Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30158 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Titiek Resmisari; Pembimbing: Wiku Bhakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianty Permansari, Veni Sari Sondani
B-1665
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andre Saphir Trisnadi; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Ede Surya Darmawan, Mieke Savitri, Jusuf Kristanto, Jantini Utama
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Andre Saphir Trisnadi Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis Penyebab Terjadinya Medication Error Di Unit Rawat Inap RS Pluit Periode Tahun 2017 – 2018 Pembimbing : Vetty Yulianty Permanasari SSi, MPH Latar Belakang : Keselamatan pasien merupakan dasar dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Rumah sakit dituntut tidak boleh terjadi kesalahan terutama dalam keselamatan pasien yang berhubungan dengan obat, ini merupakan hal yang penting dan harus dikerjakan sesuai dengan prosedur yang berlaku supaya tidak terjadi medication error. Berdasarkan laporan Insiden Keselamatan Pasien tahun 2017 – 2018, didapatkan peningkatan kejadian medication error sebanyak 5 kasus yaitu dari 16 kasus (2017) menjadi 21 kasus (2018). Tentunya peningkatan ini berpengaruh pada keselamatan pasien dan mutu pelayanan, sehingga perlu dilakukan analisis faktor- faktor penyebab terjadinya medication error tersebut supaya tidak terulang lagi.Tujuan : Mengetahui penyebab dan akar masalah pada peningkatan medication error di Unit rawa Inap RS Pluit 2018.Menganalisis faktor- faktor penyebab medication error pada fase prescribing, fase transcribing, fase dispensing dan fase administrationdi unit rawat inap RS Pluit. Metode :Desain penelitian ini merupakan penelitian kualitatifdengan pendekatan eksploratif. Dilakukan pada bulan mei – juni 2019 di Unit rawat inap RS Pluit. Data primer didapatkan dari wawancara menggunakan pedoman wawancara kepada manajemen rumah sakit dan pihak yang terlibat dari awal pembuatan resep sampai obat tersebut diberikan ke pasien. Data primer juga didapatkan dengan cara observasi langsung di farmasi unit rawat inap dan ruang perawatan. Data Sekunder didapatkan dari telaah dokumen dengan menggunakan formulir Check Listdi unit farmasi rawat inap ataupun Subkomite Keselamatan Pasien RS Pluit. Semua data tersebut akan dilakukan triangulasi sehingga didapatkan hasil yang akurat. Hasil: Medication error ditemukan pada keempat fase ( fase prescribing, fase transcribing, fase dispensing dan fase administration) paling banyak pada fase prescribing karena human errordan peresepan manual bukan karena kesalahan regulasi yang sudah berjalan. Kesimpulan : Perlu dipertimbangkan adanya perubahan dari sistem peresepan manual ke elektronik. Perlu lebih sering dilakukan sosialisasi tentang budaya kesela matan pasien, komunikasi yang efektif dan regulasi yang berhubungan dengan farmasi. Kata Kunci : Medication error, Keselamatan Pasien, Sistem Pelaporan Insiden, Peresepan elektronik, Rawat inap


ABSTRACT Name : Andre Saphir Trisnadi Program Study : Master Administration Hospital Title : Analysis of the causes of medication errors in the  inpatient unit of Pluit hospital for the period 2017 – 2018 Counsellor : Vetty Yulianty Permanasari SSi, MPH Background: Patient safety is the basis for health services in hospitals. The hospital isdemanded that there should not be an error, especially in patient safety related tomedicine, this is an important matter and must be done according to the procedure so there is no medication error. Based on the Patient Safety Incident report for 2017 - 2018,there was an increase in the incidence of medication errors in 5 cases, from 16 cases(2017) to 21 cases (2018). Of course this increase has an effect on patient safety andservice quality, so it is necessary to analyze the factors that cause the medication errorso that it does not happen again. Objective: To find out the cause and root of the problem in increasing medication error in the inpatient unit of Pluit Hospital 2018. Analyzing the factors that cause medication error in the prescribing phase, phasetranscribing, phase dispensing and phase administration in the inpatient unit of PluitHospital. Method: The design of this study is qualitative research with an explorative approach.Done in May - June 2019 in the inpatient unit of Pluit Hospital. Primary data was obtainedfrom interviews using interview guidelines to hospital management and the parties involved from the beginning of the prescription until the medicine is given to patients. Primary datais also obtained by direct observation in the inpatient pharmacy unit and the inpatient unit. Secondary data is obtained from document studies using the check list form in the inpatientpharmacy units or the Patient Safety Subcommittee of Pluit Hospital. All data will betriangulated so that accurate results are obtained. Results: Medication errors were found in all four phases (prescribing phase, phase transcribing, phase dispensing and administrationphase) at most during the prescribing phase because of human error and manual prescribingwere not due to regulatory errors that were already running. Conclusion: It is necessary toconsider changes from the manual prescribing system to e-prescribing. Socialization ofpatient safety culture, effective communication and regulations related to pharmacy needsto be more frequent. Keywords : Medication errors, Patient safety, Incident reporting system, Electronic Prescription,The Inpatient Unit

Read More
B-2074
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hastuti Hadiningsih; Pembimbing: Atik Nurwachyuni; Penguji: Puput Oktamianti, Prima Yunika, Eko Budi Santosa
B-1738
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gita Noviskandariani; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Tabrani Kasbir
S-6186
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferawati Simbolon; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Kurnia Sari, Pujiyanto, Budi Hartono
Abstrak:
Rumah sakit memiliki tujuan memberikan pelayanan yang merata tanpa memandang status ekonomi, untuk pemerataan pemberian layanan dan kemudian pemerintah membentuk JKN yang selanjutnya dikelola oleh BPJS kesehatan. Pasien peserta BPJS yang sudah dilayani akan dilakukan penagihan klaim kepada BPJS . Apabila berkas klaim yang diterima BPJS tidak lengkap maka pembayaran akan ditunda sampai rumah sakit melengkapi adanya kesepakatan antar rumah sakit dan BPJS. Penelitian ini merupakan penelitian observasional atau non-eksperimental dengan menggunakan metode kualitatif melalui telaah dokumen berkas klaim pending tahun 2021 dan wawancara mendalam terhadap informan yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai faktor penyebab klaim pending di Rumah Sakit Ibu dan Anak Nabasa tahun 2021. Hasil dari penelitian ini adalah dari total 5380 klaim yang diajukan, ada 1599 kasus klaim pending. Dari hasil penelitian juga didapatkan ada tujuh faktor penyebab klaim pending dan tiga kasus terbanyak adalah resume medis tidak lengkap, koding tidak sesuai serta konfirmasi USG pada rawat jalan. Penyebab kasus klaim pending tersebut karena tidak ada pengecekan dahulu berkas klaim sebelum berkas tersebut diajukan, human error, serta petugas koder dan verifikator rumah sakit yang tidak kompeten.

The hospital aims to provide equal services regardless of economic status, leading to establishment of the National Health Insurance (JKN) managed by the Health Insurance Administration Agency (BPJS Kesehatan). Patients who are participants of BPJS will have their claims billed to BPJS after receiving treatment. If the claim documents obtained by BPJS are incomplete, the payment will be postponed until the hospital completes the necessary agreement between the hospital and BPJS. This research is an observational or non-experimental study conducted using qualitative methods through the review of claim document files pending in 2021 and in-depth interviews with informants. The goal is to obtain information about the factors causing pending claims at the Nabasa Mother and Child Hospital in 2021. The results of this study show that out of a total of 5,380 claims submitted, there were 1,599 cases of pending lawsuits. The research also identified seven factors causing pending claims, with the top three being incomplete medical resumes, incorrect coding, and lack of confirmation for outpatient ultrasound examinations (USG). The causes of these pending claim cases are attributed to the need for prior verification of claim documents before submission, human error, and incompetent hospital coders and verifiers.
Read More
B-2376
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titi Anggraeni Nasution; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wachy Sulistiadi, Jaslis Ilyas, Suprijanto Rijadi, Elizabeth Indah
Abstrak: Penelitian yang dilakukan di gudang farmasi RS Kartika Husada Setu ini membahas kegiatan proses penyimpanan barang , yang dinilai penulis masih terdapat permasalahan yang merupakan pemborosan atau mendatangkan waste. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain kualitatif melalui pendekatan action research dengan fokus pada proses penyimpanan dan pendistribusian barang dengan metodologi lean. Lingkup penelitian mencakup proses penerimaan barang, penyusunan dan penyimpanan, penerimaan permintaan dari unit dan penyerahan barang ke unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih belum sesuainya proses penyimpanan di gudang farmasi dengan standar dan terdapat kegiatan yang tidak mendatangkan nilai tambah (non value added). Pada kegiatan penerimaan didapat komposisi value added dibanding non value added sebesar 57 % : 43 %. Sedangkan pada proses penerimaan permintaan barang dari unit sampai penyerahan barang permintaan didapatkan komposisi value added dibanding non value added sebesar 67 % : 33 %. Hal ini menunjukkan bahwa sistem penyimpanan gudang yang sekarang ini belum dalam kondisi lean. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kompetensi dari sumber daya manusia (SDM) di gudang, kurangnya sarana dan prasarana serta tidak adanya monitoring serta evaluasi. Kata kunci : lean; penerimaan permintaan unit; penyerahan barang; penyimpanan barang;; waste. This research conducted in the pharmaceutical warehouse Kartika Husada Setu Hospital discussed activities of the storage process, which was considered the author is still a problem that is a waste. This research was conducted using qualitative design through action research approach with a focus on the process of storage and distribution of goods with lean methodology. The scope of the research includes the receipt of goods, preparation and storage, receipt of a request from the unit and the delivery of goods to the unit. The results showed that there is still due process in the pharmaceutical warehouse with storage standards and there are activities that do not bring added value (non-value added). At the reception activities obtained composition than non-value added value added by 57%: 43%. While in the process of receiving the request items from the unit until the goods are obtained demand value added compared to the composition of non-value added of 67%: 33%. This shows that the warehouse storage system that is not currently in a lean condition. That is because the lack of competence of the human resources (HR) in the warehouse, the lack of infrastructure and lack of monitoring and evaluation. Key word : delivery of goods to the unit; lean; receipt of goods; storage process; waste.
Read More
B-1822
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vony Vionita; Pembimbing: Amila Megraini; PengujiL Peter Albert W. Pattinama, Mieke Savitri, Sumijatun
B-934
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lediana Tampubolon; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Mieke Savitri, Anny Tri Dewo, Tri Dewo Asmoro
Abstrak: Latar Belakang:Selama proses pengobatan berlangsung dapat terjadi kesalahan yang mungkin disebabkanoleh tenaga kesehatan maupun pasien itu sendiri. Kesalahan medikasi adalah kejadianpemberian obat yang dapat menimbulkan cedera kepada pasien yang seharusnya dapatdicegah selama dalam kontrol tenaga kesehatan, dan pasien itu sendiri. Salah satu peranpenting perawat di layanan kesehatan yaitu memperhatikan prinsip tujuh benar obat saatmemberikan obat kepada pasien. Dari data insiden keselamatan pasien di rumah sakit Xtahun 2015 - 2017 tercatat ada 35 kasus insiden keselamatan pasien yang 14 kasusdiantaranya adalah kasus kesalahan pemberian obat di rawat inap. Hal ini tidak sesuaidengan standar yang diatur oleh Kemenkes RI tahun 2008 yang menyatakan bahwa insidendi rumah sakit seharusnya zero accident.Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisa faktor faktor yang mempengaruhi penerapanprinsip keselamatan pasien oleh perawat dalam proses pemberian obat di bangsal rawatinap rumah sakit XMetode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data primer diperolehmelalui wawancara mendalam dengan 10 orang informan dan observasi. Data yangterkumpul dianalisa untuk mengetahui penyebab kesalahan dan kemungkinanperbaikannya.Hasil Penelitian: Dari penelitian terlihat bahwa faktor yang memicu terjadinya kesalahanpemberian obat di ruang rawat inap rumah sakit X berasal dari kondisi laten yaitukurangnya jumlah staff keperawatan, turnover yang tinggi dan tidak tersedianya SPO 7benar pemberian obat. Faktor lingkungan tempat kerja yang kurang memadai, adanyapekerjaan tambahan perawat, kurangnya supervisi dari pimpinan , panduan yang kurangjelas serta tidak adanya farmasi klinik merupakan faktor kontributor yang dapatmempengaruhi terjadinya insiden keselamatan pasien dimana salah satunya adalah kejadianmedication error di unit rawat inap rumah sakit X saat ini.Kesimpulan: Faktor faktor yang mempengaruhi penerapan prinsip keselamatan pasiendalam pemberian obat di rawat inap rumah sakit X antara lain adalah faktor leadership,kurangnya jumlah SDM pelayan kesehatan , tingginya turnover perawat, faktor lingkungantempat kerja yang kurang kondusif, tidak tersedianya SPO pemberian obat dengan prinsip 7benar, sosialisasi yang tidak dilakukan secara konsisten dan kontinyu serta tidakberjalannya program diklat atau pelatihan.Kata kunci: Keselamatan Pasien, medication error, pemberian obat, perawat.
Read More
B-2012
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Grace Stefanus; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari, Rianayanti Asmira Rosam, Johana Titus
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Grace Stefanus Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis Sistem Penyediaan Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Di Satu RS Tipe B Jakarta Tahun 2017 Waktu tunggu pelayanan rawat jalan merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan yang ditawarkan oleh Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melakukan analisis sistem penyediaan berkas rekam medis (RM) terhitung ketika pasien registrasi awal sampai berkas tersedia di poliklinik rawat jalan yang dituju. Hasil penelitian menunjukkan waktu penyediaan berkas RM belum sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) yang ditetapkan oleh Rumah Sakit. Beberapa kendala yang ditemui antara lain pemberkasan tidak lengkap, nomor antrian tidak berurutan sesuai loket, sistem error, jarak antar rak penyimpanan tidak sesuai standar, jarak antara instalasi rekam medis ke rawat jalan jauh, berkas RM belum dikembalikan ke rak, SPO penyediaan berkas rekam medis belum ada. Kata kunci: Waktu Penyediaan, Berkas Rekam Medis, Rawat Jalan


ABSTRACT Name : Grace Stefanus Study Program: Study of Hospital Administration Title : Analysis of the provision system of outpatient medical record files at a type B hospital Jakarta in 2017 Outpatient clinic waiting time is one of the important indicators of quality of services offered by Sumber Waras Hospital. Using qualitative approach, this research aims to analyze the time needed to provide outpatient medical record (MR) starting at patient initial registration at the front desk to medical record’s available at the hospital outpatient clinic. The result of the research indicates that MR provision time has not fulfilled the minimum serviced standard as suggested by the hospital. Obstacles include incomplete files, queue numbering sequence, system error, distance between shelves, distance between medical record storage and outpatient clinic, MR files have not been returned to the shelf, and absence of procedures for provision of MR files. Keywords: Provision Time, Medical Record Files, Outpatient

Read More
B-1859
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dede Sri Mulyana; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Pujiyanto, Chamdani Tauchid, Indah Rosana A. Djadjadiredja
Abstrak: Abstrak

Keselamatan pasien (patient safety) rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Sistem tersebut meliputi: assesmen resiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, dan seterusnya. Sejak dideklarasikannya pelaksanaan Patient Safety di Rumah Sakit X pada tahun 2009 hingga tahun 2011, tercatat Insiden Keselamatan Pasien (IKP) sebanyak 171 kasus, dimana IKP paling banyak yaitu sekitar 60% terjadi di pelayanan rawat inap. Melalui penelitian ini, dianalisis penyebab terjadinya IKP di ruang perawatan Rumah Sakit X. Studi dilakukan terhadap 100 perawat pelaksana dengan menggunakan desain cross sectional untuk melihat bentuk hubungan antara variabel individu, kompleksitas pengobatan, kerjama, gangguan/ interupsi, komunikasi, Standar Prosedur Operasional, dan kenyamanan tempat kerja terhadap kejadian IKP.

Hasil penelitian menunjukkan variabel karakteristik individu, yang terdiri dari usia, masa kerja, dan kompetensi; dan variabel kerja sama yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian IKP dengan nilai P value masing-masing sebesar 0.028, 0.010, 0.028, dan 0.012. Dengan kata lain variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian IKP adalah variabel karakteristik individu sehingga hasil studi ini bisa menjadi pertimbangan bagi Bagian SDM, Komite Keperawatan dan Bagian Keperawatan Rumah Sakit X dalam melakukan seleksi dan pengembangan SDM Keperawatan dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien.


Patient safety is a system to make patient care become safer. The systems include risk assessment, identifying and managing the risks associated with patient, and so on. Since the patient safety program has been declared in "X" Hospital in 2009 until 2011, there are 171 cases recorded as a number of the patient safety incident (PSI), most cases about 60% occur in inpatient unit. Through this study, determinants of PSI in inpatient unit X Hospital are analyzed. Study is applied to 100 nursing staffs by cross sectional study design in order to observe the correlation between variable of individual characteristic, medication complexity, teamwork, interruption, communication, standard of procedure operational, and work place comfortable to PSI.

Result shows that there is a significant correlation between variable of individual characteristic (include age, working time, and levels of competence) and teamwork to PSI, with the P value: 0.028, 0.010, 0.028, and 0.012. In other word, the most significant variable to PSI is individual characteristic variable so it could be a consideration to recruit and do improvement based on patient safety by Human Resources, Nursing Committee and Nursing Unit of X Hospital.

Read More
B-1481
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive