Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31787 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tety Setiawati Mulyaningsih; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji; Popy Yuniar, Regina Sidjabat
Abstrak: Rabies merupakan penyakit menular akut pada susunan saraf pusat yangdisebabkan virus rabies. Sampai saat ini belum ada pengobatan yang efektif dalammenyembuhkan rabies namun penyakit ini dapat dicegah melalui penanganankasus paparan hewan penular rabies (HPR) sedini mungkin. Rabies masih menjadimasalah kesehatan masyarakat yang cukup serius dan telah menyebar ke berbagaiwilayah yang semula merupakan wilayah bebas rabies. Bali merupakan salah satuwilayah bebas yang tertular rabies pada akhir tahun 2008.Indonesia telah mencanangkan bebas rabies pada tahun 2020 sesuaidengan kesepakatan yang dihasilkan pada pertemuan ASEAN. Dalam upayamewujudkan bebas rabies tahun 2020, maka kegiatan surveilans penyakit sangatpenting sehingga menghasilkan informasi yang akurat untuk monitoring danevaluasi kegiatan penanggulangan. Pengelolaan sumber daya informasi yangmendukung kegiatan surveilans dapat menunjang keberhasilan programpemberantasan rabies.Pengembangan sistem informasi dalam penelitian ini menggunakanmetode System Development Life Cycle (SDLC) dan bertujuan untukmengembangkan Prototype Sistem Informasi Surveilans Rabies. Prototype inimerupakan model Sistem Informasi Manajemen dan merupakan system informasiberbasis web yang dapat mengolah data secara otomatis dan menampilkan grafikdan peta yang dapat mendukung para pemangku kebijakan dalam mengambilkeputusan.Kata kunci:Rabies, surveilans, pengembangan sistem, prototype sistem informasi
Rabies is an acute infectious disease in the central nervous system causedby the rabies virus. Until now there is no effective treatment to cure rabies, but thedisease can be prevented through the handling of cases of exposure to rabidanimal as early as possible. Rabies is still a public health problem that is seriousenough and has spread to different areas of the original are rabies-free areas. Baliis one free area that is infected with a rabies by the end of 2008.Indonesia has declared rabies-free by 2020 in accordance with theagreement at the ASEAN meeting. In order to achieve rabies-free by 2020, thedisease surveillance is crucial to deliver accurate information for monitoring andevaluation of prevention activities. Supportive management of informationresources can support the success of rabies eradication program.The development of information systems in this study using the SystemDevelopment Life Cycle (SDLC) method and aims to develop RabiesSurveillance Information System Prototype. This prototype is a model ofManagement Information System and a web-based information system that canprocess data automatically and displays graphs and maps that can support policymakers in making decisions.Keywords :Rabies, surveillance, systems development, information system prototype
Read More
T-4242
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Septyani; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Saleh Budi Santoso
S-10440
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noviyanti Rosmaniar; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Besral, Rafli Sofyan
S-6320
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Supriyono Pangribowo; Pembimbing: Martya Rahmaniati; Penguji: Besral, Popy Yuniar, Boga Hardhana, Endang Burni
Abstrak:

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kepmenkes RI No. 581/Menkes/SK/VII/1992, menyebutkan bahwa penyakit ini dapat menimbulkan kematian, dan termasuk salah satu penyakit yang dapat menimbulkan wabah. Kota Bogor merupakan salah satu wilayah endemis DBD di Provinsi Jawa Barat. Kasus DBD di Kota Bogor menunjukkan peningkatan dalam 3 tahun terakhir, pada tahun 2008 dilaporkan terdapat 1.193 kasus, meningkat menjadi 1.513 kasus pada tahun 2009, dan kembali naik menjadi 1.686 pada tahun 2010. Program pencegahan, pemberantasan, dan surveilans DBD membutuhkan dukungan sistem informasi yang baik sebagai landasan pengambilan keputusan. Sistem informasi yang berjalan saat ini belum memanfaatkan manajemen basis data yang terstruktur sehingga sering ditemui kendala dalam hal pengelolaan data. Selain itu juga belum terdapat aplikasi khusus pemetaan yang dapat menghasilkan informasi secara otomasi dalam memberikan analisis kewilayahan tentang potensi yang dimiliki tiap wilayah terhadap peningkatan kasus maupun KLB. Pengembangan sistem informasi DBD berbasis SIG bertujuan untuk mengatasi permasalahan pengelolaan data dan analisis kewilayahan. Sistem informasi tersebut dikembangkan oleh peneliti berdasarkan metode System Development Life Cycle (SDLC), dengan mengintegrasikan aplikasi basis data Postgresql dan aplikasi pemetaan Open Geo Suite 2.2. Sistem ini mengolah data program DBD menjadi indikator IR DBD, CFR DBD, kepadatan penduduk, dan ABJ. Aplikasi mengolah indikator tersebut melalui proses perhitungan skor sehingga dihasilkan output berupa laporan, peta, dan grafik. Dalam rangka pengembangan sistem informasi lebih lanjut, diperlukan penambahan variabel lingkungan dan indikator untuk monitoring dan evaluasi program pencegahan dan pemberantasan DBD. Kata kunci : DBD, pemetaan, basis data


 Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by Dengue virus transmitted through Aedes aegypti bite. The Minister’s of Health Decree (Kepmenkes RI Nr. 581/Menkes/SK/VII/1992) stated that this disease can cause death, and lead an outbreak. Bogor is one of DHF endemic area in West Java. DHF cases in Bogor have shown an escalation in the last three years. In 2008 it was reported 1,193 of cases, in 2009 the cases has risen to 1,513 and the trend were continued in 2010 with 1,686 of cases. DHF control significantly requires information system to generate an effective policy. Current information system has not been supported with database management. Hence, data and information management of DHF frequently meets bottleneck. Furthermore, the absence of mapping application lead to bottleneck on spatial analysis of outbreak and cases increase. The system information is developed to solve the bottlenecks on data information and spatial analysis using System Development Life Cycle (SDLC) methods. It combines Postgresql and Open Geo Suite 2.2. The system process several indicators i.e IR DBD, CFR DBD, population density and ABJ. The application manages those indicators through the process of scoring which result in report, map, and chart. Sustainability of this proposed system requires environment variables and monitoring and evaluation indicators of DHF control. Key words : DHF, mapping, database

Read More
T-3402
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Romi Widodo; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Poppy Yuniar, Lukman Hakim, Ratih Dwi Lestari
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem yang telah berjalan pada program malaria di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, mengidentifikasi prioritas masalah utama dalam pencatatan dan pelaporan, pengolahan, penyajian, mengidentifikasi kebutuhan pengguna dalam pencatatan dan pelaporan, pengolahan, penyajian data malaria. Menyediakan data malaria yang berkesinambungan dan lengkap agar dapat digunakan untuk pendukung keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengembangan perancangan sistem menggunakan SDLC (System Development Live Cycle). Informan pada penelitian ini adalah pengelola malaria yang ada di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan petugas monev malaria Kabupaten, puskesmas. Sampel diambil dengan menggunakan metode Kecukupan (Adequasi). Tahun 2013 kelengkapan laporan program malaria di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu 100%, sedangkan ketepatan pengiriman laporan 80%. (Profil Dinkes Provinsi Bengkulu, 2013). Kata Kunci : Sistem Informasi, Rancangan, Program Malaria
Read More
T-4218
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Donny Hermanto; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Artha Prabawa, Chairul Baihaqi
S-4898
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inong Febi Fikriyah; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Poppy Yuniar, Rafli Sofyan
S-6333
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Sastrawaty; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono, Artha Prabawa; Penguji: Nunuk Agustina, Nurjamil
Abstrak:

ABSTRAK

Tesis ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi surveilans imunisasidi Kota Bekasi yang dapat memudahkan dalam pengumpulan, pengolahan, dananalisa data serta memudahkan pengambil kebijakan dalam monitoring danevaluasi program. Pengembangan sistem menggunakan model incremental daniteratif dengan tahapan: perencanaan, analisis, desain, dan implementasi. Hasilpenelitian berupa prototype yang menghasilkan basis data menggunakan MySQLuntuk data-data imunisasi dan KLB PD3I dan inputing data secara onlinemenggunakan PHP. Output prototype berupa tabel, grafik dan peta diharapkandapat membantu pengambil kebijakan baik di dinas kesehatan maupun puskesmasdalam mencegah terjadinya KLB PD3I dan dapat melakukan perencanaan denganevidence based.

ABSTRACT

This thesis aims to develop an immunization surveillance information system inBekasi Municipality which can facilitate the collection, processing, and analysisof data and enable policy makers in monitoring and evaluation program. Thesystem development uses the incremental and iterative model with phases:planning, analysis, design, and implementation. The thesis results a prototype thatgenerates database using MySQL for immunization data and outbreak of diseasesthat can be prevented by immunization and inputing data online using PHP. Theoutput are in tables, graphs and maps. These can support decision makers in boththe district health office and public health care in preventing outbreaks of diseasesthat can be prevented by immunization and making evidence based policy.

Read More
T-3982
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wawan Ridwan; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: R. Sutiawan, Arnaningsih Susilowati
Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah merupakan masalah kesehatan di Indonesia sejak tahun 1968 sampai sekarang. Ada beberapa daerah yang sudah ada penurunan tetapi sebagian wilayah Indonesia malah dari tahun ke tahun terus meningkat angka kesakitan penyakit ini. Di Kabupaten Bandung selama 3 tahun terakhir dari tahun 2011 sampai 2013 angka kesakitan DBD terus meningkat yaitu sebesar 1078 tahun 2011, 1127 tahun 2012 dan tahun 2013 1240 penderita. Permasalahan peningkatan penderita disebabkan banyak kendala atau permasalahan salah satunya adalah lemahnya sistem kewaspadaan dini terhadap KLB DBD. Deteksi Dini KLB DBD adalah suatu sistem pemantauan wilayah setempat yang bisa mendeteksi peningkatan kasus disuatu wilayah berdasarkan katagori KLB yang tertuang di dalam Permenkes No. 1501 Tahun 2010 Tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan.
 
Penelitian dilakukan menggunakan desain penelitian kualitatif dengan menerapkan pendekatan model prototyping dalam membangun model sistem informas kesehatan. Penelitian ini menghasilkan rancangan basis data dan desain prototype dari sistem informasi kesehatan penyakit demam berdarah dengue dengan deteksi dini KLB DBD di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, sehingga deteksi awal kejadian luar biasa penyakit demam berdarah dengue bisa diketahui pada saat melakukan input data sebelum pengolahan data untuk pembuatan laporan Kabupaten Bandung.
 

 
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a health problem in Indonesia since 1968 until now. There are several existing areas decreased but parts of Indonesia, even from year to year increase in morbidity of this disease. In Bandung District during the last 3 years from 2011 to 2013 number of DHF cases continue to rise in the amount of 1078 in 2011, 1127 in 2012 and 1240 of 2013 patients. Problems caused an increase in patients with many obstacles or problems one of which is the lack of an early warning system against dengue outbreak. Early detection of outbreaks of dengue fever is a local area monitoring system that can detect an increase in cases of outbreaks in a region based on the categories set out in the Minister Regulation No. 1501 Year 2010 Concerning Certain Communicable Disease Type Potential Outbreak and Response Efforts.
 
The study was conducted using qualitative research design with prototyping models approach in building models health information system. This research resulted in the design of the database and prototype design of health information systems dengue fever with early detection of dengue outbreak in Bandung District Health Office, so that early detection of outbreaks of dengue fever can be known at the time of the input data before data processing for the manufacture of report Bandung district.
Read More
S-8583
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noor Alis Setiyadi; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Tris Eryando, Tri Yunis Miko Wahyono, Roosyana Hasbullah, Sulistyo
Abstrak:

Penyakit tuberkulosis sejak tahun 8000SM telah ditemukan namun masih menjadi masalah dibidang kesehatan, sehingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasukkan penanggulangan penyakit tuberkulosis termasuk dalam tujuan pembangunan millennium (MDGs). Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) masih dilakukan untuk mencapai indikator keberhasilan program, diantaranya indikator penjaringan suspek dan penemuan kasus (Case Detection Rate/CDR) dan untuk mendukung DOTS diperlukan pengembangan sistem informasi surveilans tuberkulosis. Sugiarsi (2005) telah mengembangkan sistem informasi surveilans tubekulosis namun tidak digunakan petugas karena item data yang akan dimasukkan dirasa belum lengkap, petugas tidak menemukan fasilitas untuk membaharui data dan buku manualnya. Oleh karena itu diperlukan pengembangan sistem yang dapat menjawab kebutuhan petugas di dinas kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan pengembangan sistem gabungan SDLC dan prototipe yang terdiri dari mengevaluasi sistem yang ada, mendifinisikan kebutuhan sistem yang baru, mendesain sistem berdasarkan identifikasi kebutuhan end user dan pembangunan/pengembangan prototipe. Pengembangan sistem ini menggunakan data sekunder dan data primer dengan wawancara dan konfirmasi. Kemudian sistem yang dikembangkan diujicobakan kepada petugas tuberkulosis di dinas kesehatan untuk mendapatkan masukan demi kesempurnaan sistem. Pengembangannya meliputi basis data, perangkat lunak, antar muka menu manajemen data yang dapat membaharui data (updating data), layanan akses berbasis web dan sistem informasi geografis yang digunakan untuk menggambaran sebaran kasus secara online dengan perangkat lunak tidak berbayar AppServ dengan alamat http://localhost/surv-tb/. Sistem informasi ini berguna untuk mempercepat pencatatan dan pelaporan penyakit tuberkulosis dan representasi analisis spasial diharapkan mampu menjadi alternatif informasi untuk membuat keputusan program tuberkulosis. Disisi lain, sistem informasi ini mempunyai fasilitas merekap laporan dan menampilkan indikator penjaringan suspek dan CDR. Penelitian yang telah dilakukan ini telah menghasilkan rancangan sistem informasi surveilans di Kabupaten Sukoharjo yang dapat mengkoreksi dan mengendalikan input dan proses yang dapat menghasilkan data dan informasi yang berkualitas sehingga diharapkan sistem ini dapat memperkuat surveilans tuberkulosis di Wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Kata kunci : Sistem informasi, Surveilans tuberkulosis.


 Since 800SM, tuberculosis disease has been found, but it is still be a problem in the world, thus the United Nations (UN) decided tuberculosis eradication is part of Millennium Development Goals (MDGs). Strategy of Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) have been made to achieve program indicators successfully, the indicators were such as suspects catching and cases discovery (Case Detection Rate/CDR). The development of tuberculosis surveillance information system can support the DOTS. Sugiarsi (2005) developed a Surveillance information system, but the system  could not used because a items of data input were not completed yet, the officers were not found a facility for updating the data and the lack of manual book. Therefore, system development have goals to answer the needs of health department workers. This research used qualitative research methods approach and the study design used a combined approach between SDLC-prototype, where it is consists of existing systems evaluation, defining a new system requirements, designing the system based on the needs of end user identification and the development/prototype development. The research used the secondary and primary data via the interviews and confirmation. The system is tested to recording and reporting officer  at the health department to get input for the perfection of the system. The development of databases, software, data management menu interface, the web-based services access and geographic information systems has been performed by free software (AppServ)  with the address http:// localhost / surv-tb/. This information system will useful to speed up the recording and reporting of tuberculosis diseases, plus and the spatial analysis image is expected to be an alternative information to make the decision. In addition, this systems have facilities to summarize reports plus displaying a suspects catching and CDR indicators by graphic. The conclusion, This research result a design of surveillance information systems corrects and controls the input data and process to produce a quality of data and information for strengthening the tuberculosis surveillance system in Sukoharjo. Keywords : Information system, tuberculosis surveillans

Read More
T-3393
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive