Ditemukan 41708 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Metode penelitian menggunakan desain potong lintang, dengan pendekatan kuantitatif, data primer didapatkan dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh tenaga keperawatan di RSIA Assalam. Total sampel 56 sama dengan populasi, dengan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil analisis bivariat variabel terukur, relevan, hasil kerja berhubungan secara signifikan (p<0,05) dengan penilaian kinerja. Perilaku paling dominan terhadap penilaian kinerja dengan hasil analisis multivariat ukuran kinerja perilaku (p=0.0001) dan indikator jelas (p=0.039).
Kesimpulan dari penelitian ini indikator kinerja yang digunakan sudah jelas tapi kurang terukur, kurang relevan dan kurang terikat waktu. Instrumen yang digunakan dapat mengukur perilaku dengan baik, tapi belum dapat mengukur hasil kerja dan kompetensi dengan baik. Perbaikan indikator kinerja dan ukuran kinerja pada instrumen penilaian kinerja perlu dilakukan demi meningkatkan kinerja tenaga keparawatan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai kinerja perawat dalam pendokumentasian proses keperawatan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Analisa data menggunakan uji Anova, regresi linier ganda dan General linier model multivariate.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa secara bersama-sama skor kinerja perawat dalam pendokumentasian pengkajian, disgnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi memang dipengaruhi umur, lama kerja, pendidikan, status pernikahan, status kepegawaian, persepsi seorang perawat terhadap kepemimpinan, hubungan antar kelompok, desain kerja, imbalan, fasilitas kerja, struktur organisasi, supervisi dan penghargaan.
Berdasar pada hasil penelitian, untuk meningkatkan kinerja perawat dalam pendokumentasian proses keperawatan, pihak manajemen rumah sakit perlu untuk membuat suatu kebijakan yang dapat mengakomodir peningkatan kemampuan setiap perawat melalui pendidikan dan pelatihan. Serta menciptakan situasi dan kondisi yang dapat memotivasi perawat untuk meningkatkan kinerjanya seperti supervisi, imbalan, penghargaan dan jenjang karir.
Analysis of Factors that Influenced Nurse Performance in Nursing Process Documentation at Inpatient Room, Koja General District HospitalTo fulfill the clinical purposes of nursing, a nurse does nursing process. Quality of nursing care is an output of how effective and efficiency a nurse does their nursing process. The nurse performance appraisal within documentation nursing process seems to be the important way to get nurse performance on nursing process.
The objective of this study is to get information about nurse performance on nursing process documentation and its influenced factors. This study is a quantitative method with cross sectional study. Data analysis using Anova test, multiple linier regression and multivariate General Linier Model.
The study showed that nurse performance score in documentation nursing assessment, diagnosis, care plan, implementation and care evaluation as a combined dependent variable influenced by age, tenure, educational background, marital status, employment status, leadership, peer relationship, salary, supervision, organizational structure, work design, work facility and reward.
Based on study result, to increase the nurse performance, it is suggested that the management of Koja General District Hospital needs to make a policy that ensure all employee so that they can develop their abilities through education and training and create a conclusive situation that motivate employee to do their best performance such as supervision, salary, reward and career path.
Pelayanan keperawatan sebagai salah satu subsistim pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan komponen sentral untuk terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu. Keberhasilan pelayanan kesehatan yang bermutu ditentukan oleh berbagai faktor antara lain kualitas sumber daya manusia, sarana dan fasilitas, kebijakan yang ada serta manajemen rumah sakit. RSU Bina Sehat Kabupaten Bandung, dalam bidang keperawatan masih banyak menghadapi berbagai kendala. Rendahnya kinerja rumah sakit dengan nilai BOR (Bed Occupancy Rate) baru mencapai 4l,05%, tingkat keterlibatan perawat/bidan dalam upaya peningkatan kualitas layanan masih rendah, dan dari sisi manajemen RSU Bina Sehat belum memiliki konsep dan fondasi manajemen yang kuat. Dalam upaya meningkatkan manajemen dan kinerja perawat/bidan, pemerintah melalui Menteri Kesehatan mengeluarkan keputusan tentang Pedoman Pengembangan Manajemen Kinerja (PMK) Perawat dan Bidan yang tercantum dalam Kepmenkes RI Nomor 836/Menkes/SK/VU2005. Tujuan penelitian ini secara umum adalah menganalisis kesiapan RSU Bina Sehat dalam menerapkan PMK perawat/bidan melalui faktor input dan proses. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah pada lini manajemen dan pelaksana yang berhubungan dengan keperawatan dan kebidanan. Dari hasil telaah dokumen, wawancara mendalam, dan FGD (Focus Group Discusion) menunjukkan bahwa Faktor Input PMK yaitu uraian tugas, SOP, SAK/SAB, pelatihan, sistem penghargaan, kecuali indikator kinerja, sudah dijalankan namun masih bersifat superfisial. Faktor Proses PMK yaitu monitoring, evaluasi, pengelolaan penyimpangan, diskusi refleksi kasus, dokumentasi asuhan keperawatan, dokumentasi asuhan kebidanan belum berjalan optimal sesuai dengan aturan dan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dari hasil penilaian terhadap faktor-faktor tersebut RSU Bina Sehat tidak siap dalam menerapkan Kepmenkes RI No. 836/Menkes/SK/VI/2005 atau kesiapan baru mencapai 30%. Hambatan pelaksanaan PMK adalah kurangnya dukungan terhadap program, kurangnya kualitas dan kuantitas SDM , sarana dan prasarana masih kurang serta rendahnya motivasi kerja. Selain melengkapi kekurangan dari faktor input dan proses, dalam rangka menunjang kinerja dan sistem manajerial, secara umum diusulkan melalui 10 langkah perbaikan yaitu perbaikan struktur organisasi rumah sakit dan instalasi; kebijakan pimpinan rumah sakit; komitmen visi, misi, tujuan rumah sakit dari seluruh komponen rumah sakit; memupuk sifat kepemimpinan; peningkatan ketrampilan klinis dan manajerial; perbaikan deskripsi pekerjaan dan beban kerja; menilai kembali tata letak ruang rawat; melengkapi sarana dan alkes; memperbaharui sistem penghargaan; mengembangkan kerja tim dan pembelajaran.
Nursing service is, as a subsystem of health service in hospital, a central component to achieve quality heath service. The success of quality health service is dependent on the quality human resotuces, facilities and infrastructures, standing policies, and hospital management. Bina Sehat Hospital in Kabupaten Bandung is still facing many problems in nursing services including low perfomiance with 41.05 per cent of BOD (Bed Occupancy Rate) , low involvement of nulseslmidwives in the upgrading of quality service and Bina Sehat Hospital does not have solid concept and foundation of management. In an attempt to improve management and performance of nurses/midwives, the government of Indonesia through the Minister of Health has issued guidance on the development of performance management nurse/midwife in Kepmenkes RI No. 836/Menkes/SK/VI/2005. The objective of this study is to analyze the readiness of Bina Sehat Hospital in Development of Perfomance Management (DPM) nurse/midwife through input and process factor. This study employs descriptive analytic method with qualitative approach. The focus ofthe study is on the line management and execution related to nursing and obstetric. According to the results of document’s review, in-dept interview, and Focus Group Discussion, it is shown that input factors of DPM comprising of job description, Standard Operating Procedure (SOP), nursing/midwifery upbringing standard, training, reward system, except performance indicator, have already been operational yet still superficial. Process factors of DPM consisting of monitoring, evaluation, storage management, case reflection discussion, nursing documentation, obstetric documentation have not been optimal by the govemrnents’ rules and standards. Evaluation results on these factors, Bina Sehat Hospital is considered not ready yet in the implementation of Kepmenkes RI No. 836/Menkes/SK/VI/2005 as its readiness currently achieves only 30 per cent. The problems in implementing DPM nurse/midwife are the lack of support on the program, shortage in the quality and the quantity of human resources, shortage of facilities and infrastructure, and low work motivation. Apart from filling the gap in input and process factors, in supporting performance and managerial system, ten improvement steps are proposed are improve structural organization of hospital and installation; improve hospital management policies, committed vision, mission, objectives of the whole hospital components, nurture leadership, up-grade clinical and managerial skills, improvejob description and work load, review the lay out of nursing, add on facilities and health instrument, renew reward system, develop team work and learning system.
