan yang tepar dalam pemililian kontrasepsi secara rasional.


Intrauterine Contraceptive Device is one of the contraception methods to control numbers of children and is the second alternative after Operation Method for Women/Operation for men for the couples who would like to restrain her fertility. Intrauterine Contraceptive Device is effective and efficient because it can be used till menopause. The problems statement of this research is the low of using Intrauterine Contraceptive Device, whereas such this contraception is free of charge for the poor. Based on multi regression shows that the strongest correlated variables with Intrauterine Contraceptive Device are the age and perception on Intrauterine Contraceptive Device. In order to improve the using Intrauterine Contraceptive Device in Lubukfinggau City it is necessary to provide the right/perception on Intrauterine Contraceptive Device to the people through communication, Information and education. rt is important to explain about the effectiveness. usefulness, the way it works, side eftbcts and the way to deal with Intrauterine Contraceptive Device. It is necessary to socialize about free family planning and Intrauterine Contraceptive Device to pre-prosperous families and prosperous families I. Midwives should give accurate and adequate information to fertile-age couples so they can make the right decision to choose contraception.

Read More
T-2502
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juita Ayu Bima Putri; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Lintje
Abstrak: Selama tahun 2015-2050, setengah dari pertumbuhan penduduk dunia diperkirakan akan terkonsentrasi di sembilan negara salah satunya adalah Indonesia. Pada tahun 2015 persentase penggunaan metode kontrasepsi modern sebesar 58,99%. Sebagian besar PUS peserta KB di Indonesia masih mengandalkan kontrasepsi suntikan (59,57%), sedangkan persentase pengguna MKJP adalah 17,01% (Susenas, 2015). Data Puskesmas Kecamatan Cipayung tahun 2016, proporsi peserta KB aktif yang menggunakan MKJP berjumlah 4.024 (9,3%) PUS. Tujuan penelitian ini diketahuinya gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada wanita usia 15-49 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cipayung tahun 2017. Desain penelitian menggunakan kasus kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 sampel untuk kelompok kasus (pengguna MKJP) dan 60 sampel untuk kelompok kontrol (pengguna Non MKJP). Uji statistik menggunakan Chi Square test. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara umur, status pekerjaan, jumlah anak hidup, pengetahuan tentang MKJP, sikap terhadap MKJP, biaya pelayanan KB, keterpaparan informasi mengenai MKJP, dukungan tenaga kesehatan terhadap penggunaan MKJP, dukungan suami terhadap penggunaan MKJP, dan pengambilan keputusan ber-KB dengan penggunaan MKJP.
Kata Kunci : Faktor Risiko, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

During 2015-2050, half of the world population growth is expected to be concentrated in nine countries, one of which is Indonesia. By 2015 the percentage of modern contraceptive method usage is 58.99%. Most of the couples of reproductive age participants in Indonesia still rely on injectable contraception (59.57%), while the percentage of LTCM users is 17.01% (Susenas, 2015). Data of Puskesmas Kecamatan Cipayung in 2016, the proportion of active family planning participants using LTCM amounted to 4,024 (9.3%). The purpose of this research is to know the overview of factors associated to the use of long-term contraception method (LTCM) in women aged 15-49 years in work area of Puskesmas Kecamatan Cipayung East Jakarta year 2017. The research design use case control. Sampling was done by simple random sampling. The number of samples in this study were 60 samples for case group (LTCM users) and 60 samples for control group (Non LTCM user). Statistical test using Chi Square test. The results of the study showed that there was a relationship between age, occupation status, number of live children, knowledge of LTCM, attitudes toward LTCM, cost of family planning services, exposure of information about LTCM, support of health workers on the use of LTCM, husband support for LTCM use, and family planning decision making with the use of LTCM.
Keywords: Risk Factor, Long Term Contraception Method (LTCM)
Read More
S-9443
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Senja Arum Woro Widosari; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Laily Hanifah
Abstrak: Latar Belakang: Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan program Keluarga Berencana tidak dapat berjalan maksimal. Penyebaran Virus Covid-19 yang sangat cepat membuat pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penularan Covid-19 yaitu dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan anjuran physical distancing. Namun, adanya kebijakan PSBB menyebabkan gangguan dalam pasokan alat kontrasepsi di berbagai daerah, selain itu penyebaran Virus COVID-19 menyebabkan kekhawatiran dan rasa takut pada calon pengguna kontrasepsi maupun akseptor KB, sehingga berakibat untuk menunda atau tidak pergi ke pelayanan kesehatan. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penurunan kunjungan dan penggunaan alat kontrasepsi di seluruh wilayah di Indonesia salah satunya di Kota Surakarta. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana membuat kegiatan pelayanan Keluarga Berencana yaitu Safari MKJP dan Gugur Gunung. Namun di masa pandemi kegiatan tersebut sempat terhenti dan kembali berjalan pada bulan September. Menurut George C Edwards III faktor keberhasilan suatu program dipengaruhi oleh faktor komunikasi, faktor sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif observasional dengan pendekatan kualitaitif dan pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam Hasil: Komunikasi diberikan kepada petugas pelaksana secara langsung sehingga mengurangi timbulnya kesalahpahaman dalam penerimaan informasi. Faktor sumber daya terpenuhi dengan baik sehingga mendukung berjalannya implementasi program. Faktor disposisi yang terpenuhi terlihat dari peran staf yang ikut serta dalam pelaksanaan program. Faktor struktur birokrasi berjalan ideal sehingga kegiatan berjalan dengan lancar. Kesimpulan: Implementasi program KB dalam penggunaan kontrasepsi di masa pandemi berjalan dengan baik. Implementasi program dipengaruhi oleh faktor komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi.
Read More
S-10893
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yanti Maranata Samosir; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Indra Murty Surbakti, Yani Haryani S
Abstrak:
Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada masa pasca persalinan merupakan strategi efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan dan menurunkan risiko kesehatan ibu dan bayi. Namun, cakupan penggunaan MKJP di UPTD Puskesmas Ratu Jaya masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB Pasca Persalinan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KBPP MKJP) pada ibu nifas di UPTD Puskesmas Ratu Jaya Kecamatan Cipayung Kota Depok Tahun 2025.  Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan sampel ibu yang memiliki bayi usia kurang dari 12 bulan. Data dianalisis menggunakan regresi Cox untuk memperoleh Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian menunjukkan proporsi penggunaan MKJP sebesar 14,1%. Faktor yang berhubungan dengan penggunaan KBPP MKJP adalah paritas (PR=2,439; 95%CI:1,315–4,524), pekerjaan (PR=2,197; 95%CI:1,106–4,362), sikap (PR=2,033; 95%CI:1,014–4,075), dan kepesertaan JKN (PR=0,517; 95%CI:0,278–0,959). Paritas merupakan faktor yang paling dominan.  Disimpulkan bahwa penggunaan KBPP MKJP masih rendah dan dipengaruhi oleh faktor predisposisi serta faktor pemungkin. Penguatan konseling dan edukasi KB pasca persalinan perlu ditingkatkan untuk mendorong penggunaan MKJP. Kata kunci: KB pasca persalinan, MKJP, ibu nifas, paritas, JKN.

The use of Long-Acting Reversible Contraceptive Methods (LARCs) during the postpartum period is an effective strategy to prevent unintended pregnancies and reduce maternal and infant health risks. However, the coverage of postpartum LARC use at Ratu Jaya Primary Health Center remains low. This study aimed to analyze factors associated with the use of Postpartum Family Planning Long-Acting Reversible Contraceptive Methods (PPFP-LARCs) among postpartum women at Ratu Jaya Primary Health Center, Cipayung District, Depok City, in 2025. This study employed a cross-sectional design involving mothers with infants aged less than 12 months. Data were analyzed using Cox regression to estimate the Prevalence Ratio (PR). The results showed that the proportion of LARC use was 14.1%. Factors associated with PPFP-LARC utilization were parity (PR = 2.439; 95% CI: 1.315–4.524), employment status (PR = 2.197; 95% CI: 1.106–4.362), attitude toward LARCs (PR = 2.033; 95% CI: 1.014–4.075), and National Health Insurance (JKN) membership (PR = 0.517; 95% CI: 0.278–0.959). Parity was identified as the most dominant factor associated with PPFP-LARC use. In conclusion, postpartum LARC utilization remains low and is influenced by predisposing and enabling factors. Strengthening postpartum family planning counseling and education is recommended to increase the uptake of LARCs. Keywords: postpartum family planning, long-acting reversible contraceptive methods (LARCs), postpartum women, parity, National Health Insurance (JKN).
Read More
T-7702
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusro Hadi: Pembimbing; Sandi lljanto; Penguji; Ella Nurlela Hadi, Kusharisupeni, Emi Nurjasmin, Nita Kurniawati
Abstrak:
Program Keluarga Berencana merupakan suatu upaya dalam peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui; pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu metode KB yang terbaik untuk menjarangkan kelahiran anak dan merupakan alternatif pilihan kedua setelah Pil bagi pasangan muda yang ingin menunda kehamilannya, juga merupakan alternatif kedua setelah Kontap bagi pasangan tua yang ingin mengakhiri kehamilannya. Pada kenyataannya di wilayah Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah, persentase pemakaian AKDR relatif rendah (12,16%) bila dibandingkan dengan Nasional (20,04%), juga bila dilihat di Kabupaten Lampung Tengah (20,47%). Hal ini tentunya banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya pemakaian AKDR di wilayah tersebut, yang antara lain faktor-faktor peserta KB itu sendiri, faktor sarana prasarana dan faktor pemberi pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor peserta KB dan hubungannya dengan pemakaian AKDR di Desa Purwodadi wilayah Kecamatan Trimurjo. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional, dengan responden 163 orang ibu-ibu peserta KB di desa Purwodadi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, kemudian diolah dengan uji univariat dan bivariat, dengan tehnik analisis Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan dari 9 variabel, ada 2 variabel mempunyai hubungan, yaitu; Status bekerja istri dan keinginan menambah anak. Dalam rangka peningkatan pemakaian AKDR di wilayah Kecamatan Trimurjo,khususnya Desa Purwodadi perlu diupayakan beberapa hal yaitu; sasaran dalam memasyarakatkan pemakaian AKDR sebagai alat KB, khususnya bagi peserta KB Non AKDR , pada istri yang tidak bekerja (ibu rumah tangga) dan bagi peserta KB yang masih mempunyai keinginan untuk menambah anak di kemudian hari.

Family Planning Program is one of the efforts to enhance awareness and participation of community by delaying the age of marriage, controlling birth spacing as well as increasing Family welfare. AKDR is one of the best method to regulate birth spacing and the second choice after Pill that most used by young couples who want to delay pregnancy and the old ones desire to end their fertility. In fact, in Trimurjo Sub district, percentage of AKDR user is relatively low (12, 16%), compared to National figure (20, 04%), and Lampung Tengah regency (20,47%). I suppose that there should be many factors, which influence the low coverage of AKDR use in this Sub district. Those factors are Family Planning Participants, the means and also the providers. This research is purposed to know the relation of Family Planning Participants factors, with the use of AKDR in Purwodadi Village, Trimurjo Sub district. The design of this research is Cross Sectional and analyzed by using Chi-Square and Fisher Exact. The results of Chi-Square analysis indicate that of 9 variables there are 2 significant variables. The variables are the wife job status and the need of desired children. In order to increase the use of AKDR contraception especially in Purwodadi Village , I suggest that the target of AKDR should be directed to non AKDR user which the wife who have not job (house hold wife), as well as those who desired to have more children in the future.
Read More
T-1010
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryuni; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtya, Evi Martha, Flourisa J. Sudrajat, Hasnerita, Hartono
T-4201
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titis Risti Yulianti; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Mila Herdayati, Indra Supradewi
Abstrak: Penggunaan kontrasepsi modern pria jauh lebih rendah dibandingkan wanita di Indonesia dan terdapat perbedaan cukup jauh jika dibandingkan dengan beberapa negara di Asia, karena penggunaan kontrasepsi modern pria tahun 2002-2012 di Indonesia selalu rendah (kurang dari 5%) akibat kurangnya pengetahuan KB dan adanya persepsi KB negatif pada pria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pengetahuan dan persepsi KB terhadap penggunaan kontrasepsi modern pria di Indonesia tahun 2017. Metode penelitian ini menggunakan desain potong lintang dan dianalisis secara sekunder menggunakan data SDKI 2017, serta subjek penelitian ini adalah pria kawin 15-54 tahun pada data SDKI 2017 di Indonesia. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan persepsi KB terhadap penggunaan kontrasepsi modern pria di Indonesia. Kesimpulan penelitian ini adalah pria kawin yang menggunakan kontrasepsi modern (kondom dan vasektomi) adalah pria kawin yang memiliki pengetahuan KB baik dan persepsi KB positif yang ditemukan pada pria yang memiliki tingkat pendidikan tinggi, tinggal di perkotaan, dan sudah tidak ingin memiliki anak lagi. Penelitian ini merekomendasikan adanya program KB khusus pria yang berisi kesetaraan gender dengan mengutamakan pemberian substansi pengetahuan dan persepsi KB yang khusus
Read More
S-10908
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Rapingah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni, Salimar, Iwan Halwani
T-4376
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive