Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40142 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ardian Adinata; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Hanny Harjulianti
Abstrak: Pekerjaan (manual handling) yang dilakukan oleh pekerja unit mixing dan supplyingdi line PPIC PT X berisiko untuk menimbulkan keluhan subjektif nyeri punggungbawah. Faktor risiko yang menjadi fokus penelitian adalah faktor risiko manualhandling dengan menambahkan faktor risiko individu sebagai faktor pendukung.Pengukuran faktor risiko manual handling dilakukan menggunakan metode REBAsedangkan faktor risiko individu diperoleh dengan wawancara. Hasil penelitianmenjelaskan terdapat dua aktivitas yang memiliki risiko ergonomi tinggi antara lainadalah aktivitas mengambil kantung sak dari palet dan mengangkat kantung sak kedalam mesin mixing. Hasil penelitian juga mendapatkan faktor kebiasaan merokokdan kebiasaan olahraga menjadi faktor risiko individu yang dapat memperberattingkat keluhan nyeri punggung bawah. Pengadaan alat vacuum dan pneumaticscissor lift akan mengurangi faktor risiko manual handling sehingga tingkat risikodan keluhan low back pain akan menurun.
Kata kunci: faktor risiko manual handling, low back pain, unit mixing dan supplying
Job (manual handling) which has been doing by unit mixing and supplying workersin line PPIC PT X has risk to cause subjective complaints of low back pain. Thefocus of this research is manual handling risk factor with adding the individual riskfactors as contributing factor. Measurement of manual handling risk factor werecalculated using REBA method and individual risk factors was obtained byinterview. The result of this research explain, there are two activities that have highergonomic risk level. That activities is taking sac from pallet and lifting sac intomixing machine. The result also acquire that the habit of smoking and exercise fromindividual factors can aggravate the level complaints of low back pain. Procurementof vacuum and pneumatic scissor lift will reduce manual handling risk factors andthe level of risk and complaints of low back pain will decrease.
Keywords: low back pain, manual handling risk factor, unit mixing and supplying
Read More
S-8304
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ailisia Wongso; Pembimbing: Chandra Satrya
T-1935
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syelvira Yonansha; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Ike Pujiriani
S-7323
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Belmi Andra; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ike Pujiriani
S-8696
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Berlian Islamiati; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Pengunjung: Maya Arlini Puspasari, Juned Eryanto
Abstrak: Low back pain adalah rasa nyeri maupun pegal-pegal pada punggung bawah yang terjadi apabila ada penekanan pada daerah lumbal yaitu L4 dan L5. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif semi kuantitatif dengan pendekatan crosssectional untuk melihat distribusi dan frekuensi dari faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif low back pain pada operator forklift yaitu faktor personal berupa umur, masa kerja, kebiasaan olahraga (stretching), dan riwayatlow back pain, serta dosis pajanan getaran dan durasi pajanan getaran. Metodeyang digunakan adalah pendekatan cross sectional dan melibatkan 33 operatorforklift di PT. Pertamina Lubricants Production Unit Jakarta Tahun 2014 sebagai responden penelitian. Pengambilan data primer pada penelitian ini yaitumelakukan pengukuran getaran menggunakan human vibration meter 100 LarsonDavis, penyebaran kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa terdapat 60,6% operator forklift yang mengalami keluhan low back paindan 39,4% operator tidak mengalami keluhan low back pain. Berdasarkan hasilpenelitian, terdapat tiga variabel yang berhubungan signifikan dengan keluhansubjektif low back pain, yaitu umur, kebiasaan olahraga (stretching), riwayat lowback pain. Sedangkan yang tidak berhubungan yaitu masa kerja, dosis pajanangetaran, dan durasi pajanan getaran.
Kata Kunci : Getaran, low back pain, operator forklift.
Low back pain is pain and stiffness in the lower back that occurs when there is anemphasis on areas lumbar that L4 and L5. This study is a descriptive semiquantitative with cross-sectional approach to look at the distribution andfrequency of factors associated with subjective complaints of low back pain inforklift operators that personal factors such as age, years of work, exercise habits(stretching), and a history of low back pain, and vibration exposure dose andduration of vibration exposure. The method is a cross-sectional approach andinvolves 33 forklift operator PT. Pertamina Lubricants Production Unit Jakarta in2014 as research respondents. Primary data collection in this study is measuringvibration using human vibration meter 100 Larson Davis, questionnaires, andinterviews. The results of this study indicate that there is a 60.6% forkliftoperators who have complaints of low back pain and 39.4% operators do not havecomplaints of low back pain. Based on the research results, there are threevariables significantly associated with subjective complaints of low back pain,namely age, exercise habits (stretching), a history of low back pain. While that isnot related to years of work, vibration exposure dose, and duration of exposure tovibration.
Keywords: forklift operator, low back pain, vibration.
Read More
S-8317
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Setiawaty Wulandari; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; penguji: Candra Satrya, Ridwan Z. Sjaaf, Tata Soemitra, Muhammad Mushanif Mukti
Abstrak:

Meningkatnya daya beli masyarakat dan penerapan Undang-undang Otonomi Daerah telah mcndorong pertumbuhan bisnis ritel diatns 20% sejak tahun 2000. Tingginya aktivitas bisnls ini salah satunya dapat dilihat di area kasir supemarket dan area gudang. Namun perkembangan ini tidak sejalan dengan kegiatan di area gudang yang masih didominasi oleh kegiatan manual (Manual Handling). Dampak terjadinya manual handling adalah risiko terjadonya gangguan otot rangka (musculoscelatal disorder) termasuk salah satunya Low Back Pain (LBP). Penelitian ini merupakan studi observasional, evaluasi yang bertujuan mendapatkan gambaran risiko Manual Handling di area gudang PT X.


Increase of people's purchasing power and implementation of Regional Autonomy Act have stimulated growth of retail business over 20% since 2000. High rate of the business activities can be observed in cashier and warehouse premises t)r supermarket. However this condition is not accommodated by the warehouse·s activities which are still dominated by manual handling ones. Impact of the manual handling activities is risk of musculoskeletal disorders, among others, Low Back Pain (LBP). This research is observational and evaluative study intended Manual Handling risk in warehouse premises of PT.X.

Read More
T-3045
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aqua Da Mongga; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Aprian Een Saputra
Abstrak: Kebanyakan dari pekerjaan-pekerjaan yang melakukan aktivitas dalam keadaan duduk dapat terpapar pada tingkat waktu menetap yang tinggi, salah satunya adalah pada pekerja di kantor pengguna komputer atau laptop. Penggunaan dan pemakaian komputer tau laptop dalam kurun waktu cukup lama dapat meningkatkan risiko keluhan gangguan pada muskuloskeletal, terkhusus pada bagian punggung bawah dan leher. Untuk melihat faktor-faktor yang memengaruhi keluhan low back pain dan neck pain pada pekerja kantoran pengguna komputer dilakukan penelitian studi cross-sectional dengan menggunakan data primer tahun 2020. Penelitian melibatkan 55 pekerja PT X di daerah Jakarta Timur. Ditemukan pekerja yang memiliki keluhan gangguan low back pain sebesar 41.8% dan pekerja yang memiliki keluhan pada gangguan neck pain sebesar 50.9%. Pada analisis hubungan faktor risiko pekerjaan dengan keluhan gangguan low back pain yang menggunakan chi-square didapatkan bahwa antara faktor risiko pekerjaan dan psikososial memiliki hubungan signifikan dengan keluhan gangguan low back pain yaitu kerja otot statis (p-value=0.03), tuntutan kerja (p-value=0.00), dukungan sosial (pvalue=0.00), dan stres kerja (p-value=0.00). Kemudian pada analisis hubungan faktor risiko pekerjaan dengan keluhan gangguan neck pain yang menggunakan chi-square didapatkan bahwa antara faktor risiko pekerjaan dan psikososial memiliki hubungan signifikan dengan keluhan gangguan low back pain yaitu durasi penggunaan komputer.laptop (p-value=0.01), kerja otot statis (p-value=0.01), tuntutan kerja (p-value=0.02), dukungan sosial (p-value=0.04), dan stres kerja (pvalue=0.01).
Kata kunci: low back pain; neck pain; pengguna komputer; pekerja kantor

Most of the tasks with prolonged sitting can be exposed to high levels of sedentary behavior, one of which is computer or laptop user workers in the office. A long period time of computer or laptop use can increase the risk of musculoskeletal disorders complaints, especially in the lower back and neck. To look at the factors that influence complaints of low back pain and neck pain in office workers, a crosssectional study using 2020 primary data. The study involved 55 PT X workers in East Jakarta. There were 41.8% workers who had low back pain complaints and 50.9% workers who had neck pain complaints. The result of chi-square analysis indicated that there were significant relationship between physical and psychosocial risk factors with low back pain complaints, those are static muscle work (p-value = 0.03), work demands ( p-value = 0.00), social support (p-value = 0.00), and work stress (p-value = 0.00). Then, the result of chi-square analysis indicated that there were significant relationship between physical and psychosocial risk factors with neck pain complaints, those are duration of computer use (p-value = 0.01), work static muscle (p-value = 0.01), work demands (p-value = 0.02), social support (pvalue = 0.04), and work stress (p-value = 0.01).
Keywords: low back pain; neck pain; computer user; office worker
Read More
S-10289
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zahra Nurul Nafisah; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Rizqi Firdausi
S-9724
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aines Hibatillah Satyaputri; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Resky Wandhikasasri Adline
Abstrak:
Low Back Pain merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dialami perawat akibat paparan risiko ergonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran keluhan LBP serta hubungan faktor risiko fisik, psikososial, dan individu terhadap LBP pada perawat di Rumah Sakit X. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 72 perawat. Keluhan LBP diukur menggunakan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), faktor fisik dengan QEC (postur tidak netral, manual handling, beban kerja, durasi aktivitas kerja), dan faktor psikososial dengan ENSS (Stres kerja dan kurangnya dukungan sosial), faktor individu dengan kuesioner karakteristik individu (usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan BMI). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan prevalensi LBP dalam 7 hari terakhir sebesar 38,9%. Sebagian besar variabel tidak berhubungan signifikan dengan LBP. Namun, beban kerja berhubungan signifikan dengan LBP (p=0,034), dengan risiko meningkat pada beban kerja sedang (OR=2,29), tinggi (OR=5,2), dan sangat tinggi (OR=18). Dengan demikian, rumah sakit perlu mengembangkan program pencegahan LBP yang berfokus pada pengendalian beban kerja serta disesuaikan dengan kondisi kerja dan karakteristik individu perawat.

Low back pain is a musculoskeletal complaint frequently experienced by nurses due to exposure to ergonomic risks. This study aims to analyze the characteristics of low back pain complaints and the relationship between physical, psychosocial, and individual risk factors and low back pain among nurses at Hospital X. The study used a cross-sectional design and purposive sampling technique, with a sample size of 72 nurses. LBP complaints were measured using the Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), physical factors using the QEC (non-neutral posture, manual handling, workload, duration of work activity), psychosocial factors using the ENSS (work stress and lack of social support), and individual factors using the individual characteristics questionnaire (age, gender, physical activity, and BMI). Analysis was performed using the Chi-square test and Odds Ratio (OR) calculation. The results showed a prevalence of low back pain (LBP) in the past 7 days of 38.9%. Most variables were not significantly associated with LBP. However, workload was significantly associated with LBP (p=0.034), with the risk increasing with moderate (OR=2.29), high (OR=5.2), and very high (OR=18) workloads. Therefore, hospitals need to develop LBP prevention programs that focus on workload management and are tailored to the working conditions and individual characteristics of nurses.
Read More
S-12198
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farida Hayu Pramuditya; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Ellen Happy Forever
S-6409
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive